Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia ya.. Hm, PPKM mulai lagi nih ya di daerah-daerah yang masuk zona merah. Jangan panik ya..jalani saja dengan gembira, insya Allah pasti ada manfaatnya.
Dua minggu di rumah, mau ngapain saja nih? Jalankan hobi salah satunya ya.. Atau bersih-bersih rumah? Apapun itu, lakukan dengan tetap gembira. Karena ngomel-ngomel tak baik buat kesehatan kita bukan? Hehe..
Yuk..olah sampah dapur menjadi pupuk
Yuk, kita cari kegiatan bermanfaat saja. Salah satunya, mengolah limbah dapur menjadi lebih bermanfaat, yaitu sebagai pupuk organik bagi tanaman-tanaman kita. Nah, melalui tulisan ini akan kuuraikan caranya ya..
“Waalaikumsalam, Mbakyu Ani. Silakan Mbakyu, mau yang rawit, teropong atau keriting nih?”
“Rawit saja, Jeng. Ini lho, tadi ke warung beli cabai dapatnya kok ya sejumput thok. Mana cukup nyambel buat orang serumah yang doyan pedes semua..Hehe.. Eh Jeng, mbok aku ini diajari bikin seperti ini. Pengen juga punya … eh … apa namanya kebun ini?”
“Warung Hidup, Mbakyu. Yuk, kapan mau mulai, saya siap bantu-bantu.”
***
Sahabat Lalang Ungu, petikan obrolan di atas memang hanya ilustrasi, tetapi mungkin juga terjadi di kehidupan nyata, bukan? Para ibu tangguh pengelola rumah tangga sering cukup puyeng memikirkan menu untuk konsumsi keluarganya, sementara harga kebutuhan sehari-hari melambung tinggi, termasuk harga bahan pangan. Nah, di saat demikianlah dirasakan perlunya pemanfaatan pekarangan.
Apa sih Manfaat Pekarangan?
Kita mengenal pekarangan sebagai sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan mempunyai batas -batas yang jelas. Meski bagi kita yang tinggal di perkotaan, seringkali pekarangannya sangat sempit, bahkan tidak sedikit yang hanya mempunyai teras rumah saja.
Selain memiliki fungsi estetika/memberikan keindahan pada lingkungan rumah kita, pekarangan yang dikelola dengan baik juga bisa memberikan banyak manfaat. Sebagai Warung Hidup, pekarangan dapat ditanami aneka tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari kita, seperti sayur-mayur, buah-buahan, rempah dan herba keperluan dapur, dll. Dengan demikian, kita dapat menghemat pengeluaran karena tidak harus membeli berbagai kebutuhan pangan tersebut. Baca juga : Yuk, hijaukan lingkungan kita dengan KRPL.
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya…meskipun hujan masih sering turun di awal Bulan Maret ini dan menimbulkan rasa waswas kalau-kalau banjir kembali datang.
Eh tapi, jangan lupa bahwa hujan juga membawa rahmat, dirindukan oleh alam, termasuk tanaman-tanaman. Pemandangan hijau segar tanaman sehabis hujan, seringkali menjadi pemandangan indah yang menyejukkan mata dan hati. Contohnya ini nih..penampilan segar salah satu koleksi tanaman kami dalam polibag di sudut halaman.
“Waalaikumsalam.. Oh, nggih Pak, maturnuwun. Kathah sing tumbas, Pak?”
“Alhamdulillah..lumayan, Mas. Saged kangge tumbas bibit malih”
“Alhamdulillah..mugi-mugi sukses nggih Pak”
“Aamiin..”
***
Itu adalah sepenggal percakapan adikku dengan pengurus KRPL Guyub Rukun kemarin, saat beliau mengantarkan Ikan Lele pesanan kami, hasil panen dari budidaya Lele dalam kolam yang menjadi salah satu kegiatan kelompok Kawasan Rumah Pangan Lestari -KRPL- di RT kami.
Beberapa waktu sebelumnya keluarga kami juga telah melakukan budidaya Lele di rumah dengan menggunakan ember. Alhamdulillah sempat beberapa kali panen dan saat ini sedang menyiapkan peralatan yang dibutuhkan sebelum memulai budidaya Lele lagi. Nah, sementara adikku mempersiapkan calon kolamnya, aku akan tuliskan dulu pengalaman pertama kami membudidayakan ikan dalam ember.
Sekilas Tentang Budikdamber
Oya, apakah teman-teman sudah tahu tentang Budikdamber? Itu lho…istilah yang merupakan singkatan dari budidaya ikan dalam ember, yang merupakan cara sederhana untuk membudidayakan ikan dan dapat diterapkan di rumah-rumah.
Ciplukan, Si Mungil liar yang bermanfaat besar. Mentari mulai menebarkan sinar hangatnya ketika kumulai aktivitas pagi menyusuri pematang di kebun / tegalan kantor kami, beberapa waktu lalu. Sengaja memilih waktu pagi untuk mengetahui kondisi lahan kami, lumayan sambil berjemur pagi..hehe..
Tak disangka, di salah satu sudut kebun pagi itu, aku menemukan ‘harta Karun’, sebuah pohon kecil dengan cabang-cabangnya yang digantungi buah serupa lampion-lampion kecil. Ini dia penampakannya…
Nah..inilah temuan ‘harta Karun’ pagi itu.. 😊
Kenapa aku menyebutnya ‘harta Karun’? Nah, untuk Sahabat Lalang Ungu yang baru lihat pohon ini, mari kita kenalan dengan Ciplukan ya..
Yuk, bertanam Terong hidroponik di halaman rumah kita
Yuk Bertanam Terong Hidroponik di Halaman Rumah Kita. Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu, semoga tetap sehat dan berbahagia ya.. Sekitar setahun terakhir ini keluarga kami sedang hobi bertanam dengan menggunakan sistem hidroponik. Beberapa jenis sayuran daun sudah kami coba dan Alhamdulillah berhasil cukup baik.
Menanti matangnya Si Mungil Sawo Kecik. Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar… Semoga senantiasa sehat dan bahagia ya.. Kali ini, aku ingin mengajak kalian menanti matangnya Si Mungil Sawo Kecik bersamaku.. ☺
Sawo Kecik (manilkara kauki) yg belum matang
Tentang Sawo Kecik
Pertama kali membaca tentang tanaman ini di Blog Alamendah, sekitar 10 tahun lalu, saat itu langsung teringat masa kanak-kanak dulu kami cukup akrab dengan Sawo mungil yang berwarna merah gelap saat matang dan rasanya manis meski agak sepat.
Nama Latin & Lokal Sawo Kecik
Manilkara kauki adalah nama latin dari Sawo Kecik yang rupanya memiliki cukup banyak sebutan di masing-masing daerah/negara, a.l : Sawo Jawa, Caqui/Manilkara (Inggris), Khirni (India), Lamut Sida/Lamut Thai (Thailand), dll.
Sawo Kecik ini adalah anggota keluarga Sapotaceae (sawo-sawoan), sebagaimana ‘saudara’nya Sawo Manila (Manilkara zapota) yang berukuran lebih besar dengan warna kulit coklat. Kalau Sawo Manila seukuran telur Bebek dengan kulit bertekstur kasar dan berwarna coklat saat matang, maka Sawo Kecik ini seukuran Telur Puyuh dengan kulit halus mengkilap dan saat matang berwarna merah gelap.
Bertanam secara hidroponik di rumah, kenapa tidak? Salam jumpa Sahabat Lalang Ungu, semoga tetap sehat dan bahagia ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini aku ingin ceritakan tentang pengalaman kami bertanam di halaman rumah dengan cara / sistem hidroponik. Mungkin ada yang berpikir, apakah mungkin bertanam dengan cada hidroponik di halaman rumah kita? Bisa saja, kenapa tidak?
Sekilas tentang Hidroponik
Pengertian Hidroponik
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air sebagai media tanam dan menekankan pada pemenuhan nutrisi yang diperlukan bagi tanaman itu.
Bunga Telang, tanaman rambat yang kaya manfaat. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu…semoga senantiasa sehat dan bahagia ya… Sahabat, kali ini aku ingin menulis tentang Bunga Telang, tanaman rambat yang kaya manfaat itu.
Perkenalanku dengan tanaman rambat ini adalah melalui keindahan bunganya. Ya, tanaman rambat kaya manfaat ini memiliki bunga cantik berwarna biru terang, ungu ataupun putih.
Tahu sendiri kan, aku ini penikmat warna-warni bunga. Naah..suatu hari ku melihat foto-foto bunga cantik bunga berwarna biru terang di antara rimbun daun-daun mungil nan hijau aku pun tertarik membaca artikel itu lebih lanjut, ternyata tanaman rambat berbunga biru cantik itu bernama Telang .
Yuk, menanam Seledri di rumah. Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia ya.. Mumpung weekend nih, adakah yang meluangkan waktu untuk berkebun? Nah, kali ini aku ingin bercerita tentang pengalaman kami bertanam sayur di pekarangan rumah, di antaranya adalah Seledri.
Tentang Seledri
Tanaman Seledri
Sahabat semua tentunya sudah kenal dengan tanaman sayur satu ini, bukan? Atau bahkan sudah bersahabat erat..hehe.. Nah, sekedar mengingatkan saja, berikut ini sedikit ulasan tentang Seledri.
Tanaman sayur yang mempunyai nama latin Apium graveolens L ini merupakan salah satu jenis tanaman sayur yang banyak dimanfaatkan di dapur sebagai bahan masakan ataupun sebagai tanaman obat. Continue reading “Yuuk, menanam Seledri di rumah”