
Sulitkah menanam & merawat Daun Mint? Itulah pertanyaan beberapa teman yang muncul pada kolom komen post instagramku tentang Daun Mint beberapa waktu lalu. Nah, Sahabat Lalang Ungu, kutuliskan jawaban atas pertanyaan tersebut pada post kali ini ya..
Tentang Daun Mint

Daun Mint atau lebih tepatnya Tumbuhan Mint ( Mentha piperita L.) adalah salah satu jenis tumbuhan herba dari spesies Mentha yang telah banyak dikenal oleh masyarakat sebagai tumbuhan yang memiliki banyak khasiat.
Daun kecil berwarna hijau segar yang memiliki rasa sedikit pedas dan aroma menyegarkan yang khas ini telah banyak digunakan sebagai campuran dalam minuman, makanan, permen, pasta gigi bahkan ramuan pijat ataupun aromaterapi.
Daun Mint atau Peppermint yang juga mempunyai nama lain ‘Pudina’ ini dapat hidup baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Selain mengandung menthol dan juga berfungsi sebagai antioksidan, Daun Mint ternyata juga mempunyai kandungan nutrisi yang cukup baik sehingga seringkali diambil manfaatnya dalam pengobatan.
Manfaat selengkapnya dari Daun Mint ini juga dapat teman-teman ketahui melaui internet dengan mengetikkan kata kunci ‘manfaat daun mint’ ya… Namun bagi teman-teman yang mempunyai riwayat GERD atau masalah pada empedu, perlu berhati-hati. Dari beberapa artikel yang kubaca, sebaiknya konsultasi ke dokter dulu sebelum mengkonsumsi Daun Mint ini karena dapat berakibat kurang baik terhadap GERD maupun empedu.
Menanam Daun Mint
Sahabat Lalang Ungu, kalian bisa juga lho menanam Daun Mint di rumah masing-masing. Bisa ditanam dalam pot dengan media tanah ataupun dengan media air (hidroponik), pilih saja yang sesuai dengan kondisi dan kesukaan kalian.. Berikut akan kutuliskan langkah-langkah penanamannya.
Cara Memperoleh Bibit Daun Mint
- Membeli tanaman Mint dalam pot kecil. Nah, ini adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan bibit Daun Mint. Tinggal merawat saja dan kelak ‘memecah’ / memisahkan tanaman itu ke beberapa pot lainnya. Karena tanaman Mint dewasa yang terlalu rimbun dalam satu pot akan kurang baik bagi perkembangan tanaman tersebut.
- Membeli bibit Mint siap tanam. Bibit Mint siap tanam ini dapat diperoleh di toko tani / toko bunga.
- Memotong ujung cabang Daun Mint dewasa. Bila ada teman yang telah mempunyai tanaman ini, minta saja beberapa ujung tangkai atau bisa juga berasal dari sebagian Daun Mint yang kita beli di bagian pangan segar di supermarket.
Langkah Menanam Bibit Mint dari Bibit Siap Tanam
1. Dengan Media Tanah
- Siapkan pot atau polibag berukuran sekitar 30 cm, dengan lubang-lubang di bagian bawahnya.
- Campur tanah dengan kompos halus (dapat dibeli di toko tani / toko bunga), masukkan dalam pot hingga sepertiga bagian.
- Buat cekungan pada tanah dalam pot itu lalu tanamkan bibit mint dengan hati-hati, selanjutnya timbun sekitar bibit dengan tanah dan tekan-tekan sehingga agak padat dan bibit tegak berdiri.
- Siram dengan air secukupnya.

2. Dengan Media Air / Hidroponik
- Siapkan netpot, rockwool atau cockopiet yang akan menjadi media tanam atau wadah penanaman
- Cabut bibit dengan hati-hati dari media tanam bibit, lalu masukkan ke air dalam wadah hingga tanah / media tanam sebelumnya tercuci dengan air, hingga akarnya terlihat.
- Tempatkan Rockwool / cockopiet di bagian bawah bibit / sekitar akar dan masukkan ke dalam netpot yang telah diberi kain flanel.
- Masukkan netpot yang telah berisi bibit Mint ini ke dalam lubang di rak / wadah penanaman yang telah berisi air dan nutrisi.

Langkah Menanam Bibit dari Tangkai Daun Mint
- Potong ujung tangkai Daun Mint dewasa sekitar 1 cm di atas percabangan batang. Gunakan pisau / gunting tanaman yang tajam ya teman..
- Siapkan gelas / mangkuk / wadah lain berisi air.
- Letakkan potongan tangkai Mint hingga ujung tangkai terendam air, untuk merangsang pertumbuhan akar.

Letakkan potongan tangkai Mint ke wadah berisi air - Letakkan gelas / wadah itu di tempat yang terkena sinar matahari, hingga muncul akar-akar pada ujung tangkainya.
- Tunggu hingga akar halus berwarna putih itu memanjang hingga beberapa cm, sebelum tunas ini dapat dipindahkan ke dalam pot dengan media tanah / air, sebagaimana langkah-langkah yang telah kutuliskan terdahulu.

6 hari setelah pemotongan, akar2 sudah mulai lebat nih.. bisa dipindah ke pot / polibag / netpot..
Merawat Daun Mint
1. Merawat Mint dengan media tanah

- Rajin menyiram. Tanah tempat menanam Mint harus selalu dijaga kelembaban dan kegemburannya. Lakukan penyiraman bila terlihat tanah telah mengering. Pada musim kemarau tentunya harus dilakukan penyiraman lebih sering.
- Letakkan pot di bagian yang terkena cahaya matahari. Tanaman Mint ini menyukai sinar matahari namun tetap dijaga agar tidak terkena sinar matahari langsung pada saat terik (tengah hari). Jika kurang sinar, maka Mint rentan terhadap penyakit dan pertumbuhannya terganggu.
2. Merawat Mint Hidroponik

- Sama seperti tanaman Mint dalam pot dengan media tanah, tempatkan wadah / rak Mint hidroponik ini di tempat yang terkena sinar matahari namun terjaga dari terik mentari di tengah hari.
- Karena menggunakan media air, tidak perlu melakukan penyiraman namun dijaga agar nutrisi dan air yang mengalir cukup.
Panen Daun Mint
Kapan Daun Mint ini siap untuk dipanen?
Panen dapat dilakukan setelah tumbuhan ini cukup dewasa, ditandai dengan daun-daun yang lebar dan berwarna hijau segar. Potong ujung tangkai daun sekitar 1 cm di atas percabangan, jangan lupa gunakan pisau / gunting tanaman yang tajam.
Makin sering / rutin tanaman mint ini dipanen maka kesempatan daun-daun baru untuk tumbuh akan makin besar dan konon rasanya makin nikmat ☺
Oh ya, jaga jangan sampai tanaman ini berbunga, karena pembungaan akan menyerap nutrisi lebih banyak yang mengakibatkan pertumbuhan daun terhambat.

Nah, teman itulah uraianku tentang menanam dan merawat tumbuhan / Daun Mint. Jadi, jika ada pertanyaan ‘Sulitkah menanam & merawat Daun Mint?’ maka jawabnya adalah TIDAK. Menanam dan merawat Daun Mint relatif mudah ☺
Baca juga : Sistem Pertanian Vertikultur dengan Vertilon
Apakah ada teman-teman yang juga memiliki cerita tentang menanam Daun Mint? Yuuk, bagi ceritanya di kolom komen ya..
Ini kalau media tanamnya tanah yang agak berpasir dan ada tanah liatnya apakah bisa digunakan?
Mba kalau di tanah apakah mint harus diberi pupuk secara berkala? Pupuk apa namanya mba, makasi
Pemberian pupuk sebenarnya tergantung kondisi tanahnya mba.. Coba ditambah pupuk organik mba, bisa tanya di kios-kios tanaman terdekat.
Sekitar dua tahun yang lalu saya pernah suka “bercocok tanam,” tapi dalam pot saja. Selain cabe keriting, cabe rawit, tomat, timun, dan kunyit, saya juga menanam mint. Sempat kaget juga mendapati bahwa mint mudah sekali tumbuhnya. Tinggal taruh air, akarnya tumbuh. Habis di-prune, tumbuhnya juga cepat sekali. Hehehe…
Sekarang, masih bertanam juga gak? Kalau saya sih merasakan kepuasan saat melihat tanaman tumbuh..itu yg sangat berharga..hehe.
media apapun semuanya punya tantangan dan caranya masing2 ya biar berhasil heheh
menurutku paling gampang medianya tanah deh ya
iya gak sih ? heuheuheue
aku suka minuman yg dikasih daun mint
mojito2 itu log hehehhee
Masing2 memang punya plus-minus mba. Kalo saya lbh suka di air,krn hasilnya lebih cepat hehe..
Jadi pengen nanam daun mint apalagi sekarag banyak toko darnig yang jual kalau di kecamatan tidak ada. Itu incaran saya. Sudah sejak masih remaja saya pengen banget menanam daun mint cuma tak tahu beli bibitnya di mana. Maklum belum era internet.
Setelah baca ini jjadi tahu bahwa menanamnya tidaklah sulit, pengen disegerakan, nih. Cuma jaringan tidak sedang bagus makanya gagal akses marketplace yang jual bibit tanaman waktu pekan lalu pengen beli jagung manis.
Yuk mba..dicoba nanam mint di rumah..
eh ternyata begitu ya tumbuhan mint baru tau, dan sepertinya asik kalau punya tanaman ini di rumah
Dicoba yuuk..
daun minta juga bisa buat garnish, di cake. Namun khasiatnya juga seindah bentuknya
betul sekali…
aku tuh suka sedih deh mba.. kalau menanam sesuatu ngga bisa ajeg bagus dan subur hiks. Tapi kayaknya kalau tumbuhan seperti ini mustinya bisa yaaa
Ayo dicoba lagi mba..beli yg sudah jadi saja kita rawat..nah setelah terbiasa baru kita cb mulai dr menanam..