Ada apa sih dengan kebaya merah? Itulah sekelumit tanya di benakku ketika baru aktif lagi di sosmed setelah sekitar 2 minggu kemarin fokus di perjalanan ibadah kami. Nah ketika buka WAG 1 week 1 post Gandjel Rel, terbacalah tema periode ke-7 tentang Kebaya Merah dan aku sempat nge-blank tentang tema itu.
Lalu setelah baca-baca chat teman lain dan cari-cari info di google, ternyata eh ternyata beberapa waktu lalu sempat jadi trending topic tentang hal itu yang mengarah ke tontonan berkategori asusila.. Duuh.. Continue reading “Ada Apa Dengan Kebaya Merah?”
Hai Sahabat Lalang Ungu, salam sehat dan bahagia yaa.. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga kabar baik semuanya. Eh, atau ada yang sedang bad mood alias suasana hatinya sedang tidak baik?
Yah, memang hari tak selalu indah. Begitu pun suasana hati kita, tak selalu cerah ceria, bukan? Ada kalanya kita ada di suasana hati yang suntuk, maunya ngomel-ngomel nggak jelas dan apapun di sekitar kita tampak / terasa salah hingga menjengkelkan rasanya.
Apakah aku pernah bad mood?
Tentu saja! Namanya juga manusia biasa, jadi tak luput dari kondisi yang satu itu. Eh, apalagi aku rada-rada moody alias suasana hatiku mudah berubah. Jadi yaaa…merasakan bad mood nggak hanya satu-dua kali saja, hehe..
Minggu pagi 2 Oktober 2022 kurasakan berbeda dari biasanya. Berawal dari adikku yang menyatakan keheranannya membaca berita tragedi sepak bola di Malang yang menyebabkan lebih dari 100 orang kehilangan nyawa, kami pun kemudian berusaha mencari info lebih jelas.
Sabtu malam sebelumnya kami memang tidak menyimak berita di TV ataupun media online, sehingga baru minggu pagi kami mendengar berita duka tersebut. Makin banyak mengetahui berita itu, makin sedih rasanya. Jumlah korban terus bertambah, dan cerita-cerita sedih pun makin banyak diunggah.
Berita kerusuhan terkait pertandingan sepak bola, sudah bukan hal yang aneh di negeri ini. Terlalu sering kita dengar atau pun baca tentang hal ini, entah itu di pertandingan kelas kampung hingga kelas bergengsi. Terlalu sering hingga memalukan rasanya.
Mens sana in corpore sano. Sahabat Lalang Ungu masih ingat kalimat ini? Iya..kalimat yang kalau tak salah ingat kukenal sejak jaman SD dulu. Kalimat dalam bahasa latin yang kurang lebih artinya ‘jiwa yang sehat ada di dalam tubuh yang sehat’.
Ada pula yang mengartikannya sebagai ‘pikiran yang sehat ada dalam tubuh yang sehat’. Menurutku sih sama saja ya..kan pikiran yang sehat bersumber dari jiwa yang sehat? Dan keduanya itu hanya bisa ada di dalam tubuh yang sehat, bukan?
Eh..ngapain sih bahas tentang kalimat jadul yang masih relevan hingga kini dan masa yang akan datang ini?
Hehe..sebenarnya sih cuma mau cerita bahwa aku lagi dalam mood untuk kembali berolah-raga setelah sekian lama jadi anggota sekte rebahan saja 🤣
Tumben? Ada angin apa nih buuk? Mentang-mentang kemarin baru ikut upacara Haornas alias Hari Olahraga Nasional?
Hehe..nggak juga sih.. Oya, teman-teman tahu nggak kapan Haornas itu? Yups, betul banget.. Hari Olahraga Nasional diperingati tiap tanggal 9 September. Dan tema Haornas 2022 adalah “Bersama Cetak Juara” sesuai dengan tujuan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bahwa mencetak juara tidak bisa dilakukan satu pihak saja.
Tujuh belas Agustus tinggal beberapa hari lagi, dan seperti tahun-tahun sebelumnya, kemeriahan menyambut HUT RI ke 77 sudah sangat terasa. Jauh lebih terasa greget-nya dibanding 2 tahun sebelumnya, karena tahun ini kita lebih ‘bebas’ merayakannya meski Covid19 belum juga berlalu.
Begitu pula di kantor kami, tahun ini baru dimulai lagi diadakan lomba-lomba 17-an setelah 2 tahun sebelumnya sepi tanpa acara bersama seluruh pegawai. Berikut kuceritakan kemeriahan lomba menyambut HUT RI ke 77 di lingkungan kantor kami.
“Alhamdulillah..maturnuwun nggih, bapak-ibu.. Pas banget ini mau masak untuk makan siang, alhamdulillah menu untuk pengungsi beberapa hari ke depan bisa lebih bervariasi…”
Sahabat Lalang Ungu, ucapan terima kasih disertai pandang mata berbinar dan senyum merekah dari ibu-ibu relawan Dapur Umum saat menerima sedikit bantuan yang kami sampaikan kemarin, sungguh membuat hati tergetar. Hasil kebun kami yang tak seberapa, insya Allah bermanfaat..
Oya, tulisan berikut ini bukan bermaksud riya’ ya teman-teman…sekedar berbagi cerita bahwa kita bisa berbagi dengan beragam cara..syukur-syukur ada yg terinspirasi, hehe..
Hujan lagi..banjir lagi..
Beberapa hari belakangan ini, hujan turun dengan intensitas cukup tinggi, memperparah kondisi rob yang terjadi di sebagian wilayah, sehingga beberapa daerah pemukiman di kota kami terendam air.
Saat tulisan ini dibuat, 3 Kelurahan di Kota Pekalongan yang sebagian wilayahnya masih terendam air / banjir adalah Clumprit Kel Degayu (Pekalongan Utara), Pasirsari Kel PasirKratonKramat (Pekalongan Barat) dan daerah Gebang Kel Gamer (Pekalongan Timur).
Kondisi sebagian wilayah yang terdampak banjir (Foto by Karmani & Lazim)
Hai Sahabat Lalang Ungu, jumpa lagi kita ya… Kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mengikuti webinar yang mengangkat tema “Refleksi Pendidikan Indonesia: Di antara PJJ dan PTM” beberapa waktu lalu. Webinar melalui zoom meeting yang berlangsung pada Sabtu 5 Juni 2021 lalu diselenggarakan oleh PT Faber -Castell dengan narasumber pemerhati pendidikan Ibu Saufi Sauniawati dan Bapak Christian Herawan (Product Manajer PT Faber-Castell Insternational Indonesia) dan dimoderatori oleh Bapak Andri Kurniawan (PR Manajer PT Faber-Castell International Indonesia).
Bu Saufi dalam Webinar Refleksi Pendidikan Indonesia : Di antara PTM : PJJ
Wah, acaranya sungguh menarik lho.. Diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari praktisi pendidikan, media dan juga blogger. Diawali dengan penayangan petikan pidato dari Bapak Nadiem Makarim Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan poin penting antara lain telah diperbolehkannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak Januari 2021 tentunya bagi sekolah-sekolah yang memungkinkan untuk itu dan tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan.
Ada banyak tanggapan baik pro maupun kontra atas kebijakan pemerintah ini, dan memang ada poin lain dari kebijakan tersebut yang intinya orang tua dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan PTM terbatas atau tetap Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sepertinya rata-rata orang tua masih memilih untuk PJJ bagi anak, meskipun ada banyak kendala. Wah, acara kemarin banyak buibu yang curhat niih..hehe.. Tapi bagus juga, peserta lain yang punya masalah sama jadi bisa mengetahui solusinya dari pembahasan yang diberikan dengan runtut dan detil oleh Bu Saufi. Jempool deh untuk beliau yang selain pemerhati pendidikan juga mengalami sendiri suka dukanya mendampingi anak-anak PJJ. Jadi nyambung banget deh pembahasan antara narasumber dan peserta ini saat membahas kendala-kendala dalam PJJ atau KBM DARING.
Sahabat Lalang Ungu, masih ingatkah saat pertama kali mendapatkan menstruasi? Pada umur berapa dan bagaimana perasaannya saat itu? Apakah sebelumnya sahabat sudah mengetahui tentang seluk beluk menstruasi dan perawatan tubuh saat mengalaminya?
Ah, maafkan… Baru ketemu sudah kasih pertanyaan yang banyak ya? hehe… Iya nih, aku jadi penasaran tentang hal ini setelah beberapa hari lalu berkesempatan mengikuti webinar Sehat dan Bersih Saat Menstruasi. Dari webinar itu aku semakin tahu mengenai banyak hal terkait menstruasi termasuk pentingnya komunikasi antara ibu dan anak tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi.
Oya, kalau aku sendiri sih mendapatkan menstruasi pertama saat kelas 1 SMP awal, agak kaget ketika pertama kali mendapati bercak darah saat ke toilet, meskipun kemudian berusaha menenangkan diri bahwa itu bukan penyakit karena sebelumnya ibu dan kakak-kakak perempuanku sudah menjelaskan mengenai menstruasi kepadaku. Lucunya, saat pertama itu kuingat baik sampai saat ini karena kebetulan sejak beberapa hari sebelumnya latihan lagu “Ambilkan Bulan” untuk acara di sekolah. Haha….sebenarnya nggak ada hubungannya sih, tapi kok ya kebetulan banget 😀 Nah itu sekelumit pengalamanku saat menarche alias menstruasi pertama. Bagaimana dengan pengalaman teman-teman?
Sahabat, di tulisan kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mengikuti webinar Sehat & Bersih Saat Menstruasi dan beberapa materi penting yang kudapatkan dari webinar ini.
“Ini lho mba, pisang yang dibeli kemarin. Masih sisa beberapa tapi sudah kelewat mateng begini..dibuang saja ya?”
“Eh jangan dibuang.. Itu masih bisa dimakan, sayang kan..”
“Kulitnya sudah mulai menghitam dan dagingnya lembek lho mbaa.. Gimana makannya, megangnya saja susah?”
“Kita olah saja yuuk..”
***
Hai Sahabat Lalang Ungu..apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan berbahagia yaa.. Pernahkah teman-teman mengalami hal seperti kutipan percakapan di atas? Punya pisang yang penampilannya sudah tidak bagus lagi karena terlalu matang, tapi merasa sayang untuk membuangnya karena memang masih bisa dimakan?
Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu. Setelah sejak awal Januari 2021 lalu telah dimulai vaksinasi Covid-19 pada tenaga kesehatan dan mereka yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan, saat ini program pemberian vaksin Covid-19 oleh Pemerintah sudah sampai pada tahap berikutnya yaitu dengan sasaran prioritas petugas pelayanan publik dan kelompok usia lanjut (>= 60th).
Alhamdulillah, sebagai salah satu petugas pelayanan publik di kota kecil kami, beberapa waktu lalu aku dan teman-teman sekantor mendapat jadwal untuk menerima vaksin Covid-19 tersebut, dan pengalaman itulah yang akan kuceritakan pada tulisanku kali ini.
Oya, apakah teman-teman sudah tahu siapa saja yang masuk dalam kelompok sasaran prioritas vaksinasi Covid-19? Jika belum, yuk kita simak dulu kutipan info berikut ini :
Siapa Saja yang Menjadi Kelompok Prioritas Vaksinasi Covid-19?