LALANG UNGU

Ruang berbagi pengalaman dan manfaat

Ciri Jurnal Trevi Hibrkraft

Buku Catatan Unik Hibrkraft, Self Reward Cantik di 2021

| 14 Comments

Lalang UnguBuku Catatan Unik Hibrkraft, Self Reward Cantik di 2021 .  Tak terasa, sudah sampai di bulan kesepuluh tahun 2021. Alhamdulillah meski sempat down di pertengahan tahun ini karena kepergian almh ibu, aku berhasil bangkit meski belum sepenuhnya pulih dari kehilangan besar itu.

Dan alhamdulillah juga, beberapa hari kemarin salah satu self reward yang kupesan sampai, menjadi salah satu pelipur hati..hehe..

Tentang Self Reward

Kado untuk diri sendiri? Kasian amaaat..nggak ada yang ngasih kado ya? 

Hehe..nggak gitu juga sih. Alhamdulillah selalu ada bentuk perhatian yang kudapat dari orang-orang tersayang di setiap hari lahirku.

Namun sejak beberapa tahun terakhir ini aku juga berusaha memberikan Self Reward, sebagai ungkapan terima kasih pada diri sendiri karena telah mampu bertahan sejauh ini dan apresiasi diri atas semua pencapaian selama ini 🙂

Apa sih pentingnya Self Reward?

Dari yang kubaca pada salah satu artikel kejarmimpi.id, self reward dapat dipandang sebagai salah satu kebutuhan manusia juga, selain kebutuhan dasar yaitu sandang, pangan dan papan. Menghadiahi diri sendiri atas kerja keras yang telah dilakukan dapat mengembalikan motivasi saat merasa ingin menyerah.

Kado (Photo by Pixabay)

Saat kita memberikan self reward ini, otak kita secara tak langsung melepaskan hormon dopamin, inilah yang kemudian akan membuat kita merasa baik dan bahagia, dan pikiran akan kembali fresh. Menghadiahi diri sendiri ini juga bisa menjadi salah satu bentuk rasa sayang pada diri sendiri (self love) yang akan membuat kita semakin percaya diri.

Bentuk-bentuk Self Reward

Tentu saja ada banyak bentuk hadiah untuk diri sendiri ini, kita dapat memilih sesuai dengan minat dan kebutuhan kita, dan juga tidak selalu berupa barang, bisa berbentuk kesempatan atau suatu aktivitas.

Beberapa hal yang dapat kita jadikan self reward ini, antara lain : (1) barang / pernak-pernik yang kita inginkan / kita butuhkan; (2) waktu untuk diri sendiri / me time; (3) quality time bersama pasangan, keluarga / sahabat; (4) mencoba hal / kegiatan baru untuk pengembangan diri, dll.

Traveling ke Lombok adalah salah satu hadiahku untuk diri sendiri, terlaksana di tahun lalu meskipun pelaksanaannya tidak bisa pas di bulan Februari, hehe.. Nah, untuk tahun ini aku memilih menghadiahi diri dengan mengikuti beberapa kelas kepenulisan dan membeli pernak-pernik yang juga menunjang kegiatan menulisku, antara lain sebuah buku catatan.

Hari gini, masih memakai buku catatan?

Eh, jangan salah ya.. Meskipun saat ini sudah memasuki era digital, namun kegiatan menulis dengan tangan itu tetap penting untuk dilakukan. Nih ya, kuberi tahu beberapa hasil bacaanku terkait hal ini.

Tentang Menulis Dengan Tangan

Menulis dengan tangan

Mari menulis dengan tangan…

Keunggulan Menulis Dengan Tangan

Menurut Hetty Roessingh dalam artikel di bbc.com bulan September 2020, menulis dengan tangan memiliki beberapa keunggulan, antara lain :

  • mengaktifkan sistem kognitif dalam meringkas, menceritakan kembali, mengatur, memetakan konsep dan tata kata sehingga dapat mengatur ulang dan mengubah informasi menuju pemahaman yang lebih dalam
  • memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi
  • kontak antara pena dan kertas memberikan umpan balik indera penyentuh ke otak, yang merupakan kunci hubungan syaraf dan otak

Sementara itu literasi.com pada Juni 2019 lalu melansir hasil penelitian Journal of Writing Research yang menyimpulkan bahwa mereka yang menulis dengan tangan mempunyai memori pengingat yang lebih baik dibanding mereka yang menulis menggunakan kibor.

Hasil penelitian tersebut senada dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh 2 orang peneliti dari bidang psikologi, yaitu Pam Mueller dari Princeton University dan Daniel Oppenheime dari University of California, Los Angeles yang menghasilkan kesimpulan bahwa menulis bisa meningkatkan daya ingat. Hasil penelitian ini kubaca dari artikel yang ditulis oleh Tyas Wening pada bobo.grid.id bulan Mei 2019.

Di samping hasil-hasil penelitian tersebut, selama ini aku memang merasa lebih nyaman mencatat sesuatu dengan menulis langsung pada kertas / buku. Itu sebabnya hampir selalu ada buku catatan di tasku, meski tidak sedang dalam perjalanan dinas, hehe..

Buku Catatan Unik

Jurnal handmade Hibrkraft

Jurnal Trevi dari Hibrkraft

Oya, buku catatan yang  menjadi kado untuk diriku sendiri ini, bukan buku catatan biasa lho.. Ini sebuah buku catatan unik dari Hibrkraft yang menurutku istimewa.

Sahabat Lalang Ungu sudah kenal Hibrkraft? Untuk yang belum kenal, nih kukenalkan dulu ya..

Hibrkraft itu sendiri adalah UMKM yang bergerak terutama di bidang pembuatan jurnal / agenda kulit dan paket branding merchandise yang berdiri sejak Tahun 2013.

Kembali ke jurnal yang menjadi hadiah buat diriku sendiri ini, ini dia keunikannya:

1. Cover Berbahan Kulit

Keunikan pertama jurnal Hibrkraftku ini adalah covernya berbahan kulit. Kulit beneran lho ini.., bukan kulit imitasi..hehe.. Terus terang, ini adalah agenda pertamaku dengan cover berbahan kulit.

Selain keren dari segi penampilan, tentunya bahan kulit ini akan membuat agenda / buku catatan ku ini awet alias tahan lama. Pengalaman beberapa agendaku yang sering kubawa-bawa di perjalanan, sampulnya mudah lecek atau bahkan sobek karena keluar-masuk ransel. Hiks..

Saat pertama kali memandang buku ini, aku langsung suka. Disainnya sederhana dengan warna yang klasik membuat buku ini tampil berkelas. Meraba permukaan sampulnya, aku tersenyum sendiri. Lembut, sekaligus berkesan kuat.

Dan setelah membuka jurnal dengan melepas tali pengikatnya, lembaran-lembaran kertas berwarna kecoklatan dengan penampilan dan aromanya yang khas menyapaku 😍

2. Handmade Journal

Keunikan berikutnya adalah bahwa buku catatan ini merupakan handmade journal. Artinya, jurnal trevi yang bercover kulit dan menggunakan brownpaper untuk halaman-halaman bukunya ini istimewa karena sebagian besar proses pembuatannya dilakukan oleh tangan-tangan terampil.

Ciri-ciri Jurnal Trevi dari Hbrkraft

Ciri Jurnal Trevi Hibrkraft

Trevi, salah satu jurnal handmade dari Hibrkraft

Jurnal Trevi yang kupesan ini simple, dapat dimodifikasi dan refillable. Untuk tiap pembelian Trevi mendapatkan 2 set refill yang masing-masing terdiri dari 64 halaman.

Tiap halamannya mempunyai tepian yang halus, sehingga aku tidak perlu khawatir melukai jari-jemariku saat membuka lembar demi lembar halamannya.

Oya, halaman-halaman jurnal ini polos, tidak bergaris sehingga bisa digunakan secara bervariasi dalam pengisian jurnal sesuai dengan kesukaan masing-masing.

Jurnal ini juga dilengkapi tali elatis melintang horisontal, yang selain mempermanis penampilan jurnal Trevi juga berfungsi sebagai pengikat jurnal.

Jurnal ini akan kubawa kemana-mana, karena selain akan kugunakan untuk jurnal syukur, juga untuk mencatat ide-ide tulisan yang kadang-kadang muncul sewaktu-waktu tanpa terencana.

Dengan mencatatnya setidaknya ide-ide itu tak menguap begitu saja meski belum bisa segera dieksekusi menjadi sebuah tulisan.

Nah, kalau teman-teman mau melihat beragam model journal lainnya dengan beragam ukuran yang tersedia, teman-teman bisa langsung kepoin ke Hibrkraft di web atau IG-nya untuk intip-intip model-model jurnal kecenya. Tapi, jangan salahkan aku bila kalian jadi bingung milih karena hampir semua modelnya kece yaa.. Aku saja waktu itu langsung naksir beberapa kok.. 😊

Akun IG Hbrkraft

Kalau mau kepoin jurnal Hbrkraft langsung ke 2 akun IG ini sajaa..

Sahabat Lalang Ungu, ada yang suka mencatat atau juga mempunyai pengalaman dengan agenda kulit Hibrkraft? Yuk, bagi kisahnya di kolom komen ya.. Terima kasih..

14 Comments

  1. Dulu aku masih rajin nih mbak nulis di agenda.. sekarang jarang banget. Punya agenda juga warna-warni. Sempet satu buku agenda malah aku buat nulis resep masakan. Ahaha. Btw unik bgt ya agenda dari Hibrkraft paling seneng liat yang homemade gini.

  2. Alhamdulillah kalau sudah bisa bangkit mbak, tetap semangat Mbak Tanti. Wah kalo gitu aku mau kasih kadi nanti buat mbak Tanti deh 🙂
    Self Reward juga penting untuk menghargai diri sendiri ya mbak. Aku pingin mulainulis tangan lagi nih, sudah lama banget ga pernah menulis

  3. Betul sekali mbak Mechta. Guruku dulu pernah mengatakan kalau ingin memahami materi, harus ditulis sekalipun ada buku cetaknya.

    Dan aku melakukannya, segala macam brief selalu kutulis tangan. Lebih gampang paham, nggak mudah lupa, ingat terus sampai kapanpun

    Tapi ya gitu tulisanku awalnya bagus, lama-lama keriting susah dibaca, haha

  4. Mbaa, aku pun memberikan self reward pada diriku. Tapi nggak semua melulu alasan self reward jadinya beli melulu. Hahhaa. Aih aku suka tampilan buku catatan seperti ini. MAnis tampilannya

  5. Nah kayaknya memori saya makin berkurang kemampuannya karena kebanyakanpake kibor sekarang nih Mbak Tanti.

  6. Aku masih menulis dengan tangan krn ngajarin anakku nulis wkwkw terpaksa nulis ceritanya
    AKu tu kadang kalau mau nulis jurnal ngrasa tulisanku jeleeekk wkwkw
    Pdhl aku membiasakan anak2 nulis jurnal syukur juga haha, emak macam aku ini yaa
    Kalau nulis di buku catatan yang apik apalagi masih baru emang bisa bikin semangat utk ngerjurnal ya mbak 😀

  7. aku juga senang menulis tangan mba.. refreshing banget dan rasanya membantu kita melatih memor ya. buku catatannya cakeeep deh

  8. Serius…Hibrkraft ini cantik banget.
    Aku sukaaa..

    Dan karena sekarang serba digital, maka baca buku pun sudah sedikit beralih ke e-book. Tapi tetep, kudu sambil duduk dan pegang pensil buat nulis resume. Kan lumayan bisa jadi reading tracker yaa..

  9. Aku juga punya mba jurnal handmade gini, pake sampul kulit juga. Dulu pesannya di klub pencinta Tintin, yg hobi bikin2 merchandise segala macam tentang Tintin. Isiannya ya kertas kecoklatan gitu, polosan aja. Jadi lebih mudah digunakan. Mau buat nulis-nulis bisa, untuk gambar-gambar juga bisa.

  10. Aku dulu senang banget nulis di buku agenda kaya gini. Bentuknya unik-unik. Sekarang jadi jarang banget. Tulisan udah gak cantik lagi kak. Hehe

  11. Boleh juga nih referensi self rewardnya kak. Udah lama kayanya ga kasih self reward deh aku

  12. Saya masih nulis tangan, meski nggak rutin, ya nulis to do list gitu, karena kalau di HP kadang bikin tergantung mulu ama HP dan godaannya banyak.
    Jadi ya nulis tangan.

    Tapi memang tulisan saya sungguh memesona, memesona tulisannya dokter maksudnya hahahaha.

    Btw handmade jurnalnya kece 🙂

  13. Nah aku mikir poin 2 ini mak dari manfaat menulis dengan tangan,memaksimalkan kemampuan otak untuk mengingat informasi. Apa karena udah jarang nulis dengan tangan ya jadi suka lupa

Leave a Reply

Required fields are marked *.