Hai Sahabat Lalang Ungu, salam sehat dan bahagia ya.. Kali ini aku akan menceritakan pengalamanku mengikuti kegiatan Fun Forest Healing yang diselenggarakan oleh PMI Kota Semarang pada hari Sabtu, 20 Juli 2024 yang lalu.
Lho, PMI nggak hanya ngurus masalah donor darah saja to?
Eits, jangan salah Sahabat.. Sebagian besar orang awam (termasuk aku) umumnya hanya mengasosiasikan kata ‘PMI’ dengan kegiatan yang terkait donor darah ataupun transfusi darah, namun ternyata Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak di bidang kemanusiaan ini mempunyai lingkup tugas yang jauh lebih luas lagi dan selalu berinovasi dengan kegiatan-kegiatan baru untuk mewujudkan visi-misinya.
Masih penasaran? Yuuk..ikuti ceritaku sampai selesai ya…
Itu adalah salah satu dari banyak pertanyaan yang kami terima dari keluarga/ teman-teman setelah sampai lagi di tanah air.
Pertanyaan sederhana, tapi jawabannya ternyata jadi panjaaang… Memang menu makanan yang disajikan enak-enak sih…tapi…terus terang tidak semua bisa dengan mulus diterima oleh ilat ndeso kami 🤭
Aku dan adikku sebenarnya bukan termasuk orang yang pemilih dalam hal makanan, tapi tetap saya lidah kami yang sudah sangat terbiasa dengan nasi dan masakan berbumbu lokal ini lumayan kaget dengan menu/citarasa baru selama perjalanan kemarin. Tapi alhamdulilah kami sudah siapkan antisipasi nya ..
Saat teman dan keluarga mendengar rencana kami akan umrah plus Turki beberapa waktu lalu, pertanyaan yang paling sering kami terima adalah: ke Cappadocia nggak? Mau naik balon udara nggak?
Haha…memang sepertinya Turki itu identik dengan Cappadocia ya..mungkin seperti orang-orang luar yang otomatis mengingat Bali saat menyebut Indonesia..😁
Sahabat Lalang Ungu, melanjutkan cerita sebelumnya maka kali ini akan kutuliskan pengalaman kami menikmati Cappadocia tanpa balon udara, pada hari keempat perjalanan kami di Turkiye.
Wah..apa asyiknya menikmati Cappadocia tanpa balon udara??
Hmm…untuk menjawab rasa penasaran itu, baca sampai selesai tulisanku kali ini yaaa… hehe..
Menikmati Alam Indah Cappadocia
Lembah Goreme – salah satu tempat asyik untuk menikmati pemandangan cantik Cappadocia
Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Setelah kemarin menuliskan catatan jalan-jalan hari kedua di Turki, kali ini aku akan ceritakan pengalaman jalan-jalan di hari berikutnya ya.. Tepatnya dari daerah Pamukkale ke Denizli dalam perjalanan menuju Cappadocia.
Menyambut Pagi di Pam Thermal
Sabtu, 4 Mei 2024 kami terbangun dari tidur yang nyaman malam sebelumnya. Alhamdulillah, rasa penat sisa perjalanan hari sebelumnya sudah tak ada lagi dan kami siap menjalani hari dengan hati gembira.
Pam Thermal hotel keempat tempat kami menginap di Pamukkale
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya .. Meneruskan cerita hari pertama di Turkiye kemarin, kali ini akan kutuliskan cerita dari hari kedua jalan-jalan kami di Turkiye yang diawali dari hotel Seven for Live di Kusadasi hingga Hotel Pam Thermal di Pamukkale.
Sarapan khas Turkiye a la Seven for Live
Seperti telah ku ceritakan sebelumnya, kami sampai di hotel Seven for Live ini tanggal 2 Mei 2024 sore hari (yang bagi kami terlihat masih siang karena Maghrib di sini jam 8 malam). Alhamdulillah kami mendapatkan kamar yang bersih dan nyaman untuk istirahat dan bonus adanya balkon yang tak hanya nyaman untuk menikmati pemandangan tapi juga untuk ‘kaum hisap’ seperti adikku🤭
Seven for Live Hotel di Kusadasi, tempat istirahat pada malam ke-2 di Turkiye
Setelah istirahat malam yang nyaman, pagi itu kami bangun dengan perasaan segar dan siap melakukan perjalanan panjang lagi di hari itu. Nah, karena perjalanan panjang membutuhkan energi tentunya kami tak meninggalkan sarapan sebagai upaya pemenuhan energi di pagi hari, hehe … Continue reading “Catatan Umrah Plus Turki 17 hari (5): Jaket Kulit, Ephesus dan Pamukkale”
Hai Sahabat Lalang Ungu, setelah kemarin menuliskan Catatan Umrah Plus Turki 17 hari tentang aktivitas di Medinah dan Mekah, kali ini akan ku lanjutkan untuk hari terakhir di Mekah hingga hari pertama di Turkiye ya..
Delapan hari sejak keberangkatan atau setelah empat hari menikmati ibadah dll di Mekah, akhirnya kami sampai di hari terakhir di sana. Hari Rabu, 1 Mei 2024 adalah pagi terakhir kami di Mekah.
Pagi itu sekitar pukul 3 pagi kami berkumpul di lobby hotel, sebelum bersama-sama menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan Thawaf Wada’ / Thawaf perpisahan yang diteruskan mengikuti jamaah sholat Subuh.
Suasana subuh terakhir kami di Masjidil Haram 1/5/2024
Kembali banjir air mata saat berdoa selesai sholat Subuh terakhir kami di pelataran Ka’bah waktu itu. Rasa syukur dan doa-doa penuh harapan terlantun sepenuh hati. Ya Allah, semoga KAU izinkan kami untuk kembali berkunjung ke rumah-MU ini di masa yang akan datang. Aamiin..
Pulang kembali ke hotel, sarapan dan berkemas, lalu check out dari hotel Grand Al Massa yang telah menjadi rumah kami selama 4 hari sebelumnya itu, sekitar pukul 10 pagi. Dari hotel kami menuju Jeddah, untuk meneruskan perjalanan ke Turkiye.
17 Hari Umrah + Turki itu kemana aja & ngapain aja sih?
Hmm… mendapat pertanyaan itu, aku sempat terdiam sejenak sebelum menjawabnya. Sebenarnya dari nama kegiatannya “Umrah + Turki” sudah bisa diketahui kan ya bahwa tujuannya adalah ke tanah suci ( Makkah dan Madinah) untuk umrah, serta jalan-jalan ke Turki sesudahnya.
Oh..atau mungkin yang membuat temanku penasaran hingga mengajukan pertanyaan itu adalah apa saja kegiatan kami selama 17 hari itu?
Ok deh..biar gak penasaran lagi, akan kutuliskan saja pengalaman kami mengikuti paket umrah + Turki selama 17 hari itu, yang terbagi menjadi perjalanan, ziarah Madinah, umrah dan ziarah Makkah serta jalan-jalan dan ziarah Turki. Kali ini, kita awali dengan catatan perjalanan dari Jogjakarta hingga Madinah ya…
Konco Lalang Ungu, piye kabare? Rak yo podho sehat kabeh to? Muga-muga ing dina Kemis tanggal kaping 11 wulan Januari iki kabeh konco tansah Saras lair batin. Aamiin..
Eh, wektu kok rumangsaku cepet nemen lumakune ya.. Kaya nembe wingi dho rame-rame perayaan ganti taun, lha kok moro-moro wis tanggal 11 Januari! 😁
Oya kanca, ing dina Kemis iki aku arep crita pengalamanku njajan nang Angkringan Baloeng Gajah, nalika preinan taun anyar wingenane kae. Critaku nganggo basa Jawa yo kanca, amarga pengen melu nguri-uri budhaya Jawa ing Kamis Jawi iki.
Kanca Lalang Ungu wis tau ngerti Angkringan Baloeng Gajah sing arep tak critaake iki?
Hai Sobat Lalang Ungu , apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya… Pertama mau ngucapin Selamat Tahun Baru 2024 untuk seluruh sahabat Lalang Ungu di manapun berada, semoga tahun ini penuh berkah untuk kita semua. Aamiin.
Lha ..sudah tanggal 4 kok baru ngucapin Tahun Baru?
Maafkan ya sahabat semua, beberapa hari kemarin blog ini sedang bermasalah -tak bisa log in– alhamdulilah sore ini masalah teratasi dan langsung deh buat tulisan ini, hehe ..
Nah, kali ini aku akan ceritakan perjalanan pertamaku di tahun 2024 ini, yang kulakukan di tanggal 2 Januari 2024 kemarin. Setelah libur akhir tahun yang lumayan panjang yaitu sejak Sabtu 30/12/2023 lalu hingga Senin 1/01/2024, rupanya hari pertama masuk kerja justru harus melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Continue reading “Perjalanan Pertama di 2024”
Sahabat Lalang Ungu, pernahkah kalian berada di sebuah lokasi wisata non religi namun merasa jadi lebih religius? Kalau aku sih sering, terutama di tempat-tempat wisata yang menguji nyali!
Nah, kali ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku saat di lokasi wisata yang membuatku merasa begitu, yaitu di Kemuning Sky Hills. Eh, itu bukan jembatan kaca yang kemarin beritanya viral karena kecelakaan lho yaa…
Beberapa Lokawisata Ngeri-ngeri Sedap yang Pernah Kukunjungi
Sebelum bercerita tentang pengalamanku mencoba wisata Jembatan Kaca di Kemuning itu, akan kuceritakan sedikit tentang tempat wisata yang pernah kukunjungi, yang menimbulkan rasa ngeri-ngeri sedap dan otomatis membuatku semakin mengingat dan menyebut Asma Allah selama di sana untuk mendapatkan perlindungan-NYA.
Perjalanan kami ke Curug Muncar Petungkriyono ini di tahun 2015, dan kondisi jalan utama di Lokawisata Petungkriyono di Kab Pekalongan waktu itu masih memprihatinkan. Dan yang paling bikin sport jantung adalah akses menuju lokasi Curug Muncul yang sempit, menanjak dengan kelokan-kelokan tajam. Mudah-mudahan sekarang kondisi sudah bagus, aman dan nyaman.
2. Gumuk Reco Sepakung
Tak hanya akses jalan ke salah satu lokawisata Kab Semarang ini yang bikin sport jantung, tapi wahana-wahana yang ditawarkan di sana untuk kita coba juga memacu adrenalin, a.l : Ayunan Langit dan Ondo Langit.
Nah kalau di Dieng menurutku kondisi akses wisata sudah jauh lebih bagus, mungkin karena ini adalah lokawisata yang sudah lama. Yang membuatku deg-deg ser dan langsung ndremimil doa-doa adalah saat di atas Batu Pandang Ratapan Angin (waktu itu) tak ada pengaman di sekitar lokasi berdiri sehingga harus sangat hati-hati. Bila terpeleset sedikit ya.. wasallam deh ..
4. Kemuning Sky Hills
Nah..yang terakhir ini akan kuceritakan lebih detil di tulisanku kali ini. Oya, kunjungan ke Kemuning Karanganyar ini sudah beberapa bulan lalu, tepatnya di Juni 2023.
Jembatan Kaca ikon terbaru di Kemuning Sky Hills Karanganyar