Senangnya Ikut Tantangan 1 Week 1 Post. Mau Lanjut? Siapa Takut!

Hai Sahabat Lalang Ungu, mungkin sahabat masih ingat tulisanku tentang tragedi kanjuruhan? Nah, itu adalah tulisan pertama ku mengikuti tantangan 1 week 1 post (1W1P) dari komunitas Gandjel Rel Semarang.

Jadi, dengan mengikuti tantangan ini peserta diminta untuk mengunggah tulisan minimal 1 tulisan tiap pekan, berganti-ganti sesuai tema yang telah ditentukan tiap pekan.

Apakah aku senang mengikuti tantangan 1W1P ini?

 Yups, aku sangat menikmati tantangan ini! 

Itu karena aku telah merasakan manfaatnya. Mau tahu apa saja manfaat yang kurasakan? Simak berikut ini yaa… 🙂

3 Manfaat Mengikuti Tantangan 1 Week 1 Post

3 Manfaat 1 week 1 post

1. Berlatih Disiplin & Menjaga Komitmen

Dalam setiap periode tantangan ini sudah ditetapkan deadline penayangan tulisan sesuai tema. Pada tantangan 1W1P Gandjel Rel ini penyampaian tema adalah tiap hari Minggu dan peserta mulai bisa posting tulisan pada hari Senin dan deadline pada hari Sabtu.

Setiap peserta yang setor artikel tepat waktu akan mendapat apresiasi berupa poin, yaitu 10 poin utk penyetoran artikel sebelum DL dan 5 poin apabila setor artikel pada hari DL. Nah, bila ternyata terlambat / setor artikel setelah DL maka peserta akan mendapat sanksi poin -2. Pada akhir periode total poin peserta akan dijumlahkan.

disiplin waktu
Tepati deadline nya yaaa… (ilustrasi : pixabay)

Nah, dengan adanya aturan tersebut, sebagai peserta kita harus mematuhinya, disiplin dengan waktu yang telah ditetapkan. Sebelum mengikuti tantangan ini memang rata-rata update blogku seminggu sekali, tapi kadangkala rasa malas / sok sibuk menyebabkan target posting seminggu sekali itupun tak terealisasi. Dengan mengikuti 1W1P ini aku jadi makin terpacu untuk memenuhi komitmenku sebagai peserta dan berusaha disiplin update blog sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan.

2. Berlatih Membagi Waktu

Untuk dapat memenuhi komitmenku dan disiplin unggah artikel tepat waktu, tentunya aku juga harus pandai-pandai membagi waktu.

Menulis memang bukan tugas utamaku, namun adalah hobby yang benar-benar kusukai. Itu sebabnya aku tetap harus memprioritaskan waktu untuk penyelesaian tugas utamaku, sebelum bisa menulis dengan tenang.

multitasking
Mari bagi waktu dengan baik.. (ilustrasi : pixabay)

Nah, dengan mengikuti tantangan 1W1P yang sudah jelas tenggat waktunya ini, aku pun belajar lagi membagi waktu dengan lebih baik. Bila memungkinkan penyelesaian tulisan di awal pekan maka itu akan kulakukan agar tidak kemrungsung di akhir pekan / mendekati DL.

Namun bila tugas utama menyita waktuku sejak awal hingga akhir pekan maka minimal aku harus bisa luangkan waktu di hari-hari itu untuk mencari dan menuliskan ide-ide dasar / garis besar tulisan sesuai tema dulu, sehingga saat luang waktu di akhir pekan bisa satset menyelesaikan tulisan, mengunggah dan melaporkannya 😉

Ini juga berlaku bila ada job tulisan dengan tenggat waktu tertentu, tentunya harus berbagi waktu dengan lebih baik lagi agar artikel pesanan maupun artikel tema 1W1P bisa tayang sesuai tenggat waktu masing-masing, bukan?

3. Berlatih Menulis Beragam Tema

Manfaat ketiga ini sepertinya menjadi yang paling kusuka dari tantangan 1W1P ini, yaitu bisa berlatih menulis dengan beragam tema.

Ya, meskipun di blog ini memang ada beragam tema, alias bukan blog dengan niche tertentu, tapi aku masih sering kerepotan menentukan tema yang akan ditulis tiap minggunya. Paling sering sih tema keseharianku saja..hehe..

Dengan adanya tema yang sudah ditentukan untuk tiap periode, pilihan bahan tulisan menjadi lebih sempit. Tinggal memilih POV yang akan kutulis dari tema tersebut.

Apakah selalu jadi lebih mudah menulis dengan tema yang sudah ditentukan ini?

Tentu tidak! 😁

Minimal buatku, tidak selalu mudah menulis sesuai tema, terutama tema yang tidak kukuasai / bukan termasuk kegiatan keseharianku. Tema film / drakor misalnya. Meski untuk teman-teman lain itu tema mudah, tapi tema itu sempat jadi tema yang relatif sulit buatku yang bukan penikmat film ataupun drakor, hehe.. Juga tema ‘kebaya merah‘ terkait yang lagi viral (saat itu) tapi aku sedang tidak aktif di sosmed sehingga terlewat berita viral itu dan harus cari-cari info dulu sebelum nulis 😁

Tapi itulah namanya tantangan. Kita harus bisa cari cara untuk menyelesaikannya. Dan itulah gunanya internet, kita bisa cari banyak referensi dari beragam sumber, bukan?

sumber referensi
beragam tema..beragam referensi dari beragam sumber! (ilustrasi : pixabay)

Keuntungan lain menulis beragam tema adalah menambah wawasan kita tentang tema-tema tersebut. Tidak hanya melulu tahu tentang apa yang kita geluti / topik yang sesuai minat kita saja.

Periode 1W1P Lanjut? Siapa Takut!

Ya, melalui tulisan ini aku menyatakan siap mengikuti periode 1W1P berikutnya, karena aku sangat menikmati dan banyak mendapat manfaat dari tantangan ini, sebagaimana sudah kutuliskan di atas.

Lalu, dengan pengalaman 1W1P ini, apakah aku akan mencoba tantangan lain yang lebih berat, misalnya ODOP / One Day One Post?

Hahaha…beluuuum.. Terus terang aku belum berani untuk itu. Saat ini, tantangan ODOP masih terlalu berat untukku!

Sahabat Lalang Ungu, itulah manfaat yang kuperoleh dari mengikuti tantangan 1W1P Gandjel Rel selama 8 ronde pada periode pertama ini. Bagaimana dengan kalian, apakah suka juga mengikuti tantangan 1W1P dari komunitas kalian? Yuk, bagi ceritanya di kolom komen yaa..

14 thoughts on “Senangnya Ikut Tantangan 1 Week 1 Post. Mau Lanjut? Siapa Takut!”

  1. Aku juga merasa terbantu banget sama challenge 1W1P. Meski belum bisa konsisten, tapi aku berusaha untuk menyelesaikan challengenya kemarin.

    Sekarang pas udah kelar 1W1P malah kangen ada challenge lagi. Hehe.

  2. Sekarang informasi mudah didapat ya mbak. Dan tentunya dengan menulis kita jg hrs mencari informasi, jd mau ga mau update info terus. Sy belum berani ikut tantangan 1W1P krn sadar diri blm bs konsisten nulis.hiks…jd malu.

  3. Saya juga jadi terpacu mengikuti tantangan 1W1P. Kita diharuskan menulis tiap minggu dengan tema yang telah ditentukan. Sebagai pendatang baru di dunia literasi, kegiatan ini menambah wawasan saya dan lebih melatih kemampuan saya untuk menulis artikel.

  4. Bener juga ya. Kalau ikut tantangan tu kayak kita ngepush diri kita sampai limitnya. Bukan yang suka-suka kita. Atau malah sesempatnya kita.
    Karena kalau masih ngepost artikel suka-suka atau sesempatnya. Yang ada malah kadang bikin blognya vacum. Hehehe

  5. Saya juga sedang mengikuti tantangan serupa nih, Mba. Tantangan menulis seminggu sekali. Sayangnya saya mulai telat-telat nih setor tulisannya, hiks. Sekarang saya sedang memupuk semangat agar bisa ontime lagi setor tulisannya

  6. Wahh semangatt Mbak. Mengikuti tantangan menulis gini jadi memacu semangat kita ya Mbak, terutama biar kita konsisten menuliss. Kalau aku skrg lagi ikut ODOP, semoga kita bisa konsisten menulisnya yaa, aamiin

  7. Keren mbak Tanti.
    Ikut challenge 1w1p-nya ada 2.
    Kalau ODOP, mungkin mbak bisa coba challenge di Kompasiana, khusus pas Samber THRnya saja.
    Alhamdulillah aku berhasil selesaikan di dua tahun terakhir. Kebetulan ya ada program donasi ramadhan komunitas juga.
    Jadi, ibarat kata, sekali dayung, personal update iya, komunitas juga jalan.
    Alhamdulillah

  8. Itulah, namanya juga tantangan. Harus siap menulis setiap tema. Ngga boleh mundur lagi mood apa ngga, lagi sibuk apa ngga. Semoga konsisten terus Mbak. Semangat ya!

  9. Sering dengar komunitas gandjel rel. Positif vibes banget mbak, mendorong membernya untuk aktif. Mau enggak mau, blog juga jadi keiisi. Harus diakui menulis blog kadang harus dipaksakan ya mbak. Kalau ngikutin mood males, ya gak bakal ada tulisan muncul.
    Durasi pengerjaan 1 minggu 1 tulisan menurutku juga ideal. Soalnya untuk bikin yang berkualitas, kadang butuh berhari2

  10. menarik juga nih challengenya pake sistem poin. dan saya setuju kalo durasi 7 hari (1 minggu) sangat ideal buat menghasilkan 1 artikel. karena saya juga menulis hanya karena hobi . kalo harus setor tulisan tiahari kayaknya berasa dikejar2 gimana gitu hehe

  11. Sepakat sih, tantangan yang paling berat dari challenge seperti ini memang ketika diharuskan menulis sesuatu dengan tema yang bukan keseharian kita atau yang kita tidak kuasai. Tapi kadang di situlah kita mendapat ilmu baru, karena untuk menulisnya pasti cari sumber sana-sini, atau tanya orang lain.

    Kalau 1 week 1 post, saya pribadi masih bisa ngikutin. Tapi kalau udah ODOP, wah bener2 belum bisa bagi waktunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *