Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Kali ini aku akan ceritakan pengalamanku berkunjung ke Kampung Ragam Warna yang ternyata bukan kampung warna-warni biasa.
Mentari sedang sepenuh hati memancarkan sinarnya di Sabtu siang 26 Oktober yang baru lalu, ketika akhirnya kusampai di Kampung Ragam Warna, setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari rumahku di Kota Pekalongan. Alhamdulillah…

Apa itu Kampung Ragam Warna?
Mungkin pertanyaan itu muncul di benak teman-teman yang belum tahu tentang kampung cantik ini. OK deh..kuceritakan dulu sekilas tentang kampung ini ya..
Tentang Kampung Ragam Warna
Asal-usul nama Kampung Ragam Warna
Kampung Ragam Warna adalah sebutan bagi sebuah kampung kecil di daerah Kaliwungu Kendal yang mempunyai keistimewaan yaitu seluruh bangunan, jalan dan lingkungannya tampil ceria dengan warna-warni yang semarak.
Setahun lalu -tepatnya 9 Mei 2018- sebutan itu resmi disematkan ke kampung yang terdiri dari 2 RT / 2 gang dengan jumlah warga sekitar 100 KK yang sejak setahun sebelumnya telah sepakat membuat kampung mereka lebih menarik dengan mewarnai rumah dan jalan lingkungan di kampung itu.
Peresmian Kampung Ragam Warna kala itu dilakukan oleh Bupati Kendal dan dihadiri Pimpinan Pacific Paint serta tokoh-tokoh masyarakat termasuk di antaranya Sang konseptor Kampung Ragam Warna yaitu Ibu Wiwik W Wijaya.
Lokasi Kampung Ragam Warna
Kampung kecil yang kemudian disebut sebagai Kampung Ragam Warna itu adalah Kampung Mranggen, yang terletak di Desa Kutoharjo Kec Kaliwungu Kab Kendal Jawa Tengah.
Kalau kalian mencari kampung ini di Google Map, alamat yang tertera adalah Mranggen Nolokerto Kaliwungu, seperti terlihat di foto berikut ini.

Atau kalian lebih familiar dengan lokasi Makam Kyai Musyafa Kaliwungu? Nah.. melewati gang yang menurun di sebelah kompleks makam yang selalu ramai pengunjung terlebih saat Syawal ini, kalian akan sampai di Kampung Ragam Warna.
Menurutku, paling nyaman ke lokasi ini dengan kendaraan pribadi atau travel yang ada fasilitas antar sampai lokasi, namun bila menggunakan kendaraan umum tentu saja bisa. Tentukan saja tujuan kalian ke Pasar Sore Kaliwungu, lalu dari sana bisa menggunakan ojek ke Mranggen ini, dengan biaya sekitar Rp10.000,- saja.
OK, jadi kampung ini seperti kampung-kampung warna-warni lainnya kan?
Eh…jangan salah! Kampung Ragam Warna ini berbeda konsepnya dengan kampung warna-warni lainnya.
Ada apa di Kampung Ragam Warna?
1. Festival Drumblek

Sebenarnya acara inilah yang membuatku sampai ke Kampung Ragam Warna ini. Beberapa waktu lalu aku melihat banner tentang diselenggarakannya Festival Drumblek Pacific Paints Cup 1 di Kampung Ragam Warna, yang diramaikan oleh Lomba Foto, Vlog dan Blog dengan hadiah yang menggiurkan. Kesempatan ikut lomba sekaligus mengenal Kampung Ragam Warna, sungguh tak dapat kutolak..haha…
Oh ya, tentang drumblek itu sendiri, adalah ‘pelesetan kata’ dari drumband / marching band. Jadi ‘drumblek’ ini adalah drumband dengan menggunakan perpaduan drum dan ‘blek’ ( Bhs Jawa : kaleng ) serta peralatan lain (misal alat masak yang sudah tak terpakai) sebagai alat-alat untuk menghasilkan bunyi/nada yang berirama. Sungguh kreatif! ☺
2. Workshop Seni
Ternyata di Kampung Ragam Warna kami tidak hanya disuguhi pentas Drumblek. Sebelum menikmati pentas Drumblek di hari kedua, pada hari pertama kami sudah disuguhi aneka konten edukasi, antara lain workshop-workshop seni.

Workshop-workshop yang diselenggarakan kali ini adalah Workshop SMOCK (Seni Model Orang Cah Kaliwungu – seni lukis dengan menggunakan kain perca yang diremas / diremet (Bhs Jawa), Kartun, Lukis Payung dan pembuatan Masakan Tradisional Sumpil (pada hari pertama) dan juga workshop Lukisan Ampas Kopi yang diselenggarakan di hari kedua.

3. Lomba Lukis Payung
Payung lukis rupanya menjadi ikon lain dari Kampung Ragam Warna. Warna-warni payung lukis dengan berbagai ukuran menghiasi lingkungan Kampung Ragam Warna, dan Lomba lukis payung menjadi salah satu dari rangkaian acara Festival Drumblek Kampung Ragam Warna ini.

Peserta beragam, dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Asyik sekali mengamati kesibukan mereka, merubah payung kertas polos menjadi payung cantik melalui permainan warna maupun motif. Ada yang duduk bersama kelompoknya saat mengerjakan, ada yang duduk berdua, tak sedikit pula yang memilih lokasi menyendiri menyelesaikan lukisan itu. Namun ada kesamaan tersirat disana : semangat berkreasi untuk meraih prestasi!


4. Pentas Seni
Setelah workshop dan lomba lukis payung selesai, sore hari setelah waktu Ashar dimulailah acara pentas seni di Kampung Ragam Warna.
Penampilan Rebana ‘Al Badar’ Kaliwungu mengawali pentas seni di sore hari itu. Selain lantunan nasyid nan merdu, ada pula Tari Sufi yang dapat dinikmati oleh segenap pengunjung.

Tari Sufi yang kusaksikan kali ini menurutku istimewa, karena kalau biasanya kusaksikan tarian ini ditarikan oleh para pemuda berkostum khas putih-putih, maka kali ini kulihat Tari Sufi ditarikan juga oleh remaja Puteri. Dan terasa lebih menarik karena kostum yang digunakan warna-warni.. ahaay.. 😍


Malam harinya selepas pembukaan secara resmi Festival Drumblek Pacific Paint Cup 1 oleh Pimpinan Pacific Paint dan tokoh masyarakat (Camat, Lurah) giliran anak-anak menampilkan kreasi seni mereka. Ada Tarian Anak Kampung Ragam Warna dan Rebana Modern dari SDN 02 Nolokerto Kaliwungu. Dan acara pentas seni malam itu ditutup dengan penampilan ‘Daun Bambu’ sebuah Grup Band Reggae dari Kaliwungu. Sungguh malam Minggu berkesan di Kampung Ragam Warna!

5. Ragam Warna Lingkungan
Sejak sampai di Kampung Ragam Warna ini, pengunjung sudah dimanjakan dengan warna-warni cantik lingkungan ini. Sepertinya, tidak ada rumah yang polos biasa-biasa saja di kampung ini. Semua bangunan berhias warna-warni dan dihiasi lukisan aneka tema maupun pola-pola geografis sederhana tapi cantik.


Banyak spot-spot cantik untuk pepotoan, salah satu di antaranya adalah sebuah sudut yang dinamai Taman Ragam Warna. Payung-payung cantik aneka ukuran juga menjadi properti pepotoan yang ok punya ☺



6. Masakan rumahan yang enak dan jajanan murah-meriah
Selama 2 hari 1 malam di Kampung Ragam Warna, perutku puas..hehe.. Dua kali makan siang, satu kali makan malam dan satu kali sarapan kami nikmati di sebuah rumah yang dinamai Mranggen Galery dan juga rumah di seberangnya.
Menunya sederhana, masakan rumahan biasa, namun rasanya enak. Miroso kalau kata orang Jawa, hehe.. Selain itu, ada warung-warung kecil di mana kita dapat mencicipi jajanan setempat, yang harganya murah meriah euy..

Di siang hari pertama yang cukup terik, segelas Es Setup Pisang dan Es Sirup + serutan melon menyegarkan tenggorokanku. Sedangkan di hari kedua yang tak kalah teriknya, Es Buah lah yang menjadi penyelamatku. Dan masing-masing harganya adalah… Rp3.000/gelas! Mantuuul… 😋
7. Warga yang ramah dan guyub
Hal menarik lain yang dapat kita temui di Kampung Ragam Warna adalah warga yang ramah dan guyub.
Senyum dan sapa akan sering kita jumpai dari warga kampung ini. Setidaknya anggukan sebagai ganti ucapan / sapaan. Dalam beberapa kesempatan berbincang dengan warga di sana, mereka dengan senang hati menjawab pertanyaan kami.
Salah satu di antaranya adalah Bu Juwariyah, yang menemani kami menyantap Es Setup Pisang dagangannya sambil beliau mengupas bawang sebagai persiapan memasak dan tetap ramah menjawab keingintahuan kami tentang Kampung Ragam Warna. Terima kasih, Buuuk…
Adapun suasana guyub (kebersamaan) warga terlihat dari peran serta warga dalam penyelenggaraan acara ini. Panitia lokal adalah warga setempat, melibatkan para pemuda-pemudi yang tergabung dalam AKKUR ( Anggone Kumpul Kepingin Upayaning Rukun – Tujuan berkumpul karena menginginkan / mengusahakan kerukunan ) maupun para bapak dan para ibu. Semua bahu membahu melaksanakan tugas demi penyelenggaraan acara yang sukses.
Nah, itulah cerita pengalamanku di Kampung Ragam Warna. Pengalaman yang membuktikan bahwa Kampung Ragam Warna bukan seperti kampung warna-warni biasa. Konten edukatif, itulah yang menjadi pembedanya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Bu Wiwik W Wijaya dalam perbincangan kami sore itu. Harapannya konten edukatif ini memberi manfaat tidak hanya bagi pengunjung namun juga tuan rumah / warga setempat.
Dalam kesempatan itu, penggagas Kampung Ragam Warna ini juga menyampaikan tagline dari Kampung Ragam Warna yaitu ‘Kampung Sempit yang Hangat‘. Pengalamanku di sana telah membuktikan tagline itu : hangatnya suasana dan sambutan warga. Lebih terasa hangat lagi di hati karena di sana ketemu teman2 Blogger dari banyak daerah. Teman dunia maya yang insya Allah menjadi sahabat pula di dunia nyata.

Sampai jumpa lagi di Kampung Ragam Warna pada Festival Drumblek berikutnya, teman-teman… 😀
Betul-betul nyeni, ya…dari semuanya, paling suka dengan lukisan kopi.
Secara konsep bagus. Semoga tetap bisa dijaga hingga seterusnya dan makin banyak ditiru oleh daerah lain. Hitung-hitung pemberdayaan lokal, yess?
Yups, setuju mba.. Pemberdayaan masy lokal salah satu tuj keg ini..
Kompak sekali ya warga kampunya bisa bikin ragam warna gt. Belum lagi kreasi seninya ya
Iya Kak..salut utk kebersamaan warganya..
Sesuai bgt sama namanya Ragam Warna, penuh corak warna yg apik, jd pingin nengok kampung ini. Thanks ya utk ulasan nya
Yuk Kak..mampir juga kesini kapan2..
Wah ulasannya lengkap
Bikin saya Pingin kesana lagi , belum nyobain setup pisang nih
Segeeeer, Ambu..hehe..
Seruu liat beragam kreasi seninya, aku takjub sana anak-anak kecil yg udah bs ngelukis payung dg hasil yg bagus. Kalo aku yg gambar paling lukis seadanya aja wehehe. Ama tari2annya juga, udah luwes untuk ukuran anak sd.
Nah iya..keren2 hasillukisannya ya La..dan saat tampil di tari / rebana mereka juga keren. Jempol dah!
Hai Mbak Tanti, blm sempet ngobrol lama ya kitaaa, hehe. Alhamdulillah bs maem2 dan foto barengan 🙂 btw, sumpil sempet nyicipin ga mb? Aku beberapa kelewatan yg workshop, atur tenaga sama bayik, wkwk. Smg next kita ketemu lagi di event2 keren lainnya ya
Aamiin.. insya Allah ya mba.. Duh aku ketinggalan nyicip Sumpil juga mba, hehe.. Jadi penasaran..
Mechta,
Kalau hari biasa, dan nggak ada acara khusus, apa yg menarik dari kampung ini?
Batik? Lukisan? Seperti di kampung batik, Semarang….kalau kita masuk gang2 nya…bisa lihat berbagai ragam khas batik Semarangan.
Siapa tahu suatu ketika sampai ke kampung ini.
Ada sebuah rumah di sana yang diberi nama Mranggen Galery, Bu. Di dalamnya kita bisa melihat beberapa hasil karya seni baik lukisan payung, smok, dll. Ada juga paket wisatanya Bu.. Bisa hub IG Kampungragamwarna.. Namun ramainya memang di saat ada acara besar seperti festival Drumblek, Weh-wehan (rangkaian acara Maulid Nabi) atau wisata religius ( makam Wali )
Kereeen bangeet kampung yang satu ini mba.. pasti menarik bisa langsung main di sini mbaa
Iya mba..asyik melihat aneka seni budaya di sini..
Keren abis acara acaranya juga konsep event secara keseluruhan. Cara nulis liputannya juga rumut, komplit, lengkap sekali. Great job mbak
Maturnuwun Mba Di..
Haiiissh … Cantik beud kampungnya. Kalau di tempatku masih banyak priyayi sepuh yang menginginkan kampung tuh ya apa adanya aja, jangan dibikin warna warni kayak permen. Ngalah deh, para pemudanya
Kampung asli juga cantik mba..bisa ditonjolkan tema jadoelan..hehe..
Jadi penasaran dengerin langsung Drumblek-nya ^^
Semacam tahun depan harus diagendakan, berkunjung ke Kampung Ragam Warna. Cuzzz..
Yuuk..agendakaaan, mba Say..
Bukan hanya kampung yang dikasih cat warna, tapi memang ragam budaya dan seni dan kulinernya menarik banget.
Iya mba..jadi puas deh pengunjungnya..
One stop holiday banget ya mbak. Ga cuma bisa selfie2 penuh warna tapi makanan enak dan pertunjukan seni juga ada
Iya Muna, kukira hanya akan nonton parade drumblek..eh ternyata acara lain banyak bangeeet…
Belum berjodoh terus dengan festival kampung ragam warna ini…tapi baca tulisan ini jadi puas berasa ikut hadir ke sana… Ternyata bagus yaa, destinasi sejenis di Smrg ada, tapi ini lbh terkonsep dgn baik
Nanti jln2nya ke sini klo Dede baby sdh bisa diajak jalan mba..hehe..
Wuih meriah, rame, seru, & warna-warni.
Btw, festival drum blek ini jadi event tahunan ya mbak?
Iya Dini..setiap tahun akan diselenggarakan di sini..
Wah berasa ada di negeri dongeng. Beneran! Asli seru banget ya kampungnya. Orangnya kreatif-kreatif, dan bisa jadi percontohan untuk produktivitasnya dan kreativitasnya bagi masyarakat lain.
Seru mba..peserta lomba bukan hsnya dr desa ini tapi juga dari desa-desa lain di Kendal
Aaahh senangnyaaa kumpul dengan teman-teman blogger ya mba. Apalagi tempatnya emang keren. Konsep aneka ragam warna yang ditawarkan memang menarik. Bikin pengunjung jadi ceria gitu ya?
Apakah di hari-hari biasa ya ada pertunjukan yang meriah gitu mba, atau khusus kalau ada event kayak drumblek itu aja?
Ramenya setahun sekali pas festival drumblek ini..
Bener ya Mbak , kampung ragam warna ini bukan sekadar kampung warna warni biasa. Unik sekali kampunh seperti apalagi sampai dijadikan objek wisata dan diadakan kegiatan seperti di atas. Keren deh.
Unik dan menarik ya mba..
Ngangenin untuk dikunjungin ya mba Tan? hehehe
aku yang kurang puas explore ngelukis dengan ampas kopi seruu pastinya.
Yang terkenalnya sih memang drumblek
Nah iya..aku miss yg satu itu juga. Baru tahu setelah ketemu Jiah yg ikut workshopnya..hiks..
Waw…aku blm pernah kesini mb..pingin kepoin kpn2 ma anak2. Bru denger nih festival drumblek …keren
Setiap tahun akan diselenggarakan mba..