
Cari Dongeng Untuk Anak? Let’s Read! Hai, Sahabat Lalang Ungu, siapa yang suka mendongeng untuk anak-anak? Wah banyak juga yang angkat tangan nih..syukurlah.. Rupanya sudah banyak yang tahu tentang manfaat mendongeng ya? 🙂
Apa Manfaat Dongeng untuk Anak?
Salah satu manfaat dongeng adalah seperti yang disampaikan oleh Mendikbud RI Nadiem Makarim dalam sambutannya pada Hari Dongeng Nasional tahun 2019 lalu bahwa dengan mendengar / membaca dongeng diharapkan anak-anak menjadi senang dan mencintai cerita, buku, dan dari cerita-cerita itu kita menciptakan imajinasi di dalam otak. Selanjutnya, kemampuan dalam berpikir dan membayangkan hal-hal di otak kita adalah kunci kesuksesan di masa depan. Itu sebabnya, beliau juga menekankan agar orangtua meluangkan waktu untuk membacakan dongeng kepada anak-anak, setiap malam.
Selain mengembangkan imajinasi, dalam beberapa artikel lain yang kubaca juga menyebutkan setidaknya ada 3 manfaat lain dongeng bagi anak, yaitu : mengembangkan budaya membaca; mendapatkan nilai-nilai kehidupan dan budi pekerti dan juga meningkatkan kemampuan berbahasa. Mendongeng juga merupakan salah satu sarana memberikan pendidikan kepada anak, sebagaimana kita tahu bahwa setiap anak berhak mendapat pendidikan, salah satu dari 10 hak anak yang telah ditetapkan melalui Konvensi Hak-hak Anak sejak Tahun 1989.

Pengalamanku Dengan Dongeng
Sahabat Lalang Ungu, percaya nggak kalau kubilang bahwa keempat manfaat dongeng itu benar-benar telah kubuktikan sendiri? Ora jare-jare alias bukan berdasarkan kata orang-orang, melainkan telah kurasakan sendiri manfaatnya.
Ya, sejak kecil kami berlima terbiasa mendengar dongeng dari orangtua kami, terutama alm. Bapak. Momen berkumpul di malam hari di atas dipan (tempat tidur dari kayu) di ruang tengah selalu kami nantikan, karena memang selalu menyenangkan mendengar dongeng dari beliau. Dongengnya beragam, kadang cerita rakyat, kadang cerita kepahlawanan, atau cerita-cerita lucu saat beliau kecil. Yang paling mengasyikkan sebenarnya adalah cara bapak mendongeng, intonasi suaranya berubah-ubah sesuai alur cerita 👍
Kadang beliau membawa pulang majalah dari kantor yang ada dongeng / cerita anak, lalu membacakannya untuk kami. Atau membelikan kami buku cerita bergambar. Setelah kakak-kakakku lancar membaca, bergantian mereka membacakan dongeng itu dengan suara nyaring. Ahay..masih teringat hingga kini keseruan momen itu. Sambil mendengar suara bapak atau kakak membacakan cerita, aku menikmati gambar-gambar di buku cerita itu, gambar-gambar yang membuatku lebih mudah memahami alur cerita. Membaca cerita bergambar memang lebih menyenangkan, bukan?

Rasa asyik itu jugalah yang kemudian membuatku ingin bisa segera lancar membaca, agar bisa membaca sendiri buku-buku cerita dan juga ikut bergantian membaca nyaring begitu! 🙂
Salah satu dongeng rakyat di masa kecil kami yang berkesan bagiku adalah dongeng Uthak-uthak Ugel. Bercerita tentang seseorang yang sangat rakus dan tamak, yang pada akhirnya mendapat kesengsaraan akibat tingkah polahnya itu. Membekas dalam ingatanku, pesan Bapak waktu itu : “hiduplah dengan cara sederhana dan tahu batas. Kerakusan dan ketamakan hanya akan mencelakakan diri sendiri.”
Hobi membaca itulah yang selanjutnya membuatku suka merangkai kata dan alhamdulillah menghasilkan beberapa buku. Kadangkala bahkan ingin memberi ending yang lain pada kisah-kisah yang kubaca. 🙂 Sepertinya aku membuktikan pendapat bahwa membaca dan menulis itu berkaitan erat. Aku menikmati keduanya, hingga kini.
Manfaat dongeng yang telah kami rasakan itulah yang mendorong kami untuk memberikan pengalaman yang sama pada anak-anak. Sejak mereka kecil kami membelikan buku cerita yang awalnya dibacakan, lalu membaca bersama-sama dan akhirnya mereka membaca sendiri-sendiri. Aku ingat, setiap kali menginap di rumah kakak-kakak, maka tugasku adalah menjadi pendongeng bagi keponakan-keponakan kecilku itu. Wajah-wajah antusias mereka saat mendengar dongengku adalah kenangan yang membahagiakan! 🙂

Saat ini, masih ada satu keponakanku yang kadang kudongengi yaitu Si Mungil Sisi, yang baru berulang-tahun kelima pada Desember lalu. Saat dia menginap di rumah kami, adalah kesempatan untuk mendongeng / membacakan cerita untuknya. Kadang aku membelikannya buku-buku dongeng untuk dibacakan oleh kakak-kakaknya di rumah mereka.
Cari Dongeng Untuk Anak? Let’s Read!
Sayang, akhir-akhir ini aku agak sibuk sehingga tak sempat mencarikan buku dongeng untuknya. Untung saja ada teman yang mengenalkanku dengan Let’s Read, sebuah perpustakaan digital buku cerita anak yang dipersembahkan secara gratis oleh komunitas literasi dan The Asia Foundation.

Hanya dengan mengunduh aplikasi ini aku bisa menemukan beragam dongeng dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri! Cerita yang kita pilih bisa diunduh atau sekedar dibaca saat itu, sungguh memudahkan. Lebih asyik lagi, dongeng-dongeng ini tersedia dalam beberapa bahasa, termasuk Bahasa Jawa! Mantab betuuul 👍

Cerita ‘Wedhus Cilik’ sepertinya menarik untuk anak sesusia Sisi (5 tahun), mengenal bentuk beberapa hewan, mengenal makanan Kambing, dan dapat menyelipkan pengertian untuk selalu hati-hati meski sedang asyik bermain misalnya. Sedangkan di cerita ‘Celengan Pitik’ sambil membacakan kita bisa sisipkan pesan tentang pentingnya menabung. Dalam cerita ini juga ada langkah membuat celengan (alat untuk menabung) berbentuk ayam, nah mungkin untuk anak usia SD bisa dipraktekkan juga 🙂
Alhamdulillah, sekarang kami tak kesulitan lagi mencari bahan dongeng untuk Sisi. Tidak hanya diunduh di HP ku, Let’s Read juga telah diunduh di HP kakak Sisi, sehingga di rumah mereka, Sisi pun bisa mengakses dongeng-dongeng pilihannya.


Nah, Sahabat Lalang Ungu, itu cerita pengalamanku dengan dongeng anak. Bagaimana dengan kalian, sudah kenalan dengan Let’s Read belum? Kalau belum, yuk unduh aplikasinya di sini ya.. Selamat mendongeng, teman-teman…
Seninya mendongeng itu di situ ya, kak Tanti.
Diulang-ulang sampek apal sak titik komanya.
Anakku ga bosen-bosen, tapi yang bacain yang pengen ganti judul.
Haha..iya mba..kadang2 begitu ya..
Pengalaman menyenangkan di masa kecil emang selalu membekas di masa dewasa yaa. Karena pas kecil punya cerita menyenangkan dengan dongeng dan membaca, sekarang jadi jago nulis.
Aplikasinya menarik nih. Membaca dongeng emang menyenangkan, nggak cuma untuk anak-anak, orang dewasa juga senang. Jadi kalau membacakan dongeng ke anak-anak, sebenernya orang dewasa juga kecipratan senang juga.
Setuju Dini..pengalaman di masa kecil biasanya membekas, itu sebabnya kita berikan pengalaman2 menyenangkan untuk dikenang..
Akupun jadi ingat masa Kevin, bapakku juga suka dongengin kami, baik dongeng yang beliau bacakan dari buku atau majalah maupun yang beliau karang karang sendiri. Hi hi hi.. .. Wajib kita lanjutkan ya mbak kebiasaan baik itu.
Betul sekali mba..
masyaMallah hepi banget sekarang ada dongeng yangbbisa diakses gratis ya Mba Tan. Jadi seneng nih akunya, penge juga download dan baca. Jaman dulu jarang didongengin hehehhe
Iya Nyi, praktis sekali..
Aku senang banget ada apps Let’s Read ini jadi bisa punya banyak stok cerita yang dapat kuceritakan sama anakku menjelang tidur.
Betul mba..mengurangi waktu mereka yutuban haha..
Yuni sejak kecil nggak pernah didongengin. Tapi suka baca. Beda sama adikku yang nggak pernah didongengin dan sekarang malah nggak suka baca. Mungkin bisa kali ya dikasih aplikasi lets read. Biar memancing minat baca dia.
Masing2 memang beda pengaruhnya ya..
Anakku suka banget pas diintall lets read ini karena banyak sekali ceritanya dan utamanya ilustrasinya menarik jadi mudah deh dipahami
Iya mba..gambar2nta bikin alur cerita mudah dipahami ya
Asik banget sekarang ada banyak pilihan juga ya biar anak semangat buat membaca ya mba. Anak anak juga lebih senang dan suka membaca 🙂
Anak sekarang kan udah tiap hari dan tiap saat pegang gadget ya mba. Jadi dengan memberikan bacaan menarik via Let’s Read ini kita bisa mengarahkan ke aktivitas yang bermanfaat dan menambah wacana.
Betul dik,menurutku begitu
Betul mba..praktis juga..
Kesan yang aku dapat waktu kecil, ketika tiap malam mama mendongeng. sampe sekarang kisah dongengnya teringat terus. Sampai akhirnya aku coba cari bacaan dongeng yg mama ceritakan.
Aplikasi Let’s Read sangat membantu untuk membaca dongeng ya. wah senangnya bisa dapat bacaan anak dengan mudah. Anak2 pasti suka sama bacaan dongeng seperti ini.
Kenangan indah di masa.lecil ya mba..
Zaman digital ini memang kita banyak dipermudah ya Mba.. termasuk soal bacaan anak jadi ga usah banyak belanja buku hehe…
Betul sekali Teh..
Saya suka membacakan buku untuk anak-anak, mau ah install juga Let’s read, makasih yaa mba infonya kebetulan suka bingung mau bacain apalagi
Sami2 mba..
Dulu waktu aku masih kecil, moment mudik ke Wates tuh jadi istimewa karena cucu-cucu berkumpul dan mendengarkan dongeng dari Mbah Kakung. Seru gitu ndongengnya, yang ngantuk justru yang ndongengin. :))
Saat anak-anakku masih kecil dulu aku juga rajin ndongeng mba, tapi ngefek jadi suka baca buku kok baru ke si sulung ya. Yang nomer dua beda efeknya tuh. 🙂
Ngefeknya memang beda2 ya Dik..dari kelima bersaudara yg jadinya hobi baca tiga di antara kami
nah sekarang tuh enaknya sudah ada aplikasi lets read buat baca cerita anak, ga usah beli buku fisik yang lama2 numpuk dan makan tempat 🙂
Dan praktis juga mba..
Aku juga udah install aplikasi lets read ini mbak. Keumala suka banget. Tiap mau tidur siang dan malam pasti minta didongengin .bacaannya banyak dan bagus2 juga
Alhamdulillah makin banyak.koleksi bacaan Keumala ya
Dongeng memang selalu seru ya! Kita juga pernah playdate bareng kampung dongen, asyik banget. Anak-anak sampai ketagihan.
wah seruuuu..
Dulu waktu aku kecil yang paling sering dongeng tuh Bapak, tapi biasanya ndongengin pake bahasa jawa dan ceritanya lucu-lucu, sampe aku dan adik2ku selalu ngakak tiap denger dongengnya. Anakku yang paling suka didongengin cuma Rara, dan sekarang aku donlot Lets Read di Tab nya, biar makin suka baca-baca
wah sama ya mba.. alhamdulillah kita mempunyai kenangan manis drngan bapak yg suka mendongeng
Sampai sekarang untuk bacaan anak mengaji di rumah saya menggunakan aplikasi let’s read ini. Tahu sendiri meski ada taman baca tapi buku kami kurang. Mau beli mahal. Beli di kota ongkirnya makin besar. Donatur ga setiap waktu ada. Aplikasi ini lah penolongku
alhamdulillah ya Teh..
Bener banget ini mbak. Aku sering juga ngambil referensi dr lets read. Biasanya lewat website. Eh, ternyata sekarang udah ada aplikasinya ya.
Alhamdulillah, jadi makin mudah ya diaksesnya . Makasih banget mbak informasinya
sekarang makin praktis..
Mendongeng memang moment yang ngangenin semasa kecil aku Mba. Dan keempat manfaatnya diatas ku rasain juga, kadang cerita2 yang didongengin masih teringat sampe kita dewasa.
Ahh, Lets Read ini rekomen, aplikasi perpus digital bisa menjadi sahabat orang tua terutama yang punya anak, biar membudidayakan membaca sedari kecil.
toss dulu kita..
Aku penasaran banget mbak, soalnya anakku memang suka dibacakan buku, cuma stok buku di rumah terbatas ya hehehe
yuk, dicoba Let’s Read ini, Wuri