
Tutupan Menjelang Ramadan ke Bandar Batang. Salam Jumpa Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Untuk sahabat-sahabat muslim, sudah bersiap menyambut Bulan Ramadhan ya? Dalam kesempatan ini, izinkan aku mohon maaf lahir dan batin serta mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadhan bagi sahabat muslim ya…
Sebagaimana kita tahu, banyak tradisi / kebiasaan masyarakat dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan. Di daerah Jawa misalnya ada tradisi nyadran, Ruwahan, padusan, megengan dll. Nah, kali ini aku akan cerita tentang salah satu acara menjelang Ramadan yang kulakukan bersama teman-teman beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga : Pembuatan Kue Apem dan Pasung untuk Ruwahan
Acara Tutupan Menjelang Ramadan
Selain jenis-jenis kegiatan yang kusebutkan sebelumnya, di lingkungan kami ada juga kebiasaan untuk berkumpul bersama teman / keluarga, yaitu acara yang sering kami sebut ‘Tutupan Menjelang Ramadan’.
Dalam acara ini, kami mengadakan kumpul-kumpul -bisa dengan rekan kerja / teman main / sahabat / tetangga / keluarga- dan melakukan makan siang bersama sebelum memasuki Ramadan yaitu bulan di mana tidak ada jadwal makan siang bagi yang menjalankan puasa ☺
Tentu acara ini diakhiri dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan agar tak ada yang mengganjal di hati dan dapat lebih fokus dalam beribadah di Bulan Suci ini.
Tutupan bisa dilakukan di rumah / kantor / tempat makan, dan lebih asyik lagi bila dilakukan sambil wisata bersama. Seperti yang kami lakukan saat libur 1 Mei kemarin, berwisata bersama rekan kerja + keluarga.
Bandar ECO Park
Karena sebagian besar anggota keluarga kami adalah anak-anak, maka kamipun memutuskan lokasi tutupan yang tidak jauh dari Kota Pekalongan, sekaligus dapat memfasilitasi kesukaan anak-anak terhadap air. Maka pada Rabu, 1 Mei 2019 lalu kami berombongan menuju ke Bandar ECO Park.
Lokasi
Bandar ECO Park atau yang dulu dikenal sebagai Pemandian Bandar ini berlokasi di Jl Raya Sidomulyo KM 1 KaretanΒ Desa Wonokerto Kec Bandar Kab Batang Jawa Tengah.
Terletak sekitar 17 km dari pusat kota Batang atau sekitar 45 menit perjalanan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tidak sulit untuk menemukan lokawisata ini, ketikkan saja ‘Bandar ECO Park’ di google map dan kita akan dipandu sampai ke lokasi tujuan.

Jam Operasional & Harga Tanda Masuk
Lokawisata ini buka sejak jam 07.00 pagi hingga sore hari jam 16.00. Harga Tanda Masuk nya pun murah meriah. Hanya Rp5.000,-/orang lho.. 👍
Itu untuk tiket masuk, sedangkan untuk menyewa perlengkapan renang / ban pelampung akan dikenakan bea tersendiri.
Di hari Minggu atau hari libur lainnya, sebaiknya datang lebih awal, karena jika terlalu siang maka pengunjung sudah menyemuuut… Jadi seperti kolam cendol deh! Haha..
Fasilitas
1. Kolam Renang

Tentu saja kolam renang adalah fasilitas utama di sini ya… Ada kolam untuk anak ada pula kolam dewasa (kedalaman 2m). Nah kolam anak ini dilengkapi dengan seluncuran dan juga sarana ‘air tumpah’ yang akan menambah keseruan anak-anak untuk berenang dan bermain air. Oh ya, dibuat juga jalur semacam sungai kecil sehingga pengunjung dapat berenang berkeliling.
2. Taman Bermain

Selain kolam renang, ada pula taman bermain dengan beragam mainan anak yang tersedia, seperti ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dll.
3. Area Lesehan

Maaf, itu sih istilahku saja ya..hehe.. Maksudku, di sekitar / area pinggir kolam renang terdapat lokasi yang memang diperuntukkan bagi pengunjung bisa menggelar tikar di bawah pohon rindang dan duduk santai menikmati suasana sambil menunggu yang sedang berenang atau istirahat sejenak di antara beberapa sesi renang (tahu sendiri kan..anak-anak kalau sudah ketemu air nggak akan sebentaaar..hehe)
Oh ya, di sini pengunjung bebas membawa makanan / minuman dari luar, jadi di area inilah bisa menikmati bekal yang dibawa, bila tidak ingin membeli makan/minum dari pedagang di lokasi ini.
4. Kamar Mandi / Tempat Bilas / Toilet
Di area kolam renang ini tentu saja dilengkapi dengan tempat bilas / Kamar Mandi / Toilet. Hanya aku tidak bisa menggambarkan kondisinya masing-masing karena kebetulan kemarin tidak menggunakan fasilitas-fasilitas tersebut.
5. Mushola

Untuk pengunjung muslim, ada mushola di lokasi Bandar ECO Park ini, tepatnya di luar area kolam renang, sebelah kiri dari area bermain anak.
Tampak luar mushola ini kecil -maaf kemarin aku tidak masuk jadi tidak tahu seberapa luasnya- tapi aku suka dengan bentuknya yang unik dan menyatu dengan lingkungan.
6. Warung-warung Makan
Bagi pengunjung yang tidak membawa bekal sendiri, jangan takut kelaparan atau kehausan. Di lokasi ini terdapat banyak pedagang makanan/minuman, tepatnya di sepanjang jalan sejak area parkir hingga masuk ke area bermain. Dan menurut teman yang mencoba kemarin, harganya wajar alias tidak terlalu mahal.
7. Lingkungan Asri

Nah..ini yang paling kusuka dari lokawisata ini. Lingkungannya sangat asri, sejuk dan teduh oleh pepohonan besar. Sejak kedatangan kami di lokasi ini (sekitar pk 10 pagi) suara serangga dan kicau burung bersahut-sahutan seolah menyambut kami!
Di lokasi ini juga disiapkan track untuk jalan-jalan menikmati lingkungan yang teduh dan berhawa segar ini. Pecinta selfie pasti senang dengan banyaknya spot foto alami, di bawah atau di antara pepohonan nan rindang.

Hanya perlu berhati-hati saat musim hujan seperti saat ini, permukaan paving di sekitar kolam, area lesehan, maupun track jalan kaki cenderung agak berlumut. Harus hati-hati melangkah agar tidak terpeleset!
8. Area Parkir

Terdapat area parkir yang terpisah untuk sepeda motor dan mobil, namun khususnya parkir mobil dirasa sudah sangat kurang.
Ini juga salah satu alasan untuk datang pagi, karena bila sudah siang tidak dapat parkir di area parkir yang disediakan, melainkan parkir mengular sampai ke jalan raya. Wah..lumayan juga jalannya jika harus parkir di jalan raya.
Untuk kendaraan yang digunakan pengunjung -khususnya mobil- memang bervariasi. Ada mobil pribadi, angkot, bus mini, hingga truk! Ulalaaa… 🤣
Kedai Dahar Bumbu Kampung
Siang menjelang, anak-anak sudah puas berenang, bapak-ibunya pun sudah puas cemal-cemil bekal sembari ngobrol ngalor-ngidul, maka waktunya berkemas.
Ya, kami pun berpindah lokasi karena makan bersama di area ini untuk kami ber-30 rupanya tidak memungkinkan. Pilihan kami adalah salah satu rumah makan yang tak terlalu jauh dari sana, yaitu Kedai Dahar Bumbu Kampung.
Tempat makan yang berlokasi di Jl Raya Sidomulyo No 7 Tambahrejo Bandar itu pun ternyata siang itu ramai diserbu pengunjung. Untung kami sudah memesan sebelumnya sehingga makanan telah tersedia saat kami tiba. Oya, selain bersantap bersama, di sini pengunjung juga dapat berfoto-ria karena ada beberapa spot instragamable di tempat makan ini.

Maka di sanalah kami menuntaskan acara Tutupan Jelang Ramadan sekaligus perpisahan rekan yang mutasi dan rekan yang purna tugas. Sebuah acara gayeng-gayengan yang kami harapkan dapat mempererat silaturahmi antar rekan kerja beserta keluarga, sekaligus mempersiapkan kami menyambut Ramadan penuh rahmat.
Sekali lagi, mohon maaf lahir batin dan selamat menjalankan ibadah di Bulan Ramadan, Sahabat… Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat, di akhir masa ujian Ramadan nanti. Aamiin…
Seneng banget bisa ikut acara Tutupan bareng keluarga besar. Apalagi tempatnya asri dan nyaman ya, mbak Tanti
Tamannya menyenangkan ya mba, adem dan teduh juga segar kerena banyak pohon. Kalau Sunda nyebutnya cucurak..makan-makan sebelum Ramadan..
Asyik banget tempatnya Mbak, fasilitasnya lengkap gitu, biaya masuk terjangkau pula, duuhh senangnya bisa berkumpul yah. π
kelihatan adem dan sejuk banget tempatnya, pas buat bawa tiker dan rantangan bareng keluarga besar. Buat piknik setelah lebaran juga enak kayaknya ya mba π
Tempatnya masih asri banget mba
Tempatnya adem banget, dan murah ya Mba tiketnya. btw itu sudah include bayar ke kolam renang atau masih bayar lagi kalau mau renang?
Selamat menjalankan ibadah puasa juga ya Mba, semoga lancar sampai akhir π
Di daerahku, nyadran ya ada, Mbak. Kebetulan sebulan lalu aku ke Pati bersama sekeluarga, jadi, sekalian nyadran. Biasanya kan nyadran ke Pati kalau mendekati puasa, kira-kira 2-3 hari.
Oiya, di tempatku ada peringatan malam Nisfusya’ban, Mbak. Nah, di situ pada kumpul2 tuh, makan bersama di masjid atau musala.
Tempatnya oke banget nih mba, itu loh apalagi yang tempat makannya, ada motor tua yang dijadikan landasan meja. Lucu dan unik banget ya π
Kalau di tempatku nggak ada megengan mba. Entahlah, dari kecil koq kayaknya tidak ada budaya seperti itu. Sebenarnya oke juga ya agar bersama kerabat atau tetangga bisa saling maaf2an sebelum menjalani ibadah puasa.
Oh Tutupan itu semacam megengan kalau di Jawa ya.
Kalau di daerahku biasanya anter2 kue itu atau bikin naskun.
Malah jarang rekreasi. Tapis eru jg ya kalau rekreasi sama keluarga gtu dan saling memaafkan sebelum Ramadan tiba…
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadan 1440 H.
Semoga lancar…dan in syaa Allah penuh berkah.
Senang sekali kalau dekat kelurga.
Bisa gayeng-gayengan..hiihi~
di tempatku juga ada tradisi gini, makan makan di pantai bareng keluarga sebelum Ramadhan kemarin minggu kami melakukannya, ternyata tradisi menyambut ramadhan unik unik ya
Tutupan itu sama gak ya mbak istilahnya dengan munggahan? Kemarin ini sama ibu2 RT aku ke Taman Mini mbak tgl 1 Mei juga π
Bandar Eco Park cocoklah buat acara seperti ini bisa makan2 lesehan juga ya, yang penting kebersamaannya.
Mba Tanti ke sini nggak ngajak-ngajak
aku di rumah aja nggak kemana-mana menjelang ramadhan wkwkwk
soalnya pagi ada acara sharing wes lempoh akhirnya di rumah
Looks like a perfect place for the whole family to have some time out and great time outdoors. The pool is cool
Wah seru banget. Kalo di Sunda ini namanya munggahan. Ngabisin waktu seharian sebelum Ramadan. Makan di luar, main ke tempat terbuka. Nyenengin pastinya. Dan bikin kangen deh momen kayak gini.
Kesukaan banget ni tempat kek gini mbak. Cocok buat bawa anak2, apalagi tempatnya adem giti, kolam renangnya juga lumayan luas. Btw maaf lahir batin ya mbak, selamat menikmati ibadah ramadhan
Bandar Eco tempatnya luas dan nyaman ya, cocok untuk acara bersama keluarga besar, kalau di tempat saya acara makan menjelang Ramadhan gini disebutnya papajar, selamat menjalankan ibadah puasa ya di bulan Ramadhan
Kayak Padusan di Boyolali ya mbak, ke Tlatar sih biasanya. Atau sendang, umbul gitu, mandi kramas barengan banyak orang. Aku belum pernah ikut, tapi melihat aja jaman awal dapat orang Boyolali, hihiii
Aku malah nda pernah kemana2 nih mba menikmati tradisi megengan gini ini π
Wah mantaps nih…murmer bisa menikmati suasana alami yg asri. Kalau ke Jateng wajib nih ke sini..
Seru banget sih kak, kemaren pas awal ramadhan kami sekeluarga cuma munjung ke rumah orang tua aja, hehehe… Tapi sebenarnya inti nya sih sama ya, sama sama menjalin silaturahmi gitu deh