Kisah Foto Instagram Si Awam Dapur

Awam dapur. Ya, itulah sebutan yang kusematkan pada diriku sendiri, yang sampai setua ini tak pandai masak. Tak hafal semua jenis bumbu dapur dan kurang akrab dengan aneka jenis alat masak. Hanya sesekali saja menyambangi dapur, itupun dengan hasil seadanya saja, hehe…

Beberapa waktu lalu bahkan ada seorang teman yang secara bercanda -minimal begitu anggapanku- mengatakan padaku bahwa ‘keibuanku’ patut dipertanyakan karena tak mengenal istilah SABLU yang ternyata adalah sebutan -di daerah Pekalongan dan sekitarnya- bagi alat masak semacam dandang / kuali besar untuk memasak soto! Ok..resmilah sudah aku sebagai Si Awam Dapur! 😀 Continue reading “Kisah Foto Instagram Si Awam Dapur”

Jejak jalan-jalanku di 2016

photo-768x427

Tahun 2016 telah kita lalui, dalam beragam rasa dan berjuta kenangan. Suka duka silih berganti, tangis dan tawa menyemarakkannya, perjuangan dan pencapaian saling melengkapi, alhamdulillah…

Puji syukur juga kupanjatkan kehadirat Illahi Robbi karena di antara kesibukan di 2016, terselip beberapa kesempatan berharga untuk refreshing, jalan-jalan menyegarkan pikiran…

Tidak banyak memang kesempatan jalan-jalanku di 2016, masih bisa kuhitung dengan 10 jariku sendiri, namun semuanya sungguh berkesan dan kusyukuri. Ke mana saja? Continue reading “Jejak jalan-jalanku di 2016”

Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…

“Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja bukan Solo… ” demikian sepenggal lirik lagu SLANK yang sudah sering kita dengar.

Ya, Pekalongan dan Batik memang sepertinya tak terpisahkan. Bahkan sesanti Kota Pekalongan juga BATIK yang merupakan akronim dari Bersih – Aman – Tertib – Indah – Komunikatif. Bicara batik, langsung teringat Pekalongan, demikian juga bila bicara Pekalongan, yang pertama dikaitkan adalah batik. Konon, belum sah berkunjung ke Pekalongan kalau belum belanja batik, hehe…

Namun sebenarnya, potensi / produk unggulannya Kota Pekalongan tak hanya batik lho…

Menurut data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, ada 6 jenis produk unggulan Kota Pekalongan, yaitu :

  1. Batik
  2. Tenun ATBM
  3. Tenun ATM
  4. Konveksi
  5. Pengolahan Ikan
  6. Kerajinan enceng gondok dan serat alam

Tuuh, ada banyak kan, yang bisa diborong kalau sedang berada di Kota Pekalongan. Selain di pusat perbelanjaan dan toko-toko yang tersebar di Kota Pekalongan, masing-masing produk unggulan itu dapat ditemukan di sentra-sentra usaha, misalnya di Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Pesindon, Kampung Tenun ATBM Medono, Kampung Canting Landungsari, Sentra Tempe di Pekalongan Selatan, dll.

Nah, kali ini, aku ingin kenalkan TENUN ATBM Pekalongan ya…

Menurut Wikipedia, TENUN itu sendiri adalah teknik pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip menggabungkan benang secara memanjang dan melintang, atau bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian.  Tenun ATBM dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi penghasil kerajinan tenun dan masing-masing mempunyai ciri atau corak yang khas. Kota Pekalongan adalah salah satu diantaranya. Continue reading “Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…”

3 Resolusi yang ingin kuwujudkan di 2017

Tahun 2016 umurnya tinggal menghitung hari lagi, tepatnya tinggal 16 hari lagi.  Rencana-rencana libur akhir tahun sudah dimatangkan tentunya, bukan? Iya laah… Terutama bila akan berlibur ke luar kota, kalau baru direncanakan mepet-mepet di akhir tahun nanti, bisa-bisa kesulitan mencari akomodasi dan batal liburannya, hehe…

Bagaimana dengan Resolusi Tahun Baru?

Ya, seperti biasa, di akhir tahun seperti ini, selain kata LIBURAN, kata lain yang seringkali kita dengar / baca adalah kata RESOLUSI. Sebenarnya apa sih maksudnya?

Jika mencari kata itu di kamusnya mbah Google, akan mudah didapatkan pengertiannya ya. Intinya, RESOLUSI yang dimaksud di sini bukan yang berhubungan dengan kamera ya… melainkan mengenai sebuah TEKAD atau KETETAPAN HATI untuk melakukan suatu tindakan / mengambil sikap yang baru / berbeda dari sebelumnya -dan lazimnya adalah sikap / tindakan yang lebih baik- yang dilakukan sebagai langkah besar dalam hidup seseorang untuk mencapai suatu tujuan / cita-cita hidupnya.

Halaah…pengertiannya muter-muter ya? Hihi… tapi bisa diambil intinya bukan? Wis, pokoke Resolusi adalah tekad untuk melakukan tindakan yang penting untuk dilakukan. Resolusi Tahun baru, berarti tekad untuk melakukan satu / beberapa tindakan di tahun yang akan datang, yang lebih baik dari tahun ini.

Hm, apa ya #resolusiku2017 nanti? Continue reading “3 Resolusi yang ingin kuwujudkan di 2017”

Yuk, bantu kembangkan UMKM di sekitar kita…

Deskripsi UMKM

Sebenarnya, UMKM -atau sering juga disebut UKM- itu apa sih?

UMKM adalah singkatan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Jadi UMKM adalah usaha produktif milik perorangan dan atau Badan Usaha, yang memenuhi persyaratan / kriteria tertentu.

Nah, untuk mengetahui kriteria usaha produktif apa saja yang bisa disebut usaha MIKRO, KECIL dan MENENGAH dapat membuka kembali UU No 20 th 2008 khususnya di Pasal 6, yaitu :

  • Usaha MIKRO mempunyai kekayaan bersih maksimal 50 juta, tidak termasuk tanah & bangunan tempat usaha, dan hasil penjualan tahunan maksimal 300 juta.
  • Usaha KECIL mempunyai kekayaan bersih lebih sari 50 sampai dengan 500 juta, dan hasil penjualan tahunan lebih dari 300 juta sampai 2,5 M.
  • Usaha MENENGAH mempunyai kekayaan bersih lebih dar 500 juta smpai dengan 10 M dan hasil penjualan tahunan lebih dari 2,5 M sampai dengan 50 M.

Continue reading “Yuk, bantu kembangkan UMKM di sekitar kita…”

Ngapain Ngeblog ?

Eh, hari gini… masih muncul pertanyaan itu ya?

Hehe, maklum saja, itu adalah pertanyaan yang sering muncul dari teman-temanku di saat awal aku Ngeblog dulu, awal tahun 2010 tepatnya.

berandamechta
Blog pertama : Beranda Mechta ( http://new.mechta.blogdetik.com )

Menjawab pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini, adalah : karena aku senang membaca dan menulis. Continue reading “Ngapain Ngeblog ?”

Berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur

Desa Bahasa Borobudur

Desa Bahasa Borobudur.  Apa dan di mana itu? Dua kata itulah yang terlintas pertama di benakku ketika mendengar rencana Blogger Gandjel Rel Semarang akan berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur.  Terus terang, itu kali pertama aku mendengar namanya.

Informasi yang kudapat dari teman-teman di grup IIDN Semarang & Gandjel Rel, bahwa itu adalah sebuah lembaga pembelajaran bahasa inggris yang menerapkan konsep “Belajar bahasa inggris secara mudah, cepat dan menyenangkan”.

Hm..menarik, bukan? Maka akupun segera mendaftarkan diri untuk ikut acara yang dikemas sebagai : “English Revolution for IIDN Semarang & Blogger Gandjel Rel” itu, agar bisa tahu lebih banyak tentang Desa Bahasa Borobudur itu. Dan inilah cerita kunjungan kami ke sana, tepatnya pada hari Sabtu, 24 September 2016 lalu.

Continue reading “Berkunjung ke Desa Bahasa Borobudur”

Cerita interaksiku di Dunia Maya

Sejak kapan kau mengenal internet, teman?

Mungkin rata-rata akan menjawab sudah lama yaa.. Menurut Wikipedia, sejarah internet di Indonesia dimulai pada tahun 1990-an. Jadi internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita lebih dari 2 dekade, dan kedudukannya bagi kita saat ini mungkin mengalahkan keberadaan televisi ataupun radio, yang sudah jauh lebih lama kita kenal. Nah, ini cerita interaksiku di Dunia Maya.

Aku sendiri mengenal internet sejak masa-masa awal di dunia kerja namun baru sebatas aktivitas ber-email ria untuk urusan kantor. Perkenalan dengan internet lebih lanjut adalah setelah membuat akun Facebook di saat heboh mau reunian dengan teman-teman SMP, sekitar tahun 2009.

Selain chit-chat dan say hello dengan teman-teman via FB, aku juga menggunakannya untuk menampung hasil tulisan-tulisan singkat pada Catatan FB. Rasanya, aku lebih banyak menulis di Catatan daripada menulis status, hehe… Selebihnya sih komen-komen sana-sini saja..

Lalu, aku mulai mengenal Blog. Continue reading “Cerita interaksiku di Dunia Maya”

Menumpang Kalijaga menuju Surakarta

Aah…. ternyata sudah sebulan tak merangkai kata di rumah maya ini … Hm, kangeeen… *ambil sulak  untuk membersihkan debu & sawang di blog ini. Untung musim hujan belum benar-benar datang..bisa-bisa lumuten blog ini, hihi…

OK deh, kali ini aku ingin bercerita tentang perjalanan dengan Kereta Api beberapa waktu lalu.  Apakah itu perjalanan pertamaku naik KA?

Bukaaan… Tentu saja sudah sering aku melakukan perjalanan dengan KA karena akhir-akhir ini KA menjadi favoritku sebab semakin nyaman dan mudah mendapatkan tiketnya. Namun, perjalananku berkereta-api kemarin itu, adalah perjalanan pertama ke Surakarta dengan Kereta Api.

Ya, aku memang sudah lama mendengar adanya jadwal KA Surakarta / Solo – Semarang PP, namun baru sempat mencobanya beberapa hari yang lalu, ketika mendadak mendapat tugas ke Solo, dengan jadwal acara dimulai pukul 12 siang.

Dari Pekalongan, aku menumpang KA Kaligung Mas start dari Stasiun Pekalongan jam 6 pagi, sengaja memesan tempat duduk di sebelah jendela, agar bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, terutama hamparan laut Ujung Negoro (Kab. Batang)  yang dapat kita nikmati dalam perjalanan Pekalongan – Semarang.

Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas
Pantai Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas

Continue reading “Menumpang Kalijaga menuju Surakarta”

Cerita di balik Blog a la Mechta

 

“Waah…dapat hadiah lagi ya, mbak?”

“Iya nih, alhamdulillah… Rezeki ngeblog, hehe… ”

“Seneng ya mbak…, bisa dapat  hadiah macam-macam modalnya cuma nulis saja..”

“Hm…iya… Alhamdulillaaaah banget…”

***

Itu sekelumit percakapan yang beberapa waktu lalu kualami, dan sudah beberapa kali pula terjadi.

Ada beragam perasaan muncul di hati saat percakapan semacam itu terjadi.

Yang pertama, tentu ada rasa senang…bangga…lalu ada juga rasa jengkel.

Jengkel??

Iya benar… rasa yang satu itu muncul ketika mendengar kalimat yang kugaris bawahi itu.  CUMA NULIS SAJA”.

Nulis itu…tak sekedar CUMA, Oy…!!

Pengen rasanya aku teriak begitu bila ada yang menggambarkan ketrampilan menulis dengan kata CUMA atau HANYA ataupun SEKEDAR.

Ya -buatku- menulis itu tidak mudah. Sebuah proses yang tak sekedar merangkai huruf menjadi kata dilanjutkan merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Jauh lebih dari itu. Buatku, menulis itu menceritakan apa yang kurasa, mengemukakan pendapatku, mengisahkan kembali apa yang kulihat, kudengar ataupun kualami.  Memberitakan suatu hal, menuturkan langkah-langkah yang ingin kujabarkan…dll, dsb, dst…. Intinya, menurutku menulis itu bukan suatu pekerjaan yang pantas diargai hanya dengan CUMA / HANYA / SEKEDAR saja. Continue reading “Cerita di balik Blog a la Mechta”