Hai sobat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia ya… Sobat, di akhir pekan ini, sudahkah ada tujuan jalan-jalan? Jika belum ada tujuan, bagaimana bila ciblon di Clurug Jlarang Lebakbarang saja? Ciblon ( bhs Jawa : bermain air ) itu asyik sekali lho…seperti yang sudah kami rasakan di awal bulan lalu, dan yang akan kuceritakan keseruannya di tulisanku kali ini.

…
“Buuk, hari Sabtu besok lego nggak?”
“Belum ada acara sih, memangnya kenapa, mbak Put?”
“Itu..teman-teman mau jalan-jalan ke Curug di Lebakbarang nih, njenengan mau ikut?”
“Wah..asyik tuh.. Siapa saja yang ikut, mba?”
…
Itulah sepenggal chat WA di awal bulan lalu, antara aku dan salah seorang rekan kerja dari kantor lama. Ya, meskipun sudah tak lagi sekantor, alhamdulillah aku masih sering berkomunikasi dan sesekali ketemuan dengan teman-teman dari kantor lama. Apalagi kami punya hobi yang sama yaitu ngerumpi dan jalan-jalan..hehe.. Nah, rupanya teman-teman lama masih ingat dengan hobi jalanku itu, sehingga saat ada acara jalan-jalan mereka menawariku untuk ikut.
Terus, aku mau?
Yo jelaaas… 😀 Aku langsung mengiyakan ajakan itu, meskipun saat itu aku sedang di luar kota dan baru akan pulang malam sebelum acara jalan-jalan itu. Haha…dasar Si gatal kaki!
Eh, tapi…Lebakbarang itu di mana sih?
Nah lo .., aku langsung mengiyakan ajakan teman-temanku, padahal aku sendiri waktu itu belum tahu, di mana lokasi tepatnya tujuan jalan-jalan kami itu. Lebakbarang…hm, meskipun sudah cukup lama tinggal di Kota Pekalongan, namun aku masih merasa asing dengan nama salah satu daerah di Kabupaten Pekalongan itu.
Oya teman-teman jangan bingung ya.. Di Jawa Tengah yang namanya Pekalongan itu ada 2 daerah administrasi pemerintahan yang berbeda, yaitu Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, yang keduanya saling berbatasan wilayahnya dan adat budayanya relatif sama. Nah, kembali ke bahasan Lebakbarang, karena penasaran maka aku pun gugling, dan inilah sekelumit tentang Lebakbarang yang kudapat dari hasil pencarian di internet ☺
Lebakbarang adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan, yang berjarak sekitar 20 km ke arah Tenggara dari Kec. Kajen yang menjadi Ibu Kota Kab. Pekalongan. Berbatasan dengan Kecamatan-kecamatan : Karanganyar, Kajen, Doro, Paninggaran dan Petungkriyono, juga berbatasan dengan wilayah Kab. Banjarnegara, topografi Kec Lebakbarang ini memang sebagian besar terdiri dari perbukitan hingga pegunungan.
Oya, ada beberapa tempat wisata di Lebakbarang ini, antara lain beberapa Curug / air terjun yaitu : Cinde, Jlarang, Kuwung dan Kumeyep. Nah, ke salah satu curug inilah kami berkunjung.
Bermain air di Curug Jlarang
Nah, singkat cerita, akhirnya aku dan teman-teman jadi berkunjung ke Curug Jlarang pada hari Sabtu 12 Januari 2019 yang lalu. Perjalanan dari Kota Pekalongan (start dari Medono Pekalongan Barat) ke Lebakbarang memakan waktu sekitar 1,5 jam, dengan rute : Kota Pekalongan, Kedungwuni, Wonopringgo, Karanganyar, Lolong, Lebakbarang. Sepanjang jalan kami melewati pemandangan yang menyegarkan mata, terutama setelah masuk daerah Karanganyar, lalu Lolong, jalan berliku naik turun dengan pemandangan sawah, kebun (termasuk kebun durian) dan juga melewati hutan kecil.
Curug Jlarang ini terletak di Desa Sidomulyo , dengan akses yang menurutku cukup unik karena harus melewati pemukiman penduduk melalui sebuah jalan sempit / gang yang hanya muat 1 mobil saja!
Jadi, setelah ketemu gerbang Desa Sidomulyo, kita harus berbelok ke kiri (memasuki gang / jalan kecil) di mana kanan-kiri jalan gang itu adalah rumah penduduk yang cukup padat. Sekitar 800 meter masuk (dengan jalan yang berkelok-kelok asyik), akhirnya kita akan sampai di sebuah jembatan, lalu di dekat jembatan itu ada sebuah rumah/warung dengan lahan yang agak luas dengan ada sebuah papan tanda Pesona Sidomulyo, nah.. di situlah kita memarkir kendaraan kita.

Dari tempat parkir kita harus berjalan kaki menuju lokasi Curug. Oya, begitu turun dari kendaraan, kami disambut pemandangan sungai nan jernih, langsung pengen nyemplung, saudara-saudara! Haha…. Tapi tentu saja kami harus menahan diri, lha wong tujuan awal Sang Curug Jlarang saja masih belum nampak. Ok…mari kita berjalan-jalan dulu…


Awalnya sekitar 50 meter melewati jalan beraspal di tepi sungai, lalu berbelok ke kiri dan menanjak cukup tinggi, maka kita akan sampai di gerbang kecil di sebelah kanan jalan yang terbuat dari bambu dengan penunjuk arah ‘ke Curug Jlarang’. Sudah sampaikah?
Beluuuum, Esmeralda… 😃
Kita masih harus berjalan sekitar 200 meter lagi, namun kali ini perjalanan akan terasa sangat mengasyikkan karena kita berjalan melewati pematang sawah, dengan pemandangan areal sawah yang berteras-teras cantik dengan padi menghijau sejauh mata memandang. Sangat indah!

Setelah melewati area persawahan itu kita akan sampai di anak-anak tangga batu dan tanah yang telah diperkeras, turun menuju sungai dan…itulah dia Sang Curug Jlarang…

Pagi menjelang siang telah cukup terik waktu itu, meskipun angin pegunungan yang segar membuat kita samasekali tak kegerahan. Namun kesegaran air melimpah di depan mata langsung mengundang kami untuk melepaskan alas kaki dan masuk ke sungai! Sejuknyaaa….
Ya, air sungai yang dingin langsung menyambut kami..membuat semakin semangat untuk mendekati air terjun di balik batu besar. Hm, bukan air terjun dengan ketinggian yang spektakuler memang…namun tetap saja terlihat cantik di mata kami, melimpahkan air bening yang terlihat berbuih putih karena derasnya..melimpahi sungai dengan air yang jernih dan segar.

Banyak batu-batu besar di sungai itu sehingga asyik menjadi tumpuan kaki ataupun tempat duduk sambil bermain air alias ciblon. Segarnya air membasahi kaki dan tubuh kami, melarutkan penat yang sempat terasa akibat berjalan mendaki, menyusuri pematang dan menuruni anak tangga menuju sungai ini. Kombinasi dingin segar di kaki, hangat mentari menghangatkan kepala dan sejuk angin membelai kulit kami..menimbulkan sensasi tersendiri.

Begitulah, banyak tawa dan canda terburai di pagi menjelang siang, di kaki Curug Jlarang itu. Sungguh pengalaman yang menyejukkan raga dan jiwa! Dan tentu saja tak kubuang kesempatan memainkan kamera, membekukan kenangan indah hangatnya kebersamaan kami di siang itu.
Setiap awal pasti akan ada akhir. Meskipun enggan namun kami harus menyudahi keasyikan bermain air itu karena hari telah semakin siang, dan perut telah menyanyi minta diisi 😉
Maka kami pun bergegas meringkas ini barang-barang bawaan setelah mengganti baju basah dengan baju kering, di beberapa bilik yang digunakan sebagai kamar ganti. Oya, sudah ada bangunan permanen semacam aula kecil di sana, tempat pengunjung bisa duduk-duduk sambil membuka bekal setelah lelah bermain air.
Secara keseluruhan tempat wisata ini masih sepi. Seolah milik kami sendiri, karena tak terlihat ada pengunjung lain selain rombongan kami. Tidak terlihat pedagang di area Curug ini, sehingga jangan lupa membawa bekal kalau berkunjung ke sini. Bila ingin membeli makanan ya ke warung yang ada di tempat parkir itu..
Namun sambil berjalan kembali ke tempat parkir, kami sempat melihat beberapa tukang mengerjakan hiasan spot-spot pepotoan di pinggir sungai. Rupanya memang tempat ini sedang bebenah menuju cantik. Mungkin besok-besok bila kami ke sana lagi sudah akan berbeda penampilan tempat ini..hehe..

Sebelum pulang kami sempat menikmati makan siang yang nyamleng di warung kecil dekat parkiran itu. Menunya sederhana : nasi, urap sayur, ikan goreng, ikan asin dan baceman tahu-tempe. Tapi, rasanya uenaaaak… Apalagi dinikmati saat udara sejuk, duduk di pinggir kolam dengan ditemani gerombolan ikan-ikannya yang saling hilir mudik berkecipak di kolam itu. Ahaay…mantaab beneeer… *elus-elus perut kekenyangan.., hehe..
Itulah teman, cerita kenanganku saat bermain air di Curug Jlarang Lebakbarang Pekalongan beberapa waktu lalu. Yuk..main juga ke sini kapan-kapan yaaa…
Pinky ledy keren mainnya. Untung ga bawa selendang. Ntar dicuri jaka tarub
Hihi..iyaaa..selendangnya dipakai untuk kerudungan tuh..
Kemarin ke Pekalongan cuma mampir beli batik aja mba, Blum explore itu juga karena teman Ada yg merried next mau ah explore lbh lama
Aamiin .semoga segera ya mba..
Air terjunnya bikin ga bisa move on ya. Sayangnya masih jauh kalau harus ke sana…
Semoga bisa ke sana dengan rezeki tak terduga
Aamiin.. semoga ya mba..
Aku belum pernah sama sekali ke tempat wisata curug hahahaha. Kasian yaaa. Ngeliat tulisan Mba Tanti, malah menambah rasa penasaranku buat berkunjung ke tempat wisata curug di mana pun itu hehehhe
Hayuk mba…cobain jalan2 ke Curug..pasti nagih deh..hehe..
Mba Tanti aku kapan diajak mrene masyaallah Banget pemandangan e iki. Pekalongan itu perfect ada gunung dan lautnya
Lha ayook kapan mrene bareng2, Nyi…
Masyaa Allah air terjunnya ini segar pasti karna dengar suara gemercik air, pemandangan yang hijau, suegeeerrrr
Asli suegeeer…
wahhh serunya bermain air. Udah gitu tempatnya juga masih “hijau” banget jadi hati dan pikiran ikutan segar deh saat ke curug ini 🙂
Betuuul…
Waduh, emak-emak aja suka ciblon, apalagi anak-anak nih, pasti seneng banget. Sayapun jadi pengen ciblon masuk ke sungai sambil menikmati suara curug yang deras, hehe.
Biasanya kalau kita mau ke curug tempatnya memang agak tersembunyi ya Mbak, sehingga harus jalan dulu beberapa saat. Tapi nggak masalah sih ya, karena sepanjang perjalanan pemandangannya bagus. Sudah langka pemandangan gini kan yaa :).
Betul mba..kadang2 suka takut duluan klo diajak ke Curug..takutnya harus naik/turun cukup terjal.. tapi Alhamdulillah Curug yg ini tidak terlalu terjal turunnya..
Kebayang seruuu dan asyiknya mbaa! Aku dan keluarga juga paling seneng main air yang dingin kayak begini.. adem!
Penyegaran hati dan raga ya mba..hehe..
Wii.. Seger banget emang ya main di air terjun. Itu foto pertama bikin gagal fokus deh. Pewe banget
Haha..iya tuh mba..yg motret saja jadi pengen nyemplung juga..hehe
Masha allah air sungai nya masih bersih gitu mba … pengen deh main kesana. Dikampung ku jg ada sungai masih jernih gtu mba. Jadi kangen mudik nih jadinya hiks
Iya Mba..masih bersih dan jernih ..
Tanya mba. Bilik buat gantinya ada air buat bilasnya nggak? Kalau ke sana harus bawa uang minimal.berapa ya mba sampai buat bayar makan yang ada di sekitar curug?
Tidak ada airnya untuk mandi bilas. Iya kmrn tidak ada juga loket untuk bayar masuknya, kami sudah pesan makanan sebelumnya, untuk makan dan (mungkin HTM) sekitar 20 ribuan…
Seru banget ya ini mbak, bisa main sama teman-teman di Curug Jlarang. Terus sebelum pulang makan nasi urap dulu, haduh ini sungguh nikmat sekali.
Ya mba..jadi pengen ngulang lagi..hehe
Duuh aku kok mupeng banget sih. Jadi pengen main ke Pekalongan lagi
Yuk yuk..main sini lagi..
Aku asal jalan ke sananya enggak ribet, mau banget ciblungan di situ. Aku kadang malas basah2 han karena mikir kesusahan baliknya pakai baju basah, hihihi. Airnya jernih banget yaaa
Ada tempat gantinya, Jiah..meski harus antri Krn hanya 2 bilik..
tempatnya mirip yah di air terjun Malino yang pernah kudatangi beberapa tahun yang lalu. Btw semoga saja nanti bisa mampir juga di sana, amiinnn
Wah iya kah? Pengen juga ke Malindo itu..
Sungainya bersih, adem lihatnya. Masih asli ya mbak. Biasanya kalau sudah ramai banyak tempat bermain dan selfienya.
Iya mba..belum ramai ..
Termasuknya Curug Jlarang ini masih dalam tahap bebenah ya mba. Semoga kecantikan curugnya nantinya bisa diimbangi dengan kemudahan akses menuju ke tempat tersebut. Suka lelaaaah hayati klo jalannya kejauhan. :))
Ya dik..masih taraf pengembangan..
Mpo senang dengan air yang tenang bersih dan kiri kanan rumput dedaunan hijau.
Terasa damai di hati.curug jlarang lebakbarang akan membawa suasana tenang dengan puas bermain air
Betul…hanya bila bawa anak2 harus waspada juga..
Serunya liblon ala pink lady gini hihi… kapan ya aku main ke pekalongan? mmm.. main ciblon bareng gini asikkk banget.. pemandangannya masih indah, udara segar plus mandi air curug yang ngga kalah menyegarkan.. sayang jauh dari kota Depok hehe.. ditunggu cerita dari petualangan selanjutnya yaaaa
Yuk mba, kapan2 main ke sini