SUKUN Malang, bukan Sukun biasa …

Ada apa dengan motor ibu ini ?

Ada apa dengan motor ibu itu ? Apakah kehabisan bensin, atau ban-nya kempes?

Ya, mungkin itu pertanyaan yang hinggap di benak kita ketika melihat seorang wanita menuntun sepeda motor-nya sepanjang gang, alih-alih mengendarainya.

Itu pula sekelumit tanya yang sempat terbersit di hati kami ketika hari minggu pagi menjelang siang kemarin, kami menyaksikan kejadian itu.  Tanya di hati makin mengemuka ketika tak hanya ibu itu seorang yang kami lihat menuntun motornya sepanjang gang pagi itu.  Ada pula seorang bapak, ibu-ibu lainnya bahkan beberapa anak muda yang melakukannya.  Tak mungkin ada kejadian ‘bocor ban berjamaah’ saat itu bukan??? Continue reading “SUKUN Malang, bukan Sukun biasa …”

Untukmu, Kartiniku

Hari ini di saat banyak yg menulis tentang sosok wanita inspiratif, ingatanku langsung tertuju padamu.

Teringat kedekatan kita di masa remaja. Saat ketika aku ragu-ragu memilih kota yang akan menjadi tempat kuliah, lebih memilih Solo dibanding Bogor karena tak yakin diperbolehkan Bapak bila memilih kota hujan yang lebih jauh itu. Kaulah yang meyakinkan kami untuk berubah pikiran.

“Sudah waktunya dia belajar mandiri, Pak. Kita harus yakin dia mampu..” begitu argumenmu kepada orang-tua kita untuk ‘melepas’ku kala itu.. Sampai kini kuyakin dukunganmu itu berperan besar dalam turunnya restu Bapak-ibu kala itu, restu yg membuka dunia baruku.

Jauh sebelum itu, kau pun telah memperjuangkan pilihanmu masuk kedokteran, berani menempuh perjalanan ke pulau seberang untuk menempuh ujian negara yg menentukan, keteguhan & kemandirianmu sebagai wanita muda yg menjadi contoh bagi kami, adik-adikmu. Continue reading “Untukmu, Kartiniku”

Jalan-jalan di Kota Lama dengan Semarjawi

Taman Srigunting ? Dimana lokasi taman itu???

Pertanyaan itu yang ada dalam pikiranku ketika pada akhir hari pertama kegiatan Travel n Blog 3 di Semarang yang lalu diumumkan bahwa keesokan harinya peserta akan diajak jalan-jalan menyusuri kawasan Kota Lama Semarang dengan Bis Wisata SEMARJAWI dan meeting point-nya adalah di Taman Srigunting.

Ketika tanya-tanya ke kerabat yang berdomisili di Semarang, awalnya juga tak mendapat pencerahan di mana lokasi taman itu, tapi kemudian aku ingat bahwa salah seorang panitia mengatakan taman itu ada di samping Gereja Blenduk. Naah… baru deh, saudaraku itu ngeh lokasi taman itu.

Taman Srigunting, salah satu oase hijau di tengah panasnya Semarang
Taman Srigunting, salah satu oase hijau di tengah panasnya Semarang

Continue reading “Jalan-jalan di Kota Lama dengan Semarjawi”

Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua

Di Provinsi Jawa Tengah, terdapat banyak lokasi Agrowisata Perkebunan Teh.  Perkebunan Teh Kaligua di Kabupaten Brebes, Pagilaran di Kabupaten Batang, Semugih di Kabupaten Pemalang, Tambi di Kabupaten Wonosobo, Kemuning di Kabupaten Karanganyar dan Kebun Teh Medini di Kabupaten Kendal adalah beberapa diantaranya.

Dari beberapa lokasi agrowisata perkebunan teh yang kusebutkan di atas, tiga diantaranya pernah kukunjungi dalam beberapa tahun terakhir ini.  Memang, berkunjung ke agrowisata perkebunan teh selalu menyenangkan, oleh karena itu kami tak segan untuk sering-sering jalan-jalan ke sana.  Berikut adalah tiga lokasi agrowisata Kebun teh di Jawa Tengah yang pernah kukunjungi, yaitu : Continue reading “Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua”

Sebuah puisi tentang Kali

KALI ASEM BINATOER

Di kala jiwa anak

mengendap merayap

menggapai cita kelak dewasa

Kali Asem Binatoer

adalah teman bercanda ria

teman berenang bersama udang

teman menyelam bersama ketam

Tiada sampah tiada limbah

air mengalir menyapa sawah

agar padi menguning menjadi berkah

Kali Asem Binatoer

walau katanya kau punya makna asam yang hina dina

tapi duka tak pernah kau rasa

bersama sampan dan ikan sebagai teman setia

Kali Asem Binatoer

kini engkau telah tertipu oleh manusia-manusia dungu

yang membuang sampah, membuang limbah

tapi mereka katakan membawa berkah

Kali Asem Binatoer

kini airmu yang mengalir menyusuri depan istana raja

telah berubah warna

bersama racun yang kelak bisa membawa bencana…

( Muchsin – Tepi Asem Binatoer, 26-2-2015 )

*** Continue reading “Sebuah puisi tentang Kali”

Dua produk olahan Mangrove : Sirup dan Sabun.

Hijaunya Mangrove, menjanjikan keteduhan
Hijaunya hutan Mangrove, menjanjikan keteduhan

Ketika berkunjung ke kawasan Pekalongan Mangrove Park beberapa waktu lalu, sebenarnya ada yang kurang kurasakan, yaitu tidak sempat melihat secara langsung hasil pengolahan buah Bakau.

Ya, memang dari penjaga yang ada di Pusat Informasi Mangrove (PIM) itu kami mendapat informasi bahwa buah mangrove ini dapat diolah baik sebagai makanan, minuman maupun produk non pangan.

Sirup, dodol, kripik dan tepung mangrove adalah beberapa jenis olahan buah mangrove yang dapat dikonsumsi.  Adapun produk non pangan dari buah mangrove antara lain : sabun dan bahan pewarna alami. Continue reading “Dua produk olahan Mangrove : Sirup dan Sabun.”

Mengais kenangan di Taman KB

Taman KB / Taman Menteri Supeno Semarang
Taman KB / Taman Menteri Supeno Semarang

Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, taman yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi.  Ya, Taman Menteri Supeno atau yang lebih populer dengan sebutan Taman KB. Continue reading “Mengais kenangan di Taman KB”

Berubah sungguh tak mudah …

Sarapan itu penting, sebagai ‘bekal’ selama kita beraktifitas seharian. Begitu yang selalu disampaikan oleh nenek dan ibu kami, sehingga sarapan yang cukup -biasanya dengan ‘menu berat’- selalu mengawali pola makan keluarga kami sejak dahulu.

Eh, sebentar… ‘Pola Makan‘ atau ‘Kebiasaan Makan‘ ya? Apa bedanya dua istilah itu?

Menurut hasil browsing, ternyata kedua istilah itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama merupakan tindakan yang dilakukan setiap hari, terus-menerus, dan dalam waktu yang relatif lama.  Adapun perbedaannya adalah Pola Makan bersifat lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman.  Sedangkan Kebiasaan Makan lebih personal sifatnya, terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makan di setiap rumah tangga. Makan 3 kali sehari, itu salah satu contoh pola makan. Mengkonsumsi buah setelah makan, itu salah satu contoh kebiasaan makan.

Hm, kalau begitu, lebih tepat disebut bahwa kebiasaan makan di keluarga kami adalah mengawali hari dengan sarapan. Nenek dan ibu selalu memastikan kami menghabiskan sarapan yang telah tersedia setiap pagi.  Selain itu, ketepatan waktu makan juga menjadi perhatian besar di keluarga kami, alhasil sejak kecil hingga remaja kami telah terbiasa dengan kebiasaan dan pola makan teratur tersebut. Continue reading “Berubah sungguh tak mudah …”