Sore wingi aku mbukak-bukak maneh tulisan-tulisan lawas nang blog iki, jebule wis suwe nemen aku ora nulis nganggo basa Jawa.
Lhah, jare karep nguri-uri basa Jawa..lha kok durung bisa ajeg nulis nganggo basa ibuku iki, sanajan mung sewulan pisan..apa maneh kok seminggu pisan pas dina Kamis Jawi kaya sing dingendikaake Pak Gub.. 🙁
Amarga saka iku, dina iki tulisanku nganggo basa Jawa maneh, ah… Nanging arep nulis bab apa ya?
Ah iya, wektu iki aku arep nulis bab Apel lan Sereh wae. Lha..ana sesambungan apa antarane Woh Apel karo tanduran Sereh sing biasa kanggo bumbon iku? Continue reading “Wedang Apel – Sereh”
Hm…tampaknya sekarang kita makin sering ya menerima pertanyaan itu. Kalau dulu yang biasa ditanya akun FB dan URL blog, lalu tambah twitter dan sekarang tak ketinggalan akun IGnya ditanyakan pula.
Meskipun memang hobby cekrak-cekrek sejak dulu, aku belum lama membuat akun instagram. Awalnya membuat IG sebagai tambahan galery penyimpanan fotoku..hihi..
Foto pertama di akun IG @mechtadeera pada 29 Nop 2014
Oya, suka motret dan pinter motret itu beda lhoo… Aku sih suka cekrak-cekrek tapi yo asal jepret saja, gak mikir teknik-teknik apapun itu..hehe.. Pokoke, senang bisa mendokumentasikan sesuatu, entah itu suatu kegiatan ataupun sekedar rekaman atas hal-hal -yang menurutku- unik dan ingin kukenang.
Seperti kusebutkan tadi, pada awalnya aku memang kurang berminat main IG, lalu suatu waktu berkesempatan ngangsu kawruh dalam sebuah pertemuan dengan teman-teman blogger, yang antara lain menyimpulkan bahwa media sosial pun dapat kita berdayakan untuk menunjang kinerja blog kita.. (aiih..kinerja..bahasa tinggi nih..hehe..)
Nah, setelah itu mulailah timbul minatku untuk memberdayakan media sosial yang kupunya, dan juga membuat akun IG untuk melengkapinya. Continue reading “Aku dan Instagramku”
Komen di atas adalah salah satu komen yang masuk pada tulisanku tentang NGUBIN, yang rupanya merupakan istilah yang belum banyak dikenal oleh sebagian besar pembaca.
Dan khusus komen ini menarik bagiku karena merupakan satu-satunya komen yang menyoroti kehadiran aparat TNI di kegiatan tersebut.. Mungkin ada pula teman-teman lain yang bertanya-tanya ya..kok ada TNI di kegiatan petani?
Nah, menjawab pertanyaan itulah tulisan ini kubuat. Ya, kehadiran aparat TNI -dalam hal ini adalah Babinsa- dalam kegiatan panen padi itu merupakan salah satu bentuk pendampingan TNI dalam kegiatan UPSUS Swapang Pajale.
“Maaf bu, ini dari radio bsp…mau menawarkan untuk komunitas blogger bisa ikutan on air bsok malam selasa jam 7…apakah bisa bu….untuk program acara nya trensetter…”
“Ya, Bu.. Hari ini ada di Kecamatan Utara dan Timur, Bu”
“Ok.. Aku ikut yang ke Timur saja kalau begitu…”
…
Percakapan pagi itu terjadi antara aku dan koordinator penyuluh, sesaat setelah aku sampai di ruang kerjaku beberapa hari lalu. Memang sebelumnya aku pernah berpesan pada teman-teman penyuluh untuk bisa mengikuti kegiatan di lapangan agar aku semakin memahami seluk beluk tugas baruku. Nah, salah satu kegiatan di lapangan pada musim panen ini adalah NGUBIN.
Sudah lama aku suka menikmati karya-karya foto yang indah. Bukan hanya foto-foto pemandangan atau yang bersifat alami semacam bunga ataupun binatang-binatang unik ataupun indah..tapi juga foto benda-benda sederhana yang sering kita temui di sekitar kita, bahkan hasil masakan pun bisa tampil cantik menarik dalam foto dan bikin ngeces..hehe.. Apalagi setelah punya instagram… Wah, aneka foto indah bertebaran di lini masaku, menerbitkan keinginan untuk bisa menghasilkan foto-foto indah juga…
Apa yang kulakukan kemudian?
Banyak motret tentunya.. Kan ada pepatah practice makes perfect.. Nah, jadi akupun berusaha belajar dengan lebih sering memotret aneka hal di sekitarku, termasuk kuliner yang kutemui atau kucoba. Sampai-sampai seorang teman berkomentar, keburu dingin makanannya ntar kalau kelamaan potret-potret dulu..hihi.. Continue reading “Yuk, jepret Kuliner Nusantara dengan smartphonemu”
Setelah melewatkan sepenggal pagi di Kaliurang, kami pun akhirnya menikmati Lava Tour Merapi dengan cara offroad menggunakan 5 kendaraan dari ‘Tlogo Putri Jeep Tour’ yang sudah kami pesan sebelumnya.
Masing-masing Jeep Willys dalam rombongan ini berisi 4 orang penumpang dan dikendarai oleh supir yang handal dan sudah hafal dengan medan di jalur lereng Merapi, sehingga meskipun jalur yang kami lewati begitu asoy geboy , kami tetap merasa aman melaluinya.
Oya, kami mengambil Paket Medium, yang berdurasi sekitar 2,5 – 3 jam. Adapun rute yang kami lewati kemarin adalah : Kaliurang ( penjemputan di penginapan ) – Museum Mini – Batu Alien – Bunker & Puncak Kaliadem – Kampung Mbah Maridjan – Trek Basah Kalikuning – Kaliurang (Villa Hanna).
Sepuluh hari tak sempat apdet tulisan di blog ini, ada yang kangen gak yaaa?? *laludiguyurbiarsadar.. 🙂
Nah, sebagai ‘pemanasan’ nulis lagi, kali ini mau cerita tentang kegiatan kami pada suatu pagi di Kaliurang, beberapa minggu lalu.. Iya..late post banget deh..hihi… Continue reading “Suatu pagi di Kaliurang”
Kulineran di Kota Pekalongan, saat ini semakin banyak pilihannya. Mau mencicipi makanan khas Pekalongan, makanan khas berbagai daerah sampai ke menu ala negara barat, banyak tersedia. Selain pilihan menu yang beragam, jenis tempat makannya pun ada beragam. Mulai warungan, cafe hingga resto banyak tersedia, tinggal pilih saja sesuai selera.. 🙂 Continue reading “Food Market Pekalongan : tempat makan rame-rame”
” Rin, kenapa sih muka lo jutek amat sama si Bunga?”
“Gue sebel sama dia!”
“Iya gue tahu… Muka lo gak bisa bohong… Tapi kenapa? Bukannya kemarin-kemarin kalian sohiban?”
“Gue remidi di MaKul Pak Ali. Nah dia, yang jelas-jelas nyontek ke gue, justru dapat B. Gimana gue gak sebel?”
“Wah, pasti persis banget tuh jawaban kalian… Pak Ali kan sudah bilang kalau ada jawaban sama persis, salah satu pasti dapat nilai D, terlepas dari betul tidaknya jawaban itu…”
“Nah itu dia… Gue sudah bilang ke Bunga, boleh nyontek jawaban gue, tapi tulis lagi pakai kata-kata sendiri. Eh, rupanya dia nyontek plek-ketiplek sama persis, apesnya lagi lha kok punya gue yang dapat D. Huuh…”