LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

https://mechtadeera.com
https://mechtadeera.com

Pengalaman Perjalananku Pekalongan-Cepu dengan Kereta Api Lokal

| 47 Comments

Hai Sahabat Lalang Ungu…jumpa lagi kita di rumah mayaku ini.. Bagaimana, tetap sehat dan bahagia, bukan? 🙂 Ohya, kali ini, aku akan menuliskan pengalamanku saat melakukan perjalanan Pekalongan-Cepu dengan Kereta Api lokal.

https://mechtadeera.com

Eh..kalian sudah tahu tentang Kota Cepu? Kalau belum, yuk kita kenalan dulu dengan salah satu Kota Minyak ini ya…

Tentang Cepu

Cepu adalah salah satu nama wilayah Kecamatan di Kabupaten Blora Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur yaitu dengan Kab Bojonegoro.

Konon nama CEPU diambil dari suatu peristiwa bersejarah, yaitu saat terjadi peperangan di daerah ini, Arya Penangsang tertancap keris di pahanya. Tertancap ini dalam Bahasa Jawa adalah ‘nancep‘ sedangkan paha dalam Bahasa Jawa disebut ‘pupu‘ maka jadilah ‘nancep ing pupu‘ = CEPU.

Meskipun hanya kota kecamatan, namun kota kecil ini banyak dikenal karena mempunyai sumber daya alam yang potensial berupa minyak bumi. Sempat kubaca di Wikipedia ada 9 konsesi tambang minyak di daerah Cepu ini yaitu di daerah Panolan, Jepon, Nglobo, Banyubang, Trembes, Metes, Ngiono, Ngapus dan konsesi milik NKPM.

Selain karena adanya kegiatan Pertamina di Cepu, adanya tempat pendidikan antara lain AKAMIGAS juga menjadikan Cepu sebuah kota kecil yang relatif ramai, menjadi tempat tujuan maupun persinggahan tidak hanya masyarakat Jawa Tengah namun juga secara Nasional.

Transportasi umum ke Cepu

Nah, itu tadi sekilas tentang Cepu. Apakah teman-teman bertanya-tanya tentang bagaimana akses / transportasi ke kota ini?

Untuk transportasi umum menuju Cepu teman-teman dapat menggunakan bis (kecil maupun besar) dengan tujuan Terminal Cepu maupun kereta api yang melintasi jalur bagian Selatan dengan tujuan Stasiun Cepu.

Teman-teman dapat melihat di web PT KAI, akan terlihat kereta-kereta yang tak hanya melintas namun juga berhenti di Stasiun Cepu, yaitu kereta-kereta jurusan Jakarta-Surabaya PP maupun kereta lokal Semarang-Cepu PP.

Perjalanan Pekalongan-Cepu dengan kereta api lokal

Nah, saat menghadiri acara dinas di Kota Cepu pada 10-11 Juli 2019 yang lalu, aku memilih menggunakan transportasi kereta api. Hihi…maklum, aku tuh memang lebih memilih naik kereta api dibanding bis / travel. Lebih santai rasanya…

Baca juga : Berwisata ke Pekalongan dengan kereta api, kenapa tidak?

Meskipun ada kereta yang dapat membawaku langsung ke Cepu dari Pekalongan yaitu kereta-kereta jurusan Jakarta-Surabaya, namun jam kedatangan di Cepu kurasakan tidak pas yaitu malam dan dini hari. Oleh karena itu aku memilih kereta api lokal Pekalongan-Semarang dilanjut kereta lokal Semarang Cepu.

Pukul 8 pagi aku berangkat dari Stasiun Pekalongan menuju Semarang dengan menggunakan KA Kamandaka (Purwokerto-Semarang). Oh ya susunan kursi di Kamandaka ini 2-3 dengan deretan nomor ganjil dan genap saling berhadap-hadapan. Nah, bila memulai perjalanan ke arah Barat (menuju Semarang) maka pilih no kursi genap yang akan menghadap searah perjalanan ini, teman.. Oh ya, harga tiket Kamandaka untuk Pekalongan-Semarang ini Rp48.000,- saja ☺

Seperti biasa, bila berkereta sedapat mungkin aku memilih kursi di dekat jendela sehingga leluasa menikmati pemandangan di luar. Hm, meskipun kadang-kadang sebel karena kondisi jendela kereta yang kotor sehingga mengganggu pemandangan..😔

Untuk perjalanan Pekalongan-Semarang ini menurutku yang paling indah adalah pemandangan saat melintasi daerah Batang, tepat di tepian Pantai Ujungnegoro. Pagi maupun sore hari pantai ini tampak cantik dari balik jendela kereta… 😍

Ujungnegoro Batang

Sepenggal keindahan dari balik jendela kereta

Ohya kereta Kamandaka ini berhenti juga di Stasiun Batang dan Stasiun Weleri, sebelum sampai di stasiun tujuan akhir yaitu Stasiun Semarang Poncol sekitar jam 9 pagi.

Setelah sekitar 2 jam transit di sini maka pada pukul 11.40 aku berangkat dari Stasiun Poncol dengan menumpang KA Maharani. Susunan kursi di KA Maharani ini juga 2-3 dan saling berhadapan. Nah, menuju Cepu ini nomor kursi ganjil yang menghadap searah perjalanan.

KA Maharani Semarang-Cepu

KA Maharani yang membawaku ke Cepu kali ini

Kondisi kereta bagus dan bersih sehingga perjalanan relatif nyaman. Mungkin kurang nyaman bila dapat tempat duduk yang untuk 3 orang karena agak sempit. Untung kemarin aku masih bisa memilih kursi yang untuk 2 orang.. Alhamdulillah..

Sepanjang perjalanan dapat dinikmati pemandangan sawah, ladang, sebagian hutan Jati dan juga pemukiman penduduk. Perjalanan kemarin juga mendapat bonus pemandangan langit cerah ☺

Awan di langit

Parade awan putih di langit nan biru..

Dari Stasiun Poncol, sebelum sampai ke Stasiun Cepu KA Maharani ini akan singgah di beberapa stasiun yaitu : Tawang, Ngrombo dan Randublatung. Kami sampai di Stasiun Cepu sekitar jam 2 siang.

Stasiun Cepu

Stasiun Cepu di siang itu..

Oh ya KA Maharani ini tiketnya seharga Rp45.000,- saja, teman-teman.. Jadi total Pekalongan-Cepu dengan Kamandaka & Maharani ini hanya Rp93.000,- saja. Murah meriah ya 😀 Sebagai perbandingan untuk tiket KA Sembrani eksekutif Rp375.000,- & Sembrani Priority Rp500.000,- sedangkan KA Harina eksekutif Rp300.000,- & Harina Ekonomi Rp180.000,-

Nah teman-teman, itulah cerita perjalananku dari Pekalongan menuju Cepu dengan kereta api lokal yaitu KA Kamandaka dan KA Maharani yang murah meriah tapi tetap aman dan nyaman.. Untuk pengalamanku menginap semalam di Cepu dan perjalanan Cepu-Pekalongan dengan kereta api lokal yang berbeda akan kutuliskan kemudian.

Oh ya, adakah teman-teman yang pernah ke Cepu juga? Yuk bagi pengalamannya di kolom komen ya…

47 Comments

  1. Pantai Ujungnegoro, itu tempat aku dolan mba, baik waktu masih dikampung halaman maupun sekarang ini setiap aku mudik.

  2. Hanya lewat saja hahaha
    Kapan kapan kali ada blogger tinggal di Cepu mau lah staycation di Cepu, eksplor keindahan alamnya lalu hunting juga kulinernya.

    Btw cari dulu ah blogger Cepu nya siapa ya?

  3. aku pun kalo ke bandung kadang suka naik kereta dari gambir. Enak emang kereta sekarang, bersih dan nyaman, jempol deh buat PT KAI

  4. Mauuuu juga dolan naik KA ejes ejes ejeesss
    Cepu ngga terlalu jauh kalo dari Sby.
    Pan kapan aku juga mau cusss ke sana 😀

  5. Saya pernah ke Cepu, tetapi sekadar lewat karena tujuannya ke Bromo. Pemandangan laut dari kereta bagus banget, ya

  6. keret api lokal sekarang sdh cukup nyaman ay jd suka kalau naik kereta

  7. Saya sejak dulu suka naik kereta mbak, tapi suka bingung sama jadwalnya hehehe.

    Apalagi sekarang kereta meski lokal udah bagus dan bersih, toiletnya juga udah ga kayak dulu lagi.

    Saya pernah ke Cepu tapi lewat aja. Mungkin next time mau jalan-jalan ke Cepu, secar deket aja sama wilayan saya.

  8. Pingback: Pengalamanku Semalam di Cepu |

  9. Wah di Cepu daerah mana mba? Soale mba Icha temen blogger juga daerah cepu kampungnya,, btw emang kereta sekarang itu nyaman banget sih menurutku yang kelas ekonomi bersih dan udah ada AC juga.

  10. Cepu..
    Pernah, karena nenekku di Bojonegoro.
    Namun sejak nenek ga ada dan pemakaman keluarga besar di Bojonegoro, jadi ke sananya hanya saat nyekar.

    Cepu ini tempat sekolah Bapak dulu..
    Pasmigas Pertamina.

  11. Aduh saya jadi kangen deh trip naik kereta api hehehe. Tapi belum ada rencana lagi buat berpergian hehe

  12. salah satu cita – citaku selama di Indonesia adalah mengeksplorasi keindahannya dengan menggunakan kereta api mba. Terbayang pemandangan cantiknya. Sayang masih terkendala cuti terbatas dan waktu. Semoga sempaat..

  13. Aku paling ga bisa ngepasin nomor kursi agar sesuai dengan arah perjalanan mba. Kalau pas dapet yang membelakangi, ya wis terima nasib 😀 Kadang-kadang agak pusing juga melihat pemandangan di luar yang terkena gerakan melawan arah pandangan.

  14. Naik kereta emang asyik banget mba, transportasi darat kesukaanku deh. Btw, aku belum pernah ke Cepu nih.. ada apa yang bagus dikunjungi di sana ya mba?

  15. Duuh aku kangen banget naik kereta. DUlu waktu belum nikah kemana-mana pakai kereta, mudik juga pakai kereta. Setelah menikah suami lebih suka nyetir sendiri, males gotong2 bawaan juga dia. Jadi udah hampir 10 tahun aku nggak pernah naik kereta jarak jauh lagi 🙁

  16. hihi kalo orang dulu bisa aja mengaitkan sejarah lalu dijadikan identitas daerah gitu ya mba. Suka banget liat view yang ditunjukan dari jedela kereta, apalagi barisan awan nya, jarang di Jakarta ada awan begitu rasanya ya.

  17. Wah..aku baru tahu bahwa cepu itu berasal dari kata nangcep ing pupu…lalu jadi kata cepu

  18. Kota cepu yang aku tahu adalah bahwa ada kilang minyak pertamina disana. Dulu ayahku sering dapat tugas kesana soalnya

  19. AKu punya pengalaman mampir ke Cepu pas dari Bali Mba Tanti, tapi mobilan.
    Di sana ada temennya temenku yang jualan boneka. Murah banget hepi aku hahaha
    kalo naik kereta menuju Cepu belum pernah, murah juga ya ternyata.

  20. Dari postingan ini mendapat kiat memilih no tempat duduk biar searah perjalanan. Selama ini baru lewat Cepu Jeng dari Semarang Bojonegoro. Salam hangat

  21. Lumayan lama transitnya, ya, Mbak.. 2 jam lho.. Trus sambil nunggu ngapain aja, Mbak, biar nggak mati gaya? Hihi..

    • Nggak kerasa kok ternyata 2 jam itu.. makan, keperluan pribadi, baca2..dan selebihnya duduk2 menikmati suasana hehe..

  22. Bener bgt, naik kereta paling enak samping jendela…

    Aku tau cepu dari jaman SD, atau sering dgr dengan istilah Blok Cepu. Cuma kurang paham, akhirnya jadi tau. Cepu itu kota Minyak.

  23. Saya penasaran banget nih gimana rasanya melakukan perjalanan yang panjang naik kereta api. Di Sumatera gak ada transportasi kereta api antar provinsi. Sedih jugaa

  24. Ah iya, daerah Batang. Kalau lewat naik kereta dan ngelihat pantai lewat jendela, rasanya wow banget. Saya pernah lewat Cepu naik mobil, tapi nggak pernah berhenti di sini. Jadi pengin nyobain naik kereta ke Cepu.

  25. Aku belum pernah naik kereta api lewat pantai utara Jawa. Tiga kali ke Semarang, dua kali naik bus dan sekali naik pesawat. Dulu pas kuliah biasa pulang ke Jogja via utara tapi juga naik bus. Padahal aku penasaran banget sama jalur rel yang bersisian dengan pantai itu.

    Aku pengen deh armada kereta lokal kita tuh dibedakan dengan armada kereta jarak jauh reguler biasa. Kayak kereta Prameks tuh. Jadi lebih semangat aja sih naik kereta lokal.

  26. Aku pernah beberapa kali naik kereta ke Malang, Kediri dll kelas ekonomi maupun eksekutif. Nyaman sih iya apalagi kalo pagi2 ada minuman teh manis panas atau kopi. Masih 9K ga ya harganya? Hahaha…. Kadang suka bingung ke toiletnya karena makin ke sini makin kotor abis digunakan para penumpang sih.

Leave a Reply

Required fields are marked *.