Menumpang Kalijaga menuju Surakarta

Aah…. ternyata sudah sebulan tak merangkai kata di rumah maya ini … Hm, kangeeen… *ambil sulak  untuk membersihkan debu & sawang di blog ini. Untung musim hujan belum benar-benar datang..bisa-bisa lumuten blog ini, hihi…

OK deh, kali ini aku ingin bercerita tentang perjalanan dengan Kereta Api beberapa waktu lalu.  Apakah itu perjalanan pertamaku naik KA?

Bukaaan… Tentu saja sudah sering aku melakukan perjalanan dengan KA karena akhir-akhir ini KA menjadi favoritku sebab semakin nyaman dan mudah mendapatkan tiketnya. Namun, perjalananku berkereta-api kemarin itu, adalah perjalanan pertama ke Surakarta dengan Kereta Api.

Ya, aku memang sudah lama mendengar adanya jadwal KA Surakarta / Solo – Semarang PP, namun baru sempat mencobanya beberapa hari yang lalu, ketika mendadak mendapat tugas ke Solo, dengan jadwal acara dimulai pukul 12 siang.

Dari Pekalongan, aku menumpang KA Kaligung Mas start dari Stasiun Pekalongan jam 6 pagi, sengaja memesan tempat duduk di sebelah jendela, agar bisa menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, terutama hamparan laut Ujung Negoro (Kab. Batang)  yang dapat kita nikmati dalam perjalanan Pekalongan – Semarang.

Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas
Pantai Ujung Negoro dari balik jendela Kaligung Mas

Continue reading “Menumpang Kalijaga menuju Surakarta”

Cerita di balik Blog a la Mechta

 

“Waah…dapat hadiah lagi ya, mbak?”

“Iya nih, alhamdulillah… Rezeki ngeblog, hehe… ”

“Seneng ya mbak…, bisa dapat  hadiah macam-macam modalnya cuma nulis saja..”

“Hm…iya… Alhamdulillaaaah banget…”

***

Itu sekelumit percakapan yang beberapa waktu lalu kualami, dan sudah beberapa kali pula terjadi.

Ada beragam perasaan muncul di hati saat percakapan semacam itu terjadi.

Yang pertama, tentu ada rasa senang…bangga…lalu ada juga rasa jengkel.

Jengkel??

Iya benar… rasa yang satu itu muncul ketika mendengar kalimat yang kugaris bawahi itu.  CUMA NULIS SAJA”.

Nulis itu…tak sekedar CUMA, Oy…!!

Pengen rasanya aku teriak begitu bila ada yang menggambarkan ketrampilan menulis dengan kata CUMA atau HANYA ataupun SEKEDAR.

Ya -buatku- menulis itu tidak mudah. Sebuah proses yang tak sekedar merangkai huruf menjadi kata dilanjutkan merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Jauh lebih dari itu. Buatku, menulis itu menceritakan apa yang kurasa, mengemukakan pendapatku, mengisahkan kembali apa yang kulihat, kudengar ataupun kualami.  Memberitakan suatu hal, menuturkan langkah-langkah yang ingin kujabarkan…dll, dsb, dst…. Intinya, menurutku menulis itu bukan suatu pekerjaan yang pantas diargai hanya dengan CUMA / HANYA / SEKEDAR saja. Continue reading “Cerita di balik Blog a la Mechta”

Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015

Pekan Batik merupakan salah satu agenda rutin di Kota Pekalongan. Biasanya berlangsung pada awal Oktober untuk memperingati Hari Batik tanggal 2 Oktober, namun pada tahun ini dilaksanakan pada akhir Juli s.d awal Agustus 2015 ditengah bersamaan dengan Pameran Inovasi & Kreatifitas yang berlangsung sejak 30 Juli – 3 Agustus 2015 lalu.

Dalam rangkaian acara Pekalongan Batik Week tahun ini diselenggarakan juga Pekalongan Jlamprang Carnival tepatnya pada hari minggu tanggal 2 Agustus 2015 lalu, yang dimulai sejak pukul 8 pagi hingga siang harinya.

Karnaval tahun ini lebih berkesan bagiku, karena bersama rekan-rekan lainnya aku terlibat langsung sbg peserta karnaval hari itu.

Beberapa hari sebelumnya teman-teman sudah sibuk berembug kostum yang akan digunakan maupun konfigurasi gerakan yang akan ditampilkan di depan panggung kehormatan. Karena kesibukan masing-masing Badan dan Kantor yang tergabung dalam 1 kontingen ini, bukan hal yang mudah untuk dapat meluangkan waktu pada saat yang sama untuk berlatih gerakan yang akan ditampilkan.

Dan akhirnya hari H datang juga. Pagi-pagi sudah sibuk berkutat dengan kebaya dan kain batik juga riasan -ala kadarnya- dan perlengkapan lainnya. Aah…untung saja kontingen yg kuikuti tidak menggunakan kostum yg ribet, hanya kain-kebaya untuk para ibu dan baju koko – celana panjang + kain & tutup kepala batik untuk para bapaknya.

Oya, aku sengaja menggunakan sepatu datar sebagai alas kaki karena harus berjalan kaki sepanjang route karnaval itu, meskipun agak tidak matching dengan kain-kebaya..hihi… Hasilnya? Nyaman saat jalan sih…tapi tetap saja lumayan pegeeel setelah selesai karnaval … hehe… Continue reading “Pengalaman berpartisipasi dalam Pekalongan Jlamprang Carnival 2015”

Balon Raksasa & Lopis Ageng ciri Syawalan di Kota Pekalongan

Lebaran telah berlalu, bulan Syawal telah memasuki pekan ke-2.  Namun kemeriahan belum lagi usai, di beberapa daerah, bahkan acara Syawalan ataupun bada kupat  tak kalah meriah sebagai rangkaian perayaan Lebaran itu sendiri.

Salah satu daerah yang merayakan momen Syawalan dengan meriah adalah di Pekalongan, baik di Kota maupun Kabupaten Pekalongan.

Jumat pagi tanggal 8 Syawal 1436 H atau 24 Juli 2015 yang lalu, terasa benar kemeriahan perayaan Syawalan di Kota Pekalongan.  Sejak sekitar jam 6 pagi, suara-suara petasan besar terdengar bersahut-sahutan, namun arahnya dari atas. Ya, pagi itu banyak warga yang keluar rumah dan mendongakkan kepalanya menikmati balon-balon raksasa yang bertebangan di langit Pekalongan, dan sesekali mengeluarkan suara menggelegar ketika petasan yang dibawa balon-balon itu meletus di atas.

Balon raksasa menari-nari di langit Kota Pekalongan
Balon raksasa menari-nari di langit Kota Pekalongan

Continue reading “Balon Raksasa & Lopis Ageng ciri Syawalan di Kota Pekalongan”

Sepasang Mata Bola : kukis favorit keluarga kami

Haai… selamat Lebaran, teman… maaf lahir batin yaa…

Lebaran sudah berlalu … apa kabar toples-toples kue kering di rumah? hehe …

Lebaran dan kukis / kue kering memang dua kata yang sering disandingkan dalam satu kalimat.  Menjelang lebaran, ibu-ibu ataupun calon ibu sibuk menyediakan aneka kukis sebagai pelengkap hidangan keluarga masing-masing. Ada yang membuat sendiri, ada pula yang membeli jadi. Pokoknya macam-macam usahanya, dan macam-macam pula jenis kue nya ya… Tentunya disesuaikan dengan kesukaan masing-masing anggota keluarga.

Begitupun di keluarga kami, tak ketinggalan menyiapkan aneka kukis kesukaan ini. Beruntung ada adik yang jago masak, sehingga pengadaan kue kering ini sama sekali tak terkendala. Tinggal pesan saja apa jenisnya & berapa banyak…  Alhamdulillah pokoknya mah 🙂

Mau tahu kukis favorit di keluarga kami? Continue reading “Sepasang Mata Bola : kukis favorit keluarga kami”

Makan Kluban a la Pekalongan

Kluban atau kuluban, rasanya bukan kosa kata yang asing bagi kita, terutama yang bermukim di Jawa, lebih khusus lagi Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Sajian yang terdiri dari rebusan sayuran ( biasanya terdiri dari Kacang panjang, Taoge, Kol, Bayam atau Kangkung ) yang diurap dengan parutan kelapa muda berbumbu kencur dan mboksiyah alias Lombok ( cabai ) – terasi – uyah ( garam ) atau yang seringkali disebut juga sebagai Sayur Urap itu mungkin sudah akrab di lidah kita, bukan ?

Klubanan, gudhangan atau urapan ini juga seringkali kita temukan pula sebagai pelengkap Nasi Tumpeng, bersama dengan tahu / tempe bacem, ayam goreng / ingkung, telur rebus dan ikan asin. Hmmm…. nyamleng tenan 🙂

Nah, di Pekalongan juga dikenal masakan kluban ini. Namun berbeda dengan beberapa daerah lain yang biasanya mengkonsumsi kluban secara garingan artinya sebagai sayur tanpa kuah, orang Pekalongan mempunyai cara berbeda dalam mengkonsumsi Kluban ini. Continue reading “Makan Kluban a la Pekalongan”

Trauma belanja online? enggak lagi tuh …

Cuaca masih saja tak tentu. Malam kemarin, turun hujan lumayan deras sehingga pagi-pagi tadi saat berangkat ke kantor sempat harus mlipir-mlipir ketika melewati ruas jalan yang berhiaskan genangan-genangan air, eh ternyata siangnya matahari sedang getol-getolnya berbagi sinar sehingga kami cukup ngos-ngosan berjalan di bawah terik matahari mendampingi tetamu dari Kalimantan Timur yang mengunjungi kota kami.

Oleh karena itu, rasanya legaaa… ketika sore tadi bisa pulang (relatif) tepat waktu dan akhirnya berhasil rebahan dengan nikmatnya di kamar sambil menunggu magrib. Sempat mak lees.. sebentar, sebelum dikejutkan oleh suara HP.

Sambil terkantuk-kantuk kuterima, ternyata dari salah seorang sahabat yang mengingatkan bahwa hari ulang tahun salah satu sahabat kami sudah semakin dekat, dan aku yang bertugas memilih kado untuknya…

Oya, tentang keempat sahabatku ini, rasanya pernah kuceritakan pada tulisan-tulisanku yang lalu ya … Sebenarnya kami memang jarang bertemu, karena saat ini tidak satupun dari kami berlima yang bekerja di kantor yang sama. Namun alhamdulillah, hal itu bukan merenggangkan persahabatan kami, justru menjadikan kami makin aktif memanfaatkan teknologi yang ada untuk tetap berhubungan. Saling bertukar kabar ataupun saling menguatkan hati lewat pesan singkat ataupun inbox FB tak menjadi masalah bagi kami. Continue reading “Trauma belanja online? enggak lagi tuh …”

Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua

Di Provinsi Jawa Tengah, terdapat banyak lokasi Agrowisata Perkebunan Teh.  Perkebunan Teh Kaligua di Kabupaten Brebes, Pagilaran di Kabupaten Batang, Semugih di Kabupaten Pemalang, Tambi di Kabupaten Wonosobo, Kemuning di Kabupaten Karanganyar dan Kebun Teh Medini di Kabupaten Kendal adalah beberapa diantaranya.

Dari beberapa lokasi agrowisata perkebunan teh yang kusebutkan di atas, tiga diantaranya pernah kukunjungi dalam beberapa tahun terakhir ini.  Memang, berkunjung ke agrowisata perkebunan teh selalu menyenangkan, oleh karena itu kami tak segan untuk sering-sering jalan-jalan ke sana.  Berikut adalah tiga lokasi agrowisata Kebun teh di Jawa Tengah yang pernah kukunjungi, yaitu : Continue reading “Agro wisata Pagilaran, Medini dan Kaligua”