
Lalang Ungu. Ketika Melon dan Maaf dipertukarkan, sepadankah? Mentari di siang itu sedang senang-senangnya membagikan sinar teriknya, sementara aku dan rekan-rekan sedang rehat sejenak di antara kesibukan kami mempersiapkan acara esok harinya.
“Bu, ada yang ingin ketemu…” suara salah seorang rekan dari ambang pintu. Kulihat ada dua orang remaja berseragam SMP berdiri bersamanya, maka aku pun mempersilakan mereka berdua masuk. Kebetulan tak ada kursi lain di ruangan itu, sehingga mereka berdua berdiri di depan meja yang sedang kutempati.
“Ada yang bisa saya bantu, dik?” tanyaku kepada mereka. Sempat terlintas di benakku, mungkin mereka ingin mencari info tentang sesuatu dari kantor kami.
“Kami ingin minta maaf, Bu..” jawaban salah seorang dari mereka mengejutkanku.
“Lho..kenapa? Kesalahan apa yang sudah kalian perbuat?“
Penuturan mereka kemudian membuatku teringat pada kekecewaan besar yang kami rasakan beberapa hari sebelumnya.






