Yuk, Wisata ke Gedongsongo di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Gedong II Gedongsongo

Yuk, wisata ke Gedongsongo di era Adaptasi Kebiasaan Baru. Sahabat Lalang Ungu, beberapa waktu lalu aku merasa penasaran ketika membaca sebuah judul berita di Ungarannews(.)com. “Pengunjung Terlihat Gembira Saat Candi Gedongsongo Dibuka Kembali” demikianlah judul berita tersebut. Waah.. wisata di Kab Semarang sudah dibuka lagi ya? Horeee, siap-siap piknik lagi nih..hehe..

Rasa penasaran dan antusiasku saat membaca judul berita itu tentunya karena sudah kangen banget piknik, setelah 3 bulan lebih kita seolah terkungkung di rumah saja.. Piknik virtual memang cukup mengasyikkan, tapi piknik beneran tentunya lebih asyik lagi, hehe.. Membayangkan jalan-jalan lagi di alam terbuka nan asri seperti di Gedongsongo itu, sudah sangat menimbulkan semangat!

Tentang Candi Gedongsongo

Adakah teman-teman yang belum tahu tentang Candi Gedongsongo ini? Ok deh kalau begitu, sebelum bercerita lebih banyak, ada baiknya sedikit kuulas dulu tentang salah satu lokawisata cantik di Kab. Semarang Jawa Tengah ini.

Lokasi dan Harga Tanda Masuk

Gedongsongo Kab Semarang
Candi Gedongsongo, salah satu DTW di Kab Semarang yg telah direkomendasi uji coba wisata era Adaptasi Kebiasaan Baru (Foto : Koleksi Pribadi, 2017)

Komplek Candi Gedongsongo adalah kompleks candi Hindu yang terletak di Dusun Darum, Krajan, Candi, Kec Bandungan Kab. Semarang Provinsi Jawa Tengah. Karena lokasinya yang berada di lereng Gunung Ungaran ini, maka tentu saja suasana sejuk khas alam pegunungan sangat bisa kita harapkan saat berkunjung ke sana ☺

Pada kunjungan terakhir kami ke Gedongsongo pada Tahun 2017 lalu, tiket masuk ke area wisata ini adalah Rp.10.000,- untuk wisatawan domestik di akhir pekan sedangkan untuk wisatawan manca Rp.75.000,- Kemungkinan besar HTM saat ini juga masih sama.

Sejarah Gedongsongo

Nama Gedongsongo berasal dari kata GEDONG dan SONGO. Dalam Bahasa Jawa, Gedong berarti BANGUNAN sedangkan Songo berarti SEMBILAN. Terdapat 9 bangunan candi di komplek  Candi Gedongsongo ini. Pada Tahun 1740 Raffles mencatat nama Gedong Pitu untuk komplek ini karena baru ditemukan 7 (tujuh / Pitu) bangunan Candi dan baru pada Tahun 1908-1911 ditemukan 2 candi lainnya di sekitar sana oleh arkeolog asal Belanda bernama Van Stein Callenfels.

Gedong II Gedongsongo
Candi Gedong II di Komplek Candi Gedongsongo Kab Semarang (Foto : Koleksi Pribadi, 2017)

Jarak antar bangunan candi ini bervariasi. Dari Gerbang ke Candi Gedong I relatif dekat, sekitar 300 meter saja. Namun dari Candi Gedong I ke Gedong II lumayan jauh juga, sekitar 1 Km. Sementara jarak Candi-candi lainnya berapa tepatnya aku belum tahu, karena kemarin baru sampai ke Gedong II saja! 🤣 Oya, pengunjung dapat menempuh jarak itu dengan berjalan kaki ataupun dengan naik kuda sewa yang banyak ditawarkan di sana.

Waktu itu kami memilih berjalan kaki saja. Asyik sekali lho melangkah perlahan sambil bertukar cerita bersama orang-orang tersayang di jalan setapak yang dinaungi pepohonan Pinus, menikmati alam nan hijau dan sesekali berhenti mengabadikan suasana (sambil mengistirahatkan kaki..hehe..), menikmati jajanan di warung-warung sekitar jalan setapak itu, ataupun berbelanja cinderamata ☺

Kami juga masih menyimpan keinginan untuk menginap di area DTW ini, tepatnya di area Vanaprastha Gedongsongo Park yang merupakan area camping & outbound di komplek Gedongsongo ini. Membayangkan bangun pagi-pagi membuka jendela guesthouse, disambut kicauan burung, udara nan sejuk dan pemandangan hijau nan asri dari deretan pohon Pinus yang ada, aaah…nikmatnyaaa…. Semoga mimpi kami ini dapat segera terwujud. Aamiin..

Vanaprastha Gedongsongo
Pengeeeeen nginap di sini 😍 (Foto : Koleksi Pribadi, 2017)

Baca Juga : Uji Kaki di Kompleks Candi Gedong Songo Kab. Semarang

Protokol Kesehatan di Candi Gedongsongo Kab Semarang

Tapi apakah benar Gedongsongo sudah dibuka lagi sekarang?

Setelah membaca hingga tuntas beberapa berita di situs berita online yang tayang pada pertengahan Juni 2020 lalu, baru kutahu bahwa di 13 Juni 2020 lalu telah dilaksanakan simulasi tahap pertama pembukaan kembali lokawisata Gedongsongo, yang antara lain dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Selanjutnya simulasi tahap kedua dilaksanakan pada Bulan Juli, bersama dengan uji coba / simulasi di 6 DTW Kab Semarang lainnya yang sudah mendapat rekomendasi uji coba operasional new normal dan diharapkan operasional lokawisata Candi Gedongsongo secara penuh di era Adaptasi Kebiasaan Baru dapat dimulai pada Agustus 2020 ini.

Dalam simulasi tersebut diperlihatkan bahwa pembukaan kembali lokawisata Gedongsongo ini nantinya akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan, a.l :

  1. Pemeriksaan suhu badan pengunjung. Tentunya hanya pengunjung yang dalam kondisi sehat (antara lain ditunjukkan dengan suhu badan normal) yang boleh memasuki area wisata ini.
  2. Penyediaan tempat cuci tangan bagi pengunjung sebelum memasuki area wisata. Telah disediakan wastafel panjang dilengkapi dengan 13 kran air yang terletak di dekat loket penjualan tiket masuk, sehingga pengunjung dapat melakukan cuci tangan secara benar sebelum membeli tiket dan memasuki area wisata.
  3. Kewajiban mengenakan masker bagi pengunjung. Setiap pengunjung Gedongsongo nantinya diwajibkan menggunakan masker, sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah baik untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain di masa pandemi ini.
  4. Menjaga jarak antar pengunjung. Nah untuk dapat menjaga jarak antar pengunjung ini, nantinya akan dilakukan pembatasan jumlah pengunjung hingga separuh dari biasanya.

Nah..jadi tak perlu takut bila berwisata ke Candi Gedongsongo ini ya Sahabat Lalang Ungu, karena pengelola sudah mempersiapkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan wisata ini. Namun tentunya kita sebagai wisatawan pun harus berdisiplin menerapkannya. Jadi, kapan nih kita mau jalan-jalan ke Gedongsongo lagi? ☺

DTW Gedongsongo Kab Semarang
Kangen ke Gedongsongo lagiii.. (Foto : Koleksi Pribadi, 2017)

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog “Wisata Kabupaten Semarang di Era Adaptasi Kebiasaan Baru” 

84 thoughts on “Yuk, Wisata ke Gedongsongo di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”

  1. Kalau do Gedong Songo relatif mudah menjaga jarak karena areanya emang luas ya, Mbak Tanti. Caranya selain pengelola membatasi jumlah kunjungan, juga ada rambu-rambu di dalam yang bisa diikuti oleh wisatawan. Ah semoga wisata Indonesia ramai lagi tapi covid-19 harus berhenti 🙂

  2. Aku pernah ni ke Gedongsongo dan waktu akau datangbitu kondisinya padat banget, sampe nggak kebagian parkir mobil.

    Lebih seru memang jalan kaki di kawasan candi ini, ya meskipun jalannya agak jauh sih. Aku berhasil leliling ke semua candinya.

    Yang jadi pertanyaankubadalah apa tidak sulit bernapas ya kalau jalan kaki di kawasan candi ini tapi harus paki masker?? Apalagi ini lokasinya di lereng gunung.

    1. Nah..itu dia. Klo menurutku, harus pilih2 waktu yg tidak ramai sehingga bisa hindari kerumunan dan berjalan kaki santai tanpa masker karena di luar ruangan dan bisa jaga jarak dengan pengunjung lain..

  3. Wah senang dengarnya perlahan industri pariwisata sdh mulai bangkit. Yang trpnting sih bagi penjaga dan pendatang harus sama2 disiplin dan jgn nakal! Ahah..

    Bagaimana rasanya mba jalan2 lagi? Ada was2 ga? Next mau kmn nih? 😀

  4. Salah satu destinasi impian yang pengin dikunjungi, sayang banget beberapa kali ke Semarang gagal ke candi Gedong Songo. Semoga pas ke Semarang lagi bisa ke Gedong Songo

  5. Pengen ke sana ngajak anak-anak karena dari dulu belum pernah. Adem dan bikin fresh nih tapi juga kudu extra tenaga buat menjelajah sampai candi ke9

  6. Pengen ke sana ngajak anak-anak karena dari dulu belum pernah. Adem dan bikin fresh nih tapi juga kudu extra tenaga buat menjelajah sampai candi ke9

  7. Protokol udah aman, dan nggak desak-desakan ya seneng aku mba Tan pengen rono juga. Tapi sekarang kalau ninggal umah kudu ada yang jaga emak. Moga-moga bisa segera jalan-jalan ke kabupaten Semrang lagi.

  8. Wah udah nyampe aja ke Gedong Songo mbak, aku baru nyampe Cimory sama Bandungan aja hehe. Tapi seneng deh pariwisata mulai bergeliat lagi. Berhubung Kabupaten Semarang paling dekat sama rumah, ya aku paling sering piknik tipis2nya ya ke daerah situ hehe.

  9. Trahir ke gedongsongo tublm ada keumala mbak dan masih kuat naik sampe atas. Entaahlah sekarang hahaha….
    Alhamdhulilah diterapkan protokol kesehatan ya semoga aja pengelola dan pengunjungnya sama2 disiplin

  10. Mau nggak mau memang mesti beradaptasi ya mba kalo udah kangen jalan-jalan. Gimana pun pariwisata memang harus hidup kembali agar warga yang dekat lokasi wisata dan punya usaha juga berjalan lagi kegiatan usahanya

    Aku juga kangen candi Gedongsongo, terakhir kesana pas acara siap darling itu. Tapi kan nggak bisa jalan leluasa karena kerja

    1. Iya mba..dan harus bener2 milih2.. Menurutku wisata di luar ruang masih lebih aman, namun tetap harus terapkan prokes nya..

  11. Yuni belum pernah ke candi gedong songo sih selama tinggal di Semarang. Tapi, kalau disuruh jalan jauh kok ya mending yuni naik kuda aja ya. Hehehe…

    Jaman sekarang apa-apa harus melihat protokol kesehatan ya. Kalau udah bagus, maka mendatangi tempat wisata bukan lagi hal yang mustahil.

    Mari travelling lagi.

  12. Wah gendong songo sudah dibuka, aku jadi kangen main kesana. Tapi jujur belum berani, meskipun pakai masker aku rasa buatku itu engap bgt. Karena itu kan naik bukit, tanpa masker aja aq jalannya udah ngos2an smoga kondisi ini segera berakhir y

    1. Menurutku klo pas sepi (tidak ada pengunjung lain yg dekat) bisa dibuka maskernya karena di luar ruangan jadi udara bersih.. Begitu yg pernah kubaca, analog dg bersepeda / berolah raga pakai masker / tdk..

      1. Iya betul liat situasi ya mba. Begitu mau papasan sama orang pakai lagi maskernya. Kupikir asal mematuhi protokol ini insyaAlloh aman. Saranku lagi kalo piknik ya jangan serombongan yg banyak bgt orangnya, cukup bareng keluarga inti aja. Mungkin weekday bs lebih sepi dr weekend ini jg bs jadi bahn pertimbangan.

Leave a Reply to Hapsari a Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *