Itu yang sempat terbersit di benakku membaca sebuah flyer tentang acara live youtube Berita KBR bertajuk ‘Gaung Kusta di Udara’ yang merupakan kolaborasi dari KBR dan NLR Indonesia.
Ruang Publik KBR “Gaung Kusta di Udara”
Iya, memang sesempit itu perkiraanku. Karena sudah lama tak kulihat/dengar adanya penderita kusta di lingkungan kami, kukira memang sudah tak ada lagi. Ternyata perkiraanku itu salah. Aku baru tahu bahwa kusta masih ada di sebagian wilayah Indonesia ketika akhirnya aku mengikuti secara langsung diskusi Ruang Publik KBR lewat youtube pada Senin, 13 September 2021 lalu.
Berikut adalah beberapa catatan mengenai penanganan Kusta dan juga peran radio dalam diseminasi informasi publik yang kuperoleh setelah mengikuti acara tersebut.
Bayam Brazil, Tanaman yang Mudah Dirawat dan Kaya Manfaat. Dalam beberapa tulisanku sebelum ini, aku ada beberapa kali menyebut Bayam Brazil, salah satu yg kami tanam di pekarangan yang daunnya sering kami konsumsi sehari-hari.
Ternyata, tanaman satu ini belum begitu populer, terbukti dari komentar beberapa teman di tulisan tersebut yang menanyakan tentang tanaman itu. Pun di lingkungan rumah kami, sering ada yang menanyakan tanaman jenis apa yang meramaikan salah satu rak hidroponik kami itu…
Nah, yuuk Sahabat Lalang Ungu kita berkenalan dengan Bayam Brazil yang mudah dirawat dan kaya manfaat ini.
Tentang Bayam Brazil
Bayam Brazil (Altehernanthera sissoo) dalam pot dengan media tanah
Blaaar… Selarik pesan dari keponakanku lewat WA di awal minggu lalu cukup mengejutkan meski hal itu mengkonfirmasi kecurigaan yang kami rasakan sebelumnya. Sebenarnya, ayahnya yang sudah lebih dahulu batuk-pilek sekitar semingguan belum juga sembuh namun sulit diminta periksa.
Lalu setelah dibujuk-bujuk sedemikian rupa dan diantara yang serumah juga mulai menunjukkan gejala batuk akhirnya mereka sekeluarga periksa ke RS. Ibunya yang pertama di-swab dan terkonfirmasi positif, lalu berturut semuanya terkonfirmasi sama. Lima orang sekeluarga: ayah, ibu dan 3 anak (2 remaja akhir dan 1 kanak-kanak) 😢
Mengetahui berita ini, kami sedih tentu saja. Sedih dan khawatir karena tidak tahu pasti bagaimana kondisi sebenarnya, meskipun sekeluarga diminta untuk isolasi mandiri di rumah saja karena hasil pemeriksaan awal di RS waktu itu tidak merujuk ke kondisi gawat darurat.
Kunjungan petugas puskesmas setempat
Yang kami khawatirkan karena kakakku (sang ayah) mempunyai riwayat penyakit batu ginjal yang cukup kronis, di samping usianya yang masuk kategori Lansia awal. Juga usia si bungsu yang masih 5 tahun itu.
Dukungan Apa Yang Bisa Kita Berikan Saat Kerabat Harus Isolasi Mandiri?
Sahabat Lalang Ungu, masih ingatkah saat pertama kali mendapatkan menstruasi? Pada umur berapa dan bagaimana perasaannya saat itu? Apakah sebelumnya sahabat sudah mengetahui tentang seluk beluk menstruasi dan perawatan tubuh saat mengalaminya?
Ah, maafkan… Baru ketemu sudah kasih pertanyaan yang banyak ya? hehe… Iya nih, aku jadi penasaran tentang hal ini setelah beberapa hari lalu berkesempatan mengikuti webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi. Dari webinar itu aku semakin tahu mengenai banyak hal terkait menstruasi termasuk pentingnya komunikasi antara ibu dan anak tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi.
Oya, kalau aku sendiri sih mendapatkan menstruasi pertama saat kelas 1 SMP awal, agak kaget ketika pertama kali mendapati bercak darah saat ke toilet, meskipun kemudian berusaha menenangkan diri bahwa itu bukan penyakit karena sebelumnya ibu dan kakak-kakak perempuanku sudah menjelaskan mengenai menstruasi kepadaku. Lucunya, saat pertama itu kuingat baik sampai saat ini karena kebetulan sejak beberapa hari sebelumnya latihan lagu “Ambilkan Bulan” untuk acara di sekolah. Haha….sebenarnya nggak ada hubungannya sih, tapi kok ya kebetulan banget 😀 Nah itu sekelumit pengalamanku saat menarche alias menstruasi pertama. Bagaimana dengan pengalaman teman-teman?
Sahabat, di tulisan kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mengikuti webinar Sehat & Bersih Saat Menstruasi dan beberapa materi penting yang kudapatkan dari webinar ini.
Setelah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 pada 1 Maret 2021 lalu, dua minggu kemudian aku mendapatkan dosis keduanya tepatnya pada 15 Maret 2021. Alhamdulillah, sebagaimana pada pengalaman pertama, pada kali kedua divaksin ini aku pun tak merasakan efek samping yang berarti. Pegal-pegal sedikit pada lengan yang disuntik kukira itu wajar saja, hehe..
Ciplukan, Si Mungil liar yang bermanfaat besar. Mentari mulai menebarkan sinar hangatnya ketika kumulai aktivitas pagi menyusuri pematang di kebun / tegalan kantor kami, beberapa waktu lalu. Sengaja memilih waktu pagi untuk mengetahui kondisi lahan kami, lumayan sambil berjemur pagi..hehe..
Tak disangka, di salah satu sudut kebun pagi itu, aku menemukan ‘harta Karun’, sebuah pohon kecil dengan cabang-cabangnya yang digantungi buah serupa lampion-lampion kecil. Ini dia penampakannya…
Nah..inilah temuan ‘harta Karun’ pagi itu.. 😊
Kenapa aku menyebutnya ‘harta Karun’? Nah, untuk Sahabat Lalang Ungu yang baru lihat pohon ini, mari kita kenalan dengan Ciplukan ya..
Grand Launching Buku PULIH : Tak Sekedar Acara Launching Buku Biasa. Hai, Sahabat Lalang Ungu apa yang ada di benak kalian ketika mendengar / membaca kata ‘pulih‘? Kalau aku sendiri, langsung terbayang rasa bahagia. Ya, siapa yang tak bahagia bila kondisi telah membaik kembali seperti semula? Entah itu sembuh dari sakit, atau keadaan berjalan normal kembali setelah sebelumnya kacau balau. Sebagaimana pengertian ‘pulih’ dalam KBBI yaitu kembali (sehat, baik) seperti semula; sembuh / baik kembali (tentang luka, sakit, kesehatan); menjadi baik / baru lagi.
Ada apa ini kok tiba-tiba membahas tentang pulih?
Jadi begini, beberapa waktu lalu aku sempat membaca di FB grup IIDN tentang pre order sebuah buku antologi terbaru IIDN yang berjudul PULIH. Tampilan bukunya manis dan eye catching dengan judul dan bunga-bunga berwarna kuning ceria di atas latar belakang putih nan elegan. Tapi yang lebih membuatku penasaran adalah sub judulnya, yaitu “Perjalanan Bangkit dari Masalah Kesehatan Mental”. Waaah..pastinya itu bukan suatu perjalanan yang mudah, namun sepertinya akan ada banyak hikmah yang bisa kita ambil.
PULIH Buku antologi IIDN (foto milik grup FB IIDN)
Sayangnya -karena satu dan lain hal- aku belum bisa ikut PO / meminang buku itu, meskipun benar-benar merasa penasaran dengannya. Eh, pucuk dicinta ulam tiba, beberapa hari kemudian ada undangan untuk mengikuti webinar zoom launching buku itu bagi blogger yang berminat dan kesempatan mengikuti semacam lomba dengan salah satu hadiahnya adalah Buku Pulih! Langsung daftar deh aku, dan amat sangat tidak menyesal, karena acaranya benar-benar mengasyikkan! Penasaran? Nih..ikuti terus ceritaku ya…
Terapkan Pola Makan Sehat tapi Tetap Hemat, Mungkinkah?Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar nih? Semoga tetap sehat dan bahagia yaa… Ah, bicara tentang kesehatan jadi ingat niatku untuk memperbaiki pola makanku saat ini, menjadi pola makan yang lebih sehat. Tapi, ada teman yang berkomentar, di saat pandemi begini kan sebaiknya berhemat, kenapa malah mau mencoba pola makan sehat?
Lha..kalau terapkan pola makanan sehat memangnya tidak bisa hemat? sanggahku.
Lalu dia sampaikan opininya bla bla bla…yang intinya bahan-bahan makanan untuk mendukung pola makan sehat itu biasanya berkualitas tinggi, ada yang khusus bahkan kebanyakan impor, itu yang menyebabkan ‘pola makan sehat’ menjadi ‘pola makan mahal’.
Ah..aku sih tak setuju dengan pendapat temanku ini, sehingga akupun mencari-cari informasi tentang pola makan sehat namun hemat dan berikut ini hasil rangkumannya :
Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Semoga tetap sehat dan berbahagia ya.. Kalaupun saat ini ada Sahabat yang sedang sakit, semoga lekas sembuh dan terus dijaga semangat sehatnya. Iya lah..siapa sih yang mau sakit, tapi kalau ternyata pas kita dapat kondisi sakit saat ini jangan patah semangat ya..harus tetap semangat berikhtiar untuk sehat.
Seperti kondisiku beberapa bulan lalu, rasa sakit hilang timbul di area perut selama beberapa pekan sebelumnya ternyata memerlukan tindakan medis yang mau tak mau harus segera dilakukan. Takut? Iya laah… Tentu saja ada rasa takut itu, melakukan tindakan medis yang mengharuskanku rawat inap di Rumah Sakit (RS), apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, tentu ada rasa was-was itu. Tapi karena memang sangat penting akupun memberanikan diri.
Alhamdulillah operasi berjalan lancar dan aku juga tak harus berlama-lama di RS. Nah, dari pengalamanku saat itu, aku ingin berbagi catatan tentang 5 hal penting yang perlu dipersiapkan sebelum rawat inap. Apa sajakah hal-hal penting itu? Ini dia uraiannya :
Bunga Telang, tanaman rambat yang kaya manfaat. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu…semoga senantiasa sehat dan bahagia ya… Sahabat, kali ini aku ingin menulis tentang Bunga Telang, tanaman rambat yang kaya manfaat itu.
Perkenalanku dengan tanaman rambat ini adalah melalui keindahan bunganya. Ya, tanaman rambat kaya manfaat ini memiliki bunga cantik berwarna biru terang, ungu ataupun putih.
Tahu sendiri kan, aku ini penikmat warna-warni bunga. Naah..suatu hari ku melihat foto-foto bunga cantik bunga berwarna biru terang di antara rimbun daun-daun mungil nan hijau aku pun tertarik membaca artikel itu lebih lanjut, ternyata tanaman rambat berbunga biru cantik itu bernama Telang .