Singgah Sejenak di Wana Wisata Clirit View Tegal. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Di akhir pekan yang mulai sering turun hujan ini, semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia ya.. Rencana akhir pekan mau kemana nih? Yang di wilayah Pantura Jawa, mungkin bisa mlipir sejenak ke Wana Wisata Clirit View di Tegal, seperti yang kami lakukan kemarin dan akan kuceritakan pengalaman itu di tulisan kali ini.
Tentang Wana Wisata Clirit View Tegal
Wana Wisata Clirit View ini merupakan lokawisata yang relatif baru di Kab. Tegal Jawa Tengah (dibuka Th 2019), sebuah destinasi wisata dengan konsep memadukan suasana khas hutan Pinus dengan beragam spot swafoto di dalam area wisata ini.
Lokasi
Berlokasi di Desa Kalibakung Kecamatan Balapulang Kab. Tegal, tepatnya di Jl. Raya Desa Kalibakung ke arah Obyek Wisata Air Panas Guci, sebelum jembatan warna, belok ke arah kanan.
Jarak Clirit View dari Wisata air panas Guci sekitar 13 km
Mari meneropong keindahan alam ‘Negeri Kayangan’ Dieng. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Semoga tetap sehat dan bahagia. Akhir pekan begini, bawaannya kepengen piknik gak sih? Hihi..sayangnya kondisi sedang tidak memungkinkan ya.. Kita harus tahan-tahan dulu keinginan piknik kita hingga kondisi lebih kondusif untuk jalan-jalan.
Nah, sementara menunggu, kita bisa pilih-pilih dulu tujuan wisata kita nantinya ya. Mau jalan-jalan kemana kita nanti? Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku saat ini, jawabanku adalah wisata ke ‘Negeri Kayangan’ saja! ☺
Teman-teman tahu kan, daerah wisata mana yang kumaksud?
Dieng? Iya, betuuul… Dataran Tinggi Dieng yang sering disebut juga ‘Negeri Kayangan’ atau ‘Negeri Di Atas Awan’ itulah salah satu tujuan wisata yang ingin kembali kukunjungi.
Kenapa?
Tak lain karena menurutku Dieng sangat kumplit sebagai tempat wisata. Keindahan alamnya, kekayaan adat dan budaya di masyarakatnya, bukti-bukti peninggalan sejarah yang tersebar di sana, juga kondisi alamnya yang khas, adalah hal-hal yang sangat menarik untuk kita nikmati bersama.
Sepertinya asyik nih ya kalau kali ini kita cerita-cerita dulu tentang keindahan alam di Dieng, agar teman-teman makin mengenal dan kepincut untuk datang ke Dieng! Yuk mariii…
Menikmati Kebersamaan di Gubug Makan Mang Engking Ungaran. Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu, tetap sehat dan bahagia bersama keluarga ataupun orang-orang tersayang ya.. Kebersamaan dengan keluarga memang merupakan hal yang patut kita syukuri, terlebih di masa seperti sekarang ini. Begitu pula yang kurasakan beberapa waktu lalu, Alhamdulillah dapat menikmati kebersamaan dengan kakak dan keponakanku yang telah beberapa waktu tak bertemu karena kami tinggal di kota berbeda.
Ya, kakak keduaku bersama keluarganya saat ini tinggal di Kota Lumpia Semarang, sementara aku bersama ibu dan adik menetap di Kota Batik Pekalongan. Kami hanya bisa bertemu sesekali saja, antara lain saat aku kebetulan dinas ke Semarang. Jika waktu cukup (misalnya akhir acara di akhir pekan), maka aku akan menginap di rumah kakak dan kami menghabiskan waktu berakhir pekan bersama : ber-Wisata Keluarga mengunjungi lokasi-lokasi Wisata Semarang dan sekitarnya atau sekedar kulineran bersama.
Nah, ketika aku dinas ke Semarang beberapa waktu lalu, Kakak berbaik hati menjemputku di Stasiun Poncol dan mengantarkan ke lokasi dinas di Ungaran, namun kali itu waktu kebersamaan kami terbatas karena acara yang cukup padat di hari kerja.
Waktu pertemuan yang terbatas itu kami siasati dengan mencari tempat makan siang yang asyik untuk ngobrol santai, dan pilihan kami jatuh ke Gubug Makan Mang Engking Ungaran yang tak terlalu jauh dari lokasi rapat yang kutuju.
Pengalamanku Menginap di The Wujil Ungaran pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Pandemi belum usai. Covid19 belum lagi berlalu, meski saat ini pemerintah sudah mengisyaratkan kita telah memasuki Era New Normal atau pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kita masih harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Itu pula sebabnya ketika beberapa waktu lalu aku mendapat tugas untuk melakukan perjalanan dinas ke luar kota, hatiku sempat was-was. Selama hampir 4 bulan ini, semakin terbiasa dengan pelaksanaan cara kerja baru di kantor, antara lain pelaksanaan rapat-rapat secara virtual, maka agak kaget dengan adanya undangan rapat selama 2 hari dari kantor di Provinsi. Hm, rupanya era new normal sudah benar-benar dimulai.
Yuk, wisata ke Gedongsongo di era Adaptasi Kebiasaan Baru. Sahabat Lalang Ungu, beberapa waktu lalu aku merasa penasaran ketika membaca sebuah judul berita di Ungarannews(.)com. “Pengunjung Terlihat Gembira Saat Candi Gedongsongo Dibuka Kembali” demikianlah judul berita tersebut. Waah.. wisata di Kab Semarang sudah dibuka lagi ya? Horeee, siap-siap piknik lagi nih..hehe..
Rasa penasaran dan antusiasku saat membaca judul berita itu tentunya karena sudah kangen banget piknik, setelah 3 bulan lebih kita seolah terkungkung di rumah saja.. Piknik virtual memang cukup mengasyikkan, tapi piknik beneran tentunya lebih asyik lagi, hehe.. Membayangkan jalan-jalan lagi di alam terbuka nan asri seperti di Gedongsongo itu, sudah sangat menimbulkan semangat!
Kangen Piknik? Ikut Virtual Tour Saja! Sahabat Lalang Ungu, siapa yang sudah kangen piknik? Tu wa ga pat..aah, buanyaaaak ya, yang angkat tangan.. 🤣 Nah toss dulu deh, karena aku pun sudah kangeeeen banget jalan-jalan lagi, setelah empat bulan lebih #dirumahsaja gara-gara Si Coronces ituuu..
Sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi rasa rindu piknik ini ya.. Mungkin di antara kalian ada yang asyik melihat-lihat lagi foto-foto perjalanan lalu, mengunggahnya di akun sosial media atau mengumpulkan bahan tulisan dari cerita perjalanan yang belum sempat dituliskan. Atau ada juga yang mengumpulkan info tentang tempat-tempat wisata dan sibuk menyusun itinerary piknik yang akan datang?
Cara lain mengurangi rindu jalan-jalan ini adalah dengan mengikuti Virtual Tour. Itulah yang kulakukan sejak beberapa waktu lalu, dan kali ini akan kutuliskan pengalamanku mengikuti beberapa Virtual Tour tersebut.
Apa itu Virtual Tour?
Virtual Tour adalah kunjungan yang dilakukan secara virtual / maya, nah berwisata secara virtual artinya kita dapat mengeksplor tempat-tempat wisata yang kita inginkan tanpa harus meninggalkan rumah, berkunjung secara virtual dengan menggunakan teknologi komunikasi. Menggabungkan antara foto-foto, video, google map, dll, dengan penjelasan dari guide / story teller. Sehingga kita tidak hanya dapat menikmati secara visual namun juga dapat mendengarkan penjelasan tentang apa yang kita lihat.
Dolan Lombok : Mencicip 10 Kuliner Lombok nan Nikmat. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar? Semoga senantiasa tetap sehat dan bahagia meski pandemi belum berakhir ya.. Sahabat, setelah beberapa tulisan lalu kuceritakan pengalaman jalan-jalan ke Lombok, maka sebagai selingan kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mencicip 10 kuliner Lombok yang sudah terkenal nikmat itu.
Pada dasarnya aku bukan penikmat masakan pedas, cenderung tidak tahan bahkan. Namun, saat jalan-jalan ke Lombok ini aku sengaja menaikkan tingkat toleransi kepedasanku, karena sangat penasaran dengan kuliner-kuliner Lombok yang terkenal dengan cita rasa pedasnya 🤣
Dolan Lombok : Menikmati Siang di Gili Trawangan. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Menjelang weekend, hasrat piknik makin menggebu.. Sayang disayang masih harus ditahan-tahan karena Si C belum juga berlalu..hiks.. Sebagai penghibur hati, kutuliskan saja kenangan dolan Lombok kami kemarin yaa… Kali ini tentang keasyikan kami menikmati siang di Gili Trawangan.
Hari kedua trip kami ke Lombok di Maret lalu, sesungguhnya paling kunantikan. Ya, tentu saja karena itinerary wisata di hari kedua ini adalah Gili Trawangan! Tentunya teman-teman sudah tahu -minimal pernah dengar / baca- bahwa Gili Trawangan adalah salah satu ikon wisata Lombok yang masuk kategori must visite karena keindahannya. Nah, tentu saja aku penasaran dong : apa iya Gili Trawangan memang seindah ituuu? Ehm, jadi meminjam istilah yg sering dipakai beberapa reviewer di YouTube..hihi.. Continue reading “Dolan Lombok : Menikmati Siang di Gili Trawangan”
Perjalanan haji, traveling pertamaku ke luar negeri. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu, semoga selalu sehat dan bahagia ya… Kali ini, aku menulis untuk menuntaskan PR Arisan Link Blogger Gandjel Rel yang sudah masuk periode 12, dengan tema tulisan : Traveling Pertama.
Wah..terus terang aku sudah lupa kapan dan ke mana traveling pertamaku, hehe.. Oleh karena itu, aku akan menuliskan saja tentang traveling yang sangaaat berkesan untukku yaitu traveling pertamaku ke luar negeri.
Perjalanan Haji, Traveling Pertamaku ke Luar Negeri
Kenapa sangat berkesan?
Sesuatu yang pertama kali kita lakukan, pastilah meninggalkan kesan khusus di hati kita bukan? Nah, begitu pula denganku. Setelah bertahun hanya jalan-jalan di situ-situ saja (bahkan di negeri sendiri pun masih banyak tempat yang belum dapat kudatangi, hehe..) maka kesempatan jalan ke luar negeri tentunya menjadi hal istimewa buatku. Lebih istimewa lagi, karena perjalanan itu sekaligus merupakan perjalanan religi yang telah lama kuimpi-impikan!
Perjalanan Haji 2011
Ya, perjalanan pertamaku ke luar negeri itu adalah Perjalanan Haji yang kulakukan pada tahun 2011 lalu. Sebuah perjalanan yang penuh dengan aneka rasa sejak dari persiapan hingga selesainya.
Mulai membuka Rekening Haji di Tahun 2007 (setelah membantu persiapan keberangkatan ibu kami menjadi tamu Allah di 2006) dengan membulatkan tekad meski awalnya ragu apakah mungkin bisa terkumpul semua dana hanya dari penghasilanku yang tak seberapa. Tapi aku berpasrah diri pada-NYA. Aku terus berusaha dan berdoa, sangat yakin bahwa Sang Maha Mampu lah yang akan memampukan hamba-NYA sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan Nya.
Alhamdulillah, Tahun 2009 berhasil memenuhi batas dana untuk mendapat porsi Haji, dan ketika awal Tahun 2011 itu aku mendapat panggilan dari bank untuk pelunasan -yang berarti pemberangkatan haji tahun itu- rasanya seperti mimpi.
Menjelang sore di Pantai Tanjung Aan dan Bukit Merese. Hai Sahabat Lalang Ungu, tetap sehat, bahagia dan semangat, bukan? Kangen piknik? Waah..samaa.. Aku juga kangen banget piknik nih. Sebagai obat rindu, kubuka kembali album jalan-jalan. Dan kali ini kutuliskan kenangan jalan-jalanku ke Pantai Tanjung Aan & Bukit Merese.
Pantai Tanjung Aan
Pantai indah ini berlokasi di Desa Kuta Lombok Pujut Lombok Tengah, sekitar 75 km (perjalanan sekitar 1,5-2 jam) dari Kota Mataram, namun bila ditempuh dari BIL Lombok jauh lebih dekat yaitu sekitar 30 menit perjalanan. Pantai terdekat adalah Pantai Kuta Mandalika, sekitar 3 km atau 30 menit perjalanan.
Pada kunjungan kami di medio Maret 2020 lalu, kami ke Tanjung Aan ini setelah berkunjung ke Desa Wisata Sade. Perjalanan menuju pantai yang setiap Bulan Februari ramai karena ada Festival Bau Nyale ini terasa lancar, dengan kondisi jalan cukup mulus, hingga mendekati lokasi pantai kondisi jalan agak bergelombang.