Mimpi yang Terhempas

krieeet …

Suara khas dipan tua yang menjerit menahan beban ketika kuhempaskan tubuh ke kasur, lumayan nyaring terdengar di telingaku di tengah sepi malam ini.

Dan sebagaimana biasanya, kuabaikan saja. Memang dipan tua ini seharusnya sudah lama ganti, tapi masih ada prioritas lain yang harus kuutamakan. Maka kunikmati saja suaranya sebagai pembunuh sepi di kontrakan sempit ini.

Aah…nyaman rasanya punggung lelahku bisa sejenak rehat setelah sesorean tadi duduk tegak di depan komputer menyelesaikan draft-draft tulisan. Naah..sekarang 2 tulisan paid job itu sudah terkirim, tinggal menunggu recehan honornya. Ya, sekedar recehan memang, namun sangat-sangat kusyukuri dan ku doakan untuk sering-sering datang menghampiriku…

Bip..bip…

Hmm, ada kabar apa dari dunia di luar sana? Kuraih ponsel yang telah kuabaikan sejak sore tadi dan baru saja berbunyi. Oh..rupanya ada banyak pesan dari tadi. Yang terbaru di grup kantor.

Continue reading “Mimpi yang Terhempas”

Surat Cinta Kagem Bapak

Assalamualaikum, Bapak…

Awal bulan Juni kembali tiba. Waktu yang selalu tak pernah gagal mendatangkan campur-bawur rasa di hatiku. Sedih sekaligus rindu, padamu…

Hari ini -3 Juni 2025- adalah peringatan hari lahirmu. Sembilan puluh empat tahun lalu, Eyang putri Darsawijaya melahirkanmu sebagai putera ke-4 dari 8 putera-puterinya. Hari yang akan selalu menjadi salah satu hari yang selalu kusyukuri.

Bapakku tercinta Soeranto Priyowijoyo saat masih dinas aktif

Bapak, tak pernah habis rasa syukurku memilikimu sebagai pengukir jiwa ragaku. Sosok lelaki istimewa yang tak hanya mewariskan gen bagi kami putera-puteri mu, namun juga memberikan begitu banyak pelajaran dan kenangan indah selama kebersamaan kita.

Continue reading “Surat Cinta Kagem Bapak”

Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (3): Gesing Wonderland dan Obelix Sea View

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, tulisan terakhir tentang Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul kali ini adalah tempat-tempat yang kami singgahi di Gunungkidul sebelum pulang kembali ke Semarang.

Meskipun masih ingin berlama-lama di Pantai Ngobaran, namun kami harus mengakhiri kunjungan kami di sana siang itu karena siang akan segera beranjak sore, sementara masih ada 2 tempat lagi yang ingin kami kunjungi.

Oleh karena itu, segera setelah selesai masalah dokumentasi, kami ber-11 segera masuk ke mobil kembali dan mas sopir pun tancap gas menuju lokasi berikutnya.

Gesing Wonderland

Lokawisata Gunungkidul yang kami kunjungi berikutnya adalah Gesing Wonderland yaitu sebuah di kawasan Pantai Gesing, Dusun Bolang, Desa Girikarto, Kapanewon Panggang Kab. Gunungkidul Yogyakarta.

Google map Ngobaran-Gesing
Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (3): Gesing Wonderland dan Obelix Sea View”

Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul (2): Sepenggal Siang di Pantai Ngobaran

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, melanjutkan cerita jalan bareng sobat putih-abu kemarin, kali ini aku akan menceritakan pengalaman kami berkunjung ke salah satu pantai indah di daerah Gunungkidul.

Baca juga: Sarapan di Pawon Purba

Pantai Ngobaran. Apakah kalian pernah mendengar namanya? Atau bahkan pernah berkunjung ke pantai ini? Aku sendiri memang baru pertama kali berkunjung ke sini dan sebelumnya sempat mencari-cari info terkait Pantai Ngobaran ini.

Sekilas Tentang Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran adalah salah satu dari banyak pantai pesisir Selatan, tepatnya di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta, sekitar 65 km dari Pusat Kota Yogyakarta.

Selain pemandangan alam pantai nan indah, hal yang membuat pantai ini terkenal adalah karena suasana mirip seperti pantai-pantai di Bali dengan adanya pura dan arca-arca yang menyebabkan pantai ini dikenal juga sebagai Pantai Bernuansa Bali di Yogja atau sering disebut sebagai Bali of Java.

Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-abu Edisi Gunungkidul (2): Sepenggal Siang di Pantai Ngobaran”

Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (1): Sarapan di Pawon Purba

Hai Sahabat Lalang Ungu, salam sehat dan bahagia ya.. Sahabat, pada tulisan kali ini dan beberapa tulisan yang akan datang aku akan menuliskan cerita pengalamanku bersama dengan sahabat-sahabat putih-abu ku saat reunian beberapa hari lalu.

Reuni bersama sahabat putih-abu selalu menyenangkan apalagi bila dikemas dengan acara healing tipis-tipis alias jalan-jalan. Nah, kali ini reuni + jalan-jalan kami bertujuan Jogja khususnya ke daerah Gunungkidul. Ada 3 lokasi wisata yang kita kunjungi yaitu Pantai Ngobaran, Pantai Gesing dan Obelix Sea View. Kebersamaan seharian yang seru dan sangat berkesan!

Kami berangkat dari Semarang sekitar pukul 6.30 WIB, meluncur menuju Jogjakarta melalui tol Semarang – Boyolali dan lanjut ke Jogja via Klaten, ngampiri Jeng Esti -sahabat kami yang berdomisili di Jogja- dengan titik temu di Piyungan, lalu bablas ke Gunungkidul.

Sarapan di Pawon Purba Nglanggeran Gunungkidul

Continue reading “Jalan Bareng Sobat Putih-Abu Edisi Gunungkidul (1): Sarapan di Pawon Purba”

Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah Untuk Anggrek

Hai Sahabat Lalang Ungu, semoga senantiasa sehat dan bahagia menjelang pertengahan Bulan Mei ini ya… Di daerahku cuaca masih sering berubah-ubah, kadang panas tapi masih sering juga turun hujan. Mungkin begitu pula di daerahmu ya?

Sahabat, apakah kalian pernah dengar tentang media tanam pinus bark alias cacahan kulit pohon Pinus? Nah, sebenarnya aku sudah cukup lama membaca info tentang media tanam ini, namun baru beberapa minggu lalu berkesempatan mencobanya untuk tanaman anggrek di rumah kami.

Ragam Media Tanam Anggrek

Sebelum mencoba cacahan kulit pinus sebagai media tanam anggrek, kami menggunakan beberapa jenis media lain yang relatif mudah di dapat.

Memang ada banyak media tanam yang bisa digunakan untuk anggrek, yang jelas harus memenuhi syarat yaitu mampu menyediakan aerasi, drainase dan juga nutrisi yang cukup bagi tanaman anggrek kita.

Beberapa jenis media tanam yang dapat digunakan untuk anggrek a.l :

  • Sabut Kelapa
  • Arang
  • Pecahan Batu Bata Merah
  • Pakis
  • Moss/lumut spagnum
  • Serutan Kayu
  • Batu Lava
  • Kulit Pinus

Yang sudah pernah kami gunakan di rumah adalah sabut kelapa, arang, pecahan bata merah dan pakis. Dari ke-4 bahan ini di rumah kami yang paling cocok menurutku adalah arang kayu. Untuk media sabut kelapa pada pot cenderung sangat menyerap air sehingga akar bisa cepat busuk, terutama pada saat musim.hujan yang cukup panjang seperti beberapa bulan kemarin.

Pengalamanku Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah

Continue reading “Mencoba Media Tanam Kulit Pinus Cacah Untuk Anggrek”

Nostalgia Awal Masa Kerja

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Sahabat, kali ini aku akan bercerita tentang sebuah peristiwa di kantor yang memicu pikiranku bernostalgia ke masa lalu…

Hari Jumat tanggal 2 Mei kemarin  -bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional- di kantor aku menerima 2 orang rekan baru: CPNS hasil formasi penerimaan tahun 2024. Kebetulan keduanya perempuan dan akan ditempatkan pada bidang yang sama di OPD kami.

Keduanya mempunyai latar belakang pendidikan yang sesuai dengan formasi jabatan yang dilamar, namun tupoksi yang akan mereka laksanakan di tempat kami merupakan tugas baru yang belum pernah mereka lakukan di tempat kerja sebelumnya.

Berbincang dengan keduanya memicu nostalgia saat-saat awal pengabdianku dulu, lebih dari dua dasa warsa lalu. Ya, kami ‘berbeda zaman’ pada awal masa tugas kami, tapi aku yakin suasana hati ku saat itu sebelas dua belas lah dengan suasana hati mereka saat ini: ada rasa bahagia tentunya, bercampur dengan semangat, rasa ingin tahu dan juga sedikit was-was tentang apakah kami akan dapat melaksanakan tugas dengan baik?

Ilustrasi: Karolina Grabowska by Pixabay

Continue reading “Nostalgia Awal Masa Kerja”

Langkah-langkah Kecil Kami Untuk Mengurangi Sampah

Jika Darurat Sampah ditetapkan di daerah kalian, apa yang kalian lakukan?

Hai Sahabat Lalang Ungu, jumpa lagi kita di ruang Maya ini ya. Semoga sahabat semua senantiasa sehat dan bahagia.

Sahabat, bulan lalu -tepatnya beberapa pekan sebelum Lebaran- Pemerintah Kota kami menetapkan kondisi Darurat Sampah di kota kami. Hal ini terjadi karena ditutupnya TPA oleh Pemerintah Pusat (KLHK) karena kondisinya yang sudah tidak layak lagi dan juga pengelolaan TPA secara open dumping, tidak sesuai dengan peraturan/perundang-undangan yang berlaku.

Penutupan yang terkesan mendadak itu tentu saja menimbulkan gejolak di masyarakat dan lingkungan yang benar-benar tidak kondusif. Tumpukan-tumpukan sampah terlihat di banyak tempat sangat menggangu pemandangan dan juga menebarkan bau yang aduhai.. Sungguh sangat memprihatinkan!

Satu dari buanyaaak tumpukan sampah di area umum akibat penutupan TPA (Gbr: IG Official Batik TV)

Pemerintah kota telah berusaha keras mengatasi dengan memaksimalkan pengolahan sampah di TPS-TPS yang ada sambil gencar menggerakkan upaya pengelolaan sampah hingga di tingkat kelurahan, namun semua tak akan maksimal hasilnya bila masyarakat tidak ikut berperan serta secara aktif, bukan? Continue reading “Langkah-langkah Kecil Kami Untuk Mengurangi Sampah”

Yang Tersisa Semakin Bermakna

Dalam hidup, ada saat-saat yang tak terhindarkan; waktu yang terus berjalan, menghilangkan banyak hal. Namun, apa yang tersisa tidaklah sia-sia. Justru, ia semakin bermakna ketika kita mampu menatapnya dengan penuh kesadaran, belajar dari setiap pengalaman, dan menghargai setiap proses yang telah dilalui. (YTSB, 2025)

***

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Senang rasanya akhirnya bisa menyapa kembali sahabat di ruang Maya yang sempat terlantar beberapa pekan terakhir ini. Semoga sahabat semua senantiasa sehat dan bahagia ya…

Sahabat, kutipan di awal tulisan ini kuambil dari Sekapur Sirih Buku “Yang Tersisa Semakin Bermakna” yaitu sebuah buku antologi hasil Nulis Bersama (NuBar) yang kuikuti dengan beberapa kawan dan terbit di awal tahun ini. Alhamdulillah, nulis untuk buku lagi setelah bertahun lalu beberapa bukuku terbit

Nah, mari kita kenalan lebih lanjut dengan antologi satu ini ya…

Yang Tersisa Semakin Bermakna

Identitas Buku

Judul buku: Yang Tersisa Semakin Bermakna 

Penulis: Lely Wahyuniar, dkk

Penerbit: Al Qalam Media Lestari – Pati Jawa Tengah

Cetakan Pertama: Januari 2025

Jumlah Halaman: iv + 151 halaman

Ukuran Buku: 14,5 cm x 20,5 cm

Editor: Endahing N.I. Pustakasari

Design Cover : Endahing N.I. Pustakasari

Layouter: Endahing N.I. Pustakasari

QRCBN: 62-250-5384-787

Continue reading “Yang Tersisa Semakin Bermakna”

Kilas Balik Perjalanan Ngeblog di Lalang Ungu 10 Tahun Terakhir

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Setelah beberapa pekan kemarin rumah maya ku ini nganggur, senang rasanya akhirnya bisa menyapa kembali para Sahabat Lalang Ungu.

Oh ya, sebelum bercerita lebih lanjut, terlebih dahulu aku akan mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk komunitas blogger Gandjel Rel yang pada 22 Februari 2025 ini genap berumur 10 tahun. Selamat Ultah Gandjel Rel, semoga panjang umur, semakin solid, sukses bersama dan senantiasa menebar manfaat tahun demi tahun. Aamiin.

Keseruan Bergabung di Komunitas Blogger Gandjel Rel Semarang

Tak terasa sudah cukup lama juga aku bergabung di Gandjel Rel. Mulai ikut meramaikan gelaran ultah Gandjel Rel yang kedua meski saat itu belum bisa hadir langsung, dan pertama kali hadir adalah di ultah ke-3 GR tahun 2018. Masih kuingat rasa senang dan keseruan acara saat itu.

GRes di Ultah ke-3 Gandjel Rel (Foto punya Dhe’Ujha)

Continue reading “Kilas Balik Perjalanan Ngeblog di Lalang Ungu 10 Tahun Terakhir”