LALANG UNGU

ruang ekspresi sepotong hati

Daun Mint ( Mentha piperita L.)
Daun Mint ( Mentha piperita L.)

Sulitkah Menanam & Merawat Daun Mint?

| 55 Comments

Menanam & merawat Daun Mint

Sulitkah menanam & merawat Daun Mint? Itulah pertanyaan beberapa teman yang muncul pada kolom komen post instagramku tentang Daun Mint beberapa waktu lalu. Nah, Sahabat Lalang Ungu, kutuliskan jawaban atas pertanyaan tersebut pada post kali ini ya..

Tentang Daun Mint

Daun Mint ( Mentha piperita L.)

Peppermint ( Mentha piperita L.)

Daun Mint atau lebih tepatnya Tumbuhan Mint ( Mentha piperita L.) adalah salah satu jenis tumbuhan herba dari spesies Mentha yang telah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak khasiat.

Daun kecil berwarna hijau segar yang memiliki rasa sedikit pedas dan aroma menyegarkan yang khas ini telah banyak digunakan sebagai campuran dalam minuman, makanan, permen, pasta gigi bahkan ramuan pijat ataupun aromaterapi.

Daun Mint atau Peppermint yang juga mempunyai nama lain ‘Pudina’ ini dapat hidup baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Selain mengandung menthol dan juga berfungsi sebagai antioksidan, Daun Mint ternyata juga mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik sehingga seringkali diambil manfaatnya dalam pengobatan.

Manfaat selengkapnya dari Daun Mint ini juga dapat teman-teman ketahui melaui internet dengan mengetikkan kata kunci ‘manfaat daun mint’ ya… Namun bagi teman-teman yang mempunyai riwayat GERD atau masalah pada empedu, perlu berhati-hati. Dari beberapa artikel yang kubaca, sebaiknya konsultasi ke dokter dulu sebelum mengkonsumsi Daun Mint ini karena dapat berakibat kurang baik terhadap GERD maupun empedu.

Menanam Daun Mint

Sahabat Lalang Ungu, kalian bisa juga lho menanam Daun Mint di rumah masing-masing. Bisa ditanam dalam pot dengan media tanah ataupun dengan media air (hidroponik), pilih saja yang sesuai dengan kondisi dan kesukaan kalian.. Berikut akan kutuliskan langkah-langkah penanamannya.

Cara Memperoleh Bibit Daun Mint

  1. Membeli tanaman Mint dalam pot kecil. Nah, ini adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan bibit Daun Mint. Tinggal merawat saja dan kelak ‘memecah’ / memisahkan tanaman itu ke beberapa pot lainnya. Karena tanaman Mint dewasa yang terlalu rimbun dalam satu pot akan kurang baik bagi perkembangan tanaman tersebut.
  2. Membeli bibit Mint siap tanam. Bibit Mint siap tanam ini dapat diperoleh di toko tani / toko bunga.
  3. Memotong ujung cabang Daun Mint dewasa. Bila ada teman yang telah mempunyai tanaman ini, minta saja beberapa ujung tangkai atau bisa juga berasal dari sebagian Daun Mint yang kita beli di bagian pangan segar di supermarket.

Langkah Menanam Bibit Mint dari Bibit Siap Tanam

1. Dengan Media Tanah

  • Siapkan pot atau polibag berukuran sekitar 30 cm, dengan lubang-lubang di bagian bawahnya.
  • Campur tanah dengan kompos halus (dapat dibeli di toko tani / toko bunga), masukkan dalam pot hingga sepertiga bagian.
  • Buat cekungan pada tanah dalam pot itu lalu tanamkan bibit mint dengan hati-hati, selanjutnya timbun sekitar bibit dengan tanah dan tekan-tekan sehingga agak padat dan bibit tegak berdiri.
  • Siram dengan air secukupnya.
Daun mint muda

Daun Mint muda dalam polibag

2. Dengan Media Air / Hidroponik

  • Siapkan netpot, rockwool atau cockopiet yang akan menjadi media tanam atau wadah penanaman
  • Cabut bibit dengan hati-hati dari media tanam bibit, lalu masukkan ke air dalam wadah hingga tanah / media tanam sebelumnya tercuci dengan air, hingga akarnya terlihat.
  • Tempatkan Rockwool / cockopiet di bagian bawah bibit / sekitar akar dan masukkan ke dalam netpot yang telah diberi kain flanel.
  • Masukkan netpot yang telah berisi bibit Mint ini ke dalam lubang di rak / wadah penanaman yang telah berisi air dan nutrisi.
Tanaman Mint hidroponik muda

Tanaman Mint muda di rak hidroponik

Langkah Menanam Bibit dari Tangkai Daun Mint

  1. Potong ujung tangkai Daun Mint dewasa sekitar 1 cm di atas percabangan batang. Gunakan pisau / gunting tanaman yang tajam ya teman..
  2. Siapkan gelas / mangkuk / wadah lain berisi air.
  3. Letakkan potongan tangkai Mint hingga ujung tangkai terendam air, untuk merangsang pertumbuhan akar.

    Cara mengakarkan tangkai Daun Mint

    Letakkan potongan tangkai Mint ke wadah berisi air

  4. Letakkan gelas / wadah itu di tempat yang terkena sinar matahari, hingga muncul akar-akar pada ujung tangkainya.
  5. Tunggu hingga akar halus berwarna putih itu memanjang hingga beberapa cm, sebelum tunas ini dapat dipindahkan ke dalam pot dengan media tanah / air, sebagaimana langkah-langkah yang telah kutuliskan terdahulu.

    6 hari setelah pemotongan, akar2 sudah mulai lebat nih.. bisa dipindah ke pot / polibag / netpot..

Merawat Daun Mint

1. Merawat Mint dengan media tanah

Daun Mint dalam pot

Daun Mint dalam pot

  • Rajin menyiram. Tanah tempat menanam Mint harus selalu dijaga kelembaban dan kegemburannya. Lakukan penyiraman bila terlihat tanah telah mengering. Pada musim kemarau tentunya harus dilakukan penyiraman lebih sering.
  • Letakkan pot di bagian yang terkena cahaya matahari. Tanaman Mint ini menyukai sinar matahari namun tetap dijaga agar tidak terkena sinar matahari langsung pada saat terik (tengah hari). Jika kurang sinar, maka Mint rentan terhadap penyakit dan pertumbuhannya terganggu.

2. Merawat Mint Hidroponik

Daun Mint Hidroponik

Daun Mint Hidroponik

  • Sama seperti tanaman Mint dalam pot dengan media tanah, tempatkan wadah / rak Mint hidroponik ini di tempat yang terkena sinar matahari namun terjaga dari terik mentari di tengah hari.
  • Karena menggunakan media air, tidak perlu melakukan penyiraman namun dijaga agar nutrisi dan air yang mengalir cukup.

Panen Daun Mint

Kapan Daun Mint ini siap untuk dipanen?

Panen dapat dilakukan setelah tumbuhan ini cukup dewasa, ditandai dengan daun-daun yang lebar dan berwarna hijau segar. Potong ujung tangkai daun sekitar 1 cm di atas percabangan, jangan lupa gunakan pisau / gunting tanaman yang tajam.

Makin sering / rutin tanaman mint ini dipanen maka kesempatan daun-daun baru untuk tumbuh akan makin besar dan konon rasanya makin nikmat ☺

Oh ya, jaga jangan sampai tanaman ini berbunga, karena pembungaan akan menyerap nutrisi lebih banyak yang mengakibatkan pertumbuhan daun terhambat.

Peppermint hidroponik

Daun Mint hidroponik dengan wadah dari botol bekas

Nah, teman itulah uraianku tentang menanam dan merawat tumbuhan / Daun Mint. Jadi, jika ada pertanyaan ‘Sulitkah menanam & merawat Daun Mint?’ maka  jawabnya adalah TIDAK. Menanam dan merawat Daun Mint relatif mudah ☺

Baca juga : Sistem Pertanian Vertikultur dengan Vertilon

Apakah ada teman-teman yang juga memiliki cerita tentang menanam Daun Mint? Yuuk, bagi ceritanya di kolom komen ya..

55 Comments

  1. Meski katanya relatif mudah, tapi setiap menanam saya tidak pernah tumbuh
    Hikz! Sedih deh. Selalu mati…
    Sama seperti nanam Stevia selalu saja mati. Orang bilang tangan saya tidak cocok
    Hehehe

  2. Banyak cara menanam daun Mint. Aku suka yang metode hidroponik mbak.Semoga bisa di praktekkan makasih mbak.

  3. Sayang ndk punya tangan dingin utk urusan tanam2an… tp pengen sbnrnya, apalagi daun mint jarang dijual di pasaran, aku penghemar teh pula… harus dicoba x ini. Insyaallah.
    *tp beli udh jadi aja ah

  4. Aku kadang beli daun mint segembel gitu sih Mbak untuk dicampur ke minuman kesukaanku. Tapi belum kepikiran nanam karena dah sempiit di rumah haha thanks infonya Mbak. Kelak kalo dah punya rumah sendiri aku pengen nanam daun mint juga )

  5. semudah apapun aku tuh kenapa ya nanam apa saja mati, makanya yg ngurus kebun ya suami

  6. Daun mint sering saya lihat pada garnish cocktail. Pernah juga saya icip, pada minuman apple mojito.

  7. Makasih tipsnya. Mau nyoba lagi ah, seger buat infused water. Aku pernah nyoba nanem, beli udah jadi di bagian hidroponik superindo. Kata masnya taruh di air aja, ntar kan hidup terus. Eh lama2 layu & mati ☹️

    • Klo di air, jangan lupa tambah nutrisinya mba.. Beli saja nutrisi hidroponik via online jg ada..ada juga cara aplikasinya..

  8. Aku suka daun mint buat campuran minuman memang seger banget.
    Kalau bisa tanam sendiri enak ya.

  9. Mencegah supaya jangan berbunga bagaimana? Langsung dipetikin bunganya?

    • Sering-sering dipetiki ujung2 cabangnya utk kita konsumsi, merangsang tumbuhnya daun2 baru.. Kalau terlanjur ada kuncup bunga dipetik saja..

  10. Menanam mint ini ternyata gampang-gampang susah dan ada metodenya yah mbaak.
    Tapi Ini gimana urusannya pohon mangga depan rumah aja belon pernah berbuah padahal ditanam sejak pindahan rumah dari Kayla bayi hahaha

  11. Mbaa, entah kenapa soal nanam menanam nih bikin aku lemaah. Info soal nanam tanaman mint ini kayaknya harus aku coba drumah mbaa

  12. Huhuu..tanganku ga bisa nanem tanaman suka mati aja, trus pernah dikasih pohon daun mint ini mati pulaaaak..

  13. Wow pengetahuan baru buatku kalau batang mint dicelup air bisa merangsang pertumbuhan akar trus nanti ditanam di media lain ya mbak.
    Daun mint biasanya enak buatgarnis minuman gtu 😀

  14. Aku di rumah lama menanam daun mint, tapi karena jarang digunakan untuk masak. Akhirnya waktu pindahan aku tinggal aja di rumah lama. Sekarang jadi pengen nanam karena suka bikin salad

  15. dulu jamanku smp nanam daun mint jadi hobi satu anak dikelas mbak,, suka bagi2 daun mint gtu yang udah ditanem ditanah,, hehedi desa sih gampang dulu dpt daun mint ini.. kita yg nanem eh ortu yg hepiii tinggal petik klo mau bikin something

  16. WWaktu di Ace Hardware aku lihat ada bibit daun mint dalam pot gitu mbak, kayanya kalau aku cocok beli tanaman Mint dalam pot kecil gini ya lebih praktis. Nanti dipecahnya gimana ya mbak caranya? ke pot lain yang lebih besar atau ke tanah?

    • Nah setelah terlalu rimbun dlm pot itu bisa dipindah ke beberapa pot lain mba.. itu istilahnya ‘dipecah’ hehe..
      Sebaiknya di pot saja mba, klo di tanah langsung akarnya bisa ganggu tanaman lain..

  17. Orangtua aku suka berkebun nih, tapi memang belum ada pohon daun mint dirumah… mmm jadi ada ide untuk tambah tanaman di pekarangan rumah dengan pohon daun mint juga deh.. supaya tambah seger sesegar daun mint ya mbak

  18. Mbak aku suka sama daun mint apalagi buat minuman dan melihat cara menanam dan merawat daun mint, aku jadi niat banget nanamnya.

  19. Ok. Tak boleh berbunga. Noted.
    Aku mau punya tanaman ini. Pengen banget. @_@

  20. Udah pernah nyoba mb, tp g tumbuh
    Mungkin krn aku kurang telaten xixixi
    Padahal khasiat mint ini banyak y kalau punya sendiri kan enak lebih hematt gak bolak balik belii

  21. aku tuh suka sedih deh mba.. kalau menanam sesuatu ngga bisa ajeg bagus dan subur hiks. Tapi kayaknya kalau tumbuhan seperti ini mustinya bisa yaaa

  22. daun minta juga bisa buat garnish, di cake. Namun khasiatnya juga seindah bentuknya

  23. eh ternyata begitu ya tumbuhan mint baru tau, dan sepertinya asik kalau punya tanaman ini di rumah

  24. Jadi pengen nanam daun mint apalagi sekarag banyak toko darnig yang jual kalau di kecamatan tidak ada. Itu incaran saya. Sudah sejak masih remaja saya pengen banget menanam daun mint cuma tak tahu beli bibitnya di mana. Maklum belum era internet.
    Setelah baca ini jjadi tahu bahwa menanamnya tidaklah sulit, pengen disegerakan, nih. Cuma jaringan tidak sedang bagus makanya gagal akses marketplace yang jual bibit tanaman waktu pekan lalu pengen beli jagung manis.

  25. media apapun semuanya punya tantangan dan caranya masing2 ya biar berhasil heheh
    menurutku paling gampang medianya tanah deh ya
    iya gak sih ? heuheuheue
    aku suka minuman yg dikasih daun mint
    mojito2 itu log hehehhee

  26. Sekitar dua tahun yang lalu saya pernah suka “bercocok tanam,” tapi dalam pot saja. Selain cabe keriting, cabe rawit, tomat, timun, dan kunyit, saya juga menanam mint. Sempat kaget juga mendapati bahwa mint mudah sekali tumbuhnya. Tinggal taruh air, akarnya tumbuh. Habis di-prune, tumbuhnya juga cepat sekali. Hehehe…

    • Sekarang, masih bertanam juga gak? Kalau saya sih merasakan kepuasan saat melihat tanaman tumbuh..itu yg sangat berharga..hehe.

  27. Pingback: Bunga Telang, Tanaman Rambat yang Kaya Manfaat |

  28. Pingback: Bertanam Secara Hidroponik Di Rumah, Kenapa Tidak? |

Leave a Reply

Required fields are marked *.