Dolan Lombok : Mencicip 10 Kuliner Lombok nan Nikmat. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar? Semoga senantiasa tetap sehat dan bahagia meski pandemi belum berakhir ya.. Sahabat, setelah beberapa tulisan lalu kuceritakan pengalaman jalan-jalan ke Lombok, maka sebagai selingan kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mencicip 10 kuliner Lombok yang sudah terkenal nikmat itu.

Pada dasarnya aku bukan penikmat masakan pedas, cenderung tidak tahan bahkan. Namun, saat jalan-jalan ke Lombok ini aku sengaja menaikkan tingkat toleransi kepedasanku, karena sangat penasaran dengan kuliner-kuliner Lombok yang terkenal dengan cita rasa pedasnya 🤣
Nah, inilah ke-10 kuliner yang sudah kucicip itu :
1. Ayam Bakar Taliwang

Ayam Taliwang adalah salah satu olahan ayam yang khas Lombok, konon berasal dari Kampung Karang Taliwang Kota Mataram Nusa Tenggara Barat namun saat ini sudah merata ada di daerah-daerah lain di Lombok bahkan hingga ke luar daerah.
Olahan Ayam Taliwang ini dibuat dari daging ayam kampung muda yang dibakar selanjutnya dibumbui dengan semacam saus dengan bahan-bahan antara lain : cabai merah kering, bawang merah, bawang putih, tomat, kencur, gula merah, garam dan terasi goreng. Nah, bumbu terakhir ini lah yang konon memberikan rasa khas dari Ayam Taliwang, karena menggunakan terasi khas Lombok.
Saat mencicip Ayam Taliwang di RM Bintaro Jaya Lombok kemarin, di luar dugaanku, rasa pedasnya ternyata masih bisa kutahan. Mungkin karena pada dasarnya aku suka olahan Ayam Bakar (dibanding Ayam Goreng), sehingga -selain rasa pedasnya- aku suka rasa Ayam Taliwang ini. Meski pedas, porsi untukku habis tak bersisa doong 😋
2. Plecing Kangkung

Sebagai pendamping Ayam Taliwang, kemarin kami menikmati juga Plecing Kangkung. Khusus masakan ini, aku sudah pernah beberapa kali menikmatinya di luar Lombok. Tapi ternyata, menikmati Plecing Kangkung di daerah aslinya memang mempunyai sensasi berbeda! Hehe..
Masakan ini berbahan utama Kangkung rebus dan Sambal Tomat, dengan beberapa variasi pelengkap, antara lain Tauge, Kacang goreng dan Kelapa parut berbumbu (urap). Ohya, selain rasa asam dari tomat, juga terasa asam segar dari air Jeruk. Karena Sambal Tomatnya terlalu pedas bagiku, aku lebih banyak makan Kangkung dan Taugenya dengan urapan itu, hehe..
3. Beberuq

Nah, ini adalah salah satu menu khas Lombok yang belum pernah kutemui sebelumnya. Beberuq / Beberuk ini merupakan olahan sayuran mentah yang disajikan dengan Sambal Tomat Mentah. Menurut mba Muslifa Aseani -sahabat Blogger Lombok- untuk membuat sambel tomat ini cukup mudah : Cabe dan Tomat segar diuleg hingga halus bersama dengan Terasi bakar dan Garam, lalu terakhir dikucurkan air Jeruk Purut / Jeruk Sambal. Nah, siapa mau coba? 🙂

Yang menjadikan khas dari Beberuk adalah penggunaan Terong sebagai sayuran utama (Terong bulat disajikan mentah, Terong panjang dibakar lebih dahulu), ada pula yang menambahkan Kacang Panjang sebagai pendampingnya.
Pada kesempatan jalan ke Lombok kemarin itu, aku mencicipi Beberuq dari 2 tempat makan berbeda. Yang satu sambalnya sangaaat pedas hingga tak sanggup kumakan lebih dari sekedar mencicip, yang satu lagi pedasnya sambal bisa kutolerir (dan porsinya juga kecil) maka aku bisa menikmatinya sampai habis 😋
Ohya, aku mencicip Ayam Taliwang, Plecing Kangkung dan Beberuq Terong itu di RM Bintaro Jaya Lombok, pada malam kedua kami di Lombok, sepulang kami dari Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese.

4. Ares

Ares adalah bagian paling dalam dari batang pisang. Nah, di Lombok Ares ini diolah menjadi masakan khas yang lezat, yang menjadi salah satu menu khusus saat ada hajatan (begawe : Bhs Lombok).
Tentu saja tidak sembarang pohon pisang yang areanya bisa diolah menjadi Sayur Ares, namun khusus Pisang Kepok. Menggunakan santan sebagai kuahnya, cita rasa Sayur Ares ini cenderung gurih dan tidak pedas. Itu sebabnya Sayur Ares yang kucicip di RM Melati pada suatu siang sepulang kami dari Dusun Sade ini, merupakan salah satu kuliner Lombok yang kusuka! 😋😋

5. Plecing Ayam

Selain untuk sayuran khususnya Kangkung, ternyata bumbu plecing digunakan juga untuk olahan lauk lainnya. Misalnya olahan ayam. Nah, dalam kesempatan ke Lombok kemarin kami mencicip juga Ayam Plecing yaitu olahan daging ayam yang dimasak dengan bumbu plecing hingga matang lalu kemudian dibakar sambil diolesi lagi dengan sisa bumbu.
Hmm, prosesnya relatif panjang ya..pantas saja Ayam Plecing ini merah merona begitu, hehe… Untuk menu ini, terus terang aku hanya mampu mencicip sedikit saja. Tak tahan pedasnya boook.. 🤣
6. Ikan bumbu kuning

Sejujurnya aku kurang paham apakah menu ikan bumbu / kuah kuning ini memang khas Lombok / tidak. Yang jelas saat kucicip Nila yang disajikan saat makan siang waktu itu, aku suka dengan cita rasanya. Pedas tentu saja, tapi ada rasa manis dan asamnya juga. Bumbunya merasuk sampai ke daging ikannya. Yummy 😋

7. Kelaq Lebui
Menurut yang kubaca, kelaq adalah sebutan untuk sayur khas Lombok. Ada beberapa kelaq yang terkenal, antara lain : Kelaq Batih, Kelaq Kelor, Kelaq Lebui, Kelaq Sebie, dll. Nah, diantara beragam kelaq itu, yang sudah kucicip kemarin adalah Kelaq Lebui.
Aku ingat ada percakapan sedikit lucu antara kami dan mbak karyawan di Rumah Makan waktu kami melihat-lihat menu sebelum memesan, saat kami menanyakan beberapa nama masakan yang unik bagi kami. Nah, salah satunya adalah Kelaq Lebui ini, kami tanya terbuat dari bahan apa? Si mba jawab kacang-kacangan. Kacang tanah kah? tanya kami lagi. Dia jawab bukan, lalu setelah terdiam agak lama, si mbak bilang : itu lhoo..seperti Malika.. Nah, seperti apa pula itu? Namanya kok seperti di iklan kecap. Oalaah..seperti Kedelai ya mba? Dia tersenyum lebar..ya..betul itu 😁

Jadi, setelah kubaca-baca tentang Kuliner Lombok, ternyata Kelaq Lebui ini adalah sayur khas Lombok yang berbahan utama Lebui yaitu sejenis kacang-kacangan dengan biji mirip kedelai hitam. Selain itu menggunakan irisan daging sapi, Bawang merah, daun Bawang dan juga daun Kemangi sehingga mempunyai ada aroma khas.. Tapi yang kucicip kemarin seingatku tidak ada Kemanginya, namun ada Kacang merah dan potongan-potongan sayur seperti Labu. Kuahnya berwarna gelap dengan cita rasa asam dan sedikit manis.. serta pedas tentu saja..haha..
8. Sate Rembiga

Nah..ini juga salah satu kuliner Lombok favoritku. Sate Rembiga yang merupakan sate berbahan daging sapi yang empuk, bercita rasa manis dan sedikit pedas ini konon berasal dari Kota Mataram Lombok, namun saat ini sudah banyak tersedia di daerah lain di Lombok. Ehm, menikmati Sate Rembiga ini mengingatkanku akan Sate Suruh, sate sapi kesukaanku juga yang berasal dari daerah Suruh Salatiga. 😋😋😋 untuk Sate Rembiga.
9. Sate Pusut

Nah, kuliner khas Lombok yang satu ini menurutku mirip dengan Sate Lilit dari Bali. Mengacu pada artikel di Wikipedia, Sate Pusut ini dibuat dengan cara melilitkan daging sapi pada tusuk sate yang telah dibelah dua pada ujungnya. Setelah ujung daging terjepit maka daging itu digulung hingga habis, sebelum kemudian dibakar. Oya, selain dari Daging Sapi konon Sate Pusut ini biasa dibuat juga dari daging ikan Tenggiri lho.. Wah..sayang kemarin yang berbahan ikan habis sehingga kami tidak bisa mencicip yang dari ikan.

Oya, kedua sate khas Lombok ini kami cicipi pada hari terakhir kunjungan kami ke Lombok. Saat makan siang di RM Sate Rembiga Lomboku, kami mencicip kedua jenis sate tersebut dan membungkus juga untuk bekal makan malam di Bandara (hihi…daripada harus cari-cari kantin di sana). Nah, kami membekal Lontong sebagai teman makan sate itu, dan bentuk lontongnya unik deh : kerucut, macam Kue Pasung jajanan masa kecilku..haha..

10. Kue Tareq

Kalau ke-9 kuliner khas Lombok yang telah kutuliskan sebelumnya itu kunikmati di Lombok, maka berbeda dengan kuliner khas Lombok ke-10 yang telah kucicip ini. Kue kering ini kunikmati di luar Lombok, lebih tepatnya di rumah. Iya.. Kue Tareq ini adalah salah satu oleh-oleh yang kubawa dari Lombok 🙂
Kue Tareq merupakan kue kering khas Lombok berbahan utama tepung beras dan santan, diolah dengan cara digoreng. Menurut situs merah-putih(.)com, nama ini berasal dari Bahasa Sasak ‘tarik’ yang artinya ‘ditinggalkan’. Konon, kue kering yang biasanya dibentuk bunga ini dulunya merupakan kue lebaran yang paling akhir habis alias kurang populer, namun ternyata sekarang kue yang dulu ditinggalkan itu bahkan menjadi oleh-oleh khas Lombok yang telah tersebar ke mana-mana 😁
Kue renyah bercitarasa manis-gurih ini merupakan salah satu oleh-oleh Lombok yang kubeli di toko oleh-oleh Lombok ‘Wahana’. Senangnya, selain pelayanan mereka ramah dan sigap, mereka juga tidak hanya mau mengemaskan oleh-oleh yang kita beli di toko ini, namun ditambah dengan beberapa oleh-oleh dari toko lain. Wah…senang sekali!! Terima kasih mas-mbak yang ramah dan baik hati…
Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah ceritaku mencicip 10 kuliner Lombok nan nikmat. Apakah kalian sudah pernah menikmati juga kuliner-kuliner itu? Yang mana di antaranya yang menjadi kuliner favorit kalian? Yuk, cerita di kolom komen ya.. Terima kasih..
waduh salah nih aku baca jam segini, jadi pengen nyobain smuanya wkwkwk, corona segera berlalu lah, aku pengen nyobain makanan lombok nih
Aamiin..semoga bisa segera nyobain langsung di Lombok ya mba..
Duuuh mantab bgt ini kuliner khas Lombok.. beberuq itu hampir mirip karedok ya.. Belum pernah coba soalnya.
Hampir mirip pada unsur sayurannya, kalau sambalnya itu yg bikin beda hehe..
Aku cocok sama SEMUA masakan Lombok, Mba
Pedes seger mantaaappp
Kangkungnya JUARAAAA, krenyes krenyes gitu
Beda ama kangkung di Surabaya
Iya ya..entah karena jenisnya atau cara masaknya tuh ya..
Aarrgghhh bikin selera timbul aja nib. Tempo hzri ke Lombok blm sempet nyicipin kuliner Lombok. In sya Allah kl ke lombok pasti yg paling dicari pertama nyicipin BEBERUQ dan masakan berbahan IKAN. Bebetuq itu mungkin sama x ya sama Karedok yg serba mentah dan seger.
Aahh, jadiinget waktu ke Lombok, aku malahan diajakin kulineran baso sama Andyyy plus mojok ngopi di cafe ngehitsnya Mataram. Hahaaa, makanan apapun asalkan bersama teman rasanya nikmat semuaaa.
Aku makan Plecing kangkung, ayam sama Ikan, kebanyakan menu ikannya pas disanaaa. Sukaa pula rasanyaa, yang lain2 belom pernah.
Next, explore kulineran sama Andy aahh..
MasyaAllah.. Alhamdulillah.. saya sudah makan ini semua karena mertua juga orang lombok hihihi.. paling suka sama plecing, kdang bikin sendiri sih, cuma gak seenak pas makan di Lombok. Karena kangkung disana juga enak. Oh ya.. tahu lombok juga ennnakkk banget
aku naksir ikan bumbu kuningnya mba 🙂 sama nasi hangat kayaknya enak banget hahahaa
Waktu ke Lombok aku belum ketemu dengan Ares saja Mbak Tanti. Dari kecil suka banget sayuran yang terbuat dari jantung pisang. Seratnya yang tinggi dan rasanya yang crunchy bikin lagi
Rasanya memang khas ya mba Evi..bikin nagih. Hehe..
Paling penasaran sama Beberuq. Enak kelihatannya :D.
Salam kenal ya :D.
Plecing kangkung nya hampir sama gak sih kak dengan lotek sayur yang biasa aku beli di pasar tradisional, soalnya aku liat hampir mirip karena sama sama menggunakan siraman saus kacang gitu.
Aku belum pernah sih ke Lombok, tapi liat semua kuliner yang ada di Lombok. Duh…. Kayaknya enak enak semua
Beda sekali..tidak pakai sambal kacang kok ini, semacam sambal tomat gitu..
Saya yang tinggal di Lombok malah belum pernah mencoba Kue Tareq. Kapankapan kalau ke Lombok lagi jangan lupa berkabar ya mbak. Kali aja sempat kopdaran kita 🙂
Oh iya…mba kan tinggal di Lombok ya..kami kemarin lupa nggak berkabar-kabar dg tmn2 blogger Lombok. Insya Allah lain kali kita kopdar ya mba..
huhuhu iya yaa..ga ada kabarnya waktu itu. Sipsip, next time berkabar aja. Siapa tahu sempat meetup kita. Syukursyukur bisa jalan atau kulineran bareng juga, ya kan~
Insya Allah… Aamiin..
Puas banget ya Mba Tan kamu di sana, kulinernya melimpah banget
sayur ares ini sayur gedebok ya kalo di di Jawa? Sate-satenya bikin pengen incip.
Alhamdulillah Nyi..
Kuliner nya favorit aq rata2 itu, sgt merakyat ya. Penasaran sm bubur ares dan kue tareq nya, yg ini lom pernah cb aq.
Enaaak lhoo…
Sate rembiga nih bikin ngiler, dagingnya kaya juicy dan empuk. Wajib dicoba nih kalau jalan2 ke Lombok!
Yups..itu salah satu favoritku mba..
Suka semuaaa…
Lombok itu yang paling juarak memang plecing kangkungnya yaa…
Padahal sama-sama kangkung, tapi beda banget rasanya.
Kreesskreess…
Yummyyyy…
Kuliner Lombok ini juga pas di lidah orang Jawa, kaya aku, kak.
Pedesnya ampuunn…mantap piissan.
Ada rasa manis juga ya..mgkn itu yg membuat bisa masuk ke lidah Jawa kita hehe..
Alhamdulillah yah aku udah makan malam pas baca ini btw kelaq lebui itu unik dan yg dari batang pisang juga, aaak pengen icip semuanya
Hihi..untung dah kenyang ya mba..
Wah Mbak Mecta Gak suka makanan pedas ya? Padahal hampir makanan yang diulas malah pedas wkwk
Jujur aja sih mbak, kalau soal makanan pedas aku jagonya. Lihat foto makanan yang enak-enak kayak gitu ya sangat “tidak bole” untuk dilewatkan. Aku pengen banget makan ayam Taliwang sama Sate daging sapinya. Maknyusssss 🙂
Iya,aku g tahan pedas. Tapi semaksimal mgkn aku mencoba nyicip semuanya.. Alhamdulillah tidak semuanya pedas banget. Dan Sate Rembiga buatku juaranya!
Ini harus masolo catat nih, supaya klo main ke lombok ga bingung lagi mau wiskul apaan.
Jangan lupa ntar difoto a la darkmood ya Kak..hehe..
kuliner lombok emang enak luar biasa
Sayang kebanyakan puedees hehe..
my niece and sister-in-law stay at Lombok. they when back to Bengkulu often bring Chicken Taliwang anda cooking of lombok taste
Wah senang yaa..bisa nyicip aneka kuliner Lombok sering2 nih..