Memberi & Menerima

Pohon Mangga di pojok halaman kami memang tak seberapa besar, meskipun umurnya sudah cukup tua.  Ditanam sejak awal pembangunan rumah kami, mungkin dulu sebagai ‘bonus’ dari pengembang karena di rumah-rumah lain di kompleks perumahan kami hampir semua memiliki pohon mangga 🙂

Alhamdulillah, meskipun tak seberapa besar, saat berbuah seringkali cukup banyak untuk bisa kami nikmati sekeluarga, ataupun dibagi kepada teman / kerabat yang menginginkannya.  Namun beberapa musim yang lalu, entah kenapa pohon itu sempat ‘mogok’ berbuah.  Mungkin karena tak terurus..hehe…

Ketika pohon-pohon mangga tetangga sarat buah, pohon kami sarat daun saja dan hanya memunculkan buahnya 1-2 gerombol saja.  Sampai-sampai, kami sangat yakin kalau mangga kami itu berjenis ‘mana lagi’… berbuah hanya beberapa hingga kami berharap..”mana lagiii???” 😉

Lucunya, 1-2 gerombol yang ada itupun adanya di cabang-cabang  yang menjulur di luar pagar , sehingga rentan raib dan kami lebih sering memandang tanpa merasakan… haha…lebay banget yaa…  Sebenarnya bisa saja sih, buah-buah yang mung-mungan itu di brongsong  sehingga aman sampai matang, tapi kami malas melakukannya. Yaah, anggap saja sedang sedekah kepada orang lewat… Sering kami berseloroh, gak punya banyak harta ya  sedekahnya mangga… haha…

Namun, bahkan di saat pohon mangga kami sedang demo seperti itu, tak berarti kami tak pernah merasakan manisnya mangga. Tak harus membeli meskipun di pasar banyak mangga. Karena, ada sahabat kami yang mempunyai berbagai jenis pohon mangga yang rajin berbuah bergantian dan selalu ingat untuk membaginya kepada kami. Belum lagi kalau Mangga Kelapa yg di Jogja lagi panen, pasti kami kebagian juga.. Alhamdulillah… ora melu nandur tapi bisa melu ngrasakke 🙂

Menanam persahabatan, berbuah kiriman segeran.. hehe...
Menanam persahabatan, berbuah kiriman segeran.. hehe…

Alhamdulillah, musim buah kali ini, demo ‘mogok’ berbuah itu sudah selesai rupanya.  Pohon di sudut halaman itu akhir-akhir ini kembali sarat dengan buah, tak hanya di cabang-cabang yang di luar pagar saja.  Jadinya kami bisa kembali merasakan manisnya mangga milik sendiri, sambil tetap sedekah mangga bagi yg menginginkannya… 🙂

Alhamdulillah... pohon ini tak 'mogok berbuah' lagi...
Alhamdulillah… pohon ini tak ‘mogok berbuah’ lagi…

Mangga…mangga… siapa mauu ?? 🙂

Sepaket kasih dari Salatiga

Pulang kantor sore tadi, rasa lelah yang terasa tiba-tiba menguap ketika adik menyodorkan sekotak paket yang katanya tiba siang tadi.

Kubaca pengirimnya, dan teringat sms yang kuterima siang kemarin, dari seorang sahabat Blogger di Salatiga yang menanyakan alamatku, karena aku merupakan salah satu yang menebak dengan betul nama buah yang hidupnya memeluk erat batang pohonnya itu.

Ketika tahu beliau akan mengirim bingkisan kenang-kenangan pada kami, berseloroh kusebutkan keinginanku mencicipi buah berwarna coklat sekepalan tangan itu.  Ya, aku memang sering mendengar nama buah ini dari ibu & swargi simbah, sejak masih kecil dulu, namun baru melihat dengan mata kepala sendiri pada saat berkunjung ke Pemda Sleman beberapa waktu lalu.  Saat itu, pengen meminta satu buahnya tapi tak tampak ada tuan rumah yang dapat dimintai, jadilah aku memendam keinginanku untuk mencicipi rasa buah itu.

KEPEL-2

Dan sore ini, ketika kubuka paket dari ibu cantik pemerhati tanaman dari kota kelahiran.. taraaaa….. ini dia isinya :

Sebuah buku, sepiring Kepel dan selaksa kasih yg menyertainya...
Sebuah buku, sepiring Kepel dan selaksa kasih yg menyertainya…

Aku membukanya bersama ibu, dan komentar beliau adalah : ” Wah, iki rak Kepel to? wis suwiii… ora ketemu woh iki…”  ( Wah, ini kan buah KEPEL toh? sudah lamaaa… sekali tak menemukan buah ini ).  Adikku pun terheran-heran melihat buah ini… maklum memang tak ada pohon KEPEL (Stelechocarpus burahol) yang tumbuh di sekitar kami.. hehe…

Menemani buah langka itu, sebuah buku bertajuk Salatiga – Sketsa Kota Lama buah karya Eddy Supangkat pun menggenapi bahagia itu.  Semoga sesekali kangen Salatiga, begitu tulis Bu Prih dalam sms beliau.  Ah… leres, Bu… Salatiga akan selalu terkenang dengan kesejukan & keasriannya….

Maturnuwun sanget, Bu Prih…  Begitupun sepaket kasih dari ibu ini, akan terkenang selalu… 🙂

Pohon kenangan di rumah masa kecil…

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada lebaran kali ini aku juga mudik ke Semarang.  Meskipun tak seperti biasanya, kali ini hanya 2 hari saja yaitu pada tanggal 10-11 Agustus 2013, karena pada tanggal 12 nya sudah harus masuk kerja lagi.. 🙁

Tapi, meskipun hanya sebentar, alhamdulillah acara kumpul keluarga di rumah masa kecil kami selalu menyenangkan dan penuh kesan.  Selalu ada kegiatan asyik ataupun cerita-cerita seru dari masa kecil kami yang menyemarakkan saat-saat kumpul dengan kakak-adik ditambah para keponakan ini.

Salah satu pemicu kenangan lama kami itu adalah sebuah pohon Nangka ( Artocarpus heterophyllus yang tumbuh di halaman rumah kami.  Sejak kami menempati rumah itu setelah kepindahan kami dari kota sejuk Salatiga, pohon Nangka itu sudah ada di halaman rumah kami.  Saat itupun sudah terlihat besar, tajuknya yang lebat menaungi halaman rumah kami sehingga area di bawah pohon itu selalu menjadi tempat favorit bagi kami untuk bermain bersama teman-teman.

Pohon itupun selalu berbuah lebat, pating grandul menyenangkan hati yang melihatnya.  Setiap kali musim buah, kami hampir tiap hari membagi-bagikan buah nangka yang sudah matang kepada tetangga kanan-kiri ataupun mengirimkannya kepada saudara, karena tak pernah habis kami makan sendiri.  Daging buahnya berwarna kuning agak oranye -tak seperti nangka yang banyak di pasar yang berwarna kuning pucat- terasa manis, dan tebal.  Bahkan dami-nya pun tebal sehingga selalu menjadi rebutan saat kami kecil 🙂 Continue reading “Pohon kenangan di rumah masa kecil…”

PEPAYA sebagai BANKER tanaman buah tahunan

Teman, ini oleh-oleh berikutnya dari Workshop Online “All about Pepaya”  yang berlangsung pada tanggal 1-30 April 2013  lalu, silahkan disimak ya…

***

MAKALAH IV:
BUDIDAYA PEPAYA SEBAGAI BANKER TANAMAN BUAH TAHUNAN.
Oleh Ir. GUN SUTOPO
SABILA FARM

Pepayamempunyai manfaat yang sangat banyak, baik untuk Pangan, Kesehatan , Industri dan lebih jauh juga bisa sebagai penopang modal untuk wirausaha tanaman buah-buahan Tahunan.

Tanaman buah-buahan ada yang panen semusim 3-4 bulan habis, ada yang 1-2 tahun baru mulai berbuah dan ada juga yang 5 tahun baru mulai panen. Dalam usaha tanaman buah-buahan yang baru berbuah pada usia 2 tahun, maka diantara tanaman buah tersebut yang mempunyai jarak tanam cukup lebar, misal 3 m x 3 m (tanaman buah naga) , 4 m x 4 m (Srikaya Jumbo) , 8 m x 8 m ( Durian) dan seterusnya, maka lahan diantaranya bisa dimanfaatkan dahulu dengan budidaya pepaya.

Jarak tanam pepaya ideal 3 m x 3 m , dan mulai bisa dipetik hasilnya kurang lebih umur 8 bulan HST (hari setelah tanam). Pepaya dijadikan tanaman sela dari usaha budidaya tanaman Buah Tahunan. Dan tentu dengan pengaturan jarak tanam antar pohon Pepaya dan antar pepaya dengan tanaman Tahunan, perlu kecermatan dalam penataan, supaya tidak terjadi intimidasi perebutan hara di bawah permukaan tanah, ataupun perebutan sinar matahari. Hal ini bisa di pelajari dengan pengaturan pemberian hara dan juga pengaturan tajuk tanaman dari pepaya maupun dari tanaman tahunan. Continue reading “PEPAYA sebagai BANKER tanaman buah tahunan”

Gizi Buah Pepaya – Workshop Online “All about Pepaya”

Masih ingatkah tentang Workshop Online “All about Pepaya” yang berlangsung pada 1- 30 April 2013 yang lalu? Ini adalah sebagian  ‘oleh-oleh’ dari Workshop yang diselenggarakan oleh IKA FAPERTA IPB itu.  Maaf, baru sempat menuliskannya… Silahkan disimak, teman… 🙂

***

GIZI BUAH PEPAYA (CARICA PAPAYA L.). 

Oleh Drh. Rizal Damanik, MRepSc., PhD,
DEPARTEMEN GIZI MASYARAKAT, FAKULTAS EKOLOGI MANUSIA IPB.

Buah Pepaya (Carica papaya L.) memiliki bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah. Continue reading “Gizi Buah Pepaya – Workshop Online “All about Pepaya””

Workshop Online ” All About Pepaya”

workshop

Siapa yang tak kenal Pepaya ? Wong Jawa menyebutnya kates sedangkan urang sunda menyebutnya gedang.  Menurut wikipedia, buah bernama latin Carica papaya L ini berasal dari meksiko, namun sudah menyebar luas di hampir semua daerah tropis termasuk negara kita.

Buah yang nikmat dikonsumsi segar maupun olahannya ini banyak mengandung manfaat bagi tubuh kita, coba saja masukkan kata ‘manfaat pepaya’ di mesin pencarian maka hasilnya akan berderet-deret dan tinggal pilih mana yg mau di baca 🙂

Nah, dalam rangka meningkatkan konsumsi dan dan mendukung keberadaan buah nusantara -khususnya Pepaya– di Indonesia, IKA Faperta ( Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Pertanian) IPB akan menyelenggarakan Workshop Online “All About Pepaya” di Facebook.

Workshop online ini rencananya diselenggarakan pada tanggal 1 sampai 30 April 2013 dan akan membahas seluruh aspek dari komoditi pepaya, mulai dari on farm hingga off farm, dari hulu hingga ke hilir. Bila ingin mengikutinya, langsung saja menuju ke Workshop IKA Faperta IPB  Lalu klik button “LIKE” yang ada di sana… Terbuka untuk umum dan gratis..tis..tis… Hehe…

Nah, untuk lebih mengetahui apa itu Workshop Online “All about Pepaya” yg akan diadakan oleh IKA Faperta IPB ini, silahkan simak aturan mainnya ya… Continue reading “Workshop Online ” All About Pepaya””

Nunut urip

Nalika aku sak kulawarga dolan bareng menyang kebon teh Medini dhek mbiyen kae, ana ing sak wijining dalan aku sempat weruh ana uwit gedhe kang narik kawigatenku.  Sebabe, uwit gedhe iku ketok ngrembuyung amarga di nunuti urip karo tanduran-tanduran cilik  kang nempel ana ing uwit kuwi.

Ketika aku sekeluarga pergi bersama ke kebun teh Medini dulu itu, di suatu jalan aku sempat melihat ada sebuah pohon besar yang menarik perhatianku.  Hal itu dikarenakan pohon besar itu terlihat rimbun karena banyaknya tanaman-tanaman kecil yang numpang hidup di pohon itu.

Uwit gedhe kang dadi inang kanggone tanduran-tanduran cilik liyane..
Uwit gedhe kang dadi inang kanggone tanduran-tanduran cilik liyane..

mangga dipun lajengaken…

Warna-warni Si Kembang Bokor

Sudah agak lama aku penasaran dengan nama bunga cantik ini…  Pertama kali tertarik dengan keindahannya ketika jalan-jalan di Pagilaran-Batang pada th 2011 lalu…   Di halaman villa yang kami sewa saat itu banyak ditanam bunga ini dan saat itu sedang bermekaran dengan cantiknya.

Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..
Ini si cantik Hydrangea yang kujumpai di Pagilaran kala itu..

Continue reading “Warna-warni Si Kembang Bokor”