Hujan tak lagi sederas sebelumnya, ketika malam itu di tengah-tengah rapat aku melihat layar HP -yang kupasang mode senyap– berkedip tanda ada pesan / panggilan masuk.
Sekilas kulihat ada pesan masuk dari adikku, namun karena pembahasan rapat masih seru aku tak bisa langsung meresponnya. Beberapa waktu kemudian ketika -akhirnya- rapat selesai dan kami berkemas untuk pulang ke rumah masing-masing, aku bergegas ke luar ruangan sambil membuka pesan dari adikku.
“Posisi di mana, mbak? Nggak apa-apa, to?” begitu selarik kalimat yang malah membuatku penasaran.
Ada apa memangnya? Aku pun segera menelponnya, mengabarkan aku masih di kantor dan tidak ada masalah apa-apa (kecuali bila capai & ngantuk masuk kategori masalah malam itu, hehe.. ) dan sedang berkemas untuk pulang.
“Alhamdulillah…, yo wis, hati-hati pulangnya, nanti cerita di rumah saja,” begitu respon adikku.
“Eh, tapi ibu nggak apa-apa kan?” tanyaku penasaran, namun ia meyakinkanku ibu -yang saat aku berangkat malam itu sedang sendirian di rumah- baik-baik saja. Kemudian aku pun bergegas menuju rumah sambil masih menyimpan rasa penasaran, kalau memang tidak ada apa-apa, kenapa adikku perlu menanyakan posisi & kondisiku lewat sms? Continue reading “Modus lama”
