LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Terong hidroponik
Terong hidroponik

Yuk Bertanam Terong Hidroponik di Halaman Rumah Kita

| 84 Comments

Terong hidroponik

Yuk, bertanam Terong hidroponik di halaman rumah kita

Yuk Bertanam Terong Hidroponik di Halaman Rumah Kita. Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu, semoga tetap sehat dan berbahagia ya.. Sekitar setahun terakhir ini keluarga kami sedang hobi bertanam dengan menggunakan sistem hidroponik. Beberapa jenis sayuran daun sudah kami coba dan Alhamdulillah berhasil cukup baik.

Baca juga : Bertanam Secara Hidroponik di Rumah, Kenapa Tidak?

Bagaimana dengan sayuran buah, seperti Terong, Tomat..bisakah ditanam secara hidroponik?

Pertanyaan itu mengusik hati kami, sehingga kami pun bertanya ke teman-teman penggiat hidroponik maupun mencari jawaban lewat tulisan-tulisan yang tersebar di dunia Maya. Jawabannya adalah BISA. Bertanam Terong atau Tomat bisa kita lakukan secara hidroponik. Nah, pada tulisan kali ini akan kuceritakan pengalaman kami bertanam Terong secara hidroponik.

Persiapan Penanaman

Sarana Penanaman Terong Hidroponik

Kami menggunakan hidroponik Sistem Wick dalam penanaman Terong hidroponik ini, sehingga membutuhkan : (1) Pot penampung air – untuk ini kami menggunakan kaleng bekas cat ukuran sedang dengan tutup kaleng yang dilobangi bagian tengahnya; (2) Pot tempat tanaman – kami menggunakan toples plastik bekas; (3) Sumbu dari potongan kain – kami menggunakan potongan kain flanel, dapat diganti potongan kaus / handuk bekas, dll; (4) Media tanam – kami menggunakan rockwoolcocopiet saat awal penanaman, lalu diganti dengan hidroton saat tanaman mulai besar sehingga butuh media lebih kokoh.

Sistem Wick Terong hidroponik

Sarana tanam Terong hidroponik sistem Wick

Persiapan Bibit Terong

Persiapan bibit Terong dapat dilakukan dengan penyemaian benih secara hidroponik ataupun dengan membeli bibit Terong dari kios tanaman. Apabila membeli, pilih bibit yang sehat ditandai dengan tampilan batang tegak kokoh dan daun-daun segar.

Pemindahan bibit dari persemaian ke Sistem Wick dapat dilakukan setelah muncul 4-5 daun sejati atau usia 4-5 minggu setelah semai.

Semaian Terong hidroponik

Semaian bibit Terong sebelum dipindah pot hidroponik

Persiapan Penanaman Terong Hidroponik

  1. Siapkan air bernutrisi yang akan digunakan sebagai media tanam dengan mencampurkan air dengan AB mix (10 ml larutan Nutrisi A + 10 ml larutan Nutrisi B per 1 lt air), isikan air ke dalam pot penampung air.
  2. Pasang sumbu pada pot tanaman, masukkan bibit Terong dan penuhi pot itu dengan media tanam (Rockwool/cocopiet). Selama tahap peremajaan ini bisa gunakan satu wadah besar berisi air untuk merendam pot sebelum dipindah ke pot sistem wick.

    Peremajaan bibit Terong hidroponik

    Tahap peremajaan bibit Terong hidroponik

  3. Pasang pot tanam pada lubang yang telah disediakan pada tutup pot penampung air sistem wick. Pastikan bagian bawah sumbu terendam air bernutrisi.
  4. Terong hidroponik siap, lakukan perawatan tanaman sesuai kebutuhan.

Perawatan Terong Hidroponik

  • Pada awalnya tempatkan pot Terong hidroponik ini di tempat yang terkena cahaya matahari namun tidak secara langsung. Setelah masa penyesuaian sekitar 1-2 Minggu, siap dipindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari lebih banyak.
  • Periksa ketersediaan air sekitar 2 hari sekali, jika air telah surut dapat ditambahkan lagi air bernutrisi dengan perbandingan nutrisi & air seperti telah ditulis sebelumnya. Pada hari terik biasanya air akan lebih cepat menyusut.
  • Dapat digunakan alat untuk mengecek kadar nutrisi dalam air, pada awal pertanaman kadar nutrisi air sekitar 800 PPM sedangkan setelah dewasa sekitar 1000 PPM

    Perawatan Terong hidroponik

    Cek ketersediaan dan kondisi air bernutrisi secara berkala

  • Periksa apakah ada hama / penyakit yang menyerang tanaman. Kutu putih adalah salah satu hama yang sering muncul. Bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida nabati untuk mengusir hama yang menyerang.
  • Gunakan media tanam yang lebih kokoh apabila pohon telah mulai besar dan masuk masa generatif.

    Penggunaan hidroton sebagai media penunjang pohon Terong hidroponik dewasa

Kami mulai menanam 3 pohon Terong Hidroponik ini pada akhir Mei 2020, bersama dengan penanaman beberapa pohon Terong lain dengan media tanah. Ternyata pertumbuhan Terong hidroponik jauh lebih bagus dibanding yang ditanam di polibag dengan media tanah. Selain penampilan fisiknya lebih bagus, lebih tahan di cuaca terik juga lebih cepat berbuah. Berikut beberapa foto perkembangan Terong hidroponik kami.

Bunga Terong

19 Juli 2020, pada usia 50 HST muncul bunga yang 10 hari kemudian berkembang menjadi buah pertama.

Terong hidroponik 56 HST

Perkembangan di umur 56 HST

Bakal buah Terong hidroponik

Di umur 63 HST mulai muncul bakal buah yang dinanti-nanti 🙂

Terong hidroponik 71 HST

Menjelang panen di umur 71 HST

Pemanenan Terong Hidroponik

Pada usia ke 47 HST (Hari Sesudah Tanam) mulai muncul bunga pertama pada salah satu pohon Terong Hidroponik kami, meski kemudian bunga itu gagal berkembang. Bunga selanjutnya muncul di umur 50 HST, dan berhasil berkembang hingga menjadi buah.

Dalam 1 pohon terdapat 2-3 bunga yang muncul bersamaan dan setelah berkembang menjadi buah (sekitar 10 hari kemudian), muncul pula bunga-bunga lainnya. Jadi, pemanenan Terong dapat dilakukan lebih dari 1 kali per pohonnya 😍

Panen perdana Terong hidroponik kami adalah pada 13 Agustus 2020 di usia pohon 75 HST. Meski hanya panen 3 buah Terong saja…namun rasa senangnya sungguh terasa 😀

Panen Terong hidroponik 75 HST

Panen perdana Terong hidroponik di umur 75 HST

Terong ungu

Cuma dapat 3 sih..tapi senengnyaaaa….haha..

Olahan Terong

Langsung dieksekusi jadi Terong Panggang Kuah Asam Manis a la Mechta 😋

Nah, Sahabat Lalang Ungu, itulah cerita pengalaman kami menanam Terong secara hidroponik untuk mensiasati lahan yang terbatas. Alhamdulillah saat ini kami sedang menunggu panen berikutnya dari ke-3 pohon Terong hidroponik sementara Terong-terong di polibag pun mulai berbunga. Semoga pengalaman kecil ini bisa menginspirasi teman-teman untuk tetap berupaya memanfaatkan lahan pekarangan meskipun terbatas.

Punya pengalaman bercocok tanam di lahan terbatas juga? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen ya.. Terima kasih…

Oya, ingin membaca tulisan-tulisan tentang tanaman dan pengalaman berkebun lainnya? Silakan bisa dibaca di sini ya..

84 Comments

  1. Aku sudah beli nih mbak bibit & peralatan buat menanam hidroponik baru mau mulai menanam 😀 nanti kalau bingung aku boleh tanya ya, biar bisa punya tanaman sayur sendiri kaya mbak Tanti

  2. Ya ampun aku kenapa lemah sekali mba untuk mampu bertanam, mba :(. Tapi makasih mba tulisannya bisa menginpirasiku untuk memulai menanam 🙂

  3. Huaa kusuka terong, Mbak … enaknya kalau dari pekarangan sendiri ya.

  4. Itu media tanamnya sekilas kayak kue Mba, hahaha.
    Btw saya kurang suka eh nggak suka terong sih, tapi suami suka banget, apalagi terong goreng.

    Boleh juga nih dicontek.
    Tapi tanam lainnya kayaknya lebih asyik dan pas deh buat saya, yang juga saya suka dan saya bisa makan 😀

    • Hehe..nama lainnya Clay Ball alias bola2 lempung.. Nah, paling pas memang menanam yg disukai mba..jadi lebih semangat hehe..

  5. Yeayy, ini cocok banget dipraktekin di lahan sempit ya Mba
    Terutama di kawasan urban.
    Kayaknya besok aku mau coba praktek, ahhh
    Makasii Mba

  6. Masyaa Allah mba, sangat senang lihat proses nanam terong ini… tapi kenapa sedih lihat diri sendiri yang nanam bayam aja gak berhasil muluk hikssss

  7. Keren banget mbaaa,naku kemarin nanem cabe tapi belum besar besar, salahnya dimana aku juga gatau wkwkwk

    • Kondisi pohonnya sehat kan? Biasanya klo kena kutu daun suka nggak produktif jg.. atau bila pupuknya kurang.. Semoga solusi sgra didapatkan ya..

  8. Sebenarnya gak sulit yang penting mau telateni hidroponik ya, Mbak. Segernya kalau dari pekarangan sendiri.

  9. Hidroponik pernah happening dan hit lagi nih pas pandemi ya karena lahan terbataspun bisa . Asal mau aja ya mba

  10. Wah aku suka nih terong ungu! Digoreng biasà aja aku udah doyan bangets. Baru tau lho kalo bisa ditanam hidroponik, pake bekas cat pula nggak pake paralon. Boleh nih dicoba tanam

  11. Ada terong alm. Ayah paling suka dulu kalo dirumahnya ada tanaman gini. Apalagi kalo ada pohon terong hahaha hoby dia makan terong

  12. Hmmm, i have planing do like this in my page. But sometime when i go to market and then buy some vegetable with low price. I am sadly. Then i am not to be urban farming again, hahaha

  13. Wah baru tau terong juga bisa hidroponik yah, pas banget aku lagi suka sama kegiatan yang berhubungan sama tanaman nih hihi

  14. wah aku mupeeng bisa panen terong begini, kok itu tanpa disangga aman ya? padahal terong termasuk berat ya?

    • Alhamdulillah batang utama cukup kokoh mba..ditambah dengan media penyangga dari hidroton / clayball yg cukup solid. Tapi saat angin cukup besar agak ketar-ketir juga, takut tumbang hehe..

  15. Puas banget rasanya masak hasil panen terong sendiri. Solusi banget hidroponik ini untuk orang-orang yang memiliki keterbatasan lahan ya mbak.

  16. Wuih keren banget. Masak terong dari terong yang ditanam sendiri ya. Ih pengen deh bisa begitu. Kudu rajin dan telaten deh.

  17. Aku masih bertanam pake media tanah di polybag. Pengen banget belajar bertanam pake hidroponik, tp harus ngumpulin media tanamnya ya.
    Makasih infonya yz, mbak.nnti sytandain biar bs dikunjungi lagi, InsyaAllah.

  18. Lumayan juga ya mba dalam 2 bulan lebih dikit udah bisa panen terong. Aku selalu senang loh melihat orang panen dari kebunnya. Termasuk kalau lihat ibuku panen tomat, lombok, pisang dll gitu. 🙂
    Coba yang metode tanam terong hidroponik ini kushare ke ibuku ya mba. Thks.

    • Aku juga selalu angkat jempol ke ibu2 sepuh yg masih tetap Trengginas nanam2 macam2.. Cb itu dibuatkan pot hidroponik ya Dik..mungkin beliau suka juga. KLO untuk ABmix bisa cari di kios tanaman / onlen

  19. Belum punya pengalaman bercocok tanam di lahan terbatas. Lah ini lahan di rumah luas, tapi belum juga dimaksimalkan untuk bercocok tanam. Huhuhu..

  20. Jadi kangen ibuku yang rajin banget bercocok tanam apa lagi menanam bunga dan tanaman obat-obatan

  21. wah hasil panennya berlimpah mba, aku baru mau mulai nih hydriponik masih ngumpulin ilmu dan alatnya hehe

  22. sepertinya aku tertarik untuk menanamnya karena suamiku suka bgt terong. tapi kalo hidroponik gitu rasanya enak jg ga mba buahnya

  23. Aku sempet mba coba nanam hidroponik gitu cuma sebaris Aja Dan gagal Ternyata dicerahkan jadinya nih semangt mau nanam lagi

  24. Gerakan menanam sperti ini menurutku juga mrupakan bagian dari ketahanan pangan dr rumah ya ka. Ssmoga makin byk sayur hidroponiknya

  25. Wah seru ya kalau bisa menanam sayuran di rumah, kalau pingin tinggal petik
    Konsep tanaman hidroponik ini bisa jadi solusi berkebun dgn lahan terbatas. Tapi..aku belum berhasil dgn sistem seperti ini

  26. Terima kasih sharingnya, sebenernya ingin juga menanam sayur di rumah, tapi saya takut gagal dan akhirnya gak keurus

  27. Asik banget ya bisa sukses bertanam hidroponik kayak gini.. ikut seneng deh… dan jadi pengen bikin juga untuk tanaman lainnya hehe..

  28. Terong ungu favoritku mba. Bisa dibikin terong balado. Hehe. Sayangnya kok lama ya tumbuhnya. Huhu. Dulu pernah nanem 3-4 bulanan baru berbuah. Jadi akhirnya ga nanem lagi. Lebih gampang lombok. Ga terlalu butuh perawatan ekstra.

    • Hehe..masing2 punya plus minus ya.. Eh klo kami rupanya blom bemu kecocokan dg cabe..beberapa kali nanam gagal melulu..hehe..

  29. Suka salut sama yang telaten kayak mbak Mechta gini. Sebenarnya lebih sehat, praktis, dan irit ya heheheh

  30. Wah, ini paling disuka ponakan ma makku mbak. Kalau aku nggak sabaran dan kenapa kalau nanem-nanem nggak sukses huhuhu. Tambah ilmu banget nih mbak. Terongnya menggiurkannnn maukkk…

  31. Aku pecinta terong, pernah coba beli 1 pot, namun gagal total berbuah. Perlu coba yang model hidroponik nih sepertinya. Kan seru kalau mau masak sayur tinggal petik jadinya irit deh.

  32. jadi ngiler liat terong baladonya hihi, pasti rasanya lebih nikmat ya bu karena nanaem sendiri dari mulai masih benih sampai jadi terong besar. boleh dicoba nih buat nambah kesibukan dirumah menanam hidroponik

  33. Bertanam hidroponik itu sebenarnya asyik sih. Mana bisa memanfaatkan lahan di mana saja. Nggak mesti di tanah kan.

    Sudah gitu, bisa dikomersilkan juga.

    Beberapa kali yuni coba baru sayuran daun aja sih. Hehehe

  34. Mbak Tanti nanti kalau pandemi sudah berakhir dan sudah bisa kopdar tolong diagendakan bikin acara belajar bareng teknik menanam hidroponik ya 🙂

  35. Awal tahun ni sempet dpt jatah benih terong dari darwis tp sayangnya si terong mati. Sedih aku tu mbak padahal udh sempet buah sekali. Aku mo nyobain ah pake hidroponik siapa tau berhasil. Thanks tips nya mbak

  36. MBak Tanti, aku pengen sebenarnya bertanam dengan cara hidroponik. Tapi sayangnya lahanku terbatas, kalo pakai tanah bisa diselipkan di sela pot. Aku juga bertanam terong ungu, masih nungguin buahnya jadi nih

  37. Duuuuhh … Yang lain udah banyak yang panen akunya masih sebatas niat aja pengen nanem-nanem hahahha … Seneng lihat yang ungu-ungu ya mbaaakk …

  38. Enak banget sih mbak makan terong balado produksi dan hasil tangan sendiri…butuh keuletan ya…

  39. wah, cakep banget Mbak tipsnya. Selama pandemi ini aku juga bertanam dikit2 di loteng. Senang banget rasanya jika bisa konsumsi hasil tanaman sendiri.

  40. Waini bisa ditiru kegiatan positifnya yg bermanfaat banget secara kita sekeluarga suka ama terong deh mba

  41. Nyenengke ya mba ternyata mengikut dari awal tumbuh menjadi bunga, terus menjulur sampai tumbuh sempurna bentuk terong gitu. Pas panen pasti bahagiaaaa banget.

Leave a Reply

Required fields are marked *.