Rasa jenuh setelah sepekan beraktivitas rutin dan kangen dengan suasana alam membuat kami dengan segera menyepakati pilihannya itu : makan siang sambil menepi sejenak menikmati alam. Maka Sabtu menjelang siang di 6 Nopember 2021 lalu kami pun meninggalkan Kota Semarang, melipir ke daerah Tuntang Kab. Semarang.
Lalang Ungu. Buku Catatan Unik Hibrkraft, Self Reward Cantik di 2021 . Tak terasa, sudah sampai di bulan kesepuluh tahun 2021. Alhamdulillah meski sempat down di pertengahan tahun ini karena kepergian almh ibu, aku berhasil bangkit meski belum sepenuhnya pulih dari kehilangan besar itu.
Dan alhamdulillah juga, beberapa hari kemarin salah satu self reward yang kupesan sampai, menjadi salah satu pelipur hati..hehe..
Tentang Self Reward
Kado untuk diri sendiri? Kasian amaaat..nggak ada yang ngasih kado ya?
Hehe..nggak gitu juga sih. Alhamdulillah selalu ada bentuk perhatian yang kudapat dari orang-orang tersayang di setiap hari lahirku.
Namun sejak beberapa tahun terakhir ini aku juga berusaha memberikan Self Reward, sebagai ungkapan terima kasih pada diri sendiri karena telah mampu bertahan sejauh ini dan apresiasi diri atas semua pencapaian selama ini 🙂
“ Creativity are teachable and can be ingrained in children through activity in everyday life!“
Pengembangan Kreativitas Anak Bersama Faber-Castell Art Series 2. Sahabat Lalang Ungu, kutipan di atas disampaikan oleh Ibu Yohana Theresia, S.Psi., M.Psi. seorang psikolog anak & keluarga dari Yayasan Heart of People.id pada webinar parenting yang kuikuti beberapa waktu lalu.
Kreativitas dapat diajarkan dan ditanamkan pada anak melalui aktivitas sehari-hari, itulah salah satu pesan Bu Yohana dalam webinar ini, bagian dari materinya mengenai upaya-upaya pengembangan kreativitas anak, yang merupakan salah satu soft skill yang perlu dimiliki di era digital ini.
Webinar Parenting Faber-Castell & Soft Launching Creative Art Series 2
Sebelumnya, ketika mendapat info akan dilaksanakannya webinar ini aku sudah sangat tertarik. Kurasa pengembangan soft skill di era digital ini memang sangat penting sehingga ‘Soft Skill Apa Yang Diperlukan di Abad Digital?’ yang menjadi tema webinar parenting Faber-Castell kali ini sangat pas menurutku.
Webinar parenting dan soft launching Creative Art Series 2 ini diselenggarakan pada Sabtu, 25 September 2021 melalui zoom selama sekitar 2 jam dari jam 10 WIB.
Moderator & Narsum Webinar Parenting Faber-Castell
Seperti webinar-webinar sebelumnya, acara ini dimoderatori oleh Andri Kurniawan -PR Manager Faber-Castell- dengan narasumber kali ini antara lain Ibu Yohana Theresia, S.Psi, M.Psi. Selain itu ada juga workshop pembuatan salah satu art series Faber-Castell yaitu jam dinding yang glow in the dark.
Anak Sebagai Korban Terselubung Dari Pandemi Covid 19
Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu. Setelah sejak awal Januari 2021 lalu telah dimulai vaksinasi Covid-19 pada tenaga kesehatan dan mereka yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, saat ini program pemberian vaksin Covid-19 oleh Pemerintah sudah sampai pada tahap berikutnya yaitu dengan sasaran prioritas petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut (>= 60th).
Alhamdulillah, sebagai salah satu petugas pelayanan publik di kota kecil kami, beberapa waktu lalu aku dan teman-teman sekantor mendapat jadwal untuk menerima vaksin Covid-19 tersebut, dan pengalaman itulah yang akan kuceritakan pada tulisanku kali ini.
Oya, apakah teman-teman sudah tahu siapa saja yang masuk dalam kelompok sasaran prioritas vaksinasi Covid-19? Jika belum, yuk kita simak dulu kutipan info berikut ini :
Siapa Saja yang Menjadi Kelompok Prioritas Vaksinasi Covid-19?
5 Alasan Belajar Strategi Efektif Menjalankan Internet Marketing di Skill Academy. Beberapa waktu lalu, aku terlibat diskusi dengan adikku yang sedang berupaya meningkatkan hasil usahanya.
Adikku ini memang ulet, dia sedang berusaha mengembangkan beberapa jenis usaha. Selain usaha jasa di bidang komputer yang sudah ditekuninya lebih lama, saat ini ia ingin mengembangkan penjualan kue-kue masakan isterinya dan juga pemasaran hasil kebun hidroponik yang menjadi minatnya terbaru.
Sayuran hasil kebun hidroponik
Untuk itu ia pun tak malas menambah pengetahuan baik melalui bacaan, belajar dari teman-teman yang sudah lebih berpengalaman dan juga belajar secara online. Tahun lalu dengan difasilitasi Program Prakerja ia mengikuti beberapa kelas online, antara lain kelas-kelas di Skill Academy, nah sekarang ia ingin belajar secara mandiri.
Nah, dalam diskusi kemarin itu kami berkesimpulan agar ia belajar juga tentang pemasaran produk / jasa melalui internet atau yang sering kita sebut sebagai internet marketing.
Aktivitas mewarnai memang sangat mengasyikkan, tidak hanya untuk anak-anak namun juga bagi orang dewasa. Aku merasakan hal itu ketika kembali melakukan aktivitas mewarnai beberapa waktu lalu, tepatnya pada hari Sabtu 6 Februari 2021 kemarin saat berkesempatan mengikuti Soft Launching & Workshop Creative Art Series dari Faber-Castell dan mencoba salah satu paketnya yaitu ‘Colour Your Own Totebag‘. Meskipun paket Creative Art Series dari Faber-Castell ini sasaran utamanya anak & remaja, tapi ternyata sebagai orang dewasa akupun dapat merasakan manfaatnya lho..
Duh, kenapa akhir-akhir ini pulsaku cepet banget habisnya ya?”
“Telepon melulu”
“Enggak kok, malah jarang telpon sekarang karena lebih sering chatting pakai whatsapp“
“Jangan-jangan terpasang aplikasi yang nyedot pulsa, tuh.. Coba tanya saja ke GraPARI”
“Iya deh.. Eh, di mana ya GraPARI terdekat?”
“Hmm, di mana ya? Eh, kamu pakai Telkomsel kan? Kenapa nggak tanya Veronika saja?”
“Ya ampun..iya ya.. Kenapa aku lupa. Hehehe”
***
Sahabat Lalang Ungu, itu sepenggal percakapanku dengan adik beberapa waktu yang lalu. Meski Veronika Telkomsel sudah ada sejak 2017, ternyata adikku masih belum familiar terhadapnya, hehe.. Bagaimana dengan kalian khususnya teman-teman pelanggan Telkomsel, apakah kalian juga belum familiar dengan Veronika ini? Jika belum, yuk kita kenalan lebih jauh dengannya.
Apa itu Veronika?
Tanya Veronika Asisten Virtual dari Telkomsel (Sumber gambar : Web Telkomsel)
Memotret hal yang kecil yang dilakukan dengan cara yang benar lebih baik daripada memotret hal besar yang masih direncanakan (Galih Sedayu, 2010)
***
Hai Sahabat Lalang Ungu, apakah ada di antara sahabat yang hobi memainkan kamera untuk jeprat-jepret alias memotret berbagai momen yang terjadi di sekitar kita? Kalau ada, tos dulu yuuk.. Sama banget tuh denganku, yang selalu suka mengabadikan momen atau apa saja yang menarik perhatianku, termasuk saat melakukan perjalanan.
Salah satu foto perjalanan yang kuambil menggambarkan penjaja kain di Pantai Tanjung Aan Lombok
Meskipun hanya bermodalkan kamera sederhana -bahkan akhir-akhir ini lebih suka menggunakan kamera HP saja- senang rasanya mempunyai banyak foto-foto sebagai dokumentasi dari suatu perjalanan, yang bisa dengan mudah membawaku menyusuri kembali kenangan itu sewaktu-waktu.
Namun terus terang, aku sering merasa kurang puas dengan hasil fotoku sendiri. Itu sebabnya, aku tertarik dengan materi-materi yang bisa menambah ketrampilan memotretku, baik offline maupun online.
Salah satu acara bincang fotografi offline yang pernah kuikuti
Acara membahas fotografi lainnya yang kuikuti terakhir adalah Sekolah TelusuRI pada tanggal 24 September 2020 lalu, yang bertema “Tips Fotografi Perjalanan”. Nah, sesuai dengan pesan bijak Ali bin Abi Thalib “Ikatlah ilmu dengan menulis“, maka tulisan kali ini adalah catatan tips-tips fotografi yang kudapatkan dari kelas tersebut.
Baca Buku Pulih : Memetik Hikmah di Tiap Kisah. Suatu siang beberapa waktu lalu, di beranda Grup FB Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN) aku mengucapkan selamat pada dua orang teman yang menjadi penulis terbaik pada review acara Launching Buku Pulih yang dilakukan secara online pada bulan Oktober lalu. Beberapa waktu kemudian baru sempat membuka WA grup IIDN, dan menemukan namaku terselip di post pengumuman pemenang tersebut.
Oalaah…aku tidak teliti membaca post di grup sebelumnya. Alhamdulillah…ternyata tulisanku yang ini mendapat apresiasi juga dari IIDN sebagai salah satu dari 3 pemenang hiburan dan akan mendapatkan Buku Pulih. Senangnyaaa…
Dan lebih senang lagi ketika Jumat kemarin, pulang kantor sudah ditunggu sebuah paket dari Jawa Timur yang setelah kubuka, ternyata itulah Buku Pulih yang menjadi hadiah. Wah..terima kasih IIDN, cepat sekali hadiahnya sampai 👍 Tak sabar keesokan harinya langsung kubaca, dan kesanku setelah membacanya, akan kutuliskan berikut ini.
Pulih : Perjalanan Bangkit dari Masalah Kesehatan Mental
Mau mandaran seafood? ke De’Pendopo Pekalongan saja!
Mau Mandaran Seafood? Ke De’ Pendopo Pekalongan Saja! Hai Sahabat Lalang Ungu, siapa di antara kalian yang suka seafood? Naah..pasti banyak yang angkat tangan nih. Tos dulu kalau begitu, menu olahan berbahan ikan, kerang, cumi, dll memang banyak penggemarnya termasuk aku. Dalam tulisanku kali ini, aku akan ceritakan pengalamanku menikmati menu seafood di salah satu resto Pekalongan yaitu De’Pendopo di International Batik Center Wiradesa Pekalongan, yang disajikan a la mandaran.
Tentang De’Pendopo IBC Pekalongan
Beberapa hari lalu, kebetulan aku harus bertemu dengan beberapa rekan dari Komunitas Blogger Pekalongan, nah kali ini kami memilih tempat di sebuah resto yang baru saja soft launching pertengahan bulan lalu. Sebenarnya resto yang berlokasi di kawasan International Batik Center (IBC) Wiradesa Pekalongan ini sudah lama ada, hanya rupanya baru-baru ini ada pergantian manajemen. Nah, kami penasaran nih ceritanya, pengen nyobain menu-menu di De’Pendopo yang ‘baru’ ini 😊
Teman-teman sudah pernah berkunjung ke IBC Pekalongan? Lokasinya persis di tepi jalan jalur Pantura Pekalongan tepatnya di Jl. A. Yani 573 Wiradesa Kab Pekalongan. Nah di bagian depan dari salah satu pusat perdagangan Batik Pekalongan ini, ada sebuah bangunan berbentuk Pendopo khas Jawa. Itulah bangunan yang digunakan untuk Resto De’Pendopo ini. Cukup luas dan semi terbuka, seperti layaknya bangunan Pendopo / aula khas Jawa pada umumnya.
Menuju De’Pendopo IBC Pekalongan
Ruangan resto dengan bangunan semi terbuka ini tampak luas, bersih dan nyaman dengan meja-kursi makan yang di tata berjarak, sementara lingkungan sekitarnya pun tampak tertata apik (mengundang jiwa-jiwa selfie, hahaha..) dan tempat parkir relatif luas juga.
Ruangan Resto De’Pendopo IBC Pekalongan
Perkiraan kami semula, menu yang tersaji di resto ini adalah menu tradisional / khas Jawa atau menu lokal Pekalongan, ternyata setelah melihat daftar menu yang tersaji, justru seafood merupakan ciri khas dari resto ini. Dan yang lebih menarik lagi, informasi dari pramusaji bahwa paket-paket menu laut yang ada akan disajikan a la mandaran. Wah asyik sekali, bukan?