Jejak jalan-jalanku di 2016

photo-768x427

Tahun 2016 telah kita lalui, dalam beragam rasa dan berjuta kenangan. Suka duka silih berganti, tangis dan tawa menyemarakkannya, perjuangan dan pencapaian saling melengkapi, alhamdulillah…

Puji syukur juga kupanjatkan kehadirat Illahi Robbi karena di antara kesibukan di 2016, terselip beberapa kesempatan berharga untuk refreshing, jalan-jalan menyegarkan pikiran…

Tidak banyak memang kesempatan jalan-jalanku di 2016, masih bisa kuhitung dengan 10 jariku sendiri, namun semuanya sungguh berkesan dan kusyukuri. Ke mana saja? Continue reading “Jejak jalan-jalanku di 2016”

Kilas 2016, bekal menuju sukses di 2017

selamat-th-baru

Hai… Selamat Tahun Baru 2017, teman …

Sudah menapaki hari kedua di tahun ini, namun ini baru post pertamaku di 2017, padahal salah satu resolusi 2017 ku adalah rajin ngeblog, hehe… Libur dari Sabtu – Senin ini, waktuku tersita untuk hal-hal lain selain nulis.. Yah, mudah-mudahan saja hari-hari selanjutnya aku bisa menepis virus malas yang membahayakan itu. Aamiin…

Bahkan kilas balik 2016 pun belum sempat kutuliskan di akhir tahun kemarin, maka tak apalah jika baru kutuliskan hari ini, minimal jadi catatanku dalam menapaki tahun baru ini, agar dapat menyempurnakan apa-apa yang kurang, mempertahankan dan meningkatkan prestasi / pencapaian. Continue reading “Kilas 2016, bekal menuju sukses di 2017”

Sejenak menyapa sepi di Telaga Sunyi

judul

tenggelam…di Telaga Sunyi… bersama…cintanya yang murni…

Ah, sepenggal lirik dari lagu lama Koes Plus yang berjudul Telaga Sunyi, langsung bergema di benakku sepanjang kunjungan singkatku ke lokawisata di kawasan Baturraden itu..

Agak tidak mengenakkan sebenarnya, karena kesannya jadi ‘gimanaaa’… sementara sore sudah beranjak ke rembang petang di saat aku sampai di sana. Maghrib-maghrib, sepi, mendung, brrr…. bulu kudukku pun berdiri…

Hm, teman-teman tahu / sudah pernah mendengar lagu Telaga Sunyi yang dipopulerkan oleh Koes Plus ini? Kalau belum pernah tahu, nih ada kutipannya di sini :

Di kala Sang Bulan Purnama,  bersinar di atas telaga

Terdengar suara menggema, melagukan balada tua

Reff :  Kisah seorang putri / yang telah patah hati / lalu … bunuh … diri …

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni

Tenggelam di Telaga Sunyi, bersama cintanya yang murni …

Bukan sebuah lagu yang menggambarkan keindahan telaga, namun justru tentang kejadian tragis di Telaga Sunyi.  Lirik yang sederhana dengan aransemen musik yang cenderung ngelangut itu diulang-ulang hingga makin menebalkan rasa sedih ketika mendengar lagu ini… Dan sedihnya lagi, lagu sedih ini otomatis terputar berulang-ulang di benakku sore beberapa waktu lalu, ketika aku akhirnya bisa menyaksikan sendiri Telaga Sunyi di Baturraden itu.

Telaga Sunyi, adalah salah satu dari banyak lokawisata yang ada di Kecamatan Baturraden Kab Banyumas.  Senada dengan namanya, lokawisata satu ini memang berada jauh dari keramaian, menjadi salah satu bagian dari wisata alam Baturraden, terletak sekitar 2,8 km ke arah timur dari Lokawisata Baturraden / terminal baturraden. Bisa dikunjungi dengan menggunakan mobil, sepeda motor ataupun angkutan umum dari Terminal Baturraden, sekita 15 menit lah…

Sudah cukup lama aku ingin berkunjung ke Telaga Sunyi ini, jujur awalnya karena penasaran dengan lagu jadul Koes Plus itu, juga mendengan penuturan beberapa teman yang pernah ke sana. Tempat yang asyik untuk menyepi, kata mereka, hehe… Nah, ketika beberapa waktu lalu berkesempatan liburan di kawasan baturraden, maka langsung saja kuajukan lokasi ini sebagai salah satu destinasi wisata yang akan kami datangi.  Tapi, sayangnya tidak semua anggota keluargaku antusias ingin ke sana. Sebagian besar ABG kami inginnya ke tempat yang ramai dan bisa berenang sepuas hati! Haha…

OK laah, akhirnya lokasi ini menjadi tempat perhentian terakhir di hari pertama wisata keluarga kami ke Baturraden kemarin, dan itu artinya sore hari! Akupun setuju karena perkiraan tak akan terlalu sore kami bisa menyelesaikan kunjungan ke 2 lokasi wisata pilihan para ABG itu, tapi ternyata…menjelang maghrib kami baru sampai di lokasi Telaga Sunyi! Alamaaak…

Lalu batal dong? Continue reading “Sejenak menyapa sepi di Telaga Sunyi”

Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2)

Melanjutkan cerita yang kemarin ya, teman…

Sekitar pukul 9 pagi di Hari Minggu, 18 Desember 2016 lalu, kami memulai Wisata Bersama ke Petungkriyono dari shelter Doro dengan menggunakan ANGGUN PARIS.  Ini memang bukan kali pertama aku berkunjung ke Petungkriyono, sebelumnya aku pernah mengunjungi Curug Muncar bersama keluarga, namun pengalaman jalan-jalan kali ini sangat berbeda.

Anggun Paris membawa kami dengan mantab menuju lokasi-lokasi yang masuk dalam Paket Wisata ini, karena para pengemudi mobil ini adalah warga lokal yang sudah sangat berpengalaman dengan jalan-jalan di sana. Jadi rasanya ya tenang saja kami melalui jalan yang tak terlalu lebar, naik-turun, berkelok-kelok -kadangkala kelokannya tajam- serta kondisi jalan yang belum 100% mulus. Hanya sedikit deg-degan saja ketika harus papasan dengan bis kecil -kata mas Pemandu, itu bis jurusan Banjarnegara- atau mobil lain di tanjakan atau tikungan tajam.

Nah, dari sekian banyak tujuan wisata di Petungkriyono, mana saja yang masuk dalam paket kunjungan ini? Ini dia cerita kami di masing-masing lokasi tersebut :

Continue reading “Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono (2)”

Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono

Berawal dari sebuah cuitan dari admin Twitter Blogger Pekalongan sebagai upaya memperkenalkan komunitas yang baru saja terbentuk kepada Bapak Bupati Pekalongan, alhamdulillah disambut dengan baik dan antusias oleh beliau, bahkan langsung  mendapat undangan untuk ikut Wisata Bersama ke Petungkriyono pada tanggal 18 Desember 2016 lalu.

Waaah… ke Petungkriyono? Mauuuu….

Ya, Petungkriyono adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Pekalongan bagian Selatan, dengan luas wilayah 73,59 km2 dan terletak di daerah pegunungan ( rata-rata ketinggian 1.294 dpl ).  Daerah ini istimewa karena keindahan alamnya dengan aliran sungai-sungai dan curug-curug nan indah, puncak gunung yang menantang, spesies endemik flora-fauna nya,  juga karena ditemukannya sisa-sisa peradaban masa lampau di daerah ini.

Keistimewaan-keistimewaan Petungkriyono itulah yang mendasari Pemerintah Kabupaten Pekalongan dibawah pimpinan Bp. H. Asip Kholbihi, SH, MSi akan mengembangkan Petungkriyono sebagai Cultural Techno Forestry Park , dengan dua pendekatan yaitu Mass tourism dan eco-tourism.  Pada pendekatan Pariwisata Masal, masyarakat bisa berbondong-bondong datang untuk menikmati keindahan alam dan produk-produk unggulan di Petungkriyono, sedangkan pada eco-tourism pendekatannya lebih kepada penelitian-penelitian baik oleh Perguruan Tinggi maupun perorangan, dari dalam maupun luar negeri.

Menurut Pak Bupati saat penandatanganan MoU Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park, program-program yang akan dikembangkan adalah melalui pendampingan dan pemberdayaan masyarakat, eko edukasi wisata, laboratorium alam, bank genetika, bank bibit, teknologi hijau, energi hijau, green financing dan program-program lain yang relevan (Web Humas Jateng, 8/8/2016).

Nah, pada tanggal 18 Desember 2016 kemarin, dilakukan Wisata Bersama / mobilisasi wisata oleh Bapak Bupati Pekalongan tersebut dengan peserta lebih dari 360 orang yang terdiri dari kalangan Pejabat & ASN Kab Pekalongan, Karyawan/karyawati Bank Syariah Mandiri, serta perwakilan komunitas masyarakat, diantaranya adalah komunitas Blogger Pekalongan.  Kegiatan ini menandai dibukanya route Wisata Petungkriyono sebagai salah satu bentuk pendekatan Mass Tourism Petungkriyono Cultural Techno Forestry Park.

Mau tahu keseruan kita mengikuti acara tersebut? Ni dia ceritanya…

Continue reading “Wisata Bersama Blogger Pekalongan ke Ekowisata Petungkriyono”

Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…

“Kota Batik di Pekalongan, bukan Jogja bukan Solo… ” demikian sepenggal lirik lagu SLANK yang sudah sering kita dengar.

Ya, Pekalongan dan Batik memang sepertinya tak terpisahkan. Bahkan sesanti Kota Pekalongan juga BATIK yang merupakan akronim dari Bersih – Aman – Tertib – Indah – Komunikatif. Bicara batik, langsung teringat Pekalongan, demikian juga bila bicara Pekalongan, yang pertama dikaitkan adalah batik. Konon, belum sah berkunjung ke Pekalongan kalau belum belanja batik, hehe…

Namun sebenarnya, potensi / produk unggulannya Kota Pekalongan tak hanya batik lho…

Menurut data di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kota Pekalongan, ada 6 jenis produk unggulan Kota Pekalongan, yaitu :

  1. Batik
  2. Tenun ATBM
  3. Tenun ATM
  4. Konveksi
  5. Pengolahan Ikan
  6. Kerajinan enceng gondok dan serat alam

Tuuh, ada banyak kan, yang bisa diborong kalau sedang berada di Kota Pekalongan. Selain di pusat perbelanjaan dan toko-toko yang tersebar di Kota Pekalongan, masing-masing produk unggulan itu dapat ditemukan di sentra-sentra usaha, misalnya di Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Pesindon, Kampung Tenun ATBM Medono, Kampung Canting Landungsari, Sentra Tempe di Pekalongan Selatan, dll.

Nah, kali ini, aku ingin kenalkan TENUN ATBM Pekalongan ya…

Menurut Wikipedia, TENUN itu sendiri adalah teknik pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip menggabungkan benang secara memanjang dan melintang, atau bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian.  Tenun ATBM dikerjakan secara tradisional dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin. Banyak daerah di Indonesia yang menjadi penghasil kerajinan tenun dan masing-masing mempunyai ciri atau corak yang khas. Kota Pekalongan adalah salah satu diantaranya. Continue reading “Belanja Tenun Pekalongan, yuuk…”

3 Resolusi yang ingin kuwujudkan di 2017

Tahun 2016 umurnya tinggal menghitung hari lagi, tepatnya tinggal 16 hari lagi.  Rencana-rencana libur akhir tahun sudah dimatangkan tentunya, bukan? Iya laah… Terutama bila akan berlibur ke luar kota, kalau baru direncanakan mepet-mepet di akhir tahun nanti, bisa-bisa kesulitan mencari akomodasi dan batal liburannya, hehe…

Bagaimana dengan Resolusi Tahun Baru?

Ya, seperti biasa, di akhir tahun seperti ini, selain kata LIBURAN, kata lain yang seringkali kita dengar / baca adalah kata RESOLUSI. Sebenarnya apa sih maksudnya?

Jika mencari kata itu di kamusnya mbah Google, akan mudah didapatkan pengertiannya ya. Intinya, RESOLUSI yang dimaksud di sini bukan yang berhubungan dengan kamera ya… melainkan mengenai sebuah TEKAD atau KETETAPAN HATI untuk melakukan suatu tindakan / mengambil sikap yang baru / berbeda dari sebelumnya -dan lazimnya adalah sikap / tindakan yang lebih baik- yang dilakukan sebagai langkah besar dalam hidup seseorang untuk mencapai suatu tujuan / cita-cita hidupnya.

Halaah…pengertiannya muter-muter ya? Hihi… tapi bisa diambil intinya bukan? Wis, pokoke Resolusi adalah tekad untuk melakukan tindakan yang penting untuk dilakukan. Resolusi Tahun baru, berarti tekad untuk melakukan satu / beberapa tindakan di tahun yang akan datang, yang lebih baik dari tahun ini.

Hm, apa ya #resolusiku2017 nanti? Continue reading “3 Resolusi yang ingin kuwujudkan di 2017”

Small World Ketenger, obyek wisata baru di Baturraden

judul_post2

Setelah puas menikmati Lokawisata Baturraden pada kunjungan kami tanggal 20 Nopember 2016 yang lalu, kami pun bergegas menuju obyek kunjungan lain yaitu Small World Ketenger. Continue reading “Small World Ketenger, obyek wisata baru di Baturraden”

Punai…oh Punai…

“Harapkan burung terbang tinggi PUNAI di tangan dilepaskan”

Ada yang pernah dengar peribahasa itu ? Tahu artinya?

Peribahasa itulah yang langsung teringat olehku ketika mendengar kata PUNAI.  Sebuah peribahasa yang mempunyai arti : melepaskan sesuatu yang kecil yang sudah didapat, untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar yang belum tentu didapat.

Nah, kenapa pula kata PUNAI tiba-tiba hadir dalam percakapan kami yang membuatku teringat peribahasa itu?

Ceritanya, beberapa waktu yang lalu saat sedang di Ibu Kota, kami diundang makan malam di sebuah resto yang salah satu menu-unggulannya adalah BURUNG PUNAI goreng.

Terus terang itu kali pertama aku merasakannya, dan memang enak, empuk dan gurih. Rasanya lebih enak daripada Burung Dara atau Burung Puyuh, dua menu burung goreng yang pernah kurasakan sebelumnya.

Lalu aku penasaran, seperti apa sih si Burung Punai itu? Beberapa teman mengatakan bahwa itu adalah burung yang seperti Burung Puyuh. Hm, apa iya? Aku masih penasaran, yang mengantarkanku pada kegiatan mencari tahu tentang Si Burung Punai itu. Continue reading “Punai…oh Punai…”

Berkunjung ke Lokawisata Baturraden yang semakin cantik

judul_post

Akhir pekan lalu, aku berkesempatan mengikuti acara piknik keluarga yang diadakan Dharma Wanita kantor kami.  Rencana awal ke Pulau Panjang Jepara, namun karena satu dan lain hal, harus terjadi perubahan tempat tujuan. Setelah beberapa alternatif diajukan untuk dipilih, ternyata pilihan terbanyak adalah ke Baturraden.

Hm, aku pribadi sempat merasa kecewa karena perubahan tujuan dari Jepara ke Baturraden itu. Ya, karena aku sudah beberapa kali ke Baturraden, sedangkan ke Jepara samasekali belum pernah 🙁

Tapi, kupikir lagi, Lokawisata Baturraden itu sudah cukup lama tak kukunjungi, lebih dari 5 tahun. Terakhir tahun lalu memang ke Baturraden, tapi ke hutan wisatanya. Naah, mungkin saja suasana lokawisata itu sudah berubah, bukan?
Continue reading “Berkunjung ke Lokawisata Baturraden yang semakin cantik”