LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Ngadem di Museum Batik Pekalongan

| 71 Comments

Seperti yang sudah kutuliskan di post sebelumnya, libur Lebaran selalu istimewa karena perjumpaan dengan kerabat yang lama tak bersua karena terpisah jarak, di antaranya adalah kedatangan dua orang keponakan dari Jogja yang memang sudah cukup lama tak berkunjung.

Nah, di antara waktu kunjungan mereka yang singkat, kami pun menyempatkan diri menemani mereka jalan-jalan di kota kami. Pantai adalah tujuan pertama, seperti kebiasaan mereka dulu yang selalu mengajak main air di pantai bila sedang di Pekalongan. Namun karena sekarang mereka bukan kanak-kanak lagi, acara main air di Pantaisari di-skip , sebagai gantinya hanya duduk-duduk di tepi pantai, menonton anak-anak kecil yang mandi-mandi (seperti mereka duluuu…hehe).

Tujuan berikutnya adalah Pekalongan Mangrove Park di Jl Kunti Pekalongan Utara. Di sana tidak lama karena panas yang cukup terik meskipun baru sekitar Pukul 11-an, hanya berperahu keliling area dan jalan-jalan dari ujung ke ujung area saja. Lalu ke mana lagi? Cari yangΒ adem, begitu permintaan mereka. Maka akupun mengarahkan mereka ke Museum Batik.

Lhah…kenapa ke sana?

Iyalah… Belum sah ke Kota Batik kalau belum mampir ke Museum Batik, bukan? Lagipula, suasana di Museum Batik yang menempati gedung kuno dan bersejarah itu menimbulkan rasa adem dan nyaman buat pengunjungnya.

Maka siang itu kamipun mengunjungi Museum Batik yang berada di Kawasan Jetayu Kota Pekalongan. Dengan tiket masuk seharga Rp. 5.000,- / orang, kami pun mulai berkeliling, dari satu ruang ke ruang-ruang lainnya. Oya untuk anak-anak HTM Rp. 2.000,- sedangkan untuk turis manca Rp. 10.000,-.

Terdapat 3 ruang pamer di Museum Batik ini. Di ruang pamer pertama, pengunjung akan disambut dengan display peralatan membatik, kain-kain batik bersejarah, dan…display Sintren. Itu lho, salah satu budaya lokal pesisir berupa tarian yang konon mengandung unsur magis, dengan penari yang kerasukan / kemasukan roh. Rupanya tak hanya ada batik di Museum Batik..hehe..

Aneka Canting

Motif khas Pekalongan

Motif berdasarkan Legenda / cerita rakyat

Motif berdasarkan cerita anak yg telah mendunia

Motif Tok Wi yang dipengaruhi Budaya Tionghoa

Di salah satu dinding museum ini terdapat foto besar Museum Batik dan di salah satu sudutnya terdapat JEDI, yaitu sebuah bejana besar yang terbuat dari tembaga, yang digunakan sebagai tempat nglorod -proses pelepasan malam / lilin batik- yang banyak digunakan pada 1849 -1947. Keterangan tentang Jedi ini dapat kita baca tepat di sebelah bejana besar ini.

Demikian pula selanjutnya di ruang-ruang pamer lainnya. Kain-kain yang dipajang di sana tentunya disertai keterangan tertulis sehingga pengunjung betah ‘belajar’ dari satu kain ke kain lainnya. Mengetahui sejarah / latar belakang / asal-usul aneka motif, menikmati indah dan rumitnya corak batik, aneka warna, aneka teknik membatik. Tidak hanya batik dari Pekalongan maupun dari daerah-daerah yang sudah terkenal sebagai daerah Batik saja seperti Solo,Cirebon, dll, namun ada pula batik-batik dari Jawa Barat, Kalimantan, bahkan Papua.

Di R. Pamer 2

Masih di R. Pamer 2

Di R. Pamer 3

Bila ingin belajar membatik, dapat langsung mendaftar di ruang workshop di bagian belakang museum ini. Media pelatihan beragam / ukuran, ada kaos, saputangan, slayer, plangkan maupun taplak meja.

Aneka media pelatihan batik

Ada rombongan yg sedang belajar membatik di ruang workshop

Mengamati & mencoba Cap batik

Hati-hati yaa… cap nya panas tuuh…

Contoh hasil cap

Lelah berjalan dari satu ruang ke ruang pamer lainnya, kita dapat duduk-duduk di kursi-kursi yang disediakan di tepi lorong / koridor, ataupun duduk-duduk di kantin sambil menikmati minuman ringan dan pemandangan taman yang hijau.

Salah satu lorong / koridor dg kursi2 untuk istirahat

Salah satu sudut yg digunakan sebagai kantin

Taman nan rapih ini membuat suasana Museum Batik terasa adem…

Nah, itu dia cerita jalan-jalan kami di Museum Batik di libur Lebaran lalu. Benar-benar tempat yang pas buat ngadem di siang yang panas, sambil lebih mengenal tentang Batik.

Oya, museum ini diresmikan oleh Bapak Susilo B. Yudoyono pada tanggal 12 Juli tahun 2006 lalu, sehingga tanggal 12 Juli 2017 kemarin adalah Hari Ulang Tahun ke-11 dari Museum Batik ini.Β  Nah, selamat ultah Museum Batik… Semoga semakin sukses dalam tugasnya mengedukasi masyarakat demi pelestarian budaya bangsa…

Penasaran dengan Museum Batik Pekalongan? Yuuk… #kemuseumbatik !

71 Comments

  1. Udh 11 tahun, ga kerasa. Smoga makin jaya museum batik Pekalongan…

  2. Daftar ikutan ngadem ya Diajeng….ngelmu batik selalu ngangeni. Motif khas pesisiran yg cerah energik.

  3. Kota Batik nih, tapi dari Bengkulu juga punya lo batik besurek, kunbal ya

  4. belum pernah berhasil motret di dalam ruangan museum, heu

  5. salah satu wishlist, ngebatik pake canting πŸ™‚

  6. Pingback: Yuk, Menyusuri Jejak Sejarah di Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan |

  7. Cakep2 ya batiknya … ku belum pernah membatik … ntar pemgen ajak anak2 wisata budaya ah ke pekalongan

  8. Mbak, itu bangunannya zaman jadul kok ya, bener kalau adem. Pemandangan hijau di taman-tamannya juga menambah adem suasana. Kalau ke Pekalongan bisa nih jadi alternatif lokasi tujuan.

  9. Saya diawal bayangin nya museum bakal bosan cuma ada pajangan. Ternyata ada tempat workshopnya bahkan bisa nyoba nge cap juga. Anak2 bakal suka banget dan ga bosan sama sekali hehehe

  10. wah… aku belum pernah ke Pekalongan lho mbak.
    paling banter yo cuman lewat thok.
    Tahun depan kayaknya akan aku agendakan untuk keliling di kota2 Jawa Tengah, termasuk pekalongan. hihihi

  11. Karena nggak pernah lama, kalau ke Pekalongan aku kulineran aja sama cari batik di Sentono.
    Kapan-kapan ke Pekalongan lagi deh

  12. Belum pernah ke museum Batik Pekalongan. Kapan2 ah kalau ke sana pengin mampir. Apalagi sekarang udah ada jalan tol, jadinya makin cepet deh perjalanannya.

  13. Ada yah batik cinderella mba, barutau saya hehehe, di museum ini ada gak batik khas bugis atau toraja? jadi penasaran sama koleksi-koleksinya

  14. Wah ternyata ada motif batik Cinderella ya. Cantik-cantik syekali motif batik Pekalongan. Surganya batik. Apalagi anak-anak bisa belajar bikin batik.

  15. Keluarga besar kami, kalau berkunjung ke rumah simbah, seringnya melewati Kota Pekalongan. Tapi kami belum pernah mampir ke museumnya ..
    Padahal ternyata di dalamnya banyak pengetahuan yang menarik ya…

  16. Wah waktu bekpekeran jawa tengah aku mampir pekalongan tapi gak sempat ke museum batik. Jadi pengen kesana lagi

  17. Batik Pekalongan ini motifnya khas dan harganya bersahabat.
    Saat kami tinggal di Cirebon dulu, Ibu sering bulak-balik Pekalongan karena ada titipan batik dari bu Bos.

    Aah~
    Kalau diingat, rasanya rindu melihat-lihat motif batik Pakalongan.

  18. Motif batiknya bagus semua. Aku nyesel cuma numpang duduk aja waktu ikut upacara hari Batik. Nggak keliling museumnya. Apalagi ada taman di dalamnya itu, berasa adem ya

  19. Aku suka banget sama batik Pekalongan yang punya ciri khas utama seperti, berwarna cerah, mayoritas bermotif bunga, motif dipenuhi garis dan titik, ada juga yang motif khas keturunan Tiongkok dan batik Jlamprang (motif titik dengan bentuk geometris) yang dipengaruhi kebudayaan Arab yang tidak menggambar motif benda hidup.

    Semoga suatu hari bisa pegang canting

  20. Museumnya besar yaa mba, keliatannya lengkap juga. Bagus banget nih buat tempat wisata edukasi & budaya. Semoga secepatnya bisa mampir pekalongan bareng anak2 πŸ™‚

  21. Motif batiknya cantiiik banget ya mba.. banyak yang udah ngga dibuat lagi sepertinya dan makin langka ya

    • Ya mba..yg di museum memang spesial.. kalau mau borong batik bisa ke Kampung Batik, ke pasar batik Setono / Gamer atau toko2 lainnya…

  22. suka nih batik pekalongan mba πŸ™‚ jadi pengen kesini seru yah kalau inget pekalongan inget temenku tapi sayang doi ga pernah kasih batik ini hahaha *ngarep dikasih

  23. Pengen ke museum batik lagi. Waktu ke sana aku ga sempet foto2 soale hiks

  24. Berarti aku belum sah juga ya mbak karena ke Pekalongan belum pernah mampir ke museum batik Pekalonganya, artinya harus balik lagi ke sana πŸ™‚

  25. iya ya Pekalongan terkenal dengan batik tapi tiap lewat sini ga pernah mampir. Cakep nih buat wisata edukasi tentang batik, bisa praktek juga.

  26. Mbak batik lawasannya bikin mupeng, aku pernah ke Pekalaongan tapi belum mampir sini. Next deh ta agendakan ke sini.

  27. Waah nambah lagi list dedtinasi klo ke pekalongan. Thanks infonya ya

  28. Ini nih salah satu tempat yang kepengen aku datengin. Sebagai pencinta batik, ini tempat yang wajib dikunjungi.

  29. Motif batik pekalongan memang bikin hati adem ya.. aku pernah ke pekalongan.. beli batik disana.. 3 batik ngga cukup lho hehe karna aku belinya untuk sekeluarga juga sih.. selain motifnya memang bagus juga kualitasnya.. awet dan ngga luntur.. next ke pekalongan aku mau mampir juga ah ke museumnya..

  30. Museum Pekalongan selalu menyenangkan untuk dikunjungi,
    aku pengen ke sini lagi kemarin explorenya kurang lama Mba Tant

  31. Bener bener bisa ngadem sambil lihat produk Batik khas Pekalongan
    Jadi banyak belajar sejarah perbatikan ya ..

  32. Kalau denger kata Pekalogan emang yg langsung keinget pasti deh batik ya mbak πŸ˜€
    Jd kalau ke sana ini museum kudu wajib dikunjungi πŸ˜€
    Moga2 dalam waktu deket bisa ke Pekalongan aamiin

  33. Indonesia tuh kaya banget dengan kebudayaan ya. Batik pun berasal dari beragam daerah. Pengin banget bisa menjelajahi Museum Batik ini mba kapan2 kalau pas main ke Pekalongan lagi.

  34. Alhamdulillah seneng ya mbak bisa berkunjung ke museum batik. Pengen banget bisa berkunjung ke museum batik.

  35. Senangnya berkunjung ke museum klo ada workshopnya yah mba, anak2 gak bosen cuman lihat pajangan.. ini seperti wisata edukasi buat anak2 yah mbaa…

  36. abis baca blog ini jaditau motif batik ada juga yang pakai gambar orang ya mbak
    itu motif batik cinderella keren banget
    udah gitu orang nya batikan pula
    ah kalau ke museum2 jadi bikin kita bangga sama tanah air yang kaya akan karya dan hasil budayanya ya

Leave a Reply

Required fields are marked *.