Ngilo githoke dhewe

Ngiloa githokmu dhewe” .  Kanca, apa nate krungu tembung iku? Utawa malah nate ngucap marang kanca liyane?

Mbok menawa isih akeh kanca sing babar blas durung nate krungu tembung pitutur iku. Ngilo -yaiku nyawang nganggo kaca pangilon- githoke dhewe, iku angel bisane kelakon, butuh kanca / wong liya kang ngewangi supaya kita kelakon bisa ngilo githoke dhewe.

Semono uga ing panguripan iki, ora gampang mbiji awake dhewe utawa metani kesalahane dhewe, biasane butuh wong liya kang nuduhke kesalahane ndhewe.  Mula, aja susah apa maneh nesu yen ana kang nuduhake kesalahane ndhewe, malah kudune dhewe matur nuwun marang kanca / uwong iku.

Ya, iku sing lagi tak alami dina iki. Ana kanca sing gelem nuduhake kesalahanku.  Sepisanan pancen rasane mak peng! kaya ketampek rasane… Rumangsa nelangsa amarga apa sing sak lawase iki tak perjuwangke jebule ora ditampa bener marang liyan -mbok menawa ana sing rumangsa lara ati, aku nyuwun pangapura. Nanging aku banjur matur kesuwun marang kanca iku, amarga aku dadi ngerti menawa isih ana kaluputan sing kudu tak dandani…

Kedadeyan iki dadi pasinaon urip kang wigati kanggoku, dielingke maneh yen manungsa pancen kudu bisa rumangsa, ning aja rumangsa bisa… Alhamdulillah.., Jemuah barokah 🙂

*** Continue reading “Ngilo githoke dhewe”

Ketika satu nikmat terangkat…

Siang beranjak malam dan hari akan segera berganti, sudahkah kau hitung dan syukuri nikmat-nikmat dari NYA untukmu hari ini, teman?

Nikmat sehat, adalah salah satunya… Ya, saat sakit begini..baru terasa betapa indah nikmat sehat itu dan betapa seringkali kita lupa mensyukurinya.

Selain itu, ada begitu banyak nikmat lain yang telah kita terima -dan pantas untuk kita syukuri- bahkan hal-hal yang tampaknya sepele bagi kita. Kemampuan lidah mengecap rasa, misalnya. Continue reading “Ketika satu nikmat terangkat…”

Manfaat buah Mangga

MANGGAIni tentang Mangga atau mempelam atau pelem (bhs Jawayang nama latinnya mangifera indica itu lhoo…

Buah yang mudah ditemui di sekitar kita itu -apalagi saat sedang musimnya begini- memang banyak macamnya dan ternyata banyak pula manfaatnya. Continue reading “Manfaat buah Mangga”

Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang

Ngeblog buatku adalah penyeimbang dalam keseharianku. Setelah sesiang sibuk utak-utik angka-angka, atau merangkai kata demi kata untuk konsep laporan ataupun review kegiatan, atau bertukar kata dalam rapat demi rapat yang -kadangkala- membosankan… maka mengisi malam hari dengan aktivitas meng-update blog, ataupun sekedar blogwalking terasa menenangkan buatku.

Yah, mungkin memang baru sebatas itu arti blog buatku. Belum menjadikannya suatu ‘sumber rezeki’ sebagaimana yang telah banyak dilakukan oleh teman-teman lainnya, tapi tetap saja aktivitas ini penting buatku, dan aku ingin juga ngeblog tak sekedar mengisi waktu luang saja.

Itu sebabnya, ketika beberapa waktu lalu membaca wara-wara di grup FB IIDN Semarang bahwa akan ada semacam workshop blogging bersama Mak Indah Julianti Sibarani dengan tema Blogging with heart  pada Minggu, 23 November 2014 akupun langsung daftar sambil berdoa mudah-mudahan tak ada acara lain yg tiba-tiba menggagalkan keikutsertaanku.

Alhamdulillah… rupanya Tuhan merestui harapanku untuk bertemu teman-teman sekaligus ngangsu kawruh tentang per-blog-an itu.  Tidak ada acara mendadak lainnya, sehingga Jumat sore aku sudah bisa meluncur ke Semarang, naik KA lagi.. 🙂 Continue reading “Ngangsu Kawruh bersama IIDN Semarang”

Kisah Uang Nyasar

Lepas maghrib itu, Pak Harun melipat sajadah yang baru saja dipakainya, sambil mengamati Andi -putra bungsunya- yang kali itu terlihat khusu’ berdoa sedangkan biasanya paling cepat ngabur segera setelah mereka selesai berjamaah sholat maghrib.

“Hm, doa apa saja, Dek?” tanyanya kemudian kepada Andi, setelah anak itu menyelesaikan doanya.

“Aku minta pada Allah, agar rejeki Ayah banyaaaak…”

“Aamiin… Untuk apa, Nak?” tanya Bu Harun yang ikutan penasaran dengan doa panjang bungsunya itu.

“Yaa… agar aku segera dapat sepeda baru yang kuinginkan, Bunda..” jawab Andi polos.

Maka tawa Pak Harun, Bu Harun dan Tuti -kakak Andi- pun berderai,  “Aamiin….” sahut mereka kompak.

“Ohya Ayah, siang tadi ada tamu yang mencari Ayah. Kelihatannya penting sekali,” kata Bu Harun.

“Hm… siapa, Bu? Kenalan kita?”

“Tampaknya wajah baru, Yah… Katanya, malam ini dia akan datang kembali.”

“Oh baiklah, kita tunggu saja nanti.”

*** Continue reading “Kisah Uang Nyasar”

Tulisan : warisan yang tak lekang oleh waktu

Seperti teman-teman ketahui, beberapa waktu lalu aku menuliskan petikan-petikan tulisan dari alm. Mbah Kakung Kasijo -bapaknya ibu- yang beliau tulis di tahun 1935 yang menceritakan tentang masa kecil hingga masa tugas beliau sebagai guru.

Sengaja tulisan-tulisan itu kutayangkan di sini agar mudah link nya kubagi lewat status FB ku  dengan tujuan mudah dibaca anggota keluarga kami yang saat ini tersebar di 4 Kota : Jogja, Semarang, Pekalongan dan Brebes (karena para ponakan itu masih asyik masyuk dg FB dan belum ada yg mau melirik Blog… hiks… ).

Tak disangka, ada banyak tanggapan positif dari teman-teman yang membaca kutipan-kutipan itu -baik di FB maupun di Blog ini- dan rata-rata menyatakan apresiasinya serta tak sedikit pula yang menyarankan agar tulisan itu dibukukan. Continue reading “Tulisan : warisan yang tak lekang oleh waktu”

Jasmerah di Monjali

“Jangan sekali-sekali melupakan sejarah “ 

Itu kalimat yang sangat terkenal, diucapkan oleh Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia.  Kalimat yang sering disingkat sebagai Jasmerah itu kembali menggaung di telinga kami ketika kami mengunjungi Monjali ( Monumen Jogja Kembali ) pada Jum’at 28 Pebruari 2014 yang lalu.

Adalah Pak Gunadi, pemandu berusia 76 tahun yang kembali mengucapkan kata-kata bersejarah yang merupakan pesan dari salah satu founding father bangsa ini. Pemandu sepuh  itu dengan penuh semangat menguraikan arti di balik pesan Presiden RI pertama itu, dan menceritakan kembali sejarah perjuangan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan didirikannya MONJALI yaitu sejarah agresi militer Belanda di Jogjakarta pada tahun 1948-1949 itu, berhasil menggelorakan kembali rasa cinta tanah air di hati kami, yang (terus terang) seringkali lupa akan sebagian sejarah bangsa ini. Continue reading “Jasmerah di Monjali”

Hidup adalah CERMIN

lembah

Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon, dan terjatuh.

“Aduhh!” jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.

Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, “Aduhh!”.

Dasar anak-anak, ia kemudian berteriak lagi : “Hei! Siapa kau?”

Jawaban yang terdengar : “Hei siapa kau?”

Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, “Pengecut kamu!”

Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.

Ia lalu bertanya kepada sang ayah, “Ayah, apa yang terjadi?” Continue reading “Hidup adalah CERMIN”

2 Ilustrasi

Ilustrasi #1

Seorang Batita cantik ikut ibunya arisan. Pada suatu kesempatan, si mungil itu memandang penuh rasa ingin pada sepiring kue yang ada di depannya.  Tanggap akan situasi itu, nyonya rumah mengangkat piring dan menyodorkannya pada si Batita.

“Ayo De’… dipundhut ( diambil) kuenya..” begitu ia menawarkan sambil tersenyum manis.

Setelah mengerling pada ibunya, si mungil itupun malu-malu mengulurkan tangannya, mengambil kue yang diinginkannya itu.  Sang ibu pun tersenyum sambil berbisik pada putri kecilnya, ” mature pripun (bilang gimana), De’ ?”

“Uwuun, Tante..” dengan bahasa cadelnya si mungil mengucapkan maturnuwun untuk berterima kasih pada si Tante yang telah memberinya kue … 🙂

***

Ilustrasi #2

SMS dari A :  ” Mbak, aku lagi kepepet butuh nih. Tolong aku dipinjami sebesar…. untuk keperluan…. yaa.”

Balasan B : “Insya Allah… aku transfer besok..”

SMS A pada keesokan paginya : “Mbak, jadi transfer hari ini kan?”

Balasan B : “Insya Allah nanti jam 9”

Setelah mentransfer, si B mengirim SMS pemberitahuan pada si A.  Setelah itu, tak ada SMS  lagi dari si A, tapi si B berbaik sangka bahwa transferan sudah diterima dan si A hanya ‘lupa’ mengabarinya.

SMS dari A beberapa bulan kemudian : “Maaf mbak, aku mau ngrusuhi lagi…, karena aku butuh biaya untuk  … dan … Mbak bisa tolong pinjami aku lagi? Besok aku kerumah ya mbak…”

Balasan si B : “Besok aku ke luar kota, tapi akan kutitipkan ke orang rumah.. Atau kalau mau ketemu aku tunggu beberapa hari lagi…”

Balasan A : “Aku ambil besok saja ya mbak..”

Keesokan harinya sebelum pergi si B menyiapkan dan menitipkan kepada adiknya di rumah, dengan pesan bahwa si A akan mengambilnya siang itu.  Si B baru tahu bahwa si A sudah datang & mengambil titipan itu ketika ia bertanya pada adiknya malam harinya, sedangkan dari si A sendiri rupanya kembali lupa untuk memberitahukannya…

Si B hanya bisa mbatin : mudah-mudahan bermanfaat bagi A dan keluarganya…

***

T-e-r-i-m-a-k-a-s-i-h.  Satu kata yang hanya terdiri dari sebelas huruf.  Tidak susah untuk diucapkan. Sayangnya, meskipun banyak dari kita yang sejak kecil diajarkan untuk  mengejanya namun masih ada orang dewasa yang ‘lupa‘ cara mengucapkannya.. 😉

***

Selamat hari Jum’at, teman-teman….

Rumus ’10-D’ dan Beda Kaum Pemenang dg Kaum Kalah

Akhir pekan kemarin, kami berkesempatan mengikuti sebuah acara dimana salah satu pembicaranya adalah Prof. DR. Mudjahirin Thohir MA, seorang budayawan Jawa Tengah sekaligus salah satu Guru Besar UNDIP Semarang.  Dan ini adalah sekelumit penggalan catatan kami :

* Rumus 10 D yang menentukan Kualitas Hidup, yaitu :

  1. DREAM –> bagaimana mewujudkan mimpi atau angan-angannya
  2. DECISIVENESS –> kecepatan & ketepatan dalam mengambil keputusan adalah faktor kunci sukses bisnis
  3. DOERS –> tidak menunda-nunda kesempatan yang dapat dimanfaatkan
  4. DETERMINATION –> tanggung jawab tinggi walau dihadapkan pada halangan dan rintangan
  5. DEDICATION –> pengorbanan yang tinggi untuk kesuksesan
  6. DEVOTION  –> kegemaran yang dapat mendorong keberhasilan
  7. DETAILS –> memperhatikan factor kritis secara rinci
  8. DESTINY –>bertanggung jawab terhadap nasib dan tujuan yg hendak dicapainya
  9. DOLLARS –> motivasinya bukan uang, namun uang dapat menjadi tolok ukur kesuksesan bisnis
  10. DISTRIBUTE –> mendistribusikan kepemilikan bisnisnya kepada orang-orang kepercayaannya

 

* Sikap positif terhadap persaingan :

  • Persaingan perlu dilihat sebagai sebuah bentuk kerjasama, dimana kedua pesaing / lebih mendapatkan keuntungan karena dipaksa untuk melakukan yang terbaik

* Perbedaan cara pandang orang pesimis dan optimis  :

  • Orang PESIMIS :

             –          Hanya melihat kesulitan dalam setiap peluang
             –          Merasa bahwa perubahan adalah ANCAMAN

  • Orang OPTIMIS :

             –          Cenderung melihat peluang dalam setiap kesulitan

             –          Menganggap perubahan adalah sebuah TANTANGAN

* Kelebihan kaum pemenang dari kaum kalah :

  • Kaum PEMENANG :

             –          Mampu menemukan peluang di setiap kesulitan

             –          Berpikir bahwa, “ Itu memang sulit, tapi pasti ada jalan keluar”

  • Kaum KALAH :

             –          Selalu melihat adanya masalah pada tiap peluang

             –          Berpikir bahwa, “setiap penyelesaian tetap menghadirkan masalah”

Nah… bagaimana denganmu, teman? Semoga kita semua tergabung dalam kelompok orang OPTIMIS yang ditakdirkan menjadi kaum PEMENANG…  

Selamat mengawali pekan, teman 🙂