Sejak duluuu… ketrampilan tangan bukanlah hal yang kukuasai dengan baik. Aku ingat, saat pelajaran ketrampilan di SD, menyulam, menjahit, membuat kerajinan tangan seperti asbak, pigura, dll selalu saja menjadikanku merasa deg-degan… Berhasil kukerjakan memang -meski dengan susah payah- namun aku sadar betul itu bukan keahlianku. Nilai yang kuperoleh pun gak jauh-jauh dari angka 6! hehe…
Padahal sebenarnya aku tak asing dengan hal itu. Di rumah, ibu sangat suka menjahit, merenda, menyulam… demikian juga kakak-kakak perempuanku, tapi tidak denganku. Tanganku seolah tak pernah luwes mengerjakan hal-hal itu. Pernah di masa remaja kami, sedang ‘demam’ kristik, maka hampir setiap hari kami sibuk membuat kristik beramai-ramai. Ya, kami memilih suatu pola dengan ukuran yang cukup besar dan dikerjakan bertiga, aku dan 2 orang kakak perempuanku. Nah..itu bisa?? mungkin demikian katamu… Eh, jangan salah.. aku memang bisa kok, tapi ya sekedar bisa dan hasilnya tak sebaik kakak-kakakku, oleh karenanya bagianku adalah….ngeblok! Itu lhooo, membuat bagian yang hanya satu warna merata, misalnya bagian awan, tanah, atap rumah, dll… 🙂
Sampai sekarang, kerajinan tangan tetap bukan keahlianku. Mungkin itu sebabnya, aku selalu kagum dengan orang-orang yang pandai membuatnya. Aku sangat menikmati hasil karya mereka. Ketika ibu senang membuat renda-renda untuk alas almari, aku yang memasangnya, saat kakak keduaku menghasilkan tas-tas cantik, aku lah penggunanya! haha… Continue reading “Berkreasi dan Berbagi”


