Miksi kuwi numani…

Alhamdulillah….  

Aku bungah, soale pirang-pirang dina kepungkur iki, tambah akeh kanca-kanca kang nggawe tulisan  fiksi, mbuh kuwi crita cekak, apa crita super cekak – sing jare basa mancane flash fiction iku lho…  

Ana Mbak Monda sing crita tentang kacamata silihan, Mbak Irma sing crita bab donya kang beda, lan nembe wingi Mbak Ely uga nulis crita super cekak tentang si pleboi cap krupuk ( sst… ana candhake lho…)  lan isih akeh kanca liyane 🙂

Yo mesti wae aku bungah, soale aku ki pancen karem banget maca crita-crita, dadi yen tambah akeh kanca sing gawe tulisan crita fiksi ngono kui, rak berarti wacananku tambah akeh to? asyiiik…

Oya, nek miturut pengalamanku dewe, nulis crita fiksi alias miksi ki numani lho… dadi, gedhe pangarep-arepku, kanca-kanca kuwi yo banjur numan nulis crita ben tambah akeh sing bisa diwaca bareng-bareng.. rak gayeng to?

Mangga lho..kanca-kanca… sinten malih sing badhe miksi ? Kula tengga nggih….

Terjemahan :

Alhamdulillah…

Aku bahagia, karena beberapa hari terakhir ini semakin banyak teman-teman yang membuat tulisan fiksi, entah itu berupa Cerita Pendek ataupun Cerita super pendek – yang sering disebut dengan bahasa seberang flash fiction itu lho..

Ada Mbak Monda yang bercerita tentang kacamata pinjamanada Mbak Irma yang bercerita tentang dunia yang berbeda, dan kemarin ini Mbak Ely menulis cerita tentang Si Pleboi Cap Kerupuk  (sst…. akan ada lanjutannya lhoo), juga tentunya masih ada beberapa teman lainnya… 🙂

Ya, tentu saja aku bahagia, karena aku kan paling suka membaca aneka cerita, jadi dengan semakin banyaknya teman yang menulis fiksi , berarti persediaan bacaanku semakin banyak.. Asyiik…

Oya, berdasarkan pengalaman pribadi, menulis cerita fiksi alias miksi itu bisa bikin ketagihan lho… jadi aku sangat berharap teman-teman itupun akan merasakan menulis fiksi sebagai candu agar semakin banyak cerita yang ditulis dan semakin banyak yang dapat kita nikmati bersama-sama.  Menyenangkan, bukan ?

Silahkan teman-teman… siapa lagi yang mau miksi ? Tak tunggu yaa….

Hidup adalah CERMIN

lembah

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon, dan terjatuh.

“Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.

Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.

Dasar anak-anak, ia kemudian berteriak lagi : “Hei! Siapa kau?”

Jawaban yang terdengar : “Hei siapa kau?”

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!”

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia lalu bertanya kepada sang ayah, “Ayah, apa yang terjadi?” Continue reading “Hidup adalah CERMIN”

Miscall dari Eyang

“Wiin, Eyang gimana?”

“Belum tahu, Kak…”

Wina adalah yang ke 5 kutanya tentang Eyang yang miscall sejak pagi, tapi tak menjawab telepon ataupun  sms dari kami.

Akhirnya siang ini aku ke rumah Eyang, menggenapi keluarga kami yang telah berkumpul di sana.

“Eyaang… Eyang sehat kan?” seruku sambil menghambur kepelukannya.

Eyang tersenyum manis, dan menjawab dengan riang, “Alhamdulillah… Sehat nduk..  Eyang cuma kangen kalian kok…”

Ketika ada sekat antar sahabat…

Tulisan ini ada karena membaca posting mba Ely (duniaely).  Tulisan yang membahas tentang pernah tidaknya kita sebagai blogger merasa asing dengan satu / beberapa blogger lain yang pernah dekat dengan kita di dumay ini, telah membuka memoriku pada peristiwa terurainya sebuah jalinan pertemanan .

Menjalin persahabatan dengan beberapa orang sekaligus, memang mengasyikkan.  Lebih seru dibanding hanya bersahabat dengan 1 orang saja.  Bisa saling curhat, ataupun saling support, lebih banyak telinga yang mendengar, lebih banyak hati yang terlibat.  Namun, bila antara sahabat itu terjadi suatu perselisihan…maka pemecahannya pun relatif lebih sulit karena masalah terasa rumit 🙁 Continue reading “Ketika ada sekat antar sahabat…”

Ada apa dengannya?

Hari Jum’at hingga minggu siang tadi, aku bersama teman2 kantor mendapat tugas menyelenggarakan sebuah pembekalan  / pelatihan singkat bagi rekan-rekan yg saat ini bertugas sebagai fasilitator sebuah program daerah.  Kegiatan pelatihan singkat yang bertujuan meningkatkan kerjasama / team-work dan kinerja para fasilitator tersebut dilaksanakan di Wana Wisata Pagilaran, kebun teh yang ada di Kabupaten Batang Jawa Tengah.

Meskipun itu bukan kali pertama aku Tea walk Medini juga sudah kali kesekian menginap di salah satu villa di Pagilaran, tapi menikmati sejuknya udara di perkebunan teh selalu menyenangkan buatku, apalagi hari terakhir pelatihan itu akan diisi dengan acara Outbond yang pastinya seru… Maka akupun semangat menyiapkan segala sesuatu persiapannya, termasuk kamera saku yang selalu setia menemani acara jalan-jalanku.. 🙂 Continue reading “Ada apa dengannya?”

PEPAYA sebagai BANKER tanaman buah tahunan

Teman, ini oleh-oleh berikutnya dari Workshop Online “All about Pepaya”  yang berlangsung pada tanggal 1-30 April 2013  lalu, silahkan disimak ya…

***

MAKALAH IV:
BUDIDAYA PEPAYA SEBAGAI BANKER TANAMAN BUAH TAHUNAN.
Oleh Ir. GUN SUTOPO
SABILA FARM

Pepayamempunyai manfaat yang sangat banyak, baik untuk Pangan, Kesehatan , Industri dan lebih jauh juga bisa sebagai penopang modal untuk wirausaha tanaman buah-buahan Tahunan.

Tanaman buah-buahan ada yang panen semusim 3-4 bulan habis, ada yang 1-2 tahun baru mulai berbuah dan ada juga yang 5 tahun baru mulai panen. Dalam usaha tanaman buah-buahan yang baru berbuah pada usia 2 tahun, maka diantara tanaman buah tersebut yang mempunyai jarak tanam cukup lebar, misal 3 m x 3 m (tanaman buah naga) , 4 m x 4 m (Srikaya Jumbo) , 8 m x 8 m ( Durian) dan seterusnya, maka lahan diantaranya bisa dimanfaatkan dahulu dengan budidaya pepaya.

Jarak tanam pepaya ideal 3 m x 3 m , dan mulai bisa dipetik hasilnya kurang lebih umur 8 bulan HST (hari setelah tanam). Pepaya dijadikan tanaman sela dari usaha budidaya tanaman Buah Tahunan. Dan tentu dengan pengaturan jarak tanam antar pohon Pepaya dan antar pepaya dengan tanaman Tahunan, perlu kecermatan dalam penataan, supaya tidak terjadi intimidasi perebutan hara di bawah permukaan tanah, ataupun perebutan sinar matahari. Hal ini bisa di pelajari dengan pengaturan pemberian hara dan juga pengaturan tajuk tanaman dari pepaya maupun dari tanaman tahunan. Continue reading “PEPAYA sebagai BANKER tanaman buah tahunan”

2 Ilustrasi

Ilustrasi #1

Seorang Batita cantik ikut ibunya arisan. Pada suatu kesempatan, si mungil itu memandang penuh rasa ingin pada sepiring kue yang ada di depannya.  Tanggap akan situasi itu, nyonya rumah mengangkat piring dan menyodorkannya pada si Batita.

“Ayo De’… dipundhut ( diambil) kuenya..” begitu ia menawarkan sambil tersenyum manis.

Setelah mengerling pada ibunya, si mungil itupun malu-malu mengulurkan tangannya, mengambil kue yang diinginkannya itu.  Sang ibu pun tersenyum sambil berbisik pada putri kecilnya, ” mature pripun (bilang gimana), De’ ?”

“Uwuun, Tante..” dengan bahasa cadelnya si mungil mengucapkan maturnuwun untuk berterima kasih pada si Tante yang telah memberinya kue … 🙂

***

Ilustrasi #2

SMS dari A :  ” Mbak, aku lagi kepepet butuh nih. Tolong aku dipinjami sebesar…. untuk keperluan…. yaa.”

Balasan B : “Insya Allah… aku transfer besok..”

SMS A pada keesokan paginya : “Mbak, jadi transfer hari ini kan?”

Balasan B : “Insya Allah nanti jam 9”

Setelah mentransfer, si B mengirim SMS pemberitahuan pada si A.  Setelah itu, tak ada SMS  lagi dari si A, tapi si B berbaik sangka bahwa transferan sudah diterima dan si A hanya ‘lupa’ mengabarinya.

SMS dari A beberapa bulan kemudian : “Maaf mbak, aku mau ngrusuhi lagi…, karena aku butuh biaya untuk  … dan … Mbak bisa tolong pinjami aku lagi? Besok aku kerumah ya mbak…”

Balasan si B : “Besok aku ke luar kota, tapi akan kutitipkan ke orang rumah.. Atau kalau mau ketemu aku tunggu beberapa hari lagi…”

Balasan A : “Aku ambil besok saja ya mbak..”

Keesokan harinya sebelum pergi si B menyiapkan dan menitipkan kepada adiknya di rumah, dengan pesan bahwa si A akan mengambilnya siang itu.  Si B baru tahu bahwa si A sudah datang & mengambil titipan itu ketika ia bertanya pada adiknya malam harinya, sedangkan dari si A sendiri rupanya kembali lupa untuk memberitahukannya…

Si B hanya bisa mbatin : mudah-mudahan bermanfaat bagi A dan keluarganya…

***

T-e-r-i-m-a-k-a-s-i-h.  Satu kata yang hanya terdiri dari sebelas huruf.  Tidak susah untuk diucapkan. Sayangnya, meskipun banyak dari kita yang sejak kecil diajarkan untuk  mengejanya namun masih ada orang dewasa yang ‘lupa‘ cara mengucapkannya.. 😉

***

Selamat hari Jum’at, teman-teman….

Menikmati indahnya Bromo di suatu pagi

Pemandangan dari Bukit Cinta
Pemandangan dari Bukit Cinta

Sebenarnya, aku sudah lamaaa…ingin menikmati indahnya panorama Bromo.  Terlebih bila melihat foto-foto cantik sunrise di Bromo… Wiih, makin ngiler saja!  Makanya ketika melihat penawaran jalan2 ke Bromo ala backpackeran dari sebuah agen tour jadi berminat juga.  Sayangnya, pas ditanggal yg ditentukan itu aku tak bisa ikut. Namun rupanya, Allah masih memberi kesempatan padaku untuk ke sana. Pada akhir pekan kemarin, aku dan beberapa teman kerja akhirnya bergabung untuk jalan2 singkat ke Bromo & Malang dari tgl 6-8 Juni 2013. Alhamdulillah… 🙂 Continue reading “Menikmati indahnya Bromo di suatu pagi”