Sudahkah Kita Meminta Maaf Dengan Baik?

Sahabat Lalang Ungu, apakah kalian tahu tentang 3 kata ajaib / three magic word yang konon merupakan kunci kesuksesan komunikasi/ interaksi antara seseorang dengan orang lainnya? Yups, ketiga kata ajaib yang kumaksud itu adalah Please (tolong),  Sorry (maaf) dan Thank you (terimakasih).

Ketiga kata sederhana yang tidak selalu mudah untuk dikatakan oleh seseorang kepada orang lainnya. Ada yang karena tidak tahu bahwa kata-kata itu penting, ada pula yang mungkin tidak menganggap ketiga kata itu penting sehingga merasa tidak perlu mengucapkan dalam kesehariannya.

Kalau aku sendiri sih setuju dengan pendapat bahwa ketiga kata itu penting, sebagai bentuk penghargaanku kepada orang lain. Dan beberapa kali aku merasa agak terganggu ketika menjumpai seseorang mengabaikan 3 kata ajaib itu sementara menurutku secara etika dia perlu mengatakannya.

Baca juga :  2 Ilustrasi

Meminta maaf misalnya. Menurutku dari ketiga kata ajaib itu yang paling berat diucapkan adalah kata maaf. Sebuah kata yang menjadi salah satu bentuk pengakuan atas sebuah kesalahan, sekaligus salah satu upaya pertanggungjawaban atas kesalahan tersebut.

Sorry
Gambar oleh Raka C. dari Pixabay

Mengapa Sulit Meminta Maaf?

Tidak semua orang mudah mengucapkan maaf atau meminta maaf. Ada yang tidak mau karena tidak merasa bersalah atau tidak tahu bahwa ia salah. Ada juga yang merasa arogan / tak perlu meminta maaf karena merasa lebih dari orang lain sehingga tak perlu meminta maaf meskipun ia salah. Dan ada juga yang sudah tahu salah tapi tidak berani mengakui dan meminta maaf, mungkin karena takut akan konsekwensi yang harus ditanggung karena mengakui kesalahan itu.

Oya, keberanian meminta maaf ini ternyata tidak selalu berkaitan dengan umur seseorang. Ada suatu kejadian yang membuatku merasa salut pada seorang anak SMP yang berani meminta maaf, bahkan atas kesalahan yang tidak secara langsung dilakukannya! Baca ceritanya : Ketika Melon dan Maaf Dipertukarkan.

Di lain peristiwa aku berhadapan dengan seseorang yang secara usia sudah dewasa namun tidak berani langsung mengakui kesalahan yang dilakukannya bahkan mencari kambing hitam atas tindakan yang diambilnya yang jelas-jelas salah dan melukai hatiku.

Manfaat Meminta Maaf

Sebenarnya meminta maaf tak akan pernah menjadi hal yang sulit, bila kita tahu bahwa permintaan maaf itu tidak hanya memberi dampak positif pada orang yang dimintai maaf, namun juga bagi seseorang yang meminta maaf itu sendiri.

Terbebas dari beban pikiran, membuat kita lebih hati-hati dalam bersikap, mendewasakan diri, memulihkan / membangun kepercayaan dalam suatu hubungan, mengembalikan hubungan harmonis, itulah beberapa manfaat meminta maaf yang tidak hanya baik bagi orang yang dimintai maaf namun juga bagi seseorang yang meminta maaf.

Bagaimana Cara Meminta Maaf Dengan Baik?

Gambar oleh Alexa dari Pixabay

Konon, dari cara seseorang meminta maaf kita bisa tahu tulus tidaknya permintaan maaf tersebut. Itu sebabnya kita mesti tahu bagaimana cara meminta maaf dengan baik, agar niat baik kita sampai dan tidak disalahartikan.

1. Menyadari dan mengakui kesalahan

Bagaimana kita bisa meminta maaf dengan tulus bila terus merasa tak bersalah? Cobalah introspeksi diri, lihat dari sudut pandang orang lain, mungkin ini akan mempermudah dalam menyadari dan mengakui kesalahan kita.

Tak haram juga untuk menanyakan kepada orang lain, apa kesalahan yang menurut mereka telah kita perbuat. Tentunya cara bertanya juga baik-baik, bukan dengan kata atau intonasi yang justru bisa membuat kita seperti menantang.

2. Tak perlu mencari pembenaran atau bahkan kambing hitam

Seseorang yang meminta maaf dengan tulus akan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya bukan justru mencari pembenaran atau melempar tanggung jawab dengan mempersalahkan orang lain.

Tak perlu juga ada kata ‘jika’ atau ‘tapi’ dalam ungkapan permintaan maaf kita, karena itu hanya menunjukkan bahwa peminta maaf belum sepenuhnya menyadari kesalahannya dan berusaha membersihkan namanya.

3. Ungkapkan permintaan maaf, penyesalan dan janji tak akan ada pengulangan kesalahan

Dalam ungkapan permintaan maaf, tak cukup hanya menyatakan kata maaf saja, tapi lebih baik sampaikan permintaan maaf  dan rasa menyesal atas hal spesifik apa yang telah kita lakukan. Janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama di masa datang juga perlu diungkapkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kesalahan.

4. Tindakan nyata menjadi bukti

Mungkin kalian pernah membaca pepatah : ‘Tak cukup hanya janji, yang terpenting adalah bukti.’ Begitupun dengan permintaan maaf yang tulus, hanya bisa dibuktikan dengan tindakan nyata selama dan setelah ungkapan permintaan maaf itu dilakukan.

Nah sahabat Lalang Ungu, apakah kalian termasuk golongan yang  berani meminta maaf atas kesalahan kalian? Dan bagaimana cara kalian meminta maaf? Yuk, bagi ceritanya di kolom komen ya…

Gambar oleh freestocks-photos dari Pixabay

20 thoughts on “Sudahkah Kita Meminta Maaf Dengan Baik?”

  1. Masya Allah merasa ini adalah suatu hal yang membuatku merasa disentil.
    Apalagi pas bagian “seharusnya kalo minta maaf tulus gak perlu kata jika dan tapi ya”

    Ehm.. aku jadi inget kejadian bersama anak-anak. Mereka kalo minta maaf ya minta maaf aja.

    Mbak aku tersentuh dengan tulisan ini

  2. tiga kata ini memang sebaiknya diajarkan sejak kecil yaa agar jadi kebiasaan hingga dewasa. saya akui, memang sulit banget mengucapkan tiga kata ini, terutama kata maaf, gak heran sangat jarang kita mendapatkan orang yang mau benar-benar minta maaf secara sungguh-sungguh saat melakukan kesalahan

  3. Meminta maaf awalnya memang berat. Jujur, sejak kecil aku susah untuk meminta maaf. Lambat laun, pada saat mulai SMK, aku mengerti betapa pentingnya kata maaf itu.

    Akhirnya makin ke sini, ya kalau salah langsung mengakui kesalahan dan menyesal, serta meminta maaf dg tulus.

  4. Minta maaf saat kita berbuat salah itu adalah bagian dari adab ya mbak
    Harus ditanamkan sejak dini ke anak anak
    Biasanya orang yang sulit meminta maaf itu ya karena gengsi ya
    Gengsi buat minta maaf duluan

  5. Buatku minta maaf itu lebih ke buat diri sendiri juga, agar hati damai dan bisa move on. Kadang juga ngga penting siapa yang benar juga. Pick your battles saja juga. Tapi iya, minta maaf itu perlu agar plong

  6. Aku selalu berusaha meminta maaf ketika terasa suasana tidak nyaman, meski mungkin perselisihan bukan aku penyebabnya. Tapi memang meminta maaf itu meringankan hati, nggak nambah beban pikiran juga ya mbak. Lagi pula meminta maaf juga bisa menghapus dosa kecil yang tanpa kita sadari terjadi akibat kelalaian misalnya.

    Aku minta maaf ya mbak, misal selama silaturahmi pernah terjadi hal yang bikin nggak nyaman mba Tanti.

  7. Jaman duluuuu. aku pernah punya teman, yang setiap dia melakukan kesalahan, alih-alih meminta maaf, dia akan berusaha mentraktirku dengan makanan enak. Aku sampai takjub, apa sesulit itu mengucapkan kata maaf, tapi ya sudah biarlah,,

    1. Agaknya lebih ke gengsi mungkin ya..
      Berat sih kalau gak dibiasakan bilang “Maaf”. Karena maaf ini sperti merendahkan diri karena telah berbuat salah. Sedangkan manusia yang egonya tinggi, terlalu menghindari kata ini agar tidak “turun”.

      Atau bisa jadi juga gak paham karena lingkungannya tidak ada yang melakukannya.

  8. Meminta maaf dengan tulus agar mampu menggerakkan hati orang lain atau lawan bicara. Namun menurutku juga jangan terlalu sering meminta maaf. Kalau memang benar kita salah, meminta maaf.

    Jadi seperti bisa melihat situasi dan kondisi kata “maaf” ini ditempatkan.

  9. Aku termasuk orang yang gampang marah tapi juga gampang minta maaf mbak. Perjalanan menuju jadi orang yang mudah minta maaf ga mudah, apalagi jika kebiasaan di dalam keluarga tidak mendukung. Maka perlu banget orangtua mengajarkan kepada anak-anaknya segala macam bentuk luapan emosi, plus kata maaf, tolong dan terima kasih seperti yang ditulis Mbak Tanti di atas tadi. Jadi anak pun lama-lama paham, ada kalanya emosi mereka yang terluapkan itu bisa menghasilkan dampak pada orang lain yang kurang baik. Jika sudah paham, maka anak bisa tau mengapa dia harus minta maaf pada orang yang disakiti hatinya itu.

  10. 3 kata ajaib ini sering aku ajarkan ke para ponakan aku sejak kecil. Agar mereka terbiasa melakukannya.

    Terkadang orang dewasapun ada juga yg berat melakukan 3 kata ajaib ini. Semoga kita semua bukan orang tersebut ya.

  11. Permintaan maaf memang gak mudah untuk disampaikan, tetapi juga perlu diimbangi sama perbuatan bahwa menyesali ya. Sehingga gak hanya mudah melalui lisan saja

  12. Diperlukan kekuatan jiwa untuk berani minta maaf. Tidak semua orang berani mengakui kesalahannya lalu minta maaf.
    Makanya orang tua harus membiasakan anaknya untuk minta maaf kalau melakukan kekhilapan.

  13. Beneer Kak kalau minta maaf kudu tulus dan besok2nya jangan diulang (karena sama aja bohong gak sih?)

    Atau malah bilangnya: aku minta maaf tapi kamu juga salah. Eh sama aja minta maafnya gak ikhlas.

    Kalau daku ajarin Saladin sejak balita útk mudah minta maaf agar dia terbiasa ngakuin kesalahannya sendiri.

  14. meminta maaf ini perlu banget dicontohkan orang tua ke anak.
    aku baru belajar ini di anak kedua. Setelah ku praktikkan, si anak jadi lebih mudah minta maaf juga saat ia berbuat salah baik sengaja atau tidak.
    minta maaf tidak mengenal umur, kalau memang salah ya mengakuinya.

  15. padahal minta maaf nggak susah yaaa, kadang suka agak gimana gitu kalo ada yang minta maaf tapi kaya ga tulus, misalnya “maaf yaa kalo aku salah”, ya kalo nggak salah kan ga harus minta maaf hihihi

  16. Buat sebagian orang mengakui kesalahan itu memang sulit. Bisa jadi pengaruh saat masih anak-anak ada tekanan untuk selalu benar dan kalau melakukan kesalahan, orang tuanya nggak terima. Atau ada yang orangtuanya langsung membackup saat anak melakukan kesalahan. Seperti saat saya ikut seminar tentang magang untuk anak-anak, narsumnya bilang ada anak yang santai saja walau sudah memecahkan barang yang harganya mahal di tempat magang. Karena kalau dia salah, ortunya tidak mengajarkan untuk minta maaf dan tanggungjawab, tapi langsung membereskan masalahnya.

  17. Seringnya tuh orang minta maaf kayak gini.
    Saya nggak tahu salahnya apa, tapi saya minta maaf.

    Lah, terus minta maaf karena apa yak? 😀

    Atau ada lagi, minta maaf, besoknya diulang lagi, besok minta maaf, besoknya lagi terulang hahaha.

    That’s why, saya selalu meng keramatkan kata maaf. Maaf seharusnya berbeda berasal dari dalam hati yang paling dalam, menyesali dan tak akan mengulangi lagi apalagi dalam jangka waktu yang berdekatan

Leave a Reply to Rani R Tyas Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *