“Alhamdulillah..maturnuwun nggih, bapak-ibu.. Pas banget ini mau masak untuk makan siang, alhamdulillah menu untuk pengungsi beberapa hari ke depan bisa lebih bervariasi…”
Sahabat Lalang Ungu, ucapan terima kasih disertai pandang mata berbinar dan senyum merekah dari ibu-ibu relawan Dapur Umum saat menerima sedikit bantuan yang kami sampaikan kemarin, sungguh membuat hati tergetar. Hasil kebun kami yang tak seberapa, insya Allah bermanfaat..
Oya, tulisan berikut ini bukan bermaksud riya’ ya teman-teman…sekedar berbagi cerita bahwa kita bisa berbagi dengan beragam cara..syukur-syukur ada yg terinspirasi, hehe..
Hujan lagi..banjir lagi..
Beberapa hari belakangan ini, hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, memperparah kondisi rob yang terjadi di sebagian wilayah, sehingga beberapa daerah pemukiman di kota kami terendam air.
Saat tulisan ini dibuat, 3 Kelurahan di Kota Pekalongan yang sebagian wilayahnya masih terendam air / banjir adalah Clumprit Kel Degayu (Pekalongan Utara), Pasirsari Kel PasirKratonKramat (Pekalongan Barat) dan daerah Gebang Kel Gamer (Pekalongan Timur).

Berbagi Hasil Kebun, Mengapa Tidak?
Sedih dan prihatin rasanya ketika teman-teman yang bertugas di lapangan menyampaikan kondisi sebagian wilayah binaan mereka yang terendam banjir.
Sawah menjadi kolam besaaar, kebun-kebun percontohan KRPL banyak yang rusak dan terendam dan sebagian warga mengungsi ke Balai Kelurahan karena air sudah masuk ke rumah mereka. Belum lagi akses jalan terhambat banjir 😔
Rasa prihatin memunculkan niat untuk meringankan beban mereka, semampu kami. Sebagian besar warga sudah mulai bergetak membantu. Penggalangan dana untuk sumbangan sudah dimulai, relawan-relawan pun telah bergerak terjun ke lapangan. Ya, memang ada banyak cara kita membantu korban bencana.
Tapi, apa yang bisa kami perbantukan saat ini?
Dana, tenaga dan waktu kami saat ini masih terbatas, namun kami juga tak ingin berpangku tangan saja. Alhamdulillah saat ini kami tak termasuk daerah terdampak, dan rasa syukur itu bisa kami wujudkan dengan membantu meringankan beban mereka yang membutuhkan, bukan?
Hasil Kebun BPP-Dinperpa
Mengapa kita tidak menyumbangkan hasil kebun kita saja?
Seorang teman melontarkan ide yang pada akhirnya disepakati bersama. Memang kami mengelola sedikit lahan percontohan budidaya. Dan alhamdulillah, saat itu ada beberapa jenis tanaman sayur di kebun percontohan kami yang sedang masuk masa panen.
Setelah diinventarisir, ternyata lumayan juga hasilnya. Ada Kangkung, Sawi, Terong, Timun, Daun Bawang dan Cabe Rawit yang sudah dapat dipanen. Segera kami menyebar ke sudut-sudut kebun, memetik dan mengumpulkan sayur-mayur tersebut.

Hasil Kebun KWT Binaan Dinperpa
Ternyata tidak hanya kami di kantor yang mempunyai ide ini, anggota dari kelompok binaan kami pun ingin menyumbangkan sebagian hasil kebun mereka.
Salah satunya adalah dari KWT Guyub Rukun Medono yang menyumbangkan Daun Kenikir dan Pare Belut hasil kebun mereka untuk disampaikan juga ke Dapur Umum bersama hasil kebun Dinas. Alhamdulillah… 🤗

Begitulah, setelah semuanya terkumpul maka akhirnya pada 17-18 November 2021 lalu kami mewakili dinas dan kelompok binaan, menyambangi 2 lokasi Dapur Umum di 2 kelurahan terdampak banjir kali ini, membawa hasil kebun kami dan beberapa jenis titipan lain.

Penggalan percakapan kami yang kutuliskan di awal, pemandangan ibu-ibu-ibu yang sibuk menyiapkan masakan di dapur umum, bahkan kenyataan bahwa sebagian sayuran yang kami bawa langsung dieksekusi saat kami masih di sana, sungguh berhasil menerbitkan haru di sudut hati kami.

Kondisi tempat masak / Dapur Umum itu sendiri terlihat darurat. Di salah satu kelurahan menggunakan tenda yang didirikan di halaman Kantor Kelurahan -berdampingan dengan aula yang digunakan sebagai tempat pengungsian- sedangkan di kelurahan yang satu lagi menggunakan teras kantor kelurahan itu yang kemudian hasilnya didistribusikan ke warga di RT/RW yang terendam banjir.
Meski ruang masak sederhana dan alat-alat masak pun seadanya, tampak ibu-ibu PKK dan sukarelawan tetap semangat mempersiapkan masakan untuk para korban banjir di wilayahnya. Jempoool untuk semuanya..semoga Allah melimpahkan berkah untuk para relawan semuanya. Aamiin..
Sahabat Lalang Ungu, itulah sedikit ceritaku kali ini. Mohon doa ya..semoga banjir di kota kami -maupun di daerah-daerah lainnya – segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Aamiin..
Berbagi dari hal yang sederhana ya mbak, lihat nya ikut bahagia.. Semoga ndang surut robnya, aamiin
aamiin..
Berapa pun bantuan yang diberikan, insyaallah bermanfaat, apalagi sayuran yang langsung dieksekusi oleh relawan. Dan insyaallah bukan riya’ kok mbak, justru bisa menginspirasi pembaca dan mengikuti jejak mba Tanti
insyaallah
Hasil Kebun BPP-Dinperpa banyak ragamnya ya dan bisa bantu korban banjir begini luar biasa banget. Ikut bersyukur dan mendoakan, semoga berbagai wilayah di Indonesia tidak lagi dilanda bencana alam dan banjir ya. Suka ngilu kalau lihat berita mengenai banjir dan sungguh tak bisa membayangkannya
Aamiin.. terima kasih doanya..
Kak Tanti meliput langsung?
Keren sekali ini idenya…memang bala bantuan pangan begini sangat dibutuhkan ketika sedang ada bencana tak terduga begini. Gerak cepat, mashaAllah… Saling bantu dan bahu membahu.
Salut dan doa terbaik untuk semua tim.
kebetulan ditugasi utk mewakili menyampaikan bantuan ini, Teh..
Alhamdulillah~
Jadi paham dan mengerti betul kondisi yang sebenarnya yaa, kak Tanti.
Bagaimana hasil kebun ini sampai ke lokasi bencana.
Barakallahu fiikum~
Di tempat aku Kalimantan juga lagi banjir nih masya Allah semoga bantuannya bisa bermanfaat ya, salut banget dari kebun bisa manfaat
semoga banjir di Kalimantan lekas surut juga.. aamiin..
Kenapa ngak kepikiran ya buat berikan bantuan hasil kebun ini. Padahal juga pasti banyak yang membutuhkannya. Berkah selalu mba
terimakasih mba..
Semoga musibah banjir tidak terjadi lagi ya mbak. Senang banget rasanya ada saling bekerjasama antar sesama warga. Hasil dari kebun bisa membantu dapur umun juga.
aamiin..semoga mba..
Paling sedih kalau banjir gtu ya mbak 🙁
Tp emang kadang suka gmn gtu kalau bantuan makanannya mie instan
Bantuan hasil kebun ini bagus juga idenya asalkan memang ada relawan yang bantuin utk memasak kyk bikin dapur umum gtu ya
Soalnya kalau sayur kan bagus buat nutrisi dan imun, apalagi kalu kejadiannya pas pandemi gini ya
betul mba..kami pastikan dulu ada dapur umum dan mereka menerima jenus bantuan spt ini..
Alhamdulillah hasil panennya segar2 banget. ini berkah buat binaan dinperpa ya. bisa berbagi kepada yg sedang alami banjir. semoga bantuan ini dapat meringankan beban mereka.
semoga.. aamiin..
apapun bantuannya pasti berguna kalo lagi kondisi bencana begitu sih menurutku, justru bagus nih hasil panen dari kebun, fresh-fresh banget yaaa
ya mb..sebelumnya kami tanya dulu juga sih, biar nggak kebuang kalau nggak sesuai harapan
Masya Allah keren idenya mbak. Bantuan sayuran yang diberikan pasti bermanfaat sekali. Dijamin segar karena petik langsung kebun. Nggak kepikir sampai ide sederhana ini terealisasi. Semoga setelah ini kebunnya dinas makin subur agar bisa dinikmati lagi hasilnya
aamiin.. maturnuwun..
Seru sekali. Bisa turun langsung buat membantu korban banjir.. Semangat terus kak.
terima kasih, Kak..
Masyaalah, memberikan hasil kebun juga sangat bermanfaat dan membantu mbaaa. Apalagi hasil kebunnya segar-segar gitu.. Alhamdulillah stok makanan untuk korban banjir jadi aman ya mbaa..
meski sedikit, insyaallah bermanfaat ya mba..
Bermanfaat banget ya hasil kebunnya Mba..Alhamdulillah. Semoga menjadi limpahan pahala buat Mba dan para donatur serta sukarelawan banjir lainnya…. Aamiin Allohumma Aamiin
alhamdulillah.. aamiin..
Kebayang rasa bahagiamu berlipat2 ya mbak. Udah berkebun itu bisa bikin happy, menghasilkan nambah happy plus bisa meringankan beban orang yg kesusahan. Barakallah mbak ikutan bahagia
iya Muna..kami merasa bahagia, smoga bisa sedikit meringankan beban mereka
Alhamdulillaaah berkah hasil kebunnya. Jadi para korban banjir bisa menikmati makanan bergizi. Semoga banjirnya segera surut.
Aamiin..
Aamiin, semoga banjir segera surut ya, Mbak. Alhamdulillah, terharu sekali dengan kepedulian masyarakat terhadap korban banjir. Hasil kebunnya pasti bermanfaat sekali, variasi makanan jadi lebih beragam.
iya mba.. alhamdulillah..
Alhamdulillah ya mba berkah di musim hujan sawi2nya panen semua, semoga meringankan warga2 yang kena musibah ya 🙂
iya mba..alhamdulillah..jadi semangat nanam2 lagi nih..
Terharu deh membacanya Mbak Tanti. Ketika saudara-saudara kita yang membutuhkan, apapun yang kita punya yang bisa kita berikan, termasuk hasil kebun, semoga bisa meringankan. Amin
terima kasih sdh mampir mba Evi..kami pun terharu ketika menyadari sesuatu yg tak seberapa ini ternyata bisa berarti besar bagi yg membutuhkan..
Alhamdulillah, hasil kebun bisa untuk berbagi buat warga yang kena banjir. Semoga berkah mbak…
aamiin..
Ya Allah, semoga warga yang kena musibah banjir segera bangkit dan seperti sedia kala, Mbak Tanti. Bahagianya bisa memberi bantuan dari kebun sendiri. Masya Allah.
aamiin.. terima kasih, mba..