Banjarnegara. Bila mendengar kata itu, apa yang langsung terbayang olehmu, teman? Dawet Ayu, Tempe Kemul, Dieng, Keramik, Batik, rafting?
Ya, memang banyak sekali potensi yang ada di Kabupaten Banjarnegara ini, sangat menarik untuk dieksplor satu persatu ya… Itu sebabnya aku sangat senang dan semangat ketika beberapa waktu lalu mendapat tawaran untuk ikut Famtrip Blogger dan Media ke Banjarnegara pada 10-12 Nopember 2017.
Semangat sekali sehingga dibela-belain ambil cuti sehari di kantor karena acara itu akan dimulai pada hari Jumat pagi yang notabene bukan hari libur kami, hehe… Alhamdulillah izin cuti disetujui dengan mudah, sehingga aku berhasil ikut acara keren ini. Sungguh tak menyesal karena benar-benar seruuuu…
Lalang Ungu. Suatu hari, saat sedang berselancar di dunia maya, sambil sesekali membuka akun medsosku, aku merasa terkejut dengan status FB salah seorang remaja kami, yang kurasakan cukup kasar dan sama sekali tak seperti dia dalam kesehariannya.
Melalui japrian kemudian terungkap bahwa dia sedang merasakan emosi negatif terhadap salah seorang temannya, dan tanpa pikir panjang melampiaskannya dalam status dengan gaya bahasa anak muda yang menurutnya biasa-biasa saja karena toh banyak digunakan oleh teman-temannya.
Melalui komunikasi itu pun kemudian aku mencoba memberi pengertian padanya tentang tindakannya yang kurang bijak tersebut. Status-status dalam medsos kita adalah salah satu cerminan pribadi kita, jadi alangkah baiknya bila kita selalu hati-hati dalam mempergunakannya.
Lalang Ungu. Bandungan. Apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata itu, teman?
Pasar?
Bunga?
Buah?
Villa?
Daerah sejuk?
Kabupaten Semarang?
Yak…semua benar! 😀
Menurut Wikipedia, Bandungan adalah nama sebuah wilayah di Kabupaten Semarang, yang merupakan kecamatan baru, pemekaran dari sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa dan Kecamatan Jambu.
Bandungan terkenal dengan pasar tradisionalnya yang berlokasi strategis yaitu di pinggir jalan utama Bandungan, di mana pengunjung dapat membeli aneka buah maupun makanan khas Bandungan seperti Tahu Serasi, Kerupuk Opak maupun Torakur alias Tomat Rasa Kurma.
Selain aneka buah -yang paling sering dicari orang adalah Kelengkeng dan Alpukat- bagi pecinta bunga hias Bandungan adalah surganya. Deretan kios-kios penjual bunga hias ini ada di sepanjang trotoar jalan utama. Warna-warni yang sangat menyegarkan mata!
Sebagaimana daerah beriklim sejuk lainnya, ada banyak hotel, motel maupun villa-villa yang bertebaran di Bandungan ini. Pilih saja yang paling sesuai dengan kebutuhan dan ketebalan dompet anda! Hehehe..
Nah, itu dia sekilas info tentang Bandungan, yang menjadi lokasi pengalaman belanjaku yang anti mainstream dan akan kutuliskan kali ini.
Memangnya bisa belanja apalagi di Bandungan selain yang sudah disebutkan sebelumnya?
Lalang Ungu. Oktober sudah hampir berlalu, tapi cuaca di daerahku belum berganti. Hari masih terasa puanaaas, bahkan ketika hari telah beranjak sore. Meskipun di daerah lain mungkin sudah mulai sering hujan -bahkan menurut berita sudah ada yang kebanjiran- tapi hujan masih menjadi kondisi langka bagi kami saat ini.
Para petani padi masih menunggu-nunggu hujan sehingga belum mulai mengolah tanah apalagi mulai tanam, sementara para petinggi di Pusat sudah ngoyak-oyak pencapain target luas tanam yg belum terealisasi..hiks..*curcol
Eh maafkan kok malah tsurhat di sini, hehe.. Kembali ke bahasan awal deeh… Saat di luar sedang hot potato-potato alias panas kentang-kentang -istilah Jawa untuk kondisi puanaaas pwool- seperti sekarang ini, sungguh kusyukuri kami punya tempat berlindung yang relatif nyaman, sehingga saat ini pun bisa nulis sambil ngleyeh tak terganggu cuaca di luar.
Ya, alhamdulillah ada rumah sederhana tempat kami berlindung dari panas dan hujan ini, yang meskipun belum memenuhi kriteria rumah impian tapi tetap kami usahakan untuk menjadi sarang nyaman kami selama ini.
Lalang Ungu. Hai.. Pa kabar.. Alhamdulillah kembali bisa menulis lagi di sini, setelah beberapa waktu blog ini nganggur..hehe.. Kali ini mau nulis tentang hobi-hobiku.
Kuyakin, hampir semua kita punya hobi / hal-hal menyenangkan yang dilakukan sebagai pengisi waktu luang. Ada banyak macamnya ya.. Oya, apa hobbymu, teman?
Kalau hobiku sih, sudah sering kutulis di sini ya.. Mudah-mudahan teman-teman tidak bosan membacanya. Hehe..
Membaca, bisa di mana saja…
Yang pertama kusebutkan jika ditanya apa hobiku, tentu saja : membaca. Ya, kurasa itulah hobi pertamaku. Seingatku sih kusuka membaca sejak masih kecil. Kata ibuku, sejak bisa mengeja kata maka apaaaa saja kubaca. Nama-nama toko di sepanjang jalan yang kulalui rupanya menjadi sasaran baca yang mengasyikkan saat diajak jalan-jalan oleh ibu / bapak. ☺
Setelah SD mulai berkenalan dengan koran dan majalah, sampai ke iklan-iklan kecik pun kubaca! Hahaha…dan paling suka saat (alm) Mbah Putri memintaku membacakan koran untuk beliau. Hehe.. Selanjutnya bahan bacaan pun makin berkembang dan bervariasi sesuai dengan pertambahan usia dan perkembangan zaman.
Sangking hobinya baca, sekarang pun lebih menikmati drakor dari ringkasan per episod yang banyak ditulis di berbagai blog penikmat drakor, dibandingkan nonton langsung! 😀
Dari hobi baca inilah aku mulai mengenal hobi menulis. Kehabisan bahan bacaan, tulis saja sesuatu untuk dibaca sendiri! Tak puas dengan ending suatu cerita, karang saja ending yang diinginkan, lalu tulis untuk dinikmati sendiri. Punya uneg-uneg yang menyesakkan dada, tulis saja biar dada kembali lega! 😀
Ngeblog itu asyiiik…
Ya, begitulah… bagiku, membaca dan menulis adalah 2 hobi yang saling berkaitan dan seringnya saling menggantikan. Ada saatnya aku lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca, namun ada kalanya pula buku-buku / novel-novel tertumpuk begitu saja, keiginan membaca terkalahkan dengan keasyikan memainkan kata merangkai kalimat. Continue reading “Aku dan hobi-hobi penyeimbang hidupku”
Lalang Ungu. Sebagaimana telah sering terjadi di keluarga kami, susah sekali merencanakan pergi bersama. Seringkali rencana yang sudah dibuat gagal terlaksana karena satu dan lain hal, dan bahkan pengalaman membuktikan bahwa acara mendadak justru seringkali berhasil! 😀
Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Tiba-tiba saja ibu ngersake diantar ke Salatiga -kota kelahiran kami- karena merasa kangen dengan satu-satunya eyang yang masih ada dan juga karena pada libur lebaran yang lalu kami tidak sempat bersilaturahmi ke Salatiga seperti tahun-tahun sebelumnya.
Nah, ketika sampai di rumah Semarang, tiba-tiba saja aku kok pengen jalan-jalan bareng dan mengusulkan untuk jalan-jalan dulu ke Bandungan, atau sekalian ke Gedong Songo saja yang sudah cukup lama tidak kami kunjungi…dan usul itu diterima oleh semua! Ahay…asyiknya…
Akhirnya pada hari Sabtu 2 minggu yang lalu, kami sekeluarga pun menuju salah satu lokawisata di Kab. Semarang itu. Alhamdulillah perjalanan dari Semarang – Bandungan lancar, mungkin karena masih pagi sehingga lalu lintas tak terlalu padat. Sekitar 1 jam dari Semarang kami sampai di Pasar Bandungan, terus naik lagi ke atas menuju Gedong Songo.
Sekitar jam 9 pagi kami sampai di kompleks candi hindu yang terletak di Dusun Darum Desa Candi Kec. Bandungan Kab. Semarang itu, namun pengunjung sudah terlihat banyak. Mobil sudah tidak dapat parkir di area wisata, namun di tepi jalan beberapa puluh meter sebelum gerbang lokawisata… Ok, uji kaki sudah dimulai dari sini..hehe…
Lalang Ungu. Kali pertama melakukan sesuatu…pasti berkesan, bukan? Ada sensasi deg-degannya, ada kegugupan, ada rasa bahagia, dan rasa-rasa lain -kecuali rasa yang tak pernah ada..hehe..- bercampur-aduk, membentuk kesan yang mendalam yang akan membuat kenangan itu terpatri dalam ingatan.
Nah, tulisan kali ini, aku ingin menceritakan momen ‘kali pertama’ yang pernah kulalui, yang meninggalkan kesan mendalam hingga kini. Oya, tulisan ini untuk menjawab tema “tentang yang pertama” yang dilontarkan oleh duet asyik mba Dini dan mba Marita untuk arisan Blog Gandjel Rel putaran ke-12.
Sebenarnya, agak bingung untuk memulai tulisan ini. Seperti kalian semua, tentunya ada banyak kejadian ‘yang pertama’ dalam hidup kalian bukan? Demikian pula denganku. Continue reading “Kali Pertama Kutatap Kiblatku”
Hai, teman-teman… Pa kabar, semua? Semoga semua baik kabarnya ya..dan tetap bersemangat meskipun week end masih cukup lama..hehe…
Ohya, sempat buka-buka arsip di dasbor rumah mayaku ini, dan baru menyadari bahwa bulan September ini adalah tahun ke-5 usia Lalang Ungu ini, blog kedua yang kubuat karena rumah mayaku yang sebelumnya -yang telah menemaniku kegiatan ngeblog sejak awal 2011- ngadat tak dapat diakses dengan lancar.
Duh, tak terasa sudah cukup lama juga ya aku bermain-main huruf dan kata, merangkai kalimat demi kalimat di dunia maya melalui blog sederhana ini. Awalnya 100% curhat, dan saat ini…tetap saja, masih juga banyak sesi curhatnya! Hahaha… Tak apa, yang penting aku enjoy dan hobby nulis tersalurkan… 😀
Kalau ada yang bertanya apa suka dukanya ngeblog, maka aku akan langsung menjawab -bagiku- tak ada dukanya, yang ada hanya suka dan sukaaaa…. Yaiyalah, bisa menyalurkan hobby, bisa punya banyak sahabat baru, bisa punya banyak pengalaman baru, bisa nambah wawasan baru, bahkan rezeki tambahan dari blog juga berbentuk barang-barang dan aliran dana ke rekening. Siapa yang nggak sukaaa…cobaaa… Continue reading “Dua Aplikasi Pengolah Foto Penunjang Konten Blogku”
Alhamdulillah, setelah jeda beberapa lama karena sedang sok sibuk di dunia off line, akhirnya berhasil juga kumenulis lagi di sini, menyapa teman dan sahabat melalui rumah maya nan sederhana ini. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menyempatkan diri mampir dan meninggalkan komentar di tulisan sebelumnya, insya Allah setelah kelar PR ini akan segera berkunjung balik.
Oya, tema arisan blog Gandjel Rel ke-10 adalah mengenai penulis favorit. Ini adalah tema yang diajukan oleh dua blogger keren anggota Gandjel Rel yang sedang narik arisan, yaitu mbak Dani dan mbak Irfa.
Lalang Ungu. Arisan Blog Gandjel Rel yang ke-9 telah datang (bahkan sudah lewat DL..hihi..) yaitu dengan tema “Bisnis Rumahan Impianmu”, yang merupakan tema pilihan dari 2 anggotanya yaitu mba Wahyu dan mba Muslifa. Naah, langsung deh aku termangu-mangu dibuatnya…
Apa pasal?
Aku belum pernah memimpikan bisnis rumahan apapun…lha wong aku sendiri tak punya jiwa / bakat bisnis je..hehe… Trus, mau nulis apa dooong???
Hm, banyak yang berpendapat bahwa bisnis kita bisa diawali dengan hobby yang ditekuni dan dikembangkan dengan sebaik-baiknya. Hobiku, baca, nulis, dan akhir-akhir ini punya hobby baru motret. Bisnis apa yang bisa kukembangkan dari ketiga hobbyku itu ya? *berpikirkeras