Jurnal Anggrek 6: Memetik Hikmah dari Perjuangan Cattleya

Bunga C. Mantini

Hai Sahabat Lalang Ungu, kalian masih ingat nama bunga cantik ini?

Ya betul…itu adalah bunga Anggrek Cattleya Mantini, salah satu dari anggrek rawatan kami di rumah. Keelokannya saat mekar membuatku rindu bila lama tak melihatnya.

Bunga Cattleya umumnya muncul dari ujung daun-daun termuda di rumpunnya. Itu sebabnya, kami selalu merasakan kegembiraan bercampur harapan setiap kali melihat mulai tumbuh tunas daun muda di rumpun Cattleya.

Daun baru, harapan munculnya bunga baru…

Seperti waktu itu ketika menemukan rumpun Cattleya yang menempel di pohon Jambu Air kami menampakkan pertumbuhan tunas mudanya dengan baik. Ah..langsung saja harapan untuk menyambut mekar si Catty kian membuncah.

Namun kenyataan berkata lain. Harapan yang telah mengembang itu seketika harus pupus ketika suatu pagi di akhir Bulan November 2022 lalu kutemukan daun muda itu terkulai patah 😭

Tak tega membuangnya begitu saja, patahan daun muda itu kumasukkan ke dalam gelas berisi air, bercampur dengan potongan-potongan tangkai monstera adansonii yang saat itu sedang dalam proses propagasi dengan air.

Saat menyimpannya di air itu sebenarnya aku tak berharap banyak. Kalau ternyata potongan daun itu nantinya membusuk ya sudah akan kubuang, begitu pikirku waktu itu.

Tapi ternyata, si daun itu melakukan perjuangannya sendiri!

Hari berganti pekan dan pekan berbilang menjadi bulan, patahan daun Catty itu masih tetap bertahan hidup  hingga akhirnya pada suatu hari di Bulan Februari 2023, kutemukan beberapa tonjolan kecil berwarna putih di ujungnya, yang ternyata akar-akar baru! 😍

MasyaAllah…daun yang patah mulai menumbuhkan akar!

Ternyata perjuangan Si daun Catty itu untuk tetap hidup telah menunjukkan keberhasilan, dibantu dengan proses propagasi air. Alhamdulillah.. Sekitar sebulan berikutnya, masih kubiarkan dia dalam air, sambil berharap akar-akar baru itu akan memanjang.

Lalu seorang sahabat menyarankan untuk melanjutkan propagasi itu dengan menempel pada pohon karena biasanya akar akan lebih cepat berkembang dengan cara itu. Maka kusudahi propagasi air itu, dan bersiap menempelkannya ke pohon yang ada di rumah.

Maret 2023, akhirnya Si Catty muda itu memulai perjuangan hidupnya di rumah baru yaitu dahan pohon Belimbing. Batang rapuhnya kubungkus dengan sabut kelapa sebelum akhirnya kubebatkan ke dahan Belimbing. Bismillah…selamat berjuang Catty muda, semoga kau berhasil terus hidup, doaku saat itu.

Awal perjuangan hidup Si Catty muda di rumah barunya

Perawatan selanjutnya yang kuberikan padanya relatif sama dengan perawatan bunga-bunga anggrekku yang lainnya: penyiraman menggunakan Air Cucian Beras (ACB) berselang-seling dengan air rendaman kulit bawang dan rendaman daun Lidah Buaya.

Pertumbuhannya memang tidak tampak pesat, bahkan cenderung lambat. Tapi, hari demi hari mengetahui dia tetap hidup saja aku sudah sudah tenang, apalagi ketika perlahan terlihat akar-akarnya mulai tumbuh dan menempel kuat pada pohon inangnya.

April 2023, terpantau akar-akar baru mulai bermunculan 😍

Dan akhirnya rasa bahagia dan syukur itu semakin membesar ketika kemarin pagi menemukan ternyata telah ada tunas baru dari Catty muda. MasyaAllah…rupanya Si Catty muda telah memasuki tahapan baru dalam hidupnya: membangun keluarganya sendiri!

Januari 2024, Si Catty muda telah beranjak dewasa…

Ya Allah, tak terasa telah setahun lebih aku menyaksikan perjuangan hidup salah satu mahkluk-Mu. Dari hal yang tampak sepele ini aku memetik hikmah tentang rahasia sebuah takdir.  Meskipun tampak telah sekarat, bila belum sampai takdirnya untuk mati, maka ia masih bisa berjuang untuk terus hidup.  Siapa yang menyangka bahwa patahnya daun Cattleya waktu itu bukan berarti akhir sebuah kisah tapi justru awal kisah baru? Ikhtiar bukanlah upaya melawan takdir, mungkin bisa kita maknai sebagai upaya menjemput takdir baru.

Catatan Perjuangan Hidup Cattleya

Alhamdulillah…aku diberi kesempatan untuk mengambil pelajaran hidup sambil merawat tanaman dan sekarang menuliskannya di sini sebagai  catatan untukku dan semoga bisa bermanfaat bagi sahabat-sahabat yang membaca tulisan sederhana ini.

Sahabat Lalang Ungu, sampai sini dulu ceritaku kali ini ya… Sampai jumpa di kisah-kisah lainnya …

26 thoughts on “Jurnal Anggrek 6: Memetik Hikmah dari Perjuangan Cattleya”

  1. Keren kak, merawat anggrek itu nggak mudah lho. Perlu ketelatenan dan kesabaran ekstra, tapi pas bunganya mekar memang effortnya sepadan ya kak.

  2. Mengikuti pertumbuhan dan perkembangan tanaman hias kesayangan itu beneran jadi hiburan tersendiri loh, di antara hecticnya aktifitas sehari-hari.

    Saya juga suka dengan tanaman. Nggak harus mahal atau lagi nge-hits, pokoknya asal saya suka ya tanam aja. Kalau anggrek, semenjak 6 pot anggrek bulan saya hilang diambil orang beberapa tahun lalu, saat ini masih belum punya lagi.

  3. Wahh diabadikan untuk melihat perkembangannya ya kak, tapi pelajaran dari pengalaman yang kakak shari ini sangat berharga sih.

  4. Barakallah kerennya Catty muda itu.
    Kalau udah kuasa Allah memang gak ada yang bisa menandingi ya Bu Tanti. Semangat terus

  5. Cantik ya pantes ada artis siapa ya namain anaknya cattleya, mungkij dia pencinta anggrek hehe. Insight yang luar biasa, kita kadang salah memahami kebaikan sebagai keburukan, layaknya patahan tafi yang ternyata awal baru

  6. Salut dengan keuletan dan ketelatenan mengumpulkan semua dokumentasi seperti ini. Pastinya sangat terencana ya.
    Alhamdulillah akhirnya punya keluarga baru
    Semoga segera berbunga ya anggrek nya

  7. Wah saya baru tahu kalau Cattleya patah ini bisa jadi awal hidup barunya. Merawat tanaman memang bikin kita nemu filosofi di baliknya ya. Sebulab lalu tanaman melati saya sebanyak empat pot juga kering banget sampai kecoklatan dan kerontang. Gegara saya tinggal keluar kota seminggu lebih. Orang rumah pada nggak perhatian sama tanaman. Pas pulang saya berusaha menyelamatkan hidupnya pakai air beras dan terus membasahi tanahnya. Dua minggu kemudian, tumbuh tunas baru di beberapa batangnya. Kini melati saya juga hidup kembali setelah fase kritis.

  8. Bangga banget pastinya setelah melihat Cattleya akhirnya bisa tumbuh lagi dan nanti berbunga. Ada kepuasan sendiri ya kak. Saya juga gitu. Sama sama suka tanaman nih, saya kalo nanam apa aja pasti tumbuh, sayangnya tumbuhnya ya segitu aja gak jadi rimbun gitu. Mungkin saya emang kurang kasih nutrisi kali ya. Mau coba pake air cucian beras. Kalau air rendam kulit bawang itu gimana bikinnya? Next spill dong racikan racikannya ya.

  9. Keren banget lho mbaaa bisa budidayakan anggrek, karena termasuk bunga yg lumayan harganya kalau beli di luaran. Apalagi masa hidupnya lumayan awet juga bunga Anggrek

  10. Ah bener juga ya. Meski kelihatannya sakit, sekarat dan lainnya, tapi kalau Allah belum berkehendak buat bikin mati, gak akan mati. Pasti seneng banget deh tumbuhan yang dirawat bisa pulih lagi

  11. Suka sekali dengan anggrek ini, bunganya awet banget mekarnya hingga berbulan-bulan. Menjadikan pemandangan indah dengan keelokan bunganya.

  12. Mba Tanti telaten banget ya merawat tanaman. Dari tanaman yang hampir tak tertolong bisa jadi pulih dan survive. Salut.

  13. Mungkin, ketika waktu itu patahannya langsung dibuang, kita nggak akan pernah belajar soal perjuangan bertahan hidup. ah, betapa pelajaran berharga itu bisa datang dari apa saja.

  14. Selalu senang membaca tulisan jurnal anggrek ini. Salut sekali karena bisa mengebadikan pertumbuhan anggrek apalagi yang awalnya hampir mati. Seperti benar-benar merawat manusia. Terima kasih selalu menginspirasi mba.

Leave a Reply to Muhammad Gusti Apriansyah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *