Weekend begini, apa yang paling asyik untuk dilakukan bersama keluarga atau orang-orang tersayang? Banyak tentunya ya… Jalan-jalan, makan bersama, nonton bareng, atau sekedar kumpul-kumpul di rumah saja.
Ngomong-omong tentang nonton, teman-teman Blogger Gandjel Rel lagi asyik membahas tentang film-film favorit niih… Itu karena pada tema arisan Blog yang ke-8 kali ini, tema yang disepakati adalah : Film favorit sepanjang masa. Tema itu adalah usulan dari 2 blogger keren Gandjel Rel yaitu mba Untari pemilik Blog Dunia Qtoy dan Ira Sulistiana penulis Blog Catatan Isul.
Hmm… Buatku, ini tema yang cukup berat, karena aku nggak hobby nonton. Hehe… Dari jaman sekolah sampai dengan saat ini, cuma beberapa gelintir saja judul film layar lebar yang kutonton. Alhamdulillah masih ditambah sedikit lagi judul-judul film yang tayang di TV. Kebanyakan film yang kutonton adalah film-film dari Tom Cruise, Ricard Gere dan Kevin Cotsner.. 3 aktor favorit dah itu..Hihi…
Dari sedikit judul film yang pernah kutonton, salah satu yang terfavorit bagiku adalah Dances with Wolves, sebuah film yang disutradarai dan dibintangi oleh Kevin Cotsner dan rilis tahun 1990.
Assalamualaikum… Pa kabar, teman-teman.. Semoga semua baik-baik saja ya, meskipun cuaca sedang labil alias masih suka berganti-ganti seenaknya sendiri, yang seringkali membuat tubuh kita jadi mudah terserang penyakit…
Masih seperti tulisan sebelumnya, tulisan ini juga kubuat untuk memenuhi kewajiban sebagai peserta arisan yang baik. Tepatnya adalah Arisan Blog Gandjel Rel yang sudah masuk putaran ke-7 dan tema kali ini adalah “Buku yang menginspirasi”.
Hm, ngomong-ngomong tentang buku membuatku merasa bersalah, karena sudah beberapa bulan ini tak sempat lagi membaca buku baru. Walhasil, buku-buku hasil pembelian bulan-bulan sebelumnya tertumpuk begitu saja masih dalam kemasan plastiknya! Duuh…pemalas betul aku yaa…
Nah, dengan adanya tema kali ini, mau tak mau aku kembali membongkar memori tentang buku-buku yang pernah kubaca, mana di antaranya yang menimbulkan inspirasi dalam kehidupanku yang biasa-biasa saja ini? Hehe..
Setelah beberapa waktu melihat-lihat kembali buku-buku yang kupunya, ternyata banyak juga yang inspiratif bagiku, dan 4 diantaranya adalah : Senandung Cinta dari Rumah Kayu, Enjoy Capitalism, Musing Religion dan Everything Is Alright. Continue reading “4 Buku Inspiratif Bagiku”
Hai teman, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia yaa…
Tulisanku kali ini, untuk menjawab pertanyaan pada Arisan Blogger Gandjel Rel ke-6, yang datang dari dua member kece nya, yaitu Dwi Septia yang punya Dwi Septia’s Blog dan Winda Oei pemilik blog Winda Oei Random Thougts .
Pertanyaannya adalah “Siapa orang yang paling ingin kau ajak traveling?”
IBU.
Ya, orang yang paling ingin kuajak traveling saat ini adalah ibuku, orang yang paling ingin kubahagiakan saat ini.
Kenapa?
Alasan utamanya ya itu sudah kusebutkan di atas : ingin membahagiakan ibu. Saat ini karena kondisi kesehatan ibu yang ‘naik-turun’ ibu jadi jarang bepergian, padahal ibu pada dasarnya adalah orang yang aktif.
Rasanya baru kemarin dulu ibu masih wira-wiri Pekalongan – Semarang – Jogja tiap kali beliau menginginkan, bahkan tidak harus menunggu diantar, ibu sering bepergian sendiri dengan naik kendaraan umum (hal yang sering menjadi bahan perdebatan berkepanjangan dengan kami ).
Jadi, kondisi sekarang karena keterbatasan gerak beliau, mungkin membuat beliau seperti terkungkung. Ingin rasanya mengajak beliau refreshing, jalan-jalan ke tempat-tempat baru atau tempat-tempat penuh kenangan yang ingin beliau kunjungi lagi, agar beliau lebih semangat, lebih bahagia…
Selain itu, keinginanku mengajak ibu bila ada kesempatan liburan adalah karena bila pergi liburan sendiri dalam waktu lama meninggalkan beliau saat ini, maka akupun tak akan merasa nyaman. Pasti kepikiran terus : bagaimana kondisi beliau di rumah? jangan-jangan keluhan sakitnya datang lagi? apakah …? jangan-jangan…? … Dan hasil akhirnya adalah tidak akan bisa menikmati liburan itu.
Ya, itu sih keinginanku. Namun tampaknya, keinginan itu memang belum bisa terpenuhi dengan segera.Rutinitas kerja masih belum bisa ditinggalkan untuk cuti dan melakukan perjalanan dengan ibu saat ini.
Sudah move on dari liburan? Hehe.. Iyalah, mestinya sih sudah mulai fokus lagi ke aktivitas sehari-hari setelah liburan usai yaa..
Begitupun aku, sudah mulai bergelut dengan tugas sehari-hari yang rasanya seolah tak ada habisnya itu. Lebaaay… Tapi dibuat asyik saja laah, lha wong memang sudah tugas kita kan ya, dikerjakan segera atau ditunda-tunda toh kita juga yang akan merasakan akibatnya. Apa enaknya sekarang bisa berleha-leha eh ternyata nanti kita juga yang harus nglembur menyelesaikan tugas-tugas yang tertunda itu, ya nggak?? Yuuk, mariiii kita kerjaaa….
Tapi, seheboh-hebohnya pekerjaan, jangan sampai lupa menjaga kesehatan ya.. Jangan sampai pekerjaan membuat kita lupa waktu makan, kurang minum, nahan buang air kecil… Hah, apa sih bahayanya nahan pipis? Continue reading “Anyang-anyangan? Di Uri-cran saja…”
Mumpung masih Syawal… Mohon maaf lahir batin, ya… Bila selama silaturahmi kita melalui blog sederhana ini, ada tulisan, foto-foto atau komen-komenku yang kurang berkenan, mohon teman-teman sudi memaafkan.. Semoga silaturahmi kita semakin erat dan hangat di masa yang akan datang, Aamiin..
Oya, teman-teman masih liburan atau sudah mulai beraktivitas lagi nih? Libur lebaran memang telah usai, namun libur sekolah masih berlangsung hingga tengah bulan ini kalau tidak salah, jadi untuk yang masih libur kuucapkan selamat menikmati sisa liburan dan tentunya bagi yang sudah kembali ke rutinitas pekerjaan maka selamat beraktivitas sambil mengenang liburan yang baru saja berlalu..hehe…
Ngomong-ngomong, bagaimana liburan kemarin? Sangat berkesan, cukup berkesan atau biasa-biasa saja alias berlalu tanpa kesan? Hehe.. maafkan jika aku kepo ya teman.. Itu karena tema arisan Blogger Gandjel Rel kali ini bertemakan ‘Liburan yang Paling Berkesan’ , yang merupakan tema dari dua blogger keren yaitu MomTraveler Muna Sungkar & yang punya banyak tips keren Wuri NugraeniContinue reading “Libur Lebaran : Liburanku yang Paling Berkesan”
Hai.. Apa kabar, Juni…
Juni telah datang lagi, demikian pula tema arisan Blog Gandjel Rel, kali ini dari 2 member keren Gandjel Rel yaitu mba Rizka Alyna & Alley , yaitu dengan tema “Sesuatu yang paling kamu kangenin”
Hm… banyaaaak…. Yang pertama kangen bedug maghrib! Haha… Maafkaan…, itu sih guyonan orang puasa ya.. 🙂
Tapi memang banyak yang kurindukan di Bulan Romadhon begini. Terutama kebersamaan dengan Ibu, kakak, adik dan para krucils yang sudah semakin besar, dan mau tak mau kebersamaan semacam itu menjadi hal yang langka.
Selain itu tentunya suasana nikmat ibadah di tanah suci, yang entah mengapa selalu menyeruak rasa rindu untuk kembali menikmatinya di bulan suci begini… Hm.., tapi pertanyaannya kan yang paling ya… Jadi aku harus memilih salah satu dari banyak hal yang kurindukan itu..hehe…
OK lah… Ini bulan Juni. Dan setiap bulan Juni tiba, kerinduan yang sangat akan sosok tercinta itupun muncul di hati. Bukan berarti di waktu-waktu lain tak lagi hadir bayangnya, namun di awal Juni selalu saja lebih tebal kerinduan itu kurasa.
(alm) Bp. Soeranto Prijowidjojo
Almarhum Bapak. Ya, itulah sosok yang selalu kami rindukan di awal bulan Juni, yang menjadi bulan kelahiran sekaligus bulan kepergian beliau, 19 tahun yang lalu. Ya, tanggal 3 Juni 1931 adalah hari kelahiran lelaki tercinta yang mengukir jiwa ragaku, dan kepergiannya adalah di 2 Juni 1998, sehari sebelum usia beliau genap 67 tahun.
Bapak, selalu menjadi sosok istimewa buat kami. Panutan yang menanamkan nilai-nilai penting bagi kami sejak kami semua kecil dulu. Disiplin adalah salah satu yang selalu ditekankannya. Kami harus merencanakan dengan baik kegiatan yang akan kami lakukan, dan berusaha menepati rencana yang telah kami buat itu. Bahkan dalam kegiatan santai, misalnya piknik keluarga. Beliaulah yang pertama kali siap dan selalu berusaha agar kami menepati waktu-waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Bahkan saat mengantarku ke suatu kegiatan, kalau aku bilang acara mulai jam 7, maka paling lambat setengah jam sebelumnya sudah harus standby di lokasi. Walhasil, aku seringkali menjadi orang pertama yang datang di suatu acara. Kebiasaan itu terbawa sampai kini, tak nyaman rasanya datang di suatu acara yang sudah banyak pesertanya alias terlambat dari jadwal, meskipun kenyataannya acara seringkali belum dimulai alias jam karet 🙂
Mempererat tali silaturahmi juga menjadi salah satu agenda beliau. Sebelum bulan puasa, seperti biasa keluarga mengadakan acara nyadran bersama. Seringkali hanya keluarga kami saja, tapi kadangkala bersama-sama dengan keluarga besar Bapak. Nah, tidak hanya berkunjung ke sarean-sarean para leluhur saja, acara itu sekaligus menjadi acara temu keluarga, saling mengenalkan dan mempererat silaturahmi dengan anggota-anggota keluarga yang jarang bertemu karena domisili yang berjauhan.
Demikian pula setelah lebaran. Sedapat mungkin kita semua harus hadir pada acara Halal bi halal Keluarga Besar, namun bila berhalangan hadir maka Bapak akan memimpin keluarga kami melakukan ujung-ujung / silaturahmi dari rumah ke rumah, terutama kepada para sesepuh, eyang-eyang dan Pakde-Bude. Semacam tour dari kota ke kota yang sebenarnya melelahkan, namun selalu meninggalkan rasa gembira di hati sehingga selalu kami tunggu-tunggu waktu pelaksanaannya.. 🙂
Aku memang dekat dengan alm Bapak, mungkin karena banyak kesamaannya. Yang jelas, dari kelima putra-putrinya, aku satu-satunya yang nurun berambut ikal seperti beliau. Sifat kami sama-sama keras dan lebih memilih diam saat marah. Tapi herannya, jarang banget aku bentrok dengan beliau… Bentroknya malah dengan yang lain, hahaha…
Banyak sekali kenanganku dengan Bapak, sejak kecil hingga masa-masa awal ku di dunia kerja yang ternyata juga masa akhir beliau bersama kami. Kumasih ingat, saat pertama kali belajar masak adalah saat tinggal berdua Bapak di Pekalongan karena ibu belum bisa pindah tugas dari Semarang, kakak-adikku juga masih di Semarang. Oseng-oseng kacang panjang adalah masakan pertamaku, yang dinikmati beliau dengan senyum dan manggut-manggut, meskipun sebenarnya agak keasinan! Haha…
Selain itu yang paling kuingat juga adalah nasehat beliau ketika aku galau memilih jalur karir di awal masa kerjaku, tetap di fungsional atau pindah struktural -dengan konsekwensi suatu saat jenjang kepangkatan mentok– dan beliaulah yang memberikan pertimbangan-pertimbangan yang akhirnya memantabkan hatiku untuk menerima tawaran struktural, yang alhamdulillah lancar hingga kini.
Sayangnya… setelah kucari-cari di antara seabreg foto-foto lama, tak banyak fotoku berdua saja dengan beliau… Hiks.. Tapi tak apalah, minimal masih bisa kunikmati senyum teduh beliau dari foto-foto yang ada… Atau kurangkaikan kata untuk mengenang beliau, sekedar menyalurkan kerinduan ini… *lalu mewek…
Itulah sekelumit kenanganku dengan alm Bapak -yang paling kurindukan saat ini- dan yang masih akan selalu kurindukan terutama di hari-hari istimewa dan di Bulan Juni, bulan kelahiran dan kepergiannya. Kutitipkan rinduku lewat doa-doa yang kulantunkan bagi beliau, aku serahkan penjagaannya pada Allah SWT, insya Allah ditempatkannya beliau di tempat terindah di sisiNYA… Aamiin…
Alhamdulillah kita sudah berjumpa kembali dengan Bulan Ramadhan, bulan suci yang tentunya dinanti-nanti oleh kaum muslimin. Selamat menunaikan ibadah di Bulan Ramadhan bagi teman-teman yang menjalankannya yaa…
Ramadhan memang terasa istimewa, baik suasananya..maupun aneka makanan yang disajikan di rumah-rumah kaum muslim. Mungkin bahkan ada menu-menu khusus yang hanya hadir di kala Ramadhan saja.
Bagaimana di rumah kami?
Hm, mungkin agak berbeda dengan yang lainnya, di rumah kami memang tidak ada menu khusus selama Bulan Ramadhan ini. Semua yang terhidang di bulan ini bisa juga terhidang di luar bulan Ramadhan, baik itu menu takjil, menu berbuka ataupun menu sahurnya.
Kenapa begitu? Entahlah, mungkin karena kebiasaan saja di rumah kami. Bukan berarti tak menghormati bulan suci lho yaa… Luar biasanya bulan Ramadhan adalah bahkan menu biasa terasa istimewa disantap di bulan ini. Mungkin lebih ke suasananya ya?
Nah, kalau ada yang bertanya apa menu favorit di bulan Ramadhan, jadi agak mikir juga ya..hehe.. Mungkin kata favorit di sini kuterjemahkan saja jadi yang sering muncul ya? 🙂 Continue reading “Masakan favorit saat Ramadhan”
Lalang Ungu. “Kenangan masa kecil yang paling membekas di ingatan” merupakan tema arisan link Blogger Gandjel Rel yang kami dapat minggu ini, dari mba Anjar Sundari & mba Nia Nurdiansyah.
Hm…apa ya, kenangan masa kecilku yang tak terlupakan??
Banyaaaak…hehe.. Alhamdulillah aku dibesarkan di tengah keluarga yang hangat dan penuh cerita sehingga rasanya begitu banyak pengalaman hidup berkesan sepanjang masa kecil, masa remaja bahkan di masa dewasa ini.
Salah satunya adalah saat kami merayakan hari ulang tahun dari anggota keluarga kami. Ya, meskipun sederhana -hanya dihadiri keluarga inti saja- selalu ada acara peringatan hari lahir masing-masing anggota keluarga yang saat itu berjumlah delapan orang : Mbah Putri-Bapak-Ibu-lima anak. Eh.. HUT Si Mbah tidak dirayakan ding..karena kami tidak tahu kapan tepatnya hari kelahiran beliau, hehe… Continue reading “Kenangan Ulang Tahun di Masa Kecilku”
Sudah lama aku suka menikmati karya-karya foto yang indah. Bukan hanya foto-foto pemandangan atau yang bersifat alami semacam bunga ataupun binatang-binatang unik ataupun indah..tapi juga foto benda-benda sederhana yang sering kita temui di sekitar kita, bahkan hasil masakan pun bisa tampil cantik menarik dalam foto dan bikin ngeces..hehe.. Apalagi setelah punya instagram… Wah, aneka foto indah bertebaran di lini masaku, menerbitkan keinginan untuk bisa menghasilkan foto-foto indah juga…
Apa yang kulakukan kemudian?
Banyak motret tentunya.. Kan ada pepatah practice makes perfect.. Nah, jadi akupun berusaha belajar dengan lebih sering memotret aneka hal di sekitarku, termasuk kuliner yang kutemui atau kucoba. Sampai-sampai seorang teman berkomentar, keburu dingin makanannya ntar kalau kelamaan potret-potret dulu..hihi.. Continue reading “Yuk, jepret Kuliner Nusantara dengan smartphonemu”