LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Taman Seribu Lampu
Taman Seribu Lampu

Pengalamanku Semalam di Cepu

| 86 Comments

Hai Sahabat Lalang Ungu.. Melanjutkan cerita kemarin tentang kunjungan ke Cepu, maka kali ini aku akan menuliskan pengalamanku semalam di Cepu itu ya.. Catatan perjalanan ini akan dimulai dari kedatanganku di Stasiun Cepu, hingga sejenak menikmati wisata malam di sana…

Baca juga : Pengalaman perjalananku Pekalongan-Cepu dengan kereta api lokal

Stasiun Cepu

Stasiun Cepu merupakan stasiun kelas besar tipe C yang terletak Jl Diponegoro No 87 Cepu atau tepat di depan Lapangan Ronggolawe, merupakan stasiun terbesar dan teraktif di Kabupaten Blora.

Stasiun Cepu

Beberapa bagian di Stasiun Cepu : tampak rapi dan bersih..

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Stasiun Cepu pada 10 Juli 2019 sekitar jam 2 siang itu, aku belum sempat memperhatikan suasana di sana. Karena waktu dhuhur sudah tinggal beberapa saat lagi, maka begitu turun dari KA Maharani akupun bergegas mencari tempat sholat di dalam stasiun itu.

Alhamdulillah,aku pun menemukannya di arah sebelah kiri, berlawanan arah dengan pintu keluar yang ada di sebelah kanan dari arah kedatangan kami. Karena letaknya bersebelahan dengan toilet maka aku pun ke toilet dulu..karena menahan BAK itu tidak sehat..bisa-bisa anyang2an lho.. hehe..

Baca juga : Aktif dan percaya diri tanpa anyang-anyangan dengan Prive Uricran

Kondisi toilet wanita dengan 3 bilik itu relatif bersih -Alhamdulillah- sehingga akupun tidak was-was menuntaskan hajat 😊 Setelah itu menuju ke tempat wudhu yang ada di antara toilet dan musholla. Sayangnya tempat wudhunya tidak terpisah pria & wanita, hanya ada sekat terbuka di sana.

Musholla Stasiun Cepu

Musholla di dalam Stasiun Cepu

Adapun mushollanya kecil namun terlihat bersih dan rapi. Ada rak kaca berisi perlengkapan sholat juga di sana, namun aku tak tahu kondisinya karena aku menggunakan perlengkapan pribadi.

Selesai sholat,aku pun bersiap meninggalkan stasiun menuju hotel. Suasana saat itu relatif sepi, penumpang-penumpang dari KA Maharani lainnya tampaknya sudah meninggalkan stasiun, sementara itu kulihat beberapa petugas kebersihan sedang menjalankan tugasnya siang itu. Aku pun menggunakan kesempatan itu untuk melihat-lihat stasiun dan mengambil beberapa foto.

Lalu kusempatkan bertanya kepada seorang petugas cara menuju hotel Same, dan ia menjelaskan tidak ada angkot ke arah Desa Mernung -lokasi hotel itu- namun aku bisa menggunakan ojek dengan ongkos sekitar Rp30.000,-

Hm, penjelasan ini senada dengan info dari salah seorang rekan bahwa di Cepu belum ada taksi -apalagi taksi online- maupun Ojol. Transportasi lokal yang ada angkot, becak, Dokar / delman dan ojek biasa.

Ok deh, akupun kemudian keluar dari stasiun dan langsung bertemu dengan Pak Ojek yang menawarkan jasa dengan harga sesuai info dari petugas yang tadi kutanya. Maka kemudian akupun menumpang ojek itu (tanpa helm, bok!) untuk menuju ke hotel tempat menginap.

Ngojek di Cepu

Ngojek dulu…yuk mareee…

Perjalanan memakan waktu sekitar setengah jam dan untungnya Pak Ojek cukup komunikatif menjawab berbagai pertanyaanku tentang Cepu yang terlontar sepanjang perjalanan itu 😃

Same Hotel Cepu

Same Hotel Cepu

Same Hotel Cepu

Itulah tampak depan Hotel Same Cepu tempatku menginap malam itu. Setelah melakukan registrasi ke panitia dan mendapatkan kamar, aku menyempatkan diri berkeliling di lingkungan hotel dan mengambil beberapa foto.

Lobby Same Hotel Cepu

Lobby Same Hotel Cepu

Masuk ke hotel ini kita disambut lobby yang lapang dengan beberapa set kursi dan sofa dan di pojok terdapat meja resepsionis yang panjang itu. Ruangan ini kemudian menyatu dengan ruang makan hotel, dengan kursi-kursi yang minimalis dan dekorasi dinding bernuansa budaya a.l ada lukisan, wayang, boneka-boneka kayu, topeng dll.

Ruang makan Same Hotel Cepu

Ruang Makan Same Hotel Cepu

Di samping ruang makan, di area terbuka antara dua sayap bangunan yang bertingkat 4 terdapat sebuah kolam renang berair biru jernih dengan 6 patung ikan yang memancarkan air di sekeliling tepian kolam dan kursi-kursi kayu yang juga ditata menghadap area kolam itu.

Kolam renang Same Hotel Cepu

Kolam Renang Same Hotel Cepu

Wah..melihat kolam renang ini aku merasa menyesal. Iya..menyesal karena tak memasukkan baju renang ke tas! Haha.. Tampaknya segar sekali berenang beberapa putaran di sana ya.. Dan kursi-kursi dengan latar belakang tanaman hias itu, tampak sangat mengundang tuk leyeh-leyeh, bukan? 😉

Hari itu aku mendapat kamar di lantai 1. Syukurlah…relatif dekat dengan ruang makan dan ruang rapatnya! Haha.. Meskipun ada kekurangannya juga posisi itu, aku tidak mendapat pemandangan cantik dari jendela kamar..hanya tembok pagar saja..hiks..

Kamar Same Hotel Cepu

Suasana kamar yang kutempati

Overall aku suka suasana kamar bernuansa putih-coklat itu, sejak pertama masuk sudah terasa nyaman untuk istirahat. Kamar mandinya pun bersih. Hanya kran pengatur air panas-dingin pada shower agak sulit digerakkan..hehe..

Taman Seribu Lampu, Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina, Monumen Pumping Unit & Integrated Community Center Cepu

Malam itu setelah makan malam dan mengikuti acara ramah-tamah, kami (aku dan teman sekamar dari Salatiga) berniat keluar hotel untuk sekedar menikmati malam di Cepu. Terus terang kami yang baru sekali itu ke Cepu tidak tahu destinasi wisata apa yang bisa kami datangi malam itu, hehe..

Setelah bertanya pada beberapa rekan dan cek Google, maka kami pun memutuskan menuju lokasi yang disebut Taman Seribu Lampu. Dari sana cari-cari tempat lain lagi kalau waktu masih memungkinkan..hehe.. Dan inilah 2 tempat di Cepu yang kami kunjungi malam itu :

1. Taman Seribu Lampu

Taman Seribu Lampu

Mejeng sejenak di Taman Seribu Lampu

Merupakan sebuah taman kota yang terletak di median jalan provinsi, tepatnya di Jl. Ronggolawe, Bulansawahan, Balun, Cepu. Sebagai taman umum, taman ini terbuka selama 24 jam, tanpa ada tiket masuk alias gratis.

Meskipun terbuka selama 24 jam tapi akan lebih indah dikunjungi pada malam hari, karena adanya lampu hias warna-warni yang meriah dan menarik hati.

Tidak ada wahana permainan khusus di sini, tempat ini lebih cocok sebagai tempat duduk-duduk bersantai bersama keluarga, nongkrong dengan teman-teman, sambil lesehan menikmati jajanan kaki lima dan tentu saja berfoto ria seperti yang juga kami lakukan… 😊

Taman Seribu Lampu Cepu

Bergaya berdua di Taman Seribu Lampu Cepu

Gemerlap lampu warna-warni menjadi suguhan utama taman ini, disamping adanya pajangan berupa sebuah Pompa angguk sumur minyak yang merupakan ikon Cepu sebagai Kota Minyak dan sebuah buldozer yang rupanya menjadi pajangan paling menarik bagi anak-anak yang datang ke taman ini.

Sayangnya tempat parkir tampak kurang memadai sehingga banyak motor dan mobil parkir di pinggir jalan dan rasanya agak mengganggu lalu-lintas yang cukup ramai di sana. Semoga kedepan pemerintah setempat/pengelola lebih menata tempat ini sehingga bisa lebih menarik banyak wisatawan 🙂

2. Monumen Kilometer 0 Cepu Pertamina, Monumen Pumping Unit dan Integrated Community Center

Dari TSL kami meluncur ke lokasi Monumen Kilometer 0, berbekal arahan dari sesembaknya google map, hehe..

Ternyata sesampainya kami di daerah Mentul, Karangboyo Cepu yang menjadi lokasi monumen tersebut, kami mendapatkan sajian lebih dari sekedar satu monumen O KM tersebut.

Kilometer 0 Cepu Pertamina

Kilometer 0 Cepu Pertamina

Lokasi Kilometer 0 Cepu Pertamina itu dibangun tepat di depan Kantor Pertamina EP Asset 4 Field Cepu -bukan di depan Kantor Pos sebagaimana di kota lainnya- karena monumen ini BUKAN merupakan penanda titik awal wilayah Cepu namun merupakan pengingat sejarah bahwa titik mula sejarah perminyakan Indonesia adalah dari daerah Cepu.

Untuk kita ketahui bersama, Cepu adalah sentral pengeboran minyak pertama di Indonesia yang diresmikan pada 28 Mei 1893 atas nama AB Versteegh.

Monumen Pumping Unit Cepu

Monumen Pumping Unit Cepu

Di lokasi ini juga ada Monumen Pumping Unit atau unit pompa pengeboran minyak yang diresmikan tahun 2016 (menurut prasastinya) dan dimaksudkan sebagai bahan edukasi bagi masyarakat mengenai proses pengambilan minyak dari dalam bumi.

Di belakang monumen ini terdapat sebuah area publik yang menurut tulisan pada prasasti nya merupakan ‘integrated community center‘ berupa ruang terbuka dengan bangku-bangku juga ada bangunan bertingkat dua yang tampaknya semacam tempat makan.

Integrated Community Center Cepu

Suasana malam di area Integrated Community Center Cepu

Di sini kami melihat beberapa kelompok keluarga, anak-anak muda dan ada pula anak-anak yang asyik mewarnai gambar. Malam itu terlihat cukup ramai pengunjungnya, apalagi kalau malam Minggu ya? Hehe.. Malam semakin larut, maka kami pun bergegas kembali ke hotel untuk beristirahat sebelum acara pagi-siang keesokan harinya.

Di Integrated Community Center Cepu

Sebelum pulang, mejeng duluuu..hehe..

Dan mengingat tulisan ini sudah puanjaaaang, maka sampai di sini dulu ceritanya ya… Oh ya, bila ada yang punya cerita juga tentang tempat-tempat yang kutuliskan di sini, silakan bagi di kolom komen yaa..

86 Comments

  1. Selamat sore Diajeng. Ikut menikmati sajian kota Cepu karena belum pernah singgah. Tugas lancar dan eksplore tempat baru juga tuntas nggih. Salam

  2. Aku belum pernah ke kota Cepu, sudah lama penasaran dan ingin ke kota ini. Kebayang indahnya malam hari di kota Cepu

  3. Cepu sepertinya ok juga untuk little short trip di weekend. Obat jenuh yang nggak menguras kantong bgt. Thanks for sharing this artikel, Kak.

  4. bagus ih taman seribu lampu, inget cepu inget pertambangan minyak kayaknya, tapi ada taman ini jadi membuat cepu gak “seseram” yang dibayangkan, bukan tambang semua isinya

  5. Cepu meski kota kecil lokasi wisatanya bagus bagus ternyata ya
    Bikin betah pastinya…
    Duh memperpanjang list destinasi wisata yang mau dikunjungi nih

  6. Cepu identik dgn kawasan perminyakan banget ya Mba
    Monumennya juga serba minyak

  7. Aku belum pernah ke Cepu kayaknya asik juga, Btw gak sekalian nyicipin kuliner khas sana Mba?

    • Kuliner khas nya a.l Pecel dan Ledre mba.. untuk pecel cuma sempat mencicip pas di hotel, Leste nya yg dibawa utk oleh2 hehe..

  8. Selama ini dengar cepu hanya di tv-tv aja dan selalu lihatnya yang itu aja sekarang baca detailnya di sini Lihat Cepu dari sisi yang menyenangkan hehehe

  9. Aku belum pernah ke Cepu, dan yang terbayang itu Cepu kota kecil biasa. Ternyata menarik banget ya Cepu. Waw sama hotelnya yang bagusss bangettt menurutkuu.

    • Memang hanya kota kecil..sebuah kecamatan di Kab Blora tapi dengan adanya minyak di sini jadi mekain terkenal hehe..

  10. Aku baru tau kalau cepu itu termasuk kabupaten blora. Kirain sama2 kabupaten hihihi.. Hotelnya tampak nyaman juga ya, mbak

  11. Aku baru sekali ke Cepu pas ke rumah saudara. Tapi itu pun udah lama banget. Kayaknya, kalau ke sana lagi makin senang karena makin apik. Apalagi Taman Seribu tuh cakep pas malam hari

  12. taman seribu lampu bentuknya macem yang di Singapore, ya. Asyik juga wisata di Cepu. Selama ini cuma numpang lewat tiap naik kereta ke Surabaya.

  13. Meski semalam tapi pulang dengan membawa banyak kesan ya mbak. Aku loh belum pernah sampe Cepu, tapi melihat keindahan Cepu di malam hari jadi berkeinginan satu saat bisa kesana juga. Btw hotelnya nyaman banget ya mbak, terlihat bersih dan menyenangkan.

  14. Oh ternyata stasiun kereta api itu ada tipe-tipenya ya mbak, aku baru tau loh jadi penasaran cari tau.
    Allhamdulillah senang sekali kalau di tempat umum menemukan toilet yang bersih ya mbak. Kalau dari Semarang gak terllau jauh ya mbak kayanya, aku belum pernah ke Cepu padaha banyak tempat menarik di sana ya

  15. Baru tahu ada kota yang bernama Cepu ini. Btw dari ulasan tentang hotel same Cepu ini keliatan nyaman ya. Terpesona saya juga dengan taman seribu lampu yang ada di kota Cepu ini. Pastinya suasananya keren banget di malam hari ya Mbak.

  16. Wah jd inget kemarin2 di ajakin temen ke Blora sayang banget waktu nya ga pas huhu..semoga bs ke Cepu jg nih..

  17. Ternyata Cepu menarik juga tempatnya untuk dikunjungi dan dipake nongkrong yah mbak Mechta. Sekalian buat pajang foto2 di instagram kayaknya asyik juga tuh mba di Taman Seribu Lampu

    Tandain ah, kali2 aja nanti aku jalan2 ke Cepu hehe

  18. baca ini aku berasa jalan-jalan di kota cepu nih mba. indah ya kotanya. pengen deh someday bisa traveling ke sana.

  19. Hotelnya cakeeep mba…aku jadi pengen mampir ke sini. Taman seribu lampunya pun sangat menarik. Beautiful indeed

  20. Seru banget, kak…cerita tentang Cepu.
    Dulu Bapak juga sekolah di Pertamina Cepu. Lalu beres sekolah, ditempatkan di Sumatera.

    Jadi,
    Cepu itu kota penuh kenangan Ibu dan Bapakku.

  21. Saya selalu suka dengan suasana stasiun. Mau itu stasiun kecil atau besar. Saya baru sebatas lewat aja ke Cepu. Belum mampir main ke sana. Kapan-kapan ah cobain main ke Cepu

  22. Kirain Cepu tu kota kecil lo Mbak, ternyata besar ya…. Standar hotelnya saja keren ya…. Jadi pengen suatu saat ke sana….

  23. Hotelnya ternyata gede ya, ada kolamnya pula.
    Kalau inget Cepu aku tu ingetnya minyak pertamina haha. Blm pernh ke Cepu, Moga2 kapan2 bisa berkunjung ke sana. Noted tamannya, indah banget kalau malam pas lampunya nyala semua ya mbak

  24. Ngomongin Cepu pasti aja keingetan sama Pertama. Sodara-sodaraku banyak yang di Cepu. Duh, asyik banget kayaknya ya main-main ke Cepu.

  25. Wahh hotelnya asik ya mbak, ada kolam renangnya itu yang bikin mupeng nyemplung. Kalo Cepu aku cuma numpang lewat, belum pernah wisata atau sekedar mampir makan di sana

  26. Seru yaa, Mba, pengalaman menginap semalamnya

    Walau baru dengar nama kota ini, tapi sepertinya asyik juga jalan-jalan dan berwisata ke sini

  27. Ternyata Cepu sebagus ini ya
    Aku tahunya cuma stasiun aja coba
    Bener bener kurang dolan saya ini

  28. Kalau denger Cepu jadi inget temenku dia kampungnya disana dan katanya pmbangunan infrastruktur disana juga sudah bagus. Btw asyik ya hotelnya ada kolam renang hehe.

  29. hotelnya klasik gitu ya mba, seperti bangunan belanda gitu, apalagi kolam renangnya, kalo buat foto-foto bagus hehe

  30. Interior samehotel unik ih. Ada wayang2nya juga. Uwww. interiornya juga keren ih.. Aku blm pernah ke cepuuu

  31. Sering ke Surabaya naik kereta tapi belum pernah mampir ke Cepu. Ternyata asik juga ya buat jalan-jalan mampir sebentar gitu.. Anyway, itu toilet stasisunnya beneran bersih, mbak? Soalnya aku termasuk yang risih kalo toilet kotor hihi

  32. Sudah berapa puluh tahun saya lama gak touch down ke sana. Tahunya cepu waktu jadul itu kota yang sepi jauh dari keramaian. Gak buana sekarang kota Cepu sungguh menawan sekaligus menarik hati para wisman ya mbak

  33. Cepu aku hanya lewat mba waktu perjalanan dari Surabaya, waktu itu dengan Taro naik mobil, belum ada tol rasanya encok mana supirnya ngantuk huhu

  34. Jadi tercerahkan dengan review ini. Ternyata Cepu sudah seeksis ini.

    Bakal nggak khawatir kalau sewaktu-waktu eksplor kota ini.

  35. Wah Cepu makin maju ya sambil tetap menjaga peninggalan tradisional sehingga makin cantik, terakhir kesana tahun 2013 pas ada temen kantor yang nikah

  36. Hotelnya cakep juga ya, ada kolam renangnya lagi.
    Aku belum pernah ke Cepu,Mbak. Pernahnya ke Kab Blora tuh cuma ke Randublatung itupun udah lama banget
    Wisatanya lumayan juga ternyata di Cepu

  37. Asli ga pernah terbersit masukin cepu ke daftar kota yg pengen kukunjungi sebelum baca powtinganmu mbak. Ternyata kota cepu menarik juga ya mbak

  38. Wuah, baru tau tentang cepu. Pengen ke titik kilometer 0-nya. Kayaknya bikin ulasan ttg kilometer 0 tiap kota seru juga ya.

  39. Hotelnya bagus. Gayanya vintage classic tp juga elegan. Sayang nih nggak ada taksi di Cepu. Eh tapi, ada dokar gitu yaa. Seru kali ya keliling Cepu pake dokar

  40. Hotelnya asik ya mbak, ada kolam renang juga. Trus tempatnya juga bersih, dan asri tamannya. Jadi pengen foto-foto pasti kalo di taman

  41. Asyik nih ngikutin catatan perjalanan mu mba. Serasa ikutan langsung berada di Cepu dan mengalami kisahmu ini 😉
    Aku belum pernah nih ke Cepu. Boljug ya liburan semalem gitu, naik sepur ke sana sama anak lanang.

  42. Saya belum pernah mengunjungi kota Cepu, mbak. Sekarang banyak taman baru ya, yang dikembangkan oleh pemerintah kota. Dan memang permasalahan selanjutnya adalah parkir area. Thanks untuk artikelnya, ya. Berasa sudah pernah kesana.

Leave a Reply

Required fields are marked *.