3 Jenis Tanaman Wijaya Kusuma di Rumah Kami

Hai Sahabat Lalang Ungu, alhamdulillah kita dapat berjumpa lagi di Tahun 2025 ini. Bulan pertama sudah akan berlalu, namun aku baru menayangkan tulisan pertama di sini. Hehe..maafkan ya.. Karena satu dan lain hal baru bisa sekarang menghiasi kembali beranda rumah mayaku ini. Semoga, setelah ini akan lebih rajin lagi. Insya Allah 🙂

Sahabat, kali ini aku akan menuliskan tentang tanaman Wijaya Kusuma kami yang salah satunya beberapa minggu lalu membuat kami bahagia karena mekar perdananya.

Lho..bukannya Wijaya Kusuma nya sudah beberapa kali mekar?

Sahabat, sampai saat ini memang kami baru mempunyai 3 jenis tanaman Wijaya Kusuma yang mulai kami rawat dalam tahun-tahun yang berbeda. Nah, aku memang pernah menuliskan kebahagiaan kami saat pertama kali Sang Ratu Malam rawatan kami berhasil mekar perdana, yaitu di tahun 2022 melalui tulisan yang ini. Itu adalah tanaman Wijaya Kusuma kedua yang kami rawat.

3 Jenis Tanaman Wijaya Kusuma di Rumah Kami

Tanaman hias Wijaya Kusuma memang mempunyai arti tersendiri bagi keluarga kami. Bukan karena mitos bahwa tanaman ini adalah tanaman pembawa keberuntungan lho…lebih karena tanaman ini mengingatkan kami akan rumah masa kecil di Salatiga di mana almh Ibu menanam beberapa rumpun berdekatan dengan ditopang pagar bambu setinggi orang dewasa.

Tanaman itu tumbuh subur hingga menjadi sepetak dinding hijau cantik  di pagi hari, dan akan semakin menarik ketika dihiasi berkuntum-kuntum bunganya saat  mekar bersamaan di malam hari. Sungguh pemandangan indah yang selalu kami tunggu-tunggu waktu itu, dan menjadi kenangan indah hingga kini.

Kenangan indah itulah yang ingin kami ciptakan kembali, sehingga kami berusaha menanam tanaman hias ini juga di rumah kami sekarang. Dari hasil pencarian informasi di internet, ternyata ada banyak macam/jenis tanaman Wijaya Kusuma ini. Bukan hanya yang berbunga putih, Wijaya Kusuma hybrid pun ada banyak jenisnya dengan bermacam warna bunganya. Namun, sampai saat ini kami baru berhasil merawat 3 jenis Wijaya Kusuma (Wiku) yaitu:

1. Wijaya Kusuma Keris

Pertama kali merawat Wiku jenis ini kalau tidak salah tahun 2015-an, berawal dari rasa tertarik saat melihatnya di penjual bunga di kawasan Pagilaran. Hal yang paling menarik perhatianku waktu itu adalah bentuk daunnya yang unik: memanjang dengan lekukan-lekukan di kanan-kiri dari pangkal hingga ke ujungnya. Seperti bentuk keris -salah satu jenis senjata tajam khas daerah Jawa.

Tampilan Wiku Keris di th 2021
Tampilan Wiku Keris kami di Th 2021

Kata penjualnya waktu itu, bunganya cantik berwarna merah keunguan, berbeda dengan bunga Wijaya Kusuma yang biasa kulihat yaitu berbunga putih dan wangi.

Wijaya Kusuma Keris
Konon seperti ini bunga Wijaya Kusuma Keris (foto milik akun FB Dedi Ded Supriadi)

Continue reading “3 Jenis Tanaman Wijaya Kusuma di Rumah Kami”

Staycation di Banyumili Garden

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar di hari-hari terakhir tahun 2024 ini? Semoga tetap sehat dan bahagia ya.. Alhamdulillah akhirnya aku bisa nulis lagi di sini sehingga rumah mayaku ini tak lagi suwung , hehe..

Sahabat, kali ini aku ingin menceritakan pengalaman kami staycation di liburan kemarin. Suatu liburan bersama yang baru sanggup kami lakukan lagi sejak kepergian almh Ibu sekitar 3 tahun lalu.

Ya, sejak kepergian beliau, kami memang belum sanggup liburan / jalan-jalan bareng sebagaimana yang biasa kami lakukan minimal setahun sekali seperti sebelumnya. Entah kenapa, rasanya malas pergi-pergi. Apalagi ke tempat-tempat yang sebelumnya banyak kenangan bersama beliau. Rasanya beraaaat banget..

Merencanakan Kumpul Keluarga di Akhir Tahun

Tapi tahun ini berbeda. Ada beberapa peristiwa yang membuatku menyadari bahwa umur manusia benar-benar rahasia Illahi. Tak ada yang tahu berapa lama waktu kita yang tersisa. Itu adalah fakta.

Memanfaatkan waktu yang tersisa dengan sebaik-baiknya sambil menabung kenangan dalam kebersamaan keluarga adalah salah satu upaya yang menurutku tepat untuk menyikapi fakta itu.

Itu sebabnya, berbeda dengan 3 tahun terakhir, awal Desember tahun ini aku kembali mulai mencari-cari info tempat yang nyaman untuk staycation bersama keluarga besar, bertukar informasi sambil mencocokkan waktu melalui komunikasi di WAG keluarga, dll.

Alhamdulillah, meskipun gagal kumpul keluarga secara lengkap karena keterbatasan waktu dan juga prioritas-prioritas yang tak semua sama, akhirnya bisa juga terlaksana acara liburan bersama itu pada tanggal 25-26 Desember 2024 kemarin meski hanya diikuti sebagian keluarga Semarang dan Pekalongan.

Staycation di Banyumili Garden

Banyumili Garden – Linggoasri Pekalongan

Continue reading “Staycation di Banyumili Garden”

Jejak Samar Si Awam Dapur di Aplikasi Berbagi Resep Masakan

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Tak terasa kita sudah melewati pertengahan Bulan November, yang berarti tak berapa lama lagi tahun sudah akan berganti. Ah…begitu cepatnya waktu berlalu…

Sahabat, beberapa bulan lalu aku menerima email dari salah satu aplikasi layanan berbagi resep yang kuikuti sejak sekitar 4 tahun lalu namun sebenarnya aku jarang berinteraksi di sana karena ya memang jarang masak! haha..

Email tentang akun Cookpad Mechtadeera

Nah, membaca email itu aku jadi teringat awal mula aku membuat akun di aplikasi tersebut pada Januari 2020 lalu. Bukan karena suka masak sebenarnya…tapi lebih karena suka motret dan aku punya beberapa foto hasil masakanku! Sebuah alasan yang agak aneh sepertinya ya…😁

Nah..ini resep pertama yang kubagikan kala itu…
Kalau yang ini foto hasil masakan yang paling kusuka dan akhirnya mendorongku untuk menerbitkannya di akun Cookpad Mechtadeera 😁

Nah..mungkin karena alasan aneh itu, aku jarang aktif di sana. Hanya saat iseng masak dan foto-foto saja..dan sayangnya untuk sekedar iseng pun tak bisa sepekan sekali juga! Walhasil, selama 4 tahun punya akun di sana baru 25 resep saja yang berhasil kubagikan.

Namun melihat perkembangan akunku seperti yang tampak pada screenshot email di atas, aku jadi terdorong untuk aktif lagi berbagi resep di sana. Mulai lagi meluangkan waktu untuk cari resep yang ingin dicoba (tentunya resep-resep yang gampang dan bahannya hampir selalu ada di rumahku), lalu uplek di dapur dan tentunya meluangkan waktu foto-foto bahan maupun hasil masakan ala-ala itu sebagai ilustrasi resep. Langkah berikutnya adalah menuliskan tentang bahan serta langkah-langkah memasaknya di akunku itu. Tentu saja semuanya hanya bisa kulakukan di akhir pekan saja. Namanya juga Si Awam Dapur..masak hanya akhir pekan saja! 😁

Continue reading “Jejak Samar Si Awam Dapur di Aplikasi Berbagi Resep Masakan”

Buku “Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi” Menginspirasiku Berpartisipasi Menjaga Bumi

Hai Sahabat Lalang Ungu, jumpa lagi kita di rumah mayaku ini. Semoga sahabat semua senantiasa sehat dan berbahagia ya.. Sahabat, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku membaca sebuah buku menarik yang berjudul : Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi. Buku ini ditulis oleh Ibu Amanda Katili Niode untuk merayakan 50 tahun perjalanan beliau sebagai seorang pegiat lingkungan atau -kalau menurut istilah beliau- sebagai pegiat harmoni bumi.

Nah, sebelum kuceritakan tentang kesan-kesanku setelah membaca buku ini (dan siap-siap ceritaku panjaaang lho..hehe),  ada baiknya kita sampaikan terlebih dahulu tentang identitas buku ini.

Buku “Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi”

Identitas Buku

Judul Buku : Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi.

Penulis: Amanda Katili Niode, Ph.D.

Penerbit: CV Diomedia – Solo Jawa Tengah

Cetakan Pertama: Oktober 2024

Jumlah Halaman: xxxviii + 420 hal

Ukuran Buku: 15 x 23 cm

ISBN : 978-623-8228-51-5

Harga : Rp.  145.000,00 (belum termasuk Ongkir)

Blurb pada sampul belakang buku “Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi”

 

Kesan Pertamaku pada Buku “Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi”

Continue reading “Buku “Dalam Dekapan Zaman. Memoar Pegiat Harmoni Bumi” Menginspirasiku Berpartisipasi Menjaga Bumi”

Waspadalah… waspadalah…

Hai Sahabat Lalang Ungu..apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Alhamdulillah akhirnya aku sempat nulis lagi di sini, setelah beberapa waktu kemarin blog ini nganggur..hehe..

Sahabat, kali ini aku ingin bercerita kejadian yang menimpa salah seorang rekan kerja, sambil mengingatkan tentang pentingnya kita tetap waspada saat berinteraksi di sosial media.

Penipuan Digital (Gambar oleh teguhjatipras dari Pixabay)

Cerita bermula ketika ada salah seorang staf  melaporkan kejadian pagi itu, yaitu adanya rekan kami yang tampak agak emosi saat berkali-kali menanyakan keberadaan seorang rekan lainnya. Usut punya usut, ternyata rekan itu -sebut saja Si A (tentu saja bukan inisial nama sebenarnya)- mencari rekan yang sedang absen itu -kita sebut Si B- untuk menagih hutang.

Aku pribadi agak kaget ketika mendapat laporan itu, karena sepengetahuan kami Si B itu bukan orang yang suka ingkar janji apalagi terkait hutang piutang. Nah lebih kaget lagi ketika ia menyebutkan adanya laporan dari rekan lain -Si C- dengan kasus yang sama tapi nominal berbeda.

Waduuh..ada apa dengan Si B ini? Nggak biasanya dia begini, betul-betul di luar perkiraan kami. Ohya, hari itu Si B tidak masuk juga tanpa pemberitahuan/izin kepada atasan langsungnya sebagaimana biasanya.

Continue reading “Waspadalah… waspadalah…”

Catatan Perjalanan Umrah Plus Turki 17 Hari (13): Berkunjung ke Istana Topkapi

Hai Sahabat Lalang Ungu.. Alhamdulillah sudah akhir pekan lagi ya. Bagaimana kabar sahabat semua di pekan terakhir September ini? Semoga selalu sehat dan bahagia tentunya.

Sahabat, di catatan terakhir perjalanan umrah plus Turki kali ini, aku akan menuliskan kenangan tentang kunjungan kami ke Istana Topkapi  –Topkapi Sarayi– pada hari terakhir kunjungan kami ke Turki yaitu tanggal 8 Mei 2024. Cerita sebelumnya : Ortakoy dan Bosphorus

Sekilas Tentang Istana Topkapi

Topkapi Sarayi Topkapi Palace ini terletak di Istanbul, dibangun dengan menggunakan gaya baroque dan ustmaniyah pada pertengahan Abad 15 yaitu masa pemerintahan Sultan Mehmed II.

Awalnya menjadi tempat kediaman resmi Sultan-sultan Utsmaniyah selama kurang lebih 600 th, tempat penyelenggaraan acara-acara resmi, tamu-tamu kenegaraan dan saat ini difungsikan sebagai museum dan salah satu tujuan wisata utama di Turkiye.

Kawasan istana seluas sekitar 700.000m2 (700 hektar) ini terbagi dalam 4 halaman/bagian yang 3 halaman di antaranya masing-masing dipisahkan dengan pintu-pintu gerbang. Kawasan istana ini dikelilingi tembok benteng sepanjang 5 km yang memisahkannya dengan bagian kota lainnya.

Gerbang Kekaisaran Menuju Halaman Pertama Topkapi

Gerbang Kekaisaran/ Imperial Gate / Bab-i Humayun adalah nama dari gerbang pertama dari tembok sekeliling kawasan istana yang memisahkan Istana Topkapi dengan bagian kota lainnya.

Imperial Gate Topkapi

Continue reading “Catatan Perjalanan Umrah Plus Turki 17 Hari (13): Berkunjung ke Istana Topkapi”

Terpesona Bunga-Bunga Cantik di Turkiye

Hai Sahabat Lalang Ungu, alhamdulilah bisa berjumpa lagi di rumah maya ku ini ya. Semoga sahabat semua selalu sehat dan berbahagia, di Bulan September yang akan segera berakhir ini.

Sahabat, sebenarnya masih ada catatan perjalanan umrah plus Turki yang tersisa yaitu kunjungan ke Istanan Topkapi di Istanbul Turkiye, namun kali ini aku akan menuliskan lebih dahulu catatan kenangan tentang bunga-bunga indah yang kutemui saat perjalanan kemarin di Turkiye.

Sebagai pecinta bunga, senang sekali melihat berbagai macam bunga indah di perjalanan ini. Kebetulan waktu perjalanan kami di awal Mei adalah awal musim panas di sana, sehingga bunga-bunga sudah mulai mekar meski udara masih cukup dingin. Sebenarnya, salah satu harapanku adalah berkunjung ke Taman Tulip yang terkenal itu, sayangnya taman Bunga Tulip waktu itu sedang tutup..hiks…

Nah, karena tak mungkin untuk membawa bunga-bunga cantik itu pulang (memetiknya saja terasa sayang), maka foto-fotonya saja yang kubawa pulang deh.. Dan kukumpulkan dalam tulisan ini sebagai kenang-kenangan. Ini dia bunga-bunga cantik yang mempesona ku itu…

Continue reading “Terpesona Bunga-Bunga Cantik di Turkiye”

Catatan Perjalanan Umrah Plus Turki 17 Hari (12): Menikmati Ortakoy dan Pemandangan dari Bosphorus

Hai Sahabat Lalang Ungu…tetap sehat dan bahagia selalu bukan? Alhamdulillah di akhir pekan pertama September ini aku bisa kembali menyapa sahabat semua di rumah mayaku ini.

Setelah kemarin berbagi cerita pengalaman kami di Sultanahmet Square, maka kali ini aku lanjutkan cerita perjalanan umrah plus Turki kemarin, khususnya saat kunjungan kami ke Ortakoy dan menyusuri Selat Bosphorus.

Suatu Pagi di Alun-alun Ortakoy

Continue reading “Catatan Perjalanan Umrah Plus Turki 17 Hari (12): Menikmati Ortakoy dan Pemandangan dari Bosphorus”

Catatan Umrah Plus Turki 17 Hari (11): Berkunjung ke Sultanahmet Square Istanbul

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini kembali akan kulanjutkan cerita pengalaman kami saat menjalani umrah plus Turki beberapa waktu lalu, khususnya saat mengunjungi beberapa lokawisata di sekitar Lapangan Sultanahmet/ Sultanahmet Square di Istanbul.  Cerita sebelumnya yang ini.

Apa saja yang kami lihat di area Sultanahmet Square dan sekitarnya? Berikut catatanku tentang hal ini.

Continue reading “Catatan Umrah Plus Turki 17 Hari (11): Berkunjung ke Sultanahmet Square Istanbul”

Yuk Manfaatkan Limbah Dapur Sebagai Kompos

Hai Sahabat Lalang Ungu di mana pun berada, semoga selalu sehat dan bahagia ya..

Sahabat, seperti biasa hari Sabtu adalah salah satu hari yang biasanya cukup santai bagiku. Saatku menikmati hari sambil menjalankan hobi. Nah, kali ini aku kembali berkebun setelah beberapa akhir pekan kemarin sibuk dengan acara 17 Agustusan, hehe..

Setelah memindah salah satu anggrek ku yang pot nya sudah kesempitan ke pot lain yang lebih besar dan juga memindah tempat satu pot anggrek lain yang ternyata baru kusadari daun-daunnya telah habis dan hanya menyisakan batang-batang gundulnya, aku lalu menghampiri pot-pot kompos di sudut halaman.

Oh.. ternyata ada 3 pot kompos yang sudah siap panen! Alhamdulillah.. 🙂

Hasil panen kompos limbah dapur

Mari membuat kompos sederhana dari limbah dapur

Mengelola limbah dapur a la Mechta

Hampir semua rumah tangga menghasilkan sampah setiap harinya ya, termasuk di antaranya limbah dapur /sisa kegiatan masak, misal: kulit telur, kulit bawang, kulit buah, bonggol sayuran, dll. Continue reading “Yuk Manfaatkan Limbah Dapur Sebagai Kompos”