Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )

Cerita ringan seputar lebaran kami kemarin, tak hanya kisah konyol tentang tahu pahit itu lho… Ada banyak kisah-kisah kebersamaan yang menyenangkan, satu diantaranya adalah manfaat bersilaturahmi.

Ya, tentunya sudah banyak yang tahu bahwa menjalin / mempererat silaturahmi itu sangat dianjurkan, karena memang banyak manfaat yang diperoleh.  Coba cari di mesin pencarian dengan kata kunci manfaat silaturahmi. Pasti hasilnya berdereeet.. 🙂

Salah satu hasil yang kami dapatkan dengan bersilaturahmi melalui pertemuan keluarga pada Lebaran kemarin itu adalah makin eratnya jalinan persaudaraan antar anggota keluarga besar. Dari dua orang kakak beradik yaitu ibuku dan Oomku, telah berkembang menjadi 10 keluarga dengan rata-rata 1-2 anak per keluarga sehingga jumlah anggota keluarga Bani Kasijo saat ini 39 orang (anggota termuda lahir H-3 Lebaran), yang tersebar di beberapa kota.

Di Tegal1
Kumpul Bani Kasijo 2014 di Tegal. Kurang dari separuh yg hadir tapi tetep gayeng…

Continue reading “Hasil silaturahmi ( Masih cerita ringan seputar lebaran )”

Sandangan kuwalik arep entuk rejeki (?)

” Nganggo sandangan kuwalik iku arep entuk rejeki”

Kanca-kanca, mestine akeh sing wis nate krungu ujaran lawas iku… Nanging, sapa sing wis nate mbukteake?

Ana sing tau nganggo sandangan (klambi / rok / kathok) kuwalik nanging ora krasa, lan nembe nglegewa sakwise sauntara wektu?

Sempat-sempate dipotret..hehe...
Kuwalik njaba njerone…

Hehe.., aku yo tau lho…  Nembe wingi-wingi wae, durung pati suwe, dadi yo isih jelas kelingan piye rasane nang ati : Mak tratab… gugup…isin…lsp. Continue reading “Sandangan kuwalik arep entuk rejeki (?)”

Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.

“..Masih syawalan saja, Bu!…”

Itu sekelumit tanya yg muncul di komen post sebelum ini, yang lumayan mak jlebb! bagiku..hehe…

Betul juga… Meriahnya acara syawalan sudah lewat relatif lama, namun masih saja tulisan tentang itu yang nangkring di halaman muka berandaku alias belum ada tulisan baru.. Pengen nulis macem-macem sih udah dari kemarin-kemarin..tapi kok ya adaa… saja kendalanya #ngeles

OK deh… Biar blog ini nggak sawangen alias dipenuhi sarang laba-laba gara-gara tak terjamah oleh si empunya, maka di awal weekend ini langsung tancap deh bikin tulisan.

Sebagai pemanasan, nulis yang ringan-ringan saja dulu.. *padahal biasanya juga tulisannya ringaaan terus teu aya nu berbobot! haha…*

Ini cerita-cerita ringan di keluarga kami pada Lebaran kemarin itu lho…

Lebaran 2014 ini -seperti tahun sebelumnya- kami awali di ‘markas besar’ yaitu rumah keluarga yang di Semarang, padahal rencana awal kami akan berlebaran di Pekalongan sebelum ke makam Bapak & Simbah di Semarang lalu silaturahmi ke Tegal.

Rencana tinggal rencana. Pada saat-saat akhir Romadhon, tiba-tiba ibu ngersake  sholat Ied di Semarang saja, dilanjut nyekar-nyekar  di sana lalu pulang ke Pekalongan & istirahat sehari sebelum pergi silaturahmi ke rumah Oom di Tegal dilanjut ke rumah kakak di Jogja.

Waah… perubahan rencana di saat akhir itu membuatku agak pontang-panting mencari tiket ke Semarang dan ke Jogja. Alhamdulillah… akhirnya masih kebagian 1 tiket ke Semarang & 2 tiket ke Jogja… Jadilah memenuhi keinginan ibu berlebaran di Semarang (lagi).

Lhoo.. judulnya kok Tahu? Apa hubungannya dengan tiket?

Haha… gak ada hubungannya sama sekali! Cerita nyari tiket di H-3 itu cerita pertama…nah, tentang TAHU itu cerita kedua…

Ada hubungan apa antara TAHU dengan Lebaran? Ceritanya begini teman… Continue reading “Balada TAHU : Cerita (ringan) saat Lebaran kemarin.”

Syawalan di Kota Pekalongan

Suara petasan sudah terdengar sejak pagi.. Baik yang dibunyikan dari sekitar rumah kami maupun suara petasan besar yang seperti suara meriam itu… terdengar menggelegar dari arah atas rumah kami.

Arah atas? Ya betul… dari langit tepatnya.. karena langit di atas Kota Pekalongan pagi tadi disesaki noktah-noktah hitam..yang melayang-layang sebelum satu persatu meletus dengan bunyi yang cukup menggetarkan hati.

Ya.. noktah-noktah hitam di langit kota kami seharian tadi sebenarnya adalah balon-balon besar yang sengaja dibuat dan diterbangkan oleh sebagian (besar) warga untuk merayakan Syawalan , yang jatuh pada hari ini : hari ke-8 di bulan Syawal.

Balon raksasa
Kesibukan warga menyiapkan Balon Raksasa

Continue reading “Syawalan di Kota Pekalongan”

Subuhan di Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal seringkali menjadi tempat jujugan bagi para pendatang di Ibu Kota. Seperti halnya yang kami lakukan menjelang subuh 10 Juli 2014 kemarin, ketika kami sampai di Stasiun Gambir pada pukul 03.30 dan mendapati bahwa lingkungan stasiun menjelang subuh itu kurang kondusif untuk bersantap sahur & menunggu subuh. Maka kami pun memutuskan menuju Masjid Istiqlal. Alhamdulillah, di masjid agung dengan interior nan cantik itu, kami bisa sholat berjamaah disambung dengan mendengarkan kultum subuh dari imam masjid sesudah sholat. Siraman rohani pembuka hari… 🙂

Jamaah subuh mendengarkan kultum dari imam Masjid Istiqlal

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

LOGO

 

Produktif lagi

Teman, masih ingatkah ceritaku tentang pohon kenangan masa kecil?

Ya, pohon Nangka yang ada di rumah masa kecil kami di Tegalsari Semarang, adalah salah satu pohon penuh kenangan di keluarga kami.

Entah berapa umur pohon ini. pada th 1976 ia telah ada,  menyambut kedatangan kami di rumah itu dari kota kelahiran di kaki Merbabu.  Seingatku saat itu pohonnya sudah besar dan buahnya pun sudah banyak bergelantungan.

Ia pun menjadi saksi kenakalan kami yang sering menyepelekan kekhawatiran orang-tua yang mendorong mereka untuk melarang kami memanjat pohon itu, namun menikmati sore sambil ngobrol di dahan-dahannya yg kokoh sangatlah mengasyikkan sehingga seringkali kami nekad melakukannya.

Phn Nangka Tglsari

mangga.., dilanjut…

Antara aku dan Indonesia

Indonesia tanah air Beta

pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala

tetap dipuja-puja bangsa

Reff :

Di sana tempat lahir Beta

dibuai dibesarkan Bunda

Tempat berlindung di hari tua

tempat akhir menutup mata

Sungguh Indah tanah air Beta

tiada bandingnya di dunia

Karya indah Tuhan Maha Kuasa

bagi bangsa yang menujanya

Reff :

Indonesia Ibu Pertiwi

Kau kupuja Kau kukasihi

Tenagaku bahkan pun jiwaku

Kepadamu rela kuberi

Continue reading “Antara aku dan Indonesia”

Burung2 cantik dari Dunia Ely

Masih ingat tulisanku yg ini?

Ya, tulisan itu kubuat karena sedang mengincar salah 1 kartu pos bertema Jerman yg mbak ELY  tawarkan kala itu.

Dan, lebih sebulan kemudian…, datanglah sebuah kartu pos bergambar burung-burung cantik dari Jerman …

 Kartu pos dari Dunia Ely

Kartu pos dari Dunia Ely

Namanya burung Kraniche , dan ketika tahu aku terpesona dg burung-burung putih itu, mbak Ely sempat mencarikan video tarian burung-burung cantik itu di youtube.  Ini dia tautannya :

Bagaimana pendapatmu, teman? Cantik yaa….

Mbak Ely, suwun kagem kartune sing apik + pesan basa jawane yaa… *peluuuk… 🙂

Selangkah lagi…

Waktu, ternyata memang cepat berlalu.

Ketika akhir Februari lalu mendapat kesempatan untuk menimba ilmu yang dijadwalkan sekitar 4 bulanan, sempat merasa awang-awangen.  Lama amaat… mana diklatnya model baru lagi, jangan-jangan lebih berat, jangan-jangan lebih susah, jangan-jangan… ah, ada begitu banyak tanya dan prasangka akibat adanya kegamangan di hati.

Tapi ternyata, alhamdulillah semua bisa kujalani dengan -relatif- baik & lancar. Satu demi satu tugas dijalankan (meski harus wira-wiri), satu demi satu tahapan dilewati (termasuk OL di Sidoarjo) dan akhirnya selangkah lagi akan sampailah kami di penghujung waktu diklat.

Setelah 2 bulan berada lagi di kantor untuk menjalankan proyek perubahan yang telah direncanakan, sejak pertengahan minggu ini hingga pertengahan minggu depan aku harus kembali ke diklat lagi untuk melaksanakan ‘seminar’ akhir sebelum penutupan diklat tanggal 25 Juni nanti.

Laporan2 (1)

Laporan akhir sudah siap dipertanggung-jawabkan. Puji syukur alhamdulillah atas kemudahan & kelancaran yang diberikan oleh-NYA dalam pelaksanaan kegiatan hingga penyusunan laporan akhir ini, terima kasih untuk semua pembimbing, rekan-rekan kerja dan tentunya keluarga, atas dukungan yang meringankan serta doa yang menguatkan.

Semoga, hasilnya sesuai dengan harapan… Aamiin…

Mohon doanya, teman…  🙂