5 Hal Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Atasi Mager Ngeblog

“Hai GRes, di sini yang punya blog tapi sudah lama tidak publish artikel adakah?”

Kalimat tanya seperti kusalin di atas itu, menyapa mataku ketika kubuka WAG komunitas kesayangan Gandjel Rel tadi sore. Sebuah kalimat tanya sederhana dari salah satu founder GR yang ditujukan secara umum kepada para GRes -sebutan untuk anggota Komunitas Blogger Perempuan Semarang- namun ndilalah kok ya paaas banget dengan kondisiku saat ini. Nih..perhatikan screenshoot Lalang Ungu berikut ini:

Perhatikan tanggal publish. 1,5 bulan Lalang Ungu telah terabaikan 😔

Begitulah..memang pada kenyataannya sudah cukup lama blog Lalang Ungu ini tidak update. Artikel terakhir adalah 4 Hal Yang Sebaiknya Dilakukan Setelah Vaksinasi Covid-19 yang terbit pada 3 April 2021 . Hmm, 1,5 bulan lebih blog ini nganggur.. *bersih-bersih sawang duluuu… 😔

Namun rupanya, aku tidak sendiri. Ternyata, beberapa teman lain juga dalam kondisi yang sama yaitu sedang mager (malas gerak) ngeblog yang mengakibatkan blognya lumuten/sawangen karena lama tidak di-update. Maka diskusi di WAG kami sore tadi adalah seputar bagaimana solusinya agar mager ngeblog ini segera bisa teratasi.

Alhamdulillah…beruntung sekali aku bisa ikut mengambil pelajaran dari diskusi tersebut, dan sengaja kucatat melalui tulisan ini agar bisa terus kuingat dan kupraktekkan tiap kali aku mengalami lagi hal serupa ini. Berikut ini hasil rangkuman itu :

Apa Yang Bisa Kita Lakukan Saat Alami Mager Ngeblog?

1. Temukan Penyebab

Segala sesuatu terjadi tak bisa lepas dari adanya hubungan sebab-akibat, demikian pula terkait kebuntuan ide menulis ini. Dari perbincangan di WAG GR tadi, ada beragam alasan penyebab yang terungkap. Ada karena kesibukan sehari-hari, kejenuhan setelah terforsir menulis sebelumnya, tidak ada ide menulis, malas, dll.

Setelah melakukan perenungan (ealaaah gaya bener istilahnya yaa..haha..), kutemukan penyebab ke-mageran-ku untuk ngeblog awalnya adalah kurangnya waktu dan terkurasnya energi karena kesibukan tugas dinas + sedang mengumpulkan bahan buku (yang sudah lamaaaa kurencanakan namun baru tahun ini berkesempatan mulai mewujudkannya).

Memang biasanya waktu ngeblogku hanyalah akhir pekan (iyaaa..sebut saja aku blogger akhir pekan, hehe..) namun rupanya sebulan kemarin itu energiku tersita di dua hal yang kusebutkan sebelumnya, hingga saat ada kesempatan membuka dasbor blog malah nge-blank nggak tahu mau nulis apa 😐

2. Kumpulkan Alternatif Solusi Untuk Atasi Penyebab Utama

Nah, setelah kita temukan penyebabnya, barulah kita bisa rencanakan apa yang akan kita lakukan untuk menanggulangi penyebab tersebut. Jika penyebab utama adalah ketiadaan waktu untuk ngeblog, maka bisa kita list apa-apa yang bisa kita usahakan agar dapat ‘menciptakan’ waktu yang dibutuhkan itu.

Bila penyebabnya kejenuhan, kita bisa bikin daftar hal-hal yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan rasa jenuh itu terlebih dahulu. Bila penyebabnya rasa malas? Nah..mari kita bulatkan tekad halau rasa malas itu. Membuat daftar ‘keuntungan’ atau hal-hal menyenangkan yang telah/bisa kita peroleh dari kegiatan ngeblog mungkin bisa mengungkit semangat ngeblog sekaligus menepis rasa malas.

to do list
Buat daftar untuk memudahkan memilih dan memulai.. (sumber gbr: pixabay)

Bagaimana denganku? Setelah tahu penyebab utamaku mager ngeblog seperti telah kutuliskan sebelumnya, aku pun memutuskan untuk mulai menciptakan waktu dan mencari tambahan energi untuk kembali ngeblog. Menata ulang manajemen waktuku adalah salah satu solusi yang kuambil.

Menetapkan batas waktu untuk tugas dan kegiatanku sehari-hari adalah awalnya. Kumulai dari akhir pekan ini, tugas-tugas kedinasan kucukupkan di hari kerja (kecuali darurat..hehe), sementara hari libur adalah untuk kegiatan pribadi (keluarga, hobi, dll). Draft buku memang masih jauh dari selesai, tapi kuputuskan untuk membagi waktu di tiap akhir pekan ini antara penyelesaian draft dengan hobi yang lain terutama ngeblog, biar blog nggak jadi sarang laba-laba 😊

3. Lakukan Segera, Jangan Hanya Jadi Wacana

Nah, penyebab sudah kita ketahui, alternatif solusi sudah ada, rencana kegiatan yang akan dilakukan sudah tersusun, apa lagi selanjutnya?

Lakukan segera! 

Ya, mumpung masih semangat nih..langsung saja ambil tindakan. Go action! Karena kalau ditunda-tunda, biasanya malah tak terlaksana dan tinggal menjadi wacana saja.. Ih..jangan sampai yaa…

4. Paksa Diri Untuk Mulai Menulis

Lho…melakukan sesuatu dengan paksaan, apakah hasilnya akan baik?

Ya, kita memang sering mendengar/membaca bahwa keterpaksaan sering membawa hasil yang tak sesuai harapan. Tapi ada kalanya kita -atau lebih tepatnya aku- tak jarang mendapati hal yang sebaliknya. Awalnya terpaksa namun bisa membawa hasil baik juga. Memaksa diri berani menghapus rasa trauma misalnya, hasilnya tidak hanya trauma yang hilang namun juga kesempatan-kesempatan baru terbuka lebar. Itu salah satu contohnya.

Nah, begitu pun dengan memaksa diri untuk kembali menulis. Awalnya kurasakan berat, teringat draft buku masih kurang 3 Bab lagi sementara tenggat waktu semakin dekat, namun aku telah menetapkan bahwa akhir pekan ini harus ada minimal 1 tulisan baru di Lalang Ungu. Maka aku memaksa diriku untuk melupakan draft, IG, Twitter, FB, dan juga WA, fokus membuka dasbor blog dan klik add new pada fitur post di dasbor blog.

Hmm..mau nulis apa nih?

5. Memilih Tema Yang Ringan & Menyenangkan

Hasil diskusi di WAG GR tadi sore antara lain adalah sebaiknya memilih tema yang ringan dan menyenangkan saat kita baru mulai menulis lagi.  Naah..definisi ringan dan menyenangkan ini bisa berbeda-beda untuk tiap orang ya.. Subyektif sekali.

Aku pribadi memaknai definisi materi tulisan ringan dan menyenangkan ini adalah materi yang mudah dituangkan dalam tulisan sehingga proses penulisan menjadi menyenangkan, tidak membebani misalnya harus riset dll.. Yang paling dekat dengan definisi ini adalah cerita keseharian kita, atau hal-hal yang kita lihat/temukan terjadi di lingkungan/sekeliling kita.

Saat akan mulai menulis tadi, aku pun berpikir, apa yang akan kutulis kali ini? Pengalaman melipir piknik tipis-tipis beberapa waktu lalu, pengalaman mengikuti beberapa kelas online, lebaran kedua kami di era pandemi ini, atau apa?

Hey..kenapa tidak menulis rangkuman diskusi di WAG GR tentang solusi atasi mager ngeblog saja?

Sahabat Lalang Ungu, inilah hasil dari memaksa diri mulai menulis lagi kali ini. Rangkuman singkat tentang hal-hal yang bisa kita lakukan untuk atasi mager ngeblog. Bagaimana pendapat teman-teman? Punya tips lain tentang hal ini? Yuuk..bagi di kolom komen yaa.. Terima kasih sebelumnya..

NB : Terima kasiiih untuk founder Gandjel Rel dan juga GRes semua untuk diskusi ndaging yang memberi solusi atas kebuntuanku.. *peluuuuuk…

59 thoughts on “5 Hal Yang Bisa Kita Lakukan Untuk Atasi Mager Ngeblog”

  1. Kalau aku kayaknya hal yang bikin mager ngeblog itu kalau nggak ada deadline. Asli kalau nggak ada job bawaannya santai males nulis padahal banyak draft menanti. Hihi. Mungkin ke depannya draft tulisan organik juga harus dikasih deadline biar tetap semangat nulisnya

  2. Saya selalu nyemangatin diri kalo udah lama gak update blog. Saya ingetin lagi diri saya bahwa saya mencapai DA PA yang sekarang itu gak mudah. Harus disiplin. Kalo gak mau DA PA jeblok lagi, ya harus rajin update postingan, meski gak tiap hari juga. Trims tipsnya mba.

  3. Saya biasanya kalau pas kerjaan banyak banget, baru sadar kalau belum ada postingan baru dalam sebulan misalnya. Seketika langsung cari ide, dan memaksakan menulis. Hasilnya sih ampuh, ada postingan yang terbit. Tapi kadang kualitas tulisannya saya sendiri nggak puas. Jadi setelah itu biasanya saya baca lagi, dan edit lagi.

  4. Kalau ga dipaksa memang ga akan nulis nulis ya mbak. Saya akui sendiri apalagi kalau udh ketemu kasur trus scroll sosmed. Tapi sya ingat bahwa dulu sya ngotot banget ingin ngeblog. Jadi harus sya perjuangkan

  5. menurutku memang perlu buat jadwal yaa kak. ini teguran buat aku juga nih karena aku masih suka bolonng2 ngeblognyaa.. ini lagi susah juga atur waktu sejak nggak lagi pakai ART, jadi colong2an dehh kalau mau buka laptop heheh

  6. Sebagai sahabat lalang ungu , saya sering mengalami seperti ini. Banyak sih penyebabnya. Tapi kadang kasian sama #TemenAip yang mungkin menunggu update an blog. Makanya Saya suka melakukan poin 4 dan 5. Yang penting update aja dulu. Kalau tidak sempurna, suka saya edit lagi kalau moodnya bagus.

  7. Betul Mbak, kalau di saya yang cocok itu nulis yang ringan dan menyenangkan. Based on experience sendiri. Hihi. Ngomongin travelling biasanya lancar jaya. Kadang ada kerjaan tapi kok belum mood nulis tentang itu, mood-nya malah nulis yang lain. Akhirnya saya jabanin aja, biasanya malah jadi semangat lagi buat ngerjain kerjaan.

    Semangat terus ngeblog-nya!

  8. Mbaaak aku banget nih, makasih banget resepnya. Aku mager banget kalo lagi deadline dan meeting kerjaan banyak banget. Jadi ada tekanan gitu ngeblog huhu. Padahal ngeblog bisa healing kan ya

  9. Kalau aku mam, ide nulis banyak, tapi ya gitu, kadang ngga disiplin. Bulan lalu coba bikin jadwal dan hasilnya positif. Bulan ini bikin jadwal lakai gadget malah kacau. Harus balik ke cara manual lagi kayaknya

  10. Lakukan segera, jangan hanya wacana. Beughh, bener mbak. Intinya jangan berlarut-larut malasnya, nanti keterusan. Malah jadi malas terus, dan susah untuk mulai rajin lagi. Pengalaman soalnya…hahahaha

  11. saya sempat dilanda mager ngeblog selama dua tahun lamanya, Mba, syukurlah dua bulan terakhir semangat ngeblog mulai kembali lagi

  12. Iya banget banget banget, kak.
    Menulis itu kalau keseringan ditunda, pada akhirnya hanya mandeg di draft.
    Yakin deh.

    Tapi untuk melangkahkan jari pada kalimat pertama, juga…susah.
    Hahha…ini moody banget.

  13. aku sering nih mager nulis. alasannya banyak, kadang mau nulis anaknya ga bolehin. Pakai hp biasanya kan, tapi jari2 dah ga mampu ngetik lama. hahaha..

    jadi kadang aku nyalain VN terus ngomong sendiri untuk bikin draft dadakan.
    intinya selang seling sama postingan yg ringan biar kepala mikirnya enteng juga >.<

  14. Saya nih lagi mager ngeblog karena pikiran riweh huhuhu
    Padahal ada ide tapi banyak capeknya kalaus sudah malam

  15. hehehe iya bener mbak, harus dipaksakan untuk menulis yaa. kalau enggak ya udah, bablas deh ide-ide menguap begitu saja dan lupa. thanks pengingatnya mbak

  16. makasiiih mba untuk tips – tipsnya yaaa.. aku juga selalu ingatkan diri.. aoalagi kaua udah banyak foto dan perjalanan dan cerita.. banyak yang menumpuk hehehe

Leave a Reply to indah savitri Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *