LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Belajar Bersama Para Penerus Bangsa

| 75 Comments

Lalang Ungu.ย Tak terasa,ย belajar bersama para Penerus Bangsa ini sudah kami lakukan hampir dua tahun lebih. Belum begitu lama memang, namun sudah banyak hal yang kami dapatkan dari kesempatan yang membahagiakan ini.

Mungkin teman-teman bertanya-tanya dalam hati, siapakah ‘para Penerus Bangsa’ yang kumaksudkan di sini? Untuk menjawab pertanyaan itu, kuajak teman-teman sekilas ke suatu hari di pertengahan tahun lalu, ketika sebuah DM masuk ke akun IG-ku…

Belajar bersama Para Penerus Bangsa

“Bu, perkenalkan saya Y, salah satu orang-tua murid TK X. Kami sangat tertarik untuk mengajak anak-anak berkunjung ke kantor Ibu untuk mengenal tanaman-tanaman dan cara bercocok-tanam, apakah diperkenankan?”

Demikianlah isi dari DM yang kuterima waktu itu. Rupanya Ibu Y itu mengetahui tentang kantor kami dari posting-posting kegiatan di akun medsos kami, dan tertarik untuk berkunjung dalam rangka mengisi waktu libur anak-anak mereka dengan kegiatan yang bermanfaat. Setelah berkonsultasi dengan pimpinan dan rekan-rekan, terutama rekan-rekan penyuluh pertanian yang akan menjadi pendamping anak-anak ini berkegiatan di kantor kami, akhirnya kami pun menetapkan waktu kunjungan tersebut.

Belajar menanam di kebun

Alhamdulillah penerimaan kunjungan siswa-siswi TK tersebut berlangsung dengan lancar. Ke-20 anak-anak itu antusias mendengarkan penuturan mengenai tumbuhan, sayur-mayur, hewan kesayangan, hewan ternak, dan tentu saja mereka terlihat paling antusias ketika kami ajak jalan-jalan ke kebun, memindah bibit cabe ke bedengan di kebun dan juga panen Timun. Dan rupanya kunjungan itu pun menjadi pembuka dari rangkaian kunjungan-kunjungan siswa berikutnya.

Jalan-jalan di kebun : Sesi yang paling disukai Para Penerus Bangsa

Oya, kalau dihitung-hitung sudah banyak juga tamu-tamu kecil kami. Untuk tahun ini saja, sejak awal 2018 lalu hingga saat kutuliskan ini, jumlah sekolah yang telah berkunjung ada 12 sekolah -terdiri dari PAUD, KB, TK maupun SD dari wilayah Kota Pekalongan maupun Kab. Pekalongan- dengan total jumlah murid lebih dari 900-an siswa. Mereka inilah yang kami sebut sebagai ‘Para Penerus Bangsa’. Ya, karena memang generasi muda inilah yang kelak akan menjadi pengganti generasi kita, bukan?

Mengenal cara bertanam hidroponik

Kenapa ‘belajar bersama’ dan bukannya ‘mengajar’?

Menurutku, itu karena kami memang bukan pengajar. Kami hanya mendampingi mereka untuk mengenal lebih dekat lingkungan di sekitar mereka, mungkin mengenalkan apa-apa yang belum begitu mereka kenal meski mungkin sudah pernah mereka lihat, atau mungkin juga membuat nyata hal-hal yang telah dikenalkan guru mereka di kelas.

Juga karena pada kenyataannya, kami justru banyak belajar dari interaksi kami dengan Para Penerus Bangsa ini. Kami belajar bagaimana menyampaikan pesan-pesan dengan bahasa dan cara yang dapat mereka pahami, melalui video-video kartun yang menyenangkan, atau melalui lagu-lagu anak-anak yang kami pelajari secara dadakan, hehe… Kami belajar untuk menyiapkan materi kegiatan yang sesuai dengan minat dan usia mereka : jalan-jalan di kebun / greenhouseย untuk mengenal berbagai tanaman yang ada untuk anak-anak Kelompok Bermain / PAUD, belajar menanam secara sederhana untuk anak-anak TK dan SD s.d Kelas 3, belajar menanam secara hidroponik dan bertanam padi di sawah untuk anak-anak SD kelas 4-6.

Yuuk..kita menanam padi …

Menata polibag, langkah awal bertanam di polibag

Horee…aku bisa memindah bibit ke dalam polibag…

Oya, beberapa waktu lalu, hujan turun ketika jadwal kunjungan siswa ini tiba. Acara jalan-jalan di kebun yang selalu menjadi kesukaan anak-anak ini terpaksa tertunda. Kami harus memutar otak menyiasati keadaan itu. Tak mungkin bercerita atau bernyanyi-nyanyi saja di dalam ruangan karena mereka akan segera bosan. Maka kami pun ‘mengangkut’ beberapa tanaman dalam polibag ke dalam ruangan, juga beberapa sarana tanam yang dapat kami gunakan untuk menjadi alat peraga “cara bertanam di polibag”. Tak ketinggalan beberapa hewan kesayangan dalam kandang kami tampilkan. Haha…seru sekali… Dari kejadian ini kami belajar untuk bersiap juga materi dalam ruang ๐Ÿ˜€

Asyiiik….kami bisa memanen bayam lho…

Demikianlah, kami semua belajar. Para Penerus Bangsa ini belajar mengenal lingkungan di luar ruang sekolah mereka, sementara kami juga belajar berbagi sedikit pengetahuan yang kami punya, kami titipkan kepada mereka. Semoga kelak mereka ingat ada profesi-profesi petani, peternak, dokter hewan, penyuluh, dll yang bisa menjadi alternatif pilihan berkarir bagi mereka.

Tanam hari ini…petik hasilnya nanti…

Semoga mereka kelak ingat ada usaha-usaha pertanian, peternakan, perkebunan, dan juga upaya-upaya mewujudkan Ketahanan Pangan demi kelangsungan hidup suatu Bangsa. Semoga dengan mengetahui betapa besar upaya yang harus dilakukan dalam pengadaan pangan, membuat mereka menghargai makanan yang mereka konsumsi, tidak menyia-nyiakannya, antara lain dengan mengambil hanya sesuai kebutuhan saja.ย Dan semoga kegiatan ini mendatangkan manfaat tidak hanya bagi mereka dan kami, namun juga bagi lingkungan kami.

Senangnya belajar bersama Para Penerus Bangsa

Eh, sudah dulu ya… Kami masih harus menyiapkan penyambutan bagi 180 anak KB & TK yang akan berkunjung beberapa hari lagi. Ada usulan bentuk kegiatan yang mengasyikkan bagi para Penerus Bangsa ini? silakan share di kolom komen ya…

75 Comments

  1. seru juga ya belajar sambil bermain gitu hehehe

  2. Ya ampun ide ini bagus sekali Semoga semakin banyak generasi muda yang tertarik ya. Aku sih masih sebatas menanam cabai dan strawberry saja di halaman rumah

  3. wah seru banget kegiatannya

  4. mbak.. harus sekelas gitu ya? kalau keluarga misalnya, bisa nggak ke sana? aku kok pengen noofa bisa tanam tanam gitu ya

  5. ahhh so sweet,
    penerus bangsa memang harus kenalin lingkungannya dulu, mencintai alam nya baru bisa membuat sinergi atasnya. semoga generasi2 ke depan bisa makin peduli terhdap lingkungan alam sekitar

  6. Aku juga ma loh mbak kalau diajak belajar bertanam kaya anak-anak TK itu, supaya aku bisa bertanam di rumah sendiri

  7. Waah keren kantornya, Mbak. Rela memberi kesempatan kepada para penerus bangsa dengan belajar bersama. MAsuk di program CSR-nya juga ya jadinya?

  8. Mudah-mudahan kegiatan begini bisa mendapatkan kesan mendalam di hati anak-anak. Jadi kelak akan ada generasi yang mau peduli dengan lingkungan hidup

  9. Mbaaaa, mau juga dong ajak anakku ke kantornya Mbak Mechtaaaa ๐Ÿ™‚
    Pengen diajari berkebun juga…. Supaya bisa praktik di rumah bareng anak

  10. Anakku dulu pas kecil juga seneng banget diajak ke tempat-tempat kayak gini, sekarang juga masih sih. Tapi karena udah gede, udah jarang sih ngadain kunjungin kayak ini

  11. Andai banyak yang mau bikin program kaya gini buat anak-anak, atau malah dimasukkan ke dalam kurikulum resmi, pasti seru banget yaa.. anak-anak biasanya lebih cepat menyerap ilmu dari pengalaman di lapangan begini ๐Ÿ™‚

  12. Kereeen lho mba anak-anak mau belajar langsung dan melihat sendiri semua proses ini. Semoga mereka ingat dan bisa jadi bekal mereka kelak

  13. Ahhh menginspirasi nih mba. Semoga anak-anak yang pernah ikut kegiatan kunjungan kayak gini, bisa memiliki kenangan indah. Aku jadi mupeng juga ke kantor mba Tanti, hahahaa

  14. Anak-anak ku suka banget kak kalau berkebun sama main lumpur, kaya waktu mereka study tour waktu TK belajar menanam padi sama mandiin kerbau,, ga mau pulang itu mereka karena keasyikan.

  15. Seru banget ya, Mbak. Harusnya aku pun bisa ya mengajak generasi penerus bangsa untuk rajin menanam sayur dan sebagainya. Tapi saat ini masih sebatas keponakanku aja yang ku ajari untuk nanam ini dan itu. Dulu jaman aku SD – SMK pun sering sekali bercocok tanam gini. Kalau sekarang ya tiap hari bercocok tanam. Hehehe.

  16. Field trip kayak gini nih yang bakal membekas di anak2 edukasinya. Aku inget jaman aku TK dulu, paling bahagia klo diajak ke sawah. Tinggal ngesot ke sawah milik warga kampung

  17. Seketika rameee krucil ya mba, kebahang perasaanmu, pasti gk berenti berdoa agak kelar mereka beneran jd oenerus bangsa yg berkualitas

  18. Mba Tannn, ajak juga dong blogger Pekalongan kunjungan ke situ mupeng banget pengen juga menyaksikan dengan detail setiap prosesnya.

  19. Bagus sekali kegoatan di kantornya mbak, menerima anak sekolah untuk belajar bersama cara bercocok tanam dan memelihara hewan.
    Salut!

  20. Keren.. MasyaAllah aku kalo dekat sudah kudatangin juga. Karena anak2 HS juga butuh banyak belajar langsung dan melihat langsung. Mba aku tandain ya kalo ke pekalongan ku samperin InsyaAllah. #kutandain hehe

  21. Serunya Mbak! Di sini juga anak-anak PAUD/TK juga sering diajak mengunjungi kebun apa gitu, seringnya sih kebun buah naga. Mungkin Mbak Mechta juga berminat menambah lahan buah naga di kantor Mbak, hehe.

  22. Ponakan ku lebih senang ke sekolah kalau ada kegiatan belajar di luar kayak gini ๐Ÿ™‚

  23. naaahhh seru banget kalau belajar kayak gini, gak hanya diruang kelas saja hihhi

  24. Aaaaa, jadi inget masa-masa jadi guru TK nih Mba, paling seneng ndampingin anak murid fieldtrip gini. Kitanya juga sekalian belajar, hihi.

  25. Serunya!!! Kalau di kampungku blm ada nih wisata bercocok tanam kaya gini. Mentok mereka bawa tanaman lalu ditanam di sekolah. Kalau di rumah kadang2 aku ngajakin ponakanku berkebun dan dia hepi

  26. Menanam bareng sama anak2 itu seru kerasa banget, selain mereka unyu2, antusias anak2 itu Pure banget

  27. Seru ya mba kalo dari sekolah sendiri mendukung untuk anak” cinta pada alam mereka dan mau melestarikannya

  28. memang kalau menghadapi anak anak itu kudu siap kejadian tak terduga … dan juga kudu siap pula menjawab pertanyaan tak terduga…. semangat menebar pengetahuan pada para penerus bangsa mbak…

  29. Waah pastinya jadi pengalaman luar biasa bagi anak-anak yang berkunjung, bisa langsung belajar tentang greenhouse dengan cara menyenangkan

  30. Seruuu banget ya Mbak..
    Anak2 jadi bisa belajar langsung dari Mbak dan kawan2 Penyuluh.
    Gak cuma sekedar lihat dan dengar cerita aja tapi langsung berkunjung lihat tanaman dan hewan2 yang ada.

  31. Kegiatan yang bagus bangeet! Anak-anak bisa belajar sambil praktek secara langsung, ya, Mbak.
    Semoga kegiatan di kantor Mbak Mechta bisa terus berjalan, hingga bisa menciptakan para penerus bangsa yang cerdas dan mencintai lingkungannya.

  32. Anakku seneng banget waktu sekolahnya ngadain kegiatan seperti ini. Belajar nanam sayuran dan pulangnya bawa kangkung seikat yang dia petik sendiri

  33. Hmm kalau anakku diajak belajar kayak gini bakalan semangat 45.
    Nggak mau pulang malahan karena tingkat keponya mendewa. Tanya ini dan itu jadinya.

  34. Asyik banget belajar menanam ya. Nggak cuma dekat dengan alam tapi nantinya bisa diaplikasikan di rumah

  35. Mbak pengen deh main ke tempat kerjanya dirimu. Sambil ngajak anak2 buat belajar berkebun

  36. Seru anak2 belajar hidroponik. Moga makin tertarik bercocok tanam ya anak2. Kmrn anak2ku dapat hadiah kit hidroponik jg, eh sama si kecil pas tanamannya tumbuh dicabut wkwkwk.
    Tapi gpp yg penting anaknya dah kenal bercocok tanam kyk apa ya #malahcurcol ๐Ÿ˜› ๐Ÿ˜€

  37. Mbak tinggal di mana? Aku berniat buat field trip untuk komunitas anak-anak dengan tema menanam gini. Pasti seru deh soalnya berkebun makin jarang di kota besar.

  38. Misalnya setelah sesi kunjungan dilanjutkan dengan praktik menanam sendiri di sekolah gitu gimana mba? Tidak lupa rutin dipantau dan didatangi untuk melihat perkembangan tanamannya, kali aja ada cara tanamnya yang belum benar. Anak-anak pasti seneng deh kalau tanamannya bisa hidup terus dan dipanen dengan cepat.

  39. kalau belajarnya bareng2 gitu jadi seru yaaa waktu jadi ga berasa dan walaupun di bawah terik matahari tetep semangat anak2nyaaa ๐Ÿ˜€

  40. Wah iya bener. Waktu anak2 masih pada TK seprrtinya emang ada program buat berkunjung ke lokasi pertanian.

  41. Hepi ya mba bisa menyambut anak2 itu dan mengajak mereka mengenal alam

  42. Suka banget kalau anak-anak dekat dengan alam.
    Ini akan melatih kecintaan anak-anak kepada lingkungan, juga menjadi anak yang lebih sabar dalam menghadapi masalah.

Leave a Reply

Required fields are marked *.