LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

4 Kuliner Kenangan

Menikmati 4 Kuliner Kenangan di Sidoarjo dan Kartosuro

| 53 Comments

Menikmati 4 Kuliner Kenangan di Sidoarjo dan Kartosuro. Salam, Sahabat Lalang Ungu… Tak terasa sudah hampir pertengahan Bulan Desember, yang artinya Tahun 2021 akan segera berlalu. Semoga sahabat selalu sehat dan bahagia ya..

4 Kuliner Kenangan

Silaturahmi Keluarga Sebagai Ganti Wisata Bersama

Akhir Desember biasanya merupakan salah satu waktu yang dinanti di keluarga kami, karena di libur akhir tahun hampir selalu kami agendakan wisata bersama. Namun, Desember tahun ini terasa berbeda. Kami kurang antusias merencanakan piknik bareng, karena ibu/Yangti-nya anak-anak tak lagi ada bersama kami.

Sebagai gantinya, kami bersilaturahmi ke keluarga Oom (adik alm Bapak) di Sidoarjo, beliau satu-satunya sesepuh keluarga kami yang masih sugeng  saat ini, dan acara silaturahmi ke Keluarga Oom ini sekaligus untuk mewujudkan keinginan almh ibu untuk bersilaturahmi ke sana yang sempat beberapa kali tertunda karena pandemi.

Alhamdulillah perjalanan Pekalongan-Semarang-Sidoarjo PP berjalan dengan lancar dan relatif cepat. Dari Pekalongan Jumat siang, menjemput keluarga Semarang lalu habis ashar bablas ke Sidoarjo via tol dan sampai penginapan di Krian sekitar pukul 10 malam. Sedangkan saat pulang, start dari Sidoarjo sekitar jam 9 pagi, mampir makan siang dan silaturahmi keluarga di Kartosuro sebentar, lalu lanjut ke Semarang dan sampai di Pekalongan sekitar Maghrib. Rata-rata 5-6 jam perjalanan kami.

Sepanjang acara jalan bareng ini tentu saja diwarnai dengan banyak rindu dan kenangan akan alm & almh bapak-ibu dan juga kakak sulung kami. Di jalan, di penginapan apalagi saat di rumah Oom dan keluarga Kartosuro, ingatan ke almh ibu sangat kuat. Momen kebersamaan pertama kami tanpa almh ibu sungguh terasa sepi. Tapi kami tidak boleh larut dalam duka. Kami yakin, almh ibu pun tak ingin kami begitu..

Silaturahmi Kelg Soeranto

Alhamdulillah…putra-putri Bp Soeranto bisa bersilaturahmi lagi dengan Oom Rudi, adik bungsu beliau…

Ah..cukup sudah bicara tentang duka dan rindu yaa.. Sahabat Lalang Ungu, kali ini aku akan cerita tentang kuliner yang kami nikmati kemarin ya.. Tentu saja selama Jumat-Sabtu itu kami tidak hanya menikmati 4 kuliner itu saja, tapi ke-4 kuliner yang akan kuceritakan berikut ini menyimpan banyak kenangan di keluarga kami.

Rawon

Salah satu masakan khas Jawa Timur ini bukan menu yang asing bagi keluarga kami. Rawon adalah salah satu pilihan menu yang sering muncul di acara kumpul-kumpul keluarga kami, terutama bila almh ibu memasak sendiri.

Alasannya selain karena memang kesukaan keluarga, menu ini cukup praktis : satu menu sudah komplit ada sumber protein nabati (tempe/tahu goreng) dan hewani (daging dan telur asin rebus), juga ada sayuran sebagai pelengkap (taoge, timun, kemangi), tinggal nambah nasi, kerupuk dan sambel..hehe..

Kuliner Kenangan Rawon

Yang ini Rawon a la salah satu resto di Rest Area Tol Solo-Ngawi

Nah, mumpung sedang trip ke Jawa Timur, menu inilah yang menjadi pilihan kami ketika istirahat dan makan malam di salah satu rest area Tol Solo-Ngawi malam itu. Dan ternyata, keesokan harinya tante juga menyajikan Rawon saat makan siang di rumah beliau.

Rupanya beliau ingat masakan kesukaan kami ini, dan tentunya maknyuuuus rasa Rawon masakan tanteku ini, yang khas menggunakan daun Brambang / Bawang Merah sebagai pelengkapnya.

Nasi Rawon kuliner kenangan

Yang ini Nasi Rawon a la Tante Rudi

Lontong Kupang / Kupang Lontong

Sepulang dari rumah Oom, sore itu adik-adik (putra Oom) mengajak kami mampir makan Lontong Kupang di sentra kuliner daerah Gedangan Sidoarjo.

Belum sah ke Sidoarjo kalau belum menikmati salah satu ikon kuliner Sidoarjo itu, begitu kata mereka. Hayuuuklaah… 😊

Di Sentra Kuliner Gedangan Sidoarjo

Mampir di Sentra Kuliner Gedangan Sidoarjo

Ah..saat sepiring Lontong Kupang tersaji di depanku, kenangan bertahun lalu pun menyeruak muncul di benakku, bahkan sempat ‘mengembunkan’ mataku. Kenangan kebersamaan keluarga kami menyantap Lontong Kupang berbelas tahun lalu di kawasan Pantai Kenjeran Surabaya. Saat itu keluarga kami masih lengkap : bapak-ibu bersama 5 anak, diantar Oom sekeluarga.

Aku pun segera mengusir rasa haru yang muncul dengan berfokus menikmati sajian Lontong Kupang di depanku. Kalian sudah pernah makan? Kalau belum pernah, nih kuberi tahu ya tentang kuliner khas Sidoarjo yang satu ini.

Kupang Lontong

Sepiring Lontong Kupang khas Sidoarjo

Sepiring Lontong Kupang / Kupang Lontong ini terdiri dari irisan lontong, Kupang putih -semacam kerang kecil-kecil berwarna putih dan irisan Lentho -semacam perkedel dari singkong- yang kemudian diguyur dengan kuah yang sudah dibumbui dengan petis, bawang putih dan gula. Ditaburi bawang putih goreng saat akan disajikan dan bila suka lebih sedap ditambah perasan Jeruk Nipis. Hmm..cita rasanya gurih, manis dan sedikit asam. Sedeeep 😋

Oya, sebelumnya ku sempat browsing tentang kuliner ini dan ternyata Kupang itu sendiri selain enak juga bermanfaat bagi tubuh karena memiliki kandungan asam amino esensial yang dibutuhkan oleh tubuh namun tidak bisa diproduksi oleh tubuh manusia sendiri sehingga harus diambil dari bahan makanan antara lain dari Kupang ini.

Es Kopyor & Kupang Lontong

Pasangan ideal : Lontong Kupang & Es Kopyor / Kelapa Muda / Degan

Pelengkap sajian Lontong Kupang ini antara lain Sate Kerang dan minumannya yang paling pas adalah degan / kelapa muda. Selain menyegarkan, kelapa muda juga membantu sebagai penawar bagi mereka yang sensitif terhadap seafood.

Bestik Kumplit dan Suryo Ndadari

Kalau Bestik teman-teman mungkin sudah tak asing ya?

Perkawinan menu Belanda-Jawa yang konon namanya berasal dari pelafalan beef steak oleh lidah Jawa, namun penampilannya jelas berbeda. Sepiring Bestik terdiri dari irisan daging (sapi/ayam) ditemani telur pindang, sayuran a.l selada, wortel dan kentang, dan berkuah encer warna cokelat yang bercita-rasa manis-asam nan segar.

Kuliner kenangan Bestik

Bestik Kumplit a la Mbah Semar

Nah.. kalau Suryo Ndadari sudah tahu belum?

Itu bukan nama tarian atau tembang di Kota Solo lho, melainkan salah satu menu jadul yang bisa kalian temui di salah satu rumah makan legendaris di Jl. Adi Sumarmo daerah Kartosuro yang spesialis menyediakan menu-menu tempo doeloe.

Suryo Ndadari ini adalah varian lain dari bestik, terdiri dari irisan daging, kentang, timun, wortel dan telur, dengan kuah encer berwarna coklat bercita-rasa manis-asam segar . Nah yang membedakan dengan bestik adalah telurnya didadar. Mungkin dari sini nama Suryo Ndadari ini berasal, dalam bahasa Jawa, Suryo = matahari sedangkan Ndadari = purnama. Oya ada keripik kentang sebagai pelengkap hidangan ini.

Suryo Ndadari Mbah Semar Kartosuro

Suryo Ndadari : Bestik dengan Telur Dadar

Sudah beberapa tahun kami tidak menikmati menu-menu jadul di rumah makan kecil ini. Suasananya masih seperti dulu, sayangnya tempat ini tidak mempunyai tempat parkir yang representatif dan terpaksa parkir di pinggir jalan Adi Sumarmo yang relatif ramai namun tak terlalu lebar itu.

Sahabat Lalang Ungu, itulah sekelumit ceritaku tentang 4 kuliner kenangan yang kami nikmati pada acara Jalan Bareng keluarga kami. Apakah kalian juga suka ke-4 kuliner itu? Yuk bagi ceritanya di kolom komen ya… Terima kasih…

53 Comments

Leave a Reply

Required fields are marked *.