LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

My Random Thought : Dari Kota Hujan ke Kota Suci

| 22 Comments

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar hari ini? Semoga tetap sehat dan bahagia ya.. Oya, kali ini aku hanya ingin menuliskan beberapa hal yang mampir dipikiranku di akhir pekan ini. So, untuk kalian yang alergi baca cerita-cerita curhat gak jelas seperti ini, sila skip saja tulisan ini..hehe..

Rindu Kota Hujan

1 September adalah hari bersejarah untuk almamater tercinta, dan tahun ini adalah Dies Natalisnya yang ke 59. Selamat yaa..

Selamat 59th, almamater..

Ah, pikiranku melayang ke sekitar tiga Dasa Warsa lalu, saat pertama kali menginjakkan kaki di kota Bogor dengan diantar oleh bapak-ibu dan kakak-adikku.

Lhaah..rombongan mo piknik apa gimana tuuh??

Ya, tampak seperti itu ya, hehe…. Momen waktu itu adalah saat cari kost sebelum mulai kuliah perdana 2 minggu kemudian. Alm bapak memang tak pernah tanggung-tanggung memberikan perhatian beliau ke semua anak-anaknya. ‘Terjun langsung’ mencari kost untuk anak wedok -yang notabene belum pernah jauh dari keluarga- hanyalah salah satu contoh kecil saja. Duuh..jadi kangen bapak-ibuk..

Dengan dipandu salah seorang kakak kelas, kami berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, hingga akhirnya pilihan jatuh pada rumah beralamat di Jl. Gunung Gede 39. Rumah tersebutlah yang memenuhi sebagian besar kriteria alm bapak saat itu untuk menjadi tempat tinggal anak gadis bontotnya selama di kota hujan, minimal di tahun pertama.

Selanjutnya selama kurun waktu 4 tahun berikutnya, aku sempat berpindah ke 2 tempat kost lain yaitu di Jl. Belitung 13 dan di Babakan Raya (Bara) IV/17 Dramaga. Alhamdulillah semuanya merupakan tempat yang nyaman untuk tinggal, belajar dan bersosialisasi selama di Kota Hujan itu.

Selain cari kost, saat pertama di Bogor itu kami juga melihat-lihat lingkungan kampus yang ada saat itu, yaitu kampus pusat di Baranangsiang, kampus fak peternakan (kalau tidak salah di Jl. Lodaya, yang ada masjid Al Ghifari) dan kampus FKH di Taman Kencana.

Kampus IPB Baranangsiang

Salah satu gedung bersejarah buatku di Kampus Baranangsiang, tempat daftar ulang mahasuswa baru kala itu..

Perkuliahan tahun pertama (Tingkat Persiapan Bersama / TPB) paling berkesan bagiku. Diawali dengan sistem matrikulasi selama 2 bulan, lalu kuliah & praktikum full senin-jumat dan ujian di tiap hari sabtu nya. Wow banget deh bagiku yang juga masih harus berjuang untuk keluar dari zona nyaman ‘anak papa’ dan menjadi lebih mandiri 😁

Overall, 4 tahun digembleng di Kampus Rakyat itu memang meninggalkan banyak kenangan dan pelajaran bagiku. Tak semua kenangan manis memang,  tapi semua pelajaran hidup yang kuperoleh di sana mendewasakanku dan menjadi bagian yang membentukku menjadi aku sekarang. Alhamdulillah..

lorong kampus baranangsiang

Salah satu lorong kenangan di kampus Baranangsiang

Sekali lagi, selamat untuk almamaterku tercinta, semoga jaya selalu dan sebagaimana harapan Presiden Jokowi dalam pidatonya pada Dies Natalis ke-59: semoga ini menjadi momentum bagi civitas academica kampus ini untuk berdiri terdepan menyelesaikan masalah-masalah pangan dan pertanian di negeri ini, menghasilkan lebih banyak inovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan.

Bogor akan selalu menjadi kota kenanganku, tempat pertama aku ditempa pada awal masa dewasaku. Pahit-manisnya pengalaman di sini memperkaya jiwaku. Empat tahun berharga yang merubah si ‘anak papa’ yang minderan menjadi gadis muda yang lebih berani dan mandiri.

Rindu Tanah Suci

Minggu lalu beberapa kali aku bersama teman-teman silaturahmi ke rekan-rekan yang baru pulang dari ibadah haji. Dan kisah pengalaman mereka di tanah suci, selalu saja kembali membuat hati ini bergetar. Sejak awal masa haji di mana lebih banyak cerita maupun visual ibadah dan suasana di tanah suci meramaikan timeline dunia maya, rasa rindu itu terasa dan makin menjadi.

Pengalaman rohani di tahun 2011 saat pertama kali menunaikan ibadah haji beradu cepat muncul dengan pengalaman rohani di tahun 2018 lalu, semuanya indah, berkesan dan menerbitkan rindu untuk mengulangnya kembali.

Ka'bah & Thawaf

Kali pertama kutatap Kiblatku, aku hanya mampu terpaku sambil berurai air mata – memori haji 2011

Duluu..aku sempat heran bila membaca berita / mendengar cerita ada orang yang ke tanah suci berulang kali, yang merasa tak cukup hanya sekali. Ngapain? Kangen? Apa yang ditemui/dirasakan di sana yang menyebabkan hal itu?

Tapi keheranan itu luruh tak berbekas ketika akhirnya aku merasakannya sendiri. Ibadah di sana memang se-ngangeni-itu! Tak dapat kuuraikan dengan pasti tentang alasannya, namun aku yakin dengan apa yang kurasakan : begitu rindu, ingin selalu dan selalu…kembali ke sana!

Rindu Ka'bah...

Makkah, Desember 2018

Terpatri dalam ingatanku, saat ku bersimpuh di depan Ka’bah pada hari terakhirku di Makkah tahun 2011. Sambil bercucuran air mata, deras kulantunkan asma-NYA, memohon keberkahan dan juga kesempatan kembali ke sana bersama orang-orang terkasih. Doa yang sama kembali kupanjatkan di hari terakhirku di Makkah dan Madinah pada 2018 lalu. Doa sama yang masih selalu terucap di tiap sujudku.

Di Pelataran Masjid Nabawi Madinah

Pagi syahdu di pelataran Masjid Nabawi Madinah yang selalu ngangeni…

Sebagai perwujudan keseriusan doaku, beberapa bulan sepulang haji dulu, aku kembali membuka rekening khusus untuk keperluan umrah, begitupun sepulang umrah 2018 lalu. Kenapa harus buka rekening khusus? Alasannya bisa kalian baca di tulisanku tentang tips menabung ONH.

Dan saat ini, kembali kunikmati kerinduan untuk kembali bersimpuh di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan masjid-masjid suci lainnya di sana. Semoga Allah memberi kemudahan dan kesempatan bagi kami untuk kembali menuntaskan rindu yang satu ini. Aamiin..

Sahabat Lalang Ungu, itulah dua pemikiran acak yang sempat memenuhi benakku akhir pekan kali ini. Kenangan di awal masa dewasa yang penuh pembelajaran dan juga kenangan akan pengalaman rohani yang bagiku sangat berharga. Kutuliskan kembali dengan penuh rasa syukur, dan juga harapan semoga pengingat dan penguatku di waktu-waktu ku terpuruk.

Sampai jumpa di tulisan-tulisan random-ku berikutnya yaa..

Oya, tulisan lain tentang haji & umrah bisa dibaca di kategori haji & umrah

22 Comments

  1. Duuh mbak Tanti, aku juga memiliki kerinduan pada dua tempat yang sama dengan mbak Tanti. Bogor, dulu aku pernah bekerja di sana. Mekah Medinah, kota impian yang selalu aku rindu karena ingin sekali beribadah di sana. Tiap kali melihat kota Mekah atau Medinah, pasti air mata selalu menetes karena saking pengennya kesana.

  2. Membaca kekangenannya kepada tanah suci nyampe ke hati ini mba, ikut membayangkan bagaimana indahnya disana…
    Semoga Alloh berikan kesempatan diri ini dapat menginjakkan kaki disana. Aamiin

  3. MasyaAlloh, rasa rindunya pada tanah suci nyampe kesini. Semoga Alloh beri kesempatan diri ini dapat mengunjungi tanah suci. Aamiin

  4. Masyaallah , emang benar kata dilan rindu itu berat haha, apalagi sama tempat tempat yang sudah pernah kita singgahi tahunan ya , semoga sehat dan di beri kemudahan untuk kembali mengunjungi kota yang di rindukannya

  5. Selalu merinding tiap kali melihat foto tanah suci. Bergetar hatiku, pengen dimampukan ke sana dan beribadah di sana.

  6. Ternyata Mba Tanti alumni IPB ya sama dengan Abahku juga di IPB jurusan Kehutanan..aku juga kangen Tanah Suci banget semoga bisa berkunjung ke sana dan berdoa sebanyaknya aamiin.. semoga ada rezekinya ya Rabb..

  7. Wah rasa rindu tanah sucinya nyampe ke pembaca. Semoga diri ini diberikan kesempatan oleh Allah menginjakkan kaki ke tanah suci. Aamiin

  8. Masya Allah…

  9. Masya Allah pengen juga bisa ke Makkah dan Madinah mbak. Dapat amanah juga buat membadalkan umroh/ haji ibu.. semoga Allah mampukan

  10. Masya Allah mbak.
    Pengin umroh kesana.
    Doakan aku ya mbak, kalau njenengan umroh agar bisa juga kesana

  11. Bogor dan dua kota suci juga menjadi magnet bagiku untuk bisa berkunjung lagi.
    Keduanya ngangenin banget sampai kadang bisa nangis tak terasa. Dan membaca tulisan mba Tanti bikin makin melow, huhuuu
    Semoga kami pun bisa diberikan waktu terbaik mengunjungi dua kota suci, bersujud di depan Ka’bah dan berharap ampunanNYA.

  12. Ma syaa Allah barakallahi fiyk mbak, saya mupeng sekali, semoga Allah mengizinkan kaki ini ke sana ke tanah suci, dan bisa jalan jalan ke bogoragii

  13. Kadang aku juga merindukan masa-masa awal perkuliahan. Apalagi saat ada kesempatan berkunjung ke kampusku yang sudah banyak sekali perubahan. Aku sering membandingkan kondisi dulu dan sekarang. Andai dulu begini atau begitu dan semacamnya. Hehehe

  14. Masya Allaah mbak, dikau alumni IPB yaaa
    pastinya kalau anak-anak agriculture ITI sedang “sowan” ke Darmaga kalian bingung kaaan

    iya mbak aku juga kangeeen sekali ke Mekkah Madinah,
    my love will never end.

  15. Masyaa Allah ya, Aku pun yang membaca jadi ikut terbawa suasana mba. Belum berkesempatan untuk pergi ke tanah suci. Semoga segera dapat undangan ke sana AAMIIN. Mohon doanya ya mba :”)

  16. Aku yang belum sebulan pulang dari sana aja udah kangen lagi mbaaa… Iya ya, ga tau deh, ada rasa damai tak terkira dan ingin selalu berada di sana rasanya. Insya Allah kita semua dimudahkan untuk selalu kembali ke Mekah dan Madinah untuk beribadah lagi. Aamiin…

  17. Semoga dimudahkan untuk beribadah lagi ke tanah suci ya, Kak. Pengalaman spiritual yg tiada duanya.

    Makasih inspirasinya (utk buka rekening umroh).

  18. Selamat ulang tahun buat IPB. Banyak sodara saya yang kuliah di IPB dan akhirnya jadi orang-orang yang memang beneran berprestasi di bidang pertanian. Wah, coba seandainya di IPB ada jurusan kedokteran, barangkali saya bakalan milih belajar di situ juga..

  19. Baca tulisan ini,. aku juga jadi kangen sama almamaterku. Meskipun aku dulu sering bilang kalau aku merasa salah jurusan, tapi nyatanya, kampus dan lingkungan belajarku dulu tetap ngangenin. Aku pun sama, kayak njenengan, yang ke kampus pertama kali juga diantar bapak ibu, direwangi carter mobil. hahahha

  20. Selamat dan sukses ya IPB. Nggak banyak kenalanku yang kuliah di sana. Rata-rata lebih milih di kota lain. Ada yang bilang padaku bahwa masuk IPB itu cenderung lebih rumit. Tapi kalau mau berusaha, aku yakin nggak serumit yang temanku bilang ya…

  21. umrah itu memang selalu menghadirkan kerinduan ya, mbak. ibu saya juga malah niatnya pengen ke mekah itu 7 kali katanya. alhamdulillah sih ibu saya dimudahkan rezekinya buat berangkat umroh 2 kali. mungkin karena sudah diniatkan ya jadinya Allah mengabulkan

  22. Wahhh… mahasiswa jaket biru yah…. Main ke Bogor lagi mbak.. mari nikmati kemacetan dan keruwetan di sana 😀

Leave a Reply

Required fields are marked *.