Lalang Ungu. Hai kawan, apa kabar? Tetap sehat dan bahagia, bukan? Ya, semoga tetap bahagia meskipun ada kalanya kita gundah gulana. Itulah saatnya kita butuh sahabat, salah satu anugerah hidup termasuk di dunia perempuan. Buatku, sahabat tak hanya tempat curhat namun juga pemberi dukungan. Yuuk, kenalan dengan sahabat baruku…
Sahabat tidak selalu harus sesama perempuan bahkan tidak harus dari sesama manusia, lho… Untuk mendapatkan solusi pemecahan masalah, dukungan tersebut bisa berbentuk informasi yang mudah diakses. Nah…portal online khusus perempuan bisa menjadi salah satu sahabat terpercaya kita. Salah satunya adalah sahabat baruku : Glitzmedia.co
Glitzmedia.co portal online khusus perempuan
Terus terang, aku termasuk terlambat berkenalan dengan sahabat baruku ini. Portal perempuan Indonesia ini sebenarnya sudah ada sejak April 2015 lho…jadi sudah 3 tahun ini ya..kemana saja diriku hingga luput mengenalnya? 🤔 Tapi tak apa…tak ada kata terlambat. Aku bersyukur akhirnya bisa berkenalan dengannya, dan semakin mengenalnya semakin kusuka…jadi kuputuskan untuk membagikan rasa suka ini melalui tulisan, siapa tahu menjadi jalan bagi teman-teman lain untuk mengenal dan menjadikannya sahabat juga.
Apa yang kusuka darinya?
Hm, informasi yang dibutuhkan perempuan itu kan buanyaaaak ya… Nah, yang terutama membuatku suka adalah karena beragam informasi dunia perempuan bisa dengan mudah kutemukan di sana. Ada kanal-kanal yang memberi banyak pilihan untuk kita, a.l Glitzjournal, Popular News, Editor’s Pick of The Week, Featured, Video, bahkan ada Glitzodiac lho! 😊
Psst, kuberi tahu ya..aku baru saja asyik membaca tentang Elisabeth Cinthia Siayanti, seorang perempuan yang menjalani mimpi masa mudanya di usia senja. Ya, beliau yang sudah berusia 61 tahun sangat menginspirasiku dengan pilihannya untuk menekuni hobi memotretnya dan mengeksplor banyak daerah meskipun di usia senja beliau. Tidak ada kata terlambat, adalah pelajaran penting yang kudapat dari salah satu artikel di Glitzjournal ini.
Masih banyak lagi info penting bagi perempuan misalnya dalam menjalani karir, merawat tubuh dan kecantikan, merawat rumah dan perabotannya…tak ketinggalan info-info hiburan baik film maupun musik! Ahay…komplit lah…
Kanal baru di Glitzmedia.co
Eh, ada lagi persembahan baru media portal ini yaitu kanal Cherry Pick, yang akan memberi kesempatan bagi kita untuk memiliki berbagai produk penunjang gaya hidup sekaligus mencoba rasanya jadi professional reviewer.. Penasaran? Gabung saja buruan, ada hadiah istimewa untuk 500 pendaftar pertama!
Lalang Ungu. Hai, salam jumpa lagi sahabat… Saat ini kita sudah di Bulan Sya’ban ya, Ramadhan tinggal menghitung hari lagi… Oya, di akhir pekan terakhir bulan April ini aku mudik ke Semarang, untuk berkumpul bersama keluarga dan melaksanakan tradisi menjelang Ramadhan di keluarga kami.
Ruwahan, nyadran dan padusan adalah beberapa tradisi ataupun kebiasaan masyarakat Jawa dalam menyambut bulan Ramadhan, selain tentunya persiapan fisik dan mental bagi masing-masing kami. Beberapa waktu lalu sudah pernah kutuliskan tentang nyadran dan padusan ya, nah kali ini akan kutuliskan mengenai pembuatan Kue Apem dan Kue Pasung untuk hantaran / bancakan Ruwahan.
Lalang Ungu. Melepas rindu ke Petungkriyono, akhirnya bisa kulaksanakan juga pada akhir Maret 2018 lalu. Oya, bagi kalian yang belum tahu, Petungkriyono adalah nama sebuah kecamatan di Kabupaten Pekalongan bagian Selatan, dengan luas wilayah 73,59 km2 dan terletak di daerah pegunungan ( rata-rata ketinggian 1.294 dpl ). Nah, daerah ini istimewa karena keindahan alam pegunungannya. Ada aliran sungai-sungai dan curug-curug nan indah, puncak gunung yang menantang, spesies endemik flora-fauna nya, juga karena ditemukannya sisa-sisa peradaban masa lampau di daerah ini.
Alhamdulillah, aku telah dua kali berkunjung ke sana untuk menyaksikan secara langsung sebagian keindahannya. Yang pertama di Bulan Mei 2015 dengan kunjungan yang tak terlupakan ke Curug Muncar dan berikutnya di akhir Tahun 2016 saat Wisata Bersama Blogger Pekalongan. Nah, kedua perjalanan itu membekaskan kenangan yang indah dan kerinduan untuk kembali menikmati sejuknya hawa pegunungan dan keindahan alam Petungkriyono. Kali ini ku akan bercerita tentang kunjungan ke-3 ke Petungkriyon beberapa waktu lalu.
Lalang Ungu. Hai teman, apa kabar? Tampaknya, peralihan musim dari penghujan ke kemarau sudah mulai berlangsung ya.. Cuaca sering labil, pagi cerah ceria…eh tiba-tiba sore mendung dan hujan, atau sebaliknya. Tak apa, kita nikmati saja ya.. karena memang sudah saatnya musim berganti. Pergantian musim tetap harus kita sambut dengan bahagia, seperti juga pergantian hari.
Ya, pergantian hari memang seringkali membawa keindahan tersendiri, sehingga tak heran bila banyak orang yang sangat menikmati momen pergantian hari, baik sunrise maupun sunset. Begitupun denganku. Aku sangat suka dengan kedua momen ini, dan seringkali berharap bisa lebih sering mendapatkan kemewahan dapat menikmati dan mengabadikan momen-momen pergantian hari itu. Nah, kali ini aku akan berbagi kenangan akan momen pergantian siang menuju malam : SENJA di 3 pantai.
Lalang Ungu. Hai teman, apa kabar? Semoga sehat selalu dan aktivitas lancar ya.., baik itu aktivitas di dalam rumah maupun di luar rumah. Oya, bagi yang harus berkendara di luar rumah, pastikan kondisi kendaraan baik dan surat-surat lengkap. STNK, SIM jangan sampai lupa…, entah itu lupa di bawa atau lupa diperpanjang masa berlakunya. Bisa-bisa harus berurusan dengan polisi, kan repooot…
Eh,ngomong-ngomong tentang repot, jadi ingat perbincangan dengan beberapa teman dan banyak yang mengandalkan urusan perpanjangan surat-surat pentingnya kepada orang lain dengan alasan males ngurus sendiri karena sering lama dan merepotkan. Ah, apa iya? Perpanjangan SIM misalnya, apakah betul prosesnya lama dan repot kalau ngurus sendiri? Nah, kali ini aku akan menuliskan pengalamanku mengurus sendiri perpanjangan SIM di Polresta Pekalongan.
Lalang Ungu. Selamat pagi, sahabat… Akhir pekan sudah datang lagi. Mau jalan kemana nih? Bagaimana kalau ke Jogja? Daerah Istimewa Yogjakarta memang terkenal akan budaya dan seninya yang selalu terjaga. Berjalan-jalan atau menikmati tempat wisata di Yogyakarta seakan mengajak kita untuk selalu mencintai budaya kita sendiri. Jika selama ini kamu ke Jogja dan hanya datang ke Malioboro atau tempat-tempat populer saja, maka tak ada salahnya jika kamu mencoba untuk berkunjung sekaligus belajar seni di Museum Nasional Jogja.
Museum Nasional Jogja sendiri adalah sebuah museum seni yang memamerkan seni kontemporer dari berbagai seniman-seniman lokal yang berada di bawah Yayasan Yogyakarta Seni Nusantara. Seperti yang kita sudah tau, Jogja memang menyimpan berbagai ragam budaya jawa dengan nuansa yang kental di setiap sudutnya. Dengan mengunjungi Museum Nasional Jogja, kamu bisa belajar tentang seni kontemporer langsung di sana. Banyak sekali karya terkenal yang bisa kamu lihat di sana, beberapa di antaranya adalah karya dari Ugo Untoro, S. Teddy D, Agus Suwage, dan seniman lain. Continue reading “Belajar Seni Semakin Menyenangkan Di Museum Nasional Jogja”
Lalang Ungu. Selamat pagi, teman… Alhamdulillah, Minggu pagi ini cerah, setelah seharian kemarin hujan membasahi bumi Pekalongan dan sekitarnya. Yah, memang cuaca masih tak tentu beberapa hari ini. Tapi, tetap tak boleh terlalu mempengaruhi suasana hati kita, bukan? Semoga tetap bahagia ya teman-teman.. 😀
Oya, pekan kemarin rupanya adalah salah satu pekan heboh di kantor kami. Beberapa kegiatan yang insidentil menyeruak di antara rutinitas yang biasa, semua membutuhkan energi dan konsentrasi lebih..sehingga akhir pekan ini aku memang berniat di rumah saja memulihkan energi, hehe.. Nah, sambil beristirahat, kutuliskan tentang kunjungan singkat kami ke Pantai Depok Indah Pekalongan beberapa waktu lalu ya…
Lalang Ungu. Hai teman…apa kabar? Semoga tetap sehat dan bahagia di minggu ke-2 Bulan Maret ini yaa… Meskipun hujan masih rajin berkunjung dan langit lebih sering mendung, mari kita nikmati saja dengan senyum …
Namun kadangkala suara rintik hujan seolah menjadi backsound yang syahdu saat kutarikan jari-jemariku merangkai kata. Oya, sore berhujan seperti ini juga mengingatkanku pada sebuah sore yang basah beberapa waktu lalu di sekitar Klaten, yang tak mampu mencegah kami untuk mampir ke Umbul Ponggok.
Lalang Ungu. Hai, teman-teman… Jumpa lagi di awal bulan baru ya.. Alhamdulillah kita memasuki bulan ketiga di 2018, insya Allah tetap sehat dan bahagia yaa.. Aamiin…
Nah, kali ini aku mau melanjutkan cerita tentang jalan-jalan kami ke Desa Wisata Samiran Boyolali beberapa waktu lalu bersama rekan-rekan Blogger Deswita dan FK Deswita Jawa Tengah. Setelah sebelumnya merasakan nikmatnya ‘muncak tipis-tipis’ ke Gancik Hill Top dan serunya icip-icip jajanan khas di Pasar Tiban Duit Batok, maka jalan-jalan penutupannya adalah ke destinasi wisata yang bernama Alam Sutra.
Hari telah mulai beranjak siang ketika kami meninggalkan Joglo Pengilon -sekretariat Dewi Sambi di Desa Samiran- menuju lokasi Alam Sutra dengan menggunakan (lagi) ‘pajero’ alias mobil bak terbuka (panas njobo njero). Sebagian peserta telah siap sedia membawa payung (terutama mbak-mbak & buibu-nya..) atau minimal menggunakan topi untuk mengantisipasi panas mentari siang hari. Dan aku memilih menggunakan topi saja agar tidak ribet namun tetap terlindung dari panas..hehe..
Selamat Datang di Alam Sutra Samiran Boyolali
Sesampainya di Dukuh Pojok yang menjadi lokasi Alam Sutra, kami pun kembali dihadapkan pada pilihan antara jalan kaki atau naik ojek. Oya, kalau ngojek di Gancik Rp 10.000/org sekali jalan, maka di sini hanya separuhnya saja. Hm, berarti medannya nggak terlalu ekstrim seperti di Gancik kali, ya? begitu pemikiran kami waktu itu, sehingga kemudian kami pun memutuskan untuk berjalan kaki menuju gardu pandang.
Oya, sama seperti di bukit Gancik, obyek wisata Alam Sutra Boyolali ini juga menawarkan pengalaman soft treking dan pemandangan alam dari gardu-gardu pandang yang sekalian berfungsi sebagai spot pepotoan nan kekinian.. Setelah menetapkan pilihan kami pun mulai mengayunkan langkah menyusuri jalan setapak menuju lokasi gardu pandang Alam Sutra.
Pemandangan di Alam Sutra Samiran Boyolali
Dan ternyata, pilihan kami untuk berjalan kaki tidaklah salah. Sinar matahari -sekitar jam 11 waktu itu- di kawasan Dukuh Pojok Boyolali tidak terlalu menyiksa. Mungkin karena cukup banyak angin nan sejuk di daerah ini sehingga panas mentari tak begitu terasa dan kami pun tetap nyaman melangkah menyusuri trek yang tidak terlalu menanjak.
Pemandangan hamparan kebun sayur nan hijau segar berpadu dengan suasana langit yang cerah di Alam Sutra Boyolali
Dengan berjalan kaki, kami pun semakin leluasa menikmati pemandangan di kanan-kiri jalan setapak yang merupakan lahan pertanian penduduk. Hijaunya hamparan tanaman Wortel, Sawi, daun Adas dan Selada berkolaborasi dengan birunya langit berhiaskan awan seputih kapas sungguh merupakan vitamin mata yang menyehatkan jiwa! 😃
Berinteraksi dengan petani di Alam Sutra Boyolali
Oya, kita dapat pula berinteraksi dengan para petani yang sedang beraktivitas di kebunnya. Ada yang sedang mengolah tanah, menyiangi tanaman ada pula yang sedang panen. Eh, ada pula teman yang nempil membeli selada langsung dari petani di sana lho.. Yang ngobrol dengan petani untuk mengetahui keseharian mereka ada, dan tentunya ada pula yang tak melewatkan kesempatan untuk pepotoan demi konten blog / IG! *nunjukdirisendiri 😆 Semua itu boleh kok.. yang tidak boleh adalah merusak tanaman petani, baik itu sengaja maupun tidak sengaja.. catat ini ya..hehe..
Sekitar 20 menit kemudian kami pun sampai di lokasi gardu pandang Alam Sutera yang ditandai adanya loket pengunjung. Oya HTM di sini murah meriah kok, cukup Rp 5.000 saja per orangnya. Terdapat beberapa gardu pandang yang terbuat dari bambu. Ya, memang sekilas terlihat sederhana dan rapuh, namun jangan takut…, tentunya pengelola sudah memperhitungkan kekuatannya demi keselamatan pengunjung.. hehe
Gardu-gardu pandang di Alam Sutra Samiran Boyolali
Jika dibandingkan dengan kondisi gardu di Gancik Hill Top, memang penampilan gardu pandang di Alam Sutera terkesan lebih sederhana. Namun, jangan khawatir..pemandangan yang dapat kita nikmati dari atas sana sama indahnya kok 😃
Seseruan dengan Blogger Deswita di Alam Sutra Samiran Boyolali (Foto by Gus Wahid)
Pose-pose manis juga laah… (Foto by : Gus Wahid)
Setelah naik ke gardu, menikmati pemandangan sekitar yang menghijau sambil dibelai angin sepoi-sepoi nan sejuk, dan tak lupa berfoto-ria baik sendiri-sendiri atau bersama (ups..kalimat ini seperti iklan apa ya?? 🤔) maka kami pun mulai berkemas meninggalkan lokasi, turun kembali ke tempat parkir. Sekali lagi perjalanan pulang disejukkan dengan pemandangan hijau segar kebun sayur yang kami lewati…
Mengenal jenis-jenis sayuran di Alam Sutra Samiran Boyolali, a.l : Selada, Wortel, Sawi, Adas.
Hm, bagiku yang paling berkesan dari perjalanan ke Alam Sutera ini adalah nuansa hijau segar dari hamparan kebun sayur + pengalaman mengamati aktivitas petaninya. Mungkin pengelola bisa menambahkan sesi berinteraksi dengan petani dan mengenal jenis-jenis sayuran di kebun sebagai salah satu daya jual dari obyek wisata ini, selain tentunya pemandangan alam dan spot pepotoan yang instagramable sebagaimana obyek-obyek wisata kekinian. Pengalaman berkunjung ke kebun sayur bila dikemas dengan bagus dapat menjadi bagian yang menarik dari sebuah paket eduwisata, bukan?
Nah, itulah cerita jalan-jalan kami ke Alam Sutera di Dukuh Pojok Desa Samiran Boyolali, sekaligus penutup rangkaian tulisan catatan perjalanan bersama FK Deswita di Desa Wisata Samiran Boyolali ini. Oya, teman-teman juga dapat membaca tulisan teman-teman Blogger Deswita lainnya tentang kunjungan ke Alam Sutra ini, antara lain tulisan dari mas Wahid dan Mia.
Lalang Ungu. Hai teman…apa kabar? Tetap semangat, bukan? Ya, mesti tetap semangat lah yaa..meskipun bagi sebagian dari kita tanggal gajian masih beberapa hari lagi..hehe.. Apalagi ini di awal pekan..hasil nge-charge semangat di akhir pekan kemarin masih sangat terasa tentunya.. Oya, aku juga mau cerita tentang acara seru yang kuhadiri di akhir pekan lalu nih… Acara itu tak lain adalah perayaan Ulang Tahun ke-3 Gandjel Rel di Semarang.
Semarak Ultah ke-3 Gandjel Rel
Sejak diumumkan bahwa acara Ultah ke-3 komunitas blogger perempuan Semarang (dan sekitarnya) itu akan diselenggarakan tanggal 24 Pebruari 2018, aku sudah semangat untuk ikut. Ya, bagaimana tidak? Tanggal 24 itu kan hari Sabtu, jadi kemungkinan besar aku bisa hadir karena libur…setelah sebelum-sebelumnya ku sering sedih karena tak bisa ikut acara-acara GR yang diadakan di hari kerja. Maka aku pun semangat mendaftar dan bersiap ikut.. 😉 Continue reading “Semarak Ultah ke-3 Gandjel Rel”