Sebuah puisi tentang Kali

KALI ASEM BINATOER

Di kala jiwa anak

mengendap merayap

menggapai cita kelak dewasa

Kali Asem Binatoer

adalah teman bercanda ria

teman berenang bersama udang

teman menyelam bersama ketam

Tiada sampah tiada limbah

air mengalir menyapa sawah

agar padi menguning menjadi berkah

Kali Asem Binatoer

walau katanya kau punya makna asam yang hina dina

tapi duka tak pernah kau rasa

bersama sampan dan ikan sebagai teman setia

Kali Asem Binatoer

kini engkau telah tertipu oleh manusia-manusia dungu

yang membuang sampah, membuang limbah

tapi mereka katakan membawa berkah

Kali Asem Binatoer

kini airmu yang mengalir menyusuri depan istana raja

telah berubah warna

bersama racun yang kelak bisa membawa bencana…

( Muchsin – Tepi Asem Binatoer, 26-2-2015 )

*** Continue reading “Sebuah puisi tentang Kali”

Dua produk olahan Mangrove : Sirup dan Sabun.

Hijaunya Mangrove, menjanjikan keteduhan
Hijaunya hutan Mangrove, menjanjikan keteduhan

Ketika berkunjung ke kawasan Pekalongan Mangrove Park beberapa waktu lalu, sebenarnya ada yang kurang kurasakan, yaitu tidak sempat melihat secara langsung hasil pengolahan buah Bakau.

Ya, memang dari penjaga yang ada di Pusat Informasi Mangrove (PIM) itu kami mendapat informasi bahwa buah mangrove ini dapat diolah baik sebagai makanan, minuman maupun produk non pangan.

Sirup, dodol, kripik dan tepung mangrove adalah beberapa jenis olahan buah mangrove yang dapat dikonsumsi.  Adapun produk non pangan dari buah mangrove antara lain : sabun dan bahan pewarna alami. Continue reading “Dua produk olahan Mangrove : Sirup dan Sabun.”

Mengais kenangan di Taman KB

Taman KB / Taman Menteri Supeno Semarang
Taman KB / Taman Menteri Supeno Semarang

Bagi masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya, taman yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi.  Ya, Taman Menteri Supeno atau yang lebih populer dengan sebutan Taman KB. Continue reading “Mengais kenangan di Taman KB”

Berubah sungguh tak mudah …

Sarapan itu penting, sebagai ‘bekal’ selama kita beraktifitas seharian. Begitu yang selalu disampaikan oleh nenek dan ibu kami, sehingga sarapan yang cukup -biasanya dengan ‘menu berat’- selalu mengawali pola makan keluarga kami sejak dahulu.

Eh, sebentar… ‘Pola Makan‘ atau ‘Kebiasaan Makan‘ ya? Apa bedanya dua istilah itu?

Menurut hasil browsing, ternyata kedua istilah itu memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah sama-sama merupakan tindakan yang dilakukan setiap hari, terus-menerus, dan dalam waktu yang relatif lama.  Adapun perbedaannya adalah Pola Makan bersifat lebih formal, berlaku secara umum dan dijadikan sebagai pedoman.  Sedangkan Kebiasaan Makan lebih personal sifatnya, terbentuk berdasarkan selera dan ketersediaan makan di setiap rumah tangga. Makan 3 kali sehari, itu salah satu contoh pola makan. Mengkonsumsi buah setelah makan, itu salah satu contoh kebiasaan makan.

Hm, kalau begitu, lebih tepat disebut bahwa kebiasaan makan di keluarga kami adalah mengawali hari dengan sarapan. Nenek dan ibu selalu memastikan kami menghabiskan sarapan yang telah tersedia setiap pagi.  Selain itu, ketepatan waktu makan juga menjadi perhatian besar di keluarga kami, alhasil sejak kecil hingga remaja kami telah terbiasa dengan kebiasaan dan pola makan teratur tersebut. Continue reading “Berubah sungguh tak mudah …”

Jalan-jalan ke (calon) Pekalongan Mangrove Park

Pada tahun 2013 yang lalu, Menteri Kehutanan RI telah meresmikan Pusat Restorasi dan Pengembangan Mangrove (PPRM) yang merupakan bagian dari pembangunan kawasan agrowisata yaitu Pekalongan Mangrove Park.  Sudah cukup lama kami berkeinginan untuk mengunjunginya, namun kesempatan itu baru datang pada Sabtu, 28 Pebruari 2015 kemarin.

Berlokasi di Kelurahan Kandang Panjang Kec Pekalongan Utara Kota Pekalongan, kawasan ini semula adalah lahan tambak udang milik Dinas Pertanian Perikanan dan Kelautan Kota Pekalongan yang sudah tak produktif lagi dan akhirnya dikembangkan sebagai kawasan konservasi sekaligus tempat edukasi & wisata alam.

Sampai saat ini Pekalongan Mangrove Park memang belum selesai dibangun sehingga belum dibuka secara resmi. Namun masyarakat sekitar maupun pengunjung dari luar kota sudah diperbolehkan masuk ke lokasi agrowisata ini.

Ada apa di Pekalongan Mangrove Park ?

AIR

Continue reading “Jalan-jalan ke (calon) Pekalongan Mangrove Park”

Pagi di ujung Februari

Bersama mentari pembuka hari ini,

kembali kulantunkan syukurku pada NYA :

atas semua nikmat terkecap dan semua uji penguat hati,

semua bahagia yang mencerahkan serta duka yang menyadarkan,

semua mimpi yang menginspirasi,

juga realita penuh makna

Bersama mentari penanda pagi ini,

kembali kulantunkan doa-doa penuh pengharapan :

semoga semakin tegar menapaki jalan yang digariskan-NYA,

semakin pandai mengukir senyum para tercinta,

semakin bermanfaat bagi sesama,

dan semakin baik dari diri yang sebelumnya

Bersama terbitnya mentari penanda bilangan kali ini,

alhamdulillah Ya Rabb …

Pagi_laran

Menguak Dahsyatnya Ibadah Haji bersama Pakdhe Cholik

DIH

Judul Buku :

Dahsyatnya Ibadah Haji

(Catatan perjalanan ibadah di Makkah dan Madinah)

Penulis : Abdul Cholik

Jenis Buku : Motivasi Islami

Jumlah Halaman : ix + 233 halaman

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

ISBN : 978-602-02-4810-3

Cetakan Pertama : 2014

Harga : Rp. 47.800,-

*** Continue reading “Menguak Dahsyatnya Ibadah Haji bersama Pakdhe Cholik”

Mendulang ilmu di ambang senja

Aku memang seorang pemimpi.

Ya, aku sadar banget akan hal itu. Jangan-jangan, bahkan sejak kecil aku sudah suka bermimpi, hehe …

Ketika waktu terus bergulir, kusadari telah banyak mimpiku yang sudah terwujud -alhamdulillah- namun masih saja banyaaak mimpi baru yang muncul … Haha … emang dasarnya tukang mimpi kali yaa .. 🙂

Mempunyai impian juga membuatku lebih bersemangat untuk maju, terus berupaya agar dapat meraih mimpi-mimpi itu.  Tak peduli betapa saat itu tampaknya impianku tak akan terwujud, tak peduli cibiran orang kanan-kiri, aku terus bermimpi, bermimpi dan berusaha berjuang mewujudkan mimpi.

Saat awal memimpikan kesempatan bertamu ke tanah suci, aku sempat gamang.  Kondisi saat itu terasa tak memungkinkan terwujudnya mimpi itu. Ada memang yang seolah mentertawakan mimpiku, tapi alhamdulillah banyak juga yang mendukung terwujudnya mimpiku.  Aku menguatkan tekad, mulai mencanangkan mimpi dan mendisiplinkan diri menabung untuk mewujudkan mimpi itu.  Alhamdulillah, Allah memberi begitu banyak kemudahan hingga akhirnya aku dapat mewujudkan mimpi itu. Bahkan perwujudan mimpi itu kemudian menjadi jalan bagi terwujudnya mimpiku yang lain, ketika dengan menuliskan pengalaman tersebut berhasil terwujudlah mimpiku menerbitkan buku! 🙂 Continue reading “Mendulang ilmu di ambang senja”

Dua penghuni (wajib) tasku saat jalan-jalan …

Ketika membaca cerita Chi tentang alasan / latar-belakang dia menjadikan sepatu sebagai benda yang wajib dibawanya saat jalan-jalan, aku sempat ketawa sendiri.  Hah, ternyata ada ya, yang punya kebiasaan seperti itu? Kebiasaan apa? Aah.. baca sendiri deh di tulisan Chi yang satu itu … hehe …

Lalu ketika akan menjawab pertanyaan Chi yang sekaligus menjadi tema GA pertamanya ini, awalnya aku pikir mudah saja. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi kok susah juga ya?

Benda apa yang wajib kau bawa saat jalan-jalan? begitu pertanyaan Chi itu.  Pertanyaan yang tampaknya mudah tapi ternyata -bagiku- jawabannya tak semudah yang kukira.

Kenapa?

Ya, karena ternyata setelah kuingat-ingat lagi, ada banyaaak benda yang biasanya kubawa saat bepergian ( makanya jarang bawa tas kecil ) hihi …

HP, charger dan powerbank ? Iya … tentu saja ketiganya harus dibawa tuuh … bisa kelabakan kalau gak bawa salah satunya, hehe …  Kamera? Naah, itu juga … Hobby ceprat-cepret membuatku selalu gatal ingin membawa kamera kemana-mana.  Tapi sayang kameraku yang sekarang bukan kamera saku sehingga agak susah dibawa-bawa di tas tenteng ukuran sedangku apalagi masuk saku.  Untunglah ada kamera HP, jadi tetap bisa menyalurkan hobby meski dengan kemampuan yang terbatas 🙂

Mungkin banyak di antara teman-teman yang seperti itu juga ya, karena memang benda-benda yang disebutkan di atas itu sudah umum untuk selalu di bawa-bawa saat bepergian, jadi jawaban dari pertanyaan Chi haruslah bukan dari benda-benda tersebut.

Jadi, benda khusus apa yang wajib kubawa saat bepergian / jalan-jalan, di luar keempat jenis benda di atas ? Continue reading “Dua penghuni (wajib) tasku saat jalan-jalan …”