Jurnal Anggrek 7: Ketika Tungau Menyerang

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga tetap sehat dan berbahagia ya.. Di catatan tentang anggrek kali ini, aku ingin cerita tentang pengalaman kami menghadapi serangan tungau pada tanaman anggrek rawatan kami.

Tungau, Apa Itu?

Tungau merupakan hewan berkaki delapan yang berkerabat dengan laba-laba dan masuk dalam sub ordo Arcarina. Dengan ukuran sangat kecil, mereka hidup di daratan maupun air, menjadi parasit pada hewan maupun tumbuhan.

Pada tanaman anggrek, tungau yang menjadi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disebut juga spidermite atau laba-laba merah yang meskipun ukuran tubuhnya super kecil sehingga tak terlihat dengan mata telanjang, namun kerusakan yang ditimbulkannya sangat nyata.

Tungau merah
Foto dari website agrokomplekskita

Bagaimana Ciri Anggrek yang Terserang Tungau?

Tanda utama yang terlihat pada tanaman anggrek yang terserang tungau ini adalah permukaan / bagian bawah daun terlihat kasar keperakan. Hal ini terjadi karena tungau menembus jaringan daun dan menyedot sari tanaman meninggalkan luka-luka kecil yang berwarna keperakan.

Daun terserang tungau
Daun yang terserang tungau berwarna coklat keperakan dan bertekstur kasar

Daun yang terserang tungau kemudian akan menguning, mengering dan gugur satu persatu, karena sari tanaman sudah habis terserap oleh OPT tersebut. Pada akhirnya tanaman dapat menjadi gundul tanpa daun, mengering dan mati.

Kehadiran spidermite dapat dideteksi dengan mengusap bagian permukaan bawah daun anggrek dengan menggunakan kapas/tisu. Apabila hasilnya terdapat bercak berwarna coklat kemerahan pada kapas/tisu tersebut maka itulah kumpulan tungau/spidermite nya.

Bagaimana Cara Berantas Tungau pada Anggrek?

Serangan tungau biasanya terjadi pada musim kemarau di mana kondisi hangat dan kering merupakan kondisi yang cocok untuk perkembangannya. Oleh karenanya untuk mencegah perlu ditingkatkan kelembaban sekitar tanaman pada saat kemarau.

Apabila sudah terdapat ciri-ciri tanaman terkena tungau, segera jauhkan tanaman itu dari tanaman lain yang belum terserang karena tungau sangat cepat berkembangnya dan menginvasi tanaman-tanaman lainnya.

Serangan Tungau sudah sampai permukaan atas daun anggrek, berwarna keperakan

Cara pemberantasan tungau paling efektif memang menggunakan pestisida kimiawi yaitu jenis akarisida. Berikut kubagikan sebuah catatan hasil gugling, di salah satu blog anggrek ( orchid-tree ) :

  • Untuk infeksi ringan gunakan pestisida berbahan kimia propargite dengan dosis 1 ml per liter air
  • Untuk infeksi berat gunakan pestisida berbahan kimia spiromesifen dengan dosis 1 ml per liter air.

Beberapa contoh akarisida yang dapat digunakan a.l : Omite, Obron, Curacon, Kelthane, dll. Sahabat dapat mencari di toko pertanian online maupun offline.

Selain disemprot menggunakan akarisida, banyak juga penggemar anggrek yang melakukan pengendalian OPT satu ini dengan cara lain, yaitu dengan menyemprotkan air dengan tekanan keras pada bagian daun terutama bawah daun agar tungau-tungau terbuang bersama aliran air.

Selain itu ada juga yang melakukan pembersihan manual pada daun dengan menggunakan air bercampur sabun cuci / minyak goreng / baby oil / alkohol. Masing-masing mempunyai alasan sendiri-sendiri.

Pengalamanku Mengatasi Serangan Tungau pada Anggrek

Setelah mendapati bahwa sebagian besar tanaman anggrek rawatan kami terkena tungau yang ditandai dengan daun-daunnya yang berwarna keperakan itu, aku pun mencari informasi tentang apa yang harus kulakukan untuk mengatasinya. Beragam informasi kudapat seperti yang kutulis di atas.

Cukup banyak korban tungau kali ini.. 😭

Mengingat serangan sudah memakan cukup banyak korban sementara tak cukup waktu untuk memesan akarisida maka aku memilih melakukan pengendalian tanpa akarisida yaitu perawatan manual dengan alat dan bahan yang tersedia di rumah.

Langkah-langkah yang kulakukan adalah sbb:

  1. Memisahkan tanaman yang sudah terinfeksi tungau dengan tanaman yang sehat.
  2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan : air, sabun cuci piring, daun Lidah Buaya, mangkuk, gunting dan pisau.
  3. Menggunting daun-daun tua yang menguning/mengering juga daun yang sudah sangat parah serangan tungau nya.
  4. Menyiapkan bahan pencucian daun : semangkuk air + beberapa tetes sabun cuci piring. Pada mangkuk lain disiapkan air saja untuk pembilasan.
  5. Dengan menggunakan tangan melakukan pencucian pada daun-daun semua tanaman yang terindikasi terinfeksi tungau, satu-persatu. Pertama dengan menggunakan air sabun, lalu setelah itu dibilas dengan air tanpa sabun. Lakukan secara lembut terutama pada bagian permukaan bawah daun agar stomata daun tidak rusak.
  6. Setelah dilakukan pencucian tanaman diangin-anginkan hingga daun-daun yang basah menjadi kering permukaannya.
  7. Potong daun Lidah Buaya dan oleskan cairan daunnya ke permukaan daun anggrek yang telah dicuci sebelumnya. Lakukan secara merata pada permukaan atas maupun bawah, untuk memberi nutrisi pada daun-daun tersebut. Sisa potongan Lidah Buaya dapat disebarkan juga pada media anggrek.

    Potongan daun Lidah Buaya di media sebagai penyubur
  8. Perawatan selesai, dapat diulang lagi setiap 3 hari kemudian, selanjutnya dapat dilakukan secara berkala (seminggu sekali) sebagai pencegahan pada tanaman.

Nah Sahabat Lalang Ungu, itulah pengalamanku mengatasi serangan tungau pada anggrek kami. Saat ini sekitar 3 pekan setelah perawatan tersebut kulakukan, ada tanaman-tanaman yang berhasil melewati masa kritis dengan ciri daun yang rusak tidak bertambah dan mulai tumbuh daun baru, namun ada juga beberapa tanaman yang sepertinya tidak sanggup melewati masa kritis: semua daun menguning dan berguguran satu persatu. Kondisi ini terutama pada seedling anggrek yang terserang tungau 🥺

Dua dari beberapa seedling anggrek korban tungau

Apakah kalian mempunyai pengalaman menghadapi masalah yang sama? Yuk bagi kisahnya di kolom komen ya…

12 thoughts on “Jurnal Anggrek 7: Ketika Tungau Menyerang”

  1. sayang banget saya tidak punya pengalaman merawat tanaman anggrek, teh. Dulu kakak pernah sih tanam salahsatu anggrek di pohon rambutan yang udah tidak ada ranting atau daunnya. Alhamdulillah hidup dia
    Mungkin saya tidak memerhatikan ada tungau atau tidaknya ya. Sebab bunga juga tumbuh dengan cantik.
    Tapi sayangnya pohon rambutan tersebut lapuk dan tanaman anggrek tidak dapat berkembang

    Saya kira tadi teteh nerapin pakai pupuk, ternyata pakai bahan bahan manual yang tersedia,
    Syukurlah jika tanaman dan daun anggrek bisa bertahan

  2. Wah.. sayang banget ya anggrek yang kena serangan hama tungau ini!
    Aku baru tahu bahwa tungau di anggrek ternyata berbahaya dan tak semua bisa diselamatkan dan mati :((

  3. Sedih yaa kalau anggrek kesayangan jadi korban tungau. Adalah obat alaminya? (yg non kimiawi)

    Dulu bumerku pernah semprot tanaman2nya pakai air sabun. Ternyata beliau sedang memberantas tungau.

  4. Baru tahu bentuk tungau seperti itu dan ternyata hewan ini masih ada hubungan kekerabatan dengan laba-laba ya. Di rumah nggak pelihara tanamann anggrek sih eh cuma informasinya menarik dan bermanfaat nih. Kali aja suatu saat mau pelihara anggrek kan nggak worry lagi kalau menemukan ciri2 kerusakan akibat hewan tangau seperti yg disebutkan di atas dan bisa segera menanganinya.

  5. Merawat tanaman memang harus telaten juga ya. Meski topiknya tentang anggrek tapi jadi pengingat buat saya kalau petani itu merawat tanaman pangan dengan perjuangan juga. Jadi jangan buang makanan atau jangan nawar sadis2 huhu.

  6. Daku pikir tungau adanya di kasur gitu, ternyata menyerang tanaman seperti anggrek ya? Apa karena menganggapnya lembab gitu kali ya?

  7. tungau menyerangnya sadis juga ya, langsung gerombolan gitu.
    mungkin karena telat diatasinya ya jadi makanya jadi lumayan banyak korban.
    moga anggreknya sehat-sehat ya setelah dapat perawatan ini.

  8. Waaah penyuka anggrek ya mbak. Ternyata anggrek juga bisa diserang tungau, dan ini harus diberantas supaya tanaman anggrek bisa sehat kembali. Dan saya juga baru tahu kalau lidah buaya bisa dimanfaatkan cairannya. Terimakasih informasinya mbak, jadi tahu cara merawat anggrek yang terserang tungau.

  9. Ya Allaah..
    Aku ikut sedih, ka Tanti.. melihat serangan tungau pada anggrek.
    Aku pikir mereka hidup peacefully gitu..

    Ternyata ada juga masalahnya dan alhamdulillah segera teratasi. Menggunakan cara mengoleskan lidah buaya ini yang lebih alami ya.. mungkin tanpa efek samping ke pertumbuhan dan kesehatan si anggrek keshayangan.

  10. Masya Allah ilmunya banyak banget mbak. Ibuku suka anggrek. Aku pernah dikasih 5 pot mati semua. Terus dikasih lagi, mati lagi. Setelah itu aku gamau, sudah puas dikirimi foto2 bunganya. Daripada mati sama aku :((

  11. Aku pernah lihat daun Anggrek yang kecoklatan gitu ternyata itu gara-gara Tungau ya, Mbak. Kirain karena kondisi cuaca yang tidak menentu. Kalau aku tipe suka bunga Anggrek tapi nggak begitu teliti kalau merawat tanaman Anggrek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *