Sudah lama aku suka menikmati karya-karya foto yang indah. Bukan hanya foto-foto pemandangan atau yang bersifat alami semacam bunga ataupun binatang-binatang unik ataupun indah..tapi juga foto benda-benda sederhana yang sering kita temui di sekitar kita, bahkan hasil masakan pun bisa tampil cantik menarik dalam foto dan bikin ngeces..hehe.. Apalagi setelah punya instagram… Wah, aneka foto indah bertebaran di lini masaku, menerbitkan keinginan untuk bisa menghasilkan foto-foto indah juga…
Apa yang kulakukan kemudian?
Banyak motret tentunya.. Kan ada pepatah practice makes perfect.. Nah, jadi akupun berusaha belajar dengan lebih sering memotret aneka hal di sekitarku, termasuk kuliner yang kutemui atau kucoba. Sampai-sampai seorang teman berkomentar, keburu dingin makanannya ntar kalau kelamaan potret-potret dulu..hihi..
Selain rasa kagum sebagai hasil pengamatan atas foto-foto keren tersebut, aku juga jadi tahu bahwa melalui aneka foto itu kita bisa memperkenalkan atau mempromosikan banyak hal. Salah satu di antaranya adalah ikut berpromosi tentang daerah kita, melalui foto-foto tempat wisatanya, ragam budayanya, ataupun kuliner daerahnya.
Naah, itu pula yang coba kulakukan bersama teman-teman komunitas Blogger Pekalongan, membantu mempromosikan all about Pekalongan melalui tulisan, dan tentunya tulisan-tulisan itu akan makin mengena bila ditambah foto-foto ciamik bukan?
Alhamdulillah, teknologi semakin banyak membantu dan mempermudah kita. Tak perlu harus siap sedia nenteng-nenteng kamera canggih kemana-mana agar selalu bisa standby setiap saat mengambil foto yang kita kehendaki. Atau nunggu tabungan cukup untuk membeli kamera canggih. Cukup dengan smartphone saja!
Smartphone saat ini semakin canggih dan banyak mendukung aktivitas kita, juga dalam melakukan pemotretan. Ingin mempromosikan kuliner daerahmu lewat foto-foto keren? Jepret saja kuliner daerahmu dengan smartphonemu!
Apalagi kalau ada ASUS ZenFone… Wis tah..gak ada matinya aksi klak-klik pepotoan dengan smartphone satu ini!
Seperti ASUS ZenFone 2 kami yang mempunyai resolusi 13 mp untuk kamera utama (belakang) dan 5 mp untuk kamera depannya. Sangat mudah digunakan dan hasilnya OK punya!
Tentu saja, itu karena semua Zenfone juga dilengkapi dengan fitur fotografi terbaru yaitu PixelMaster Camera yang merupakan algoritma khusus dari ASUS yang berfungsi untuk meningkatkan kinerja perangkat keras dan lensa untuk mengoptimalkan kualitas foto yang diambil. Naah, pantas saja hasil jepretan Zenfone selalu keren, bukan?

Ngomong-omong tentang kuliner daerah Pekalongan, kuliner apa saja yang sudah kau kenal, kawan?
Megono. Pasti itu jawaban yang paling banyak. Haha…memang, Pekalongan tak bisa dipisahkan dari kuliner satu ini. Megono yang berbahan utama nangka muda -cecek , begitu sebutannya di daerah kami- yang dicincang kasar kemudian dikukus dan dicampur dengan bumbu-bumbu dan kelapa muda -yang semuanya juga sudah dikukus- ini tampaknya memang sudah menjadi trade mark kuliner Pekalongan.

Padahal, selain Megono, masih banyak lho, kuliner khas Pekalongan lainnya. Nih kusebutkan beberapa diantaranya yaa :
1.Tauto
Tauto ini adalah sajian soto khas Pekalongan, yang menggunakan Tauco sebagai salah satu bumbunya. Bahan-bahannya selain tauco adalah mi putih (soun), irisan daging (kerbau / sapi / ayam) dan taburan daun bawang yang sudah dicincang halus.

2. Pindang Tetel
Nah, meskipun Pekalongan salah satu daerah penghasil ikan, namun yang disebut Pindang Tetel ini bukanlah kuliner berbahan ikan / pindang lho..
Pindang tetel adalah sajian kuliner berkuah yang penampilannya mirip rawon, berisi irisan tetelan daging sapi dan irisan daun bawang.

Sajian pelengkapnya adalah kerupuk warna-warni yang digoreng pasir (krupuk usek) yang diremas dan dimasukkan ke dalam mangkuk bersama bahan lainnya lalu diguyur kuah yang berwarna kecoklatan itu. Dan lebih mak nyuus bila Pindang Tetel ini dimakan bersama nasi putih hangat + Megono… Hm, nyam-nyaam..
3.Kluban Bothok / Kluban Pindang Tetel
Nah, kalau di daerah lain yang namanya Kluban / kuluban / gudhangan adalah merupakan sayuran yang direbus lalu dicampur dengan kelapa muda berbumbu, maka beda halnya dengan Kluban yang menjadi makanan khas Pekalongan ini.
Klubannya memang sama : urap sayuran, tapi cara makannya adalah disajikan dalam satu mangkok dengan sayur bothok (sayur lodeh kental dengan bahan utama tahu dan bongkrek -sebutan untuk gembus di daerah Pekalongan) atau pilihan lain adalah kluban + pindang tetel dalam satu mangkok.

Hm, makan kluban a la Pekalongan memang beda ya..
4.Garang asem
Bagi teman-teman yang sudah familiar dengan menu Garang asem dari daerah lain yang penampilannya berbungkus daun pisang, jangan kaget kalau pesan Garang asem di Pekalongan dan mendapatkan semangkuk sajian berkuah mirip rawon.
Ya, Garang asem di Pekalongan merupakan kuliner berbahan utama irisan daging sapi yang disajikan dalam kuah berbumbu rempah yang khas. Berbeda dengan Garang asem dari daerah lain yang kuahnya bersantan, Garang asem Pekalongan ini kuahnya bening dan gurih meski tanpa santan.

Bumbu kluwak yang digunakan menyebabkan tampilannya menyerupai Rawon dengan kuahnya yang kecoklatan, namun rasanya jelas beda karena ada rasa asam segar dari belimbing wuluh yang menjadi salah satu bumbunya. Selain itu, rebusan cabe rawit yang pating krampul pada kuahnya dan taburan bawang goreng membuat semangkuk Garang asem Pekalongan makin mak nyuuus dan menggoda untuk segera disantap.
Ya, itulah beberapa kuliner khas Pekalongan. Masih banyak yang lain tentunya. Ada Miso, Kopi Tahlil, Sapitan, dll… Kuulas saja nanti dalam tulisan berbeda yaa..
Bagaimana denganmu, teman? Ingin juga ikut mempromosikan kuliner nusantara? Tunggu apa lagi…ambil smartphone mu dan yuuk..jepret kuliner nusantara dengan smartphonemu!!
Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel

Terima kasiih… Salam semangat dr sini yaa..
Hanya 1 yg pernah q coba mb, gatang asem
Tapi kok coklat ya mb?
Iya mba..garang asem memang kecoklatan..tp lbh bening bila dibandingkan dg coklatnya tauto..
pindang tetelnya bikin ngiler tuh , Jadi pengen coba
Salam kenal mbak..
Hayuk mampir Pekalongan tuk nyicipin Pindangtetelnya… Salam kembali, terima kasih sudah mampir yaa….
Salam kenal mbak.. Terima kasih sdh mampir di sini.. Yuuk..icip2 kuliner Pekalongan..
Yuuk..ke sini icip2..biar ga ngiler..hehe..
Walau penyuka drama korea, urusan lidah favoritku selamanya kuliner nusantara 🙂
Siip… Kuliner nusantara ttp juwaraaa.. 🙂
Waah,,di kudus jg ada garang asem mba,,tp sama nama beda rupa ama yg di pekalongan ya ternyata,,di kudus ayam, dan pedes ciri khasnya,,kalo pekalongan yg pualing aku suka nasi megononya,,unik,,enak,,
Betul..Garangasem Pekalongan klo dari penampilan lbh mirip ke Rawon..hehe.. Tp aku sukaaaa garangasem ayam ala Kudus.. 🙂
pindang tetel aku belum pernah mba mechta.
Tp sekarang mba mechta domisili di Semarang ya, nggak pekalongan pok?
Nah..nanti klo pas ke Pekalongan lg musti dicobain tuuh..hehe…
Oya, aku smp SMA di Smg dan sejak lulus kuliah (yg sdh luamaaaa berselang…) hingga sekarang domisili di Pekalongan.. 🙂
Iya kah? Aku malah kurang tahu asem-asem Semarang..hehe.. ntar nyari aah…
Cuma tahu yang garang asem, lainnya cuma bisa ngeces aja pas lihat.
Krupuk usek kalau di sini ada tapi namanya krupuk mie, Mbak.
Kapan ini bisa jalan-jalan ke Pekalongan?
Yaa…ada pula yg menyebutnya krupuk mi.. Hayuuk..ke Pekalongaan….
Hayuuuk…ke Pekalongan lagi…
Naah..itu dia.. Impian kita samaan niih.. *toss duluu…
Kuliner khas Pekalongan yang paling familiar ditelinga saya adalah nasi megono mbak, tapi belum pernah nyoba sih. Kalau di Semarang ada yang jual ga yaa?
Pindang tetel ini mirip banget dengan rawon ya mbak. Kalau rawon dulu lumayan sering makan tapi sekarang udah jarang. Saya doyan rawon jadi pasti doyan juga dengan pindang tetel ini 🙂
Kabarnya di Semarang sdh ada yg jual Megono namun sy blm tahu di mana lokasinya..
Garangasem dan rawon penampilan mirip tp cita rasa berbeda…
Baru tau klo garang asemnya Pekalongan pake kluwak 😉
Makasih sudah ikutan lomba blog ini ya Mba. Good luck.
Beda dg kuliner senama di daerah lain ya Dik…
Trmksh jg.. Smoga sukses GA ultahnya…
Belum kesampaian makan naai Megono niih. Harus coba ah
Yuuuk….ngiciip Megono duluuu…
Garang asem, dan aku baru tahu kalau Garang Asem itu kuliner khas Pekalongan… soalnya Boyolali juga banyak yang jual 🙂
Garang asemnya pekalonhan sangat beda dg GA boyilali lhoo… Klo di Pekalongan penampilannya spt rawon…
yang nasi megono itu belum pernah icip2 aq mbk. sepertinya yummy ya… mupeng nih hihihi
Ati-atii…numani lho mbak… Hehe…
sukses lombanya mbak..
jadi kangen pekalongan dan makanan2 khasnya
Terima kasih mba Fitri… Aamiin..
Hayuuk..ke Pekalongan kulineran…
Tauto yg paling jos dan ngangeni. Dulu kalo main ke rumah jidah (eyang) di pekalongan pasti deh minta dimasakin tauto
Waah..masakan eyang mmg paling OK yaa.. Aku dulu jg selalu sukaaa dg masakan Simbahku…
Kuliner Pekalongan banyak juga ya mbak, saya penasaran sama tauto-nya
Yuuk..mampir Pekalongan utk kulineran…