Hai Sahabat Lalang Ungu…bagaimana kabarnya hari ini? Semoga selalu sehat dan bahagia ya.. Oya, aku juga ingin berbagi cerita bahagia nih, yaitu cerita serunya ultah ke-4 Gandjel Rel di Resto Pringsewu Kota Lama Semarang pada akhir Minggu lalu.
Teman-teman sudah tahu kan ya, tepatnya pada 22 Pebruari 2019 lalu, Gandjel Rel -komunitas blogger perempuan Semarang- berulang tahun yang keempat. Perayaan ultah ke-4 GR kali ini dimeriahkan dengan blogchallenge dengan tema yang berbeda selama 4 pekan, dan ada juga videochallenge yang tayang serentak pada 22 Pebruari 2019 lalu.. Pssst, sudah kenalan belum dengan tokoh ter-hits seantero GRes tahun ini? Itu lhooo… Abu Gosok Sang Tokoh Fenomenal…. 🤣🤣🤣 Continue reading “Serunya Ultah ke-4 Gandjel Rel di Resto Pringsewu Kota Lama Semarang”
Ombak berkejaran pada suatu ketika di salah satu pantai Pulau Dewata
Pulau Dewata, tunggu kami kembali ke sana yaa… Sobat Lalang Ungu, itulah sekelumit pengharapan yang terlintas di hati ketika sore kemarin aku melihat-lihat foto-foto lama kebersamaan kami di Pulau Bali beberapa tahun lalu.
Ceritanya aku lagi bongkar-bongkar folder foto, mencari foto pemandangan yang ingin kuunggah di IG mumpung ada tema tentang landscape di salah satu akun pepotoan yang kuikuti, eh..sampai di salah satu folder yang berisi foto-foto di Bali tahun 2010 itu…dan aku pun terlempar ke dalam kenangan indah!
Catatan Umrah 2018 (2) : Nikmatnya lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari. Assalamualaikum, sahabat Lalang Ungu.. Di awal bulan Februari ini, meskipun hujan masih setia menemani bahkan ada banjir di beberapa lokasi yang belum juga surut, semoga sahabat semua tetap sehat dan bahagia ya.. Sahabat, di akhir pekan kali ini, aku akan berbagi cerita ringan, kenangan saat umrah kemarin, yaitu nikmatnya lesehan di Makkah dengan menu Nasi Bukhari.
Apa itu Nasi Bukhari?
Mungkin teman-teman sudah banyak yang mengenal salah satu menu masakan Timur Tengah yang satu ini ya.. Kalau aku sendiri, memang baru pertama kali ini lidahku mengenalnya..hehe.. Sebelumnya baru Nasi Kebuli dan Bubur Haritsah dua menu masakan Arab yang pernah kucicipi..
Konon, Nasi Bukhari yang berasal dari Afghanistan ini adalah salah satu hidangan makan siang yang khas di Arab, terdiri dari nasi yang dimasak dengan bumbu rempah bersama ayam / daging. Masakan ini mudah di dapat di daerah-daerah Timur Tengah, termasuk di Kota Makkah tempat kami mencicipinya beberapa waktu lalu.
“Mbak…kok belum tayang tulisanmu tentang Umroh kemarin?”
“Eh..iyaa… Belum sempat, hehe..”
Sahabat Lalang Ungu, itulah sepenggal percakapanku dengan seorang teman beberapa waktu lalu, yang saat ini terngiang-ngiang kembali di benakku.
Aku tidak sedang berbohong ketika menjawab belum sempat menuliskan pengalamanku di perjalanan religi kali ini, yang Alhamdulillah telah kujalani sejak tanggal 27 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019 lalu. Sehari setelah sampai di rumah, kondisi kesehatanku sempat ngedrop hingga sisa cuti 3 hari + 2 hari libur kulalui dengan lebih banyak di tempat tidur.
Selanjutnya, hari ketiga masuk kerja langsung dapat tugas luar provinsi selama 3 hari yang mau tak mau harus dijalani meski dengan kondisi body yang masih agak oleng. Alhamdulillah, saat ini sudah mulai fit lagi…tapi mood untuk nulis masih belum kembali sepenuhnya..hehe..
Oya, entah kenapa, kurasa memang ada yang berbeda dari perjalananku kali ini, dengan perjalanan ke tanah suci 7 tahun lalu. Saat itu, aku rajin sekali mendokumentasikan pengalamanku baik lewat foto-foto maupun catatan singkat di buku kecil yang selalu kubawa. Nah, kali ini berbeda. Aku lebih banyak merekam petistiwa-peristiwa di sekelilingku, dalam benak dan hatiku saja. Tentu saja ada foto-foto tapi tak sebanyak yang lalu. Dan buku kecilku..hanya beberapa lembar awal saja terisi. Entah kenapa..
Bukan karena tidak berkesan. Ya, bukan karena perjalanan kali ini tidak berkesan. Sebaliknya malah. Aku merasakan ada banyak sekali kesan dan pelajaran yang kuperoleh dalam kesempatan menjadi tamu Allah kali ini…tapi…entah mengapa tak mudah untuk menuliskannya.
Tapi…aku tetap akan menuliskannya, dan kumulai dari tulisan ini. Mungkin kemarin-kemarin aku hanya perlu mengendapkan segala rasa dan cerita itu, sedikit lebih lama lagi… Oya, aku menuliskan pengalamanku, bukan dengan niatan untuk menggurui ataupun pamer.
Insya Allah, tak ada sama sekali niatan itu dalam hatiku, dan semoga teman-teman yang membacanya nanti juga tidak akan merasa aku sedang menggurui ataupun pamer. Aku ingin menuliskannya, pertama dan yang paling utama adalah sebagai ungkapan rasa syukurku dan bagian dari catatan perjalanan hidupku. Apabila ada hal-hal baik atau hikmah yang dapat dipetik dari tulisan-tulisan ku itu : Alhamdulillah.. Namun bila ternyata hanya tertangkap sebagai curhat semata, mohon dimaklumi dan dimaafkan ya..teman-teman …
Jamaah Umroh Al Baika-Samawi Desember 2018 (Foto : Istimewa)
Lalang Ungu. Kisahku dua tahun melangkah maju bersama Blogger Pekalongan ini kutuliskan dalam rangka Hari Blogger Nasional dan juga Hari Jadi ke-2 Komunitas Blogger Pekalongan. Yah, mungkin penayangan tulisan ini memang tidak tepat pada tanggal peringatan Hari Blogger Nasional -27 Oktober- maupun Hari Jadi Blogger Pekalongan -30 Oktober- tapi ku yakin, kisah perjalanan seruku bersama Blogger Pekalongan ini tak akan menjadi cerita basi. Hehehe…
Akhir Januari 2010 adalah langkah pertamaku di dunia blogging ini. Berawal dari hobi membaca dan menulis yang menjadi alasan pertamaku membuat blog ( baca : Ngapain Ngeblog? ), alasan yang kemudian berkembang menjadi alasan-alasan lain, antara lain karena keasyikan yang kutemui dengan berbagi melalui tulisan, dan semakin berkembang lagi akhir-akhir ini karena melalui blog aku menemukan sahabat-sahabat baru yang menginspirasi di berbagai komunitas blogger yang kuikuti, dan -pada akhirnya setelah TLD- blog sederhana ini bisa juga menjadi sarana masuknya dana tambahan -meskipun masih kategori recehan namun tetap kusyukuri- Alhamdulillah 😀
Ya, banyak manfaat positif yang kutemui melalui keikutsertaanku dalam komunitas, tak terkecuali dengan komunitas blogger. Teman-teman yang aktif dan kreatif menginspirasiku untuk terus mengasah diri menjadi pribadi yang setara. Aku tak boleh ketinggalan dalam kreativitas berkarya dengan teman-teman ini, meskipun sebagian besar mereka masih muda-muda…haha… *umpetinKTP
Itu sebabnya, ketika akhir Oktober 2016 terbentuk Komunitas Blogger Pekalongan -KBP- akupun langsung dengan senang hati bergabung bersama. Dan itu adalah keputusan tepat yang tak akan pernah kusesali, karena terbukti selama 2 tahun ini banyak hal positif yang kudapat dengan kebersamaan di KBP ini. Bersama rekan-rekan yang penuh semangat dan kreatif ini aku terpacu untuk lebih aktif ngeblog dengan konten yang bermanfaat. Kalau duluuuu nulis sebulan sekali sudah alhamdulillah, sekarang terpacu untuk bisa apdet blog minimal seminggu sekali. Itu salah satu contoh kecil dalam peningkatan kuantitas post..hehe…
Kenangan Th 2016 bersama Pak Bupati Pekalongan sebelum ke Petungkriyono ( Doc : KBP)
Assalamualaikum, teman.. Apa kabar? Oya, mumpung masih di awal Syawal, izinku mengucapkan Selamat Idulfitri 1439 H bagi teman-teman yang merayakan, dan mohon maaf lahir batin kepada segenap sahabat Lalang Ungu di manapun berada, atas segala khilaf yang mungkin ada dalam silaturahmi kita melalui rumah maya ku ini.
Mudik ke mana nih, teman-teman? Kalau aku dalam kesempatan Lebaran tahun ini tidak mudik, namun alhamdulillah tetap mengalami suasana mengesankan di liburan lebaran kali ini, yang akan kuceritakan dalam tulisan perdana setelah cukup lama blog ini nganggur..hehe..
Oya, seperti kusampaikan sebelumnya, tahun ini aku tidak mudik. Itu karena sejak 3-4 tahun terakhir ini ibu kembali menetap di Pekalongan sehingga kalau dulu aku merupakan bagian dari pasukan mudik -ke Jogja atau Semarang, tergantung di mana ibu kami menetap saat itu- maka tahun ini aku menjadi bagian dari penerima tamu, yang tak lain adalah kakak kami dan keluarganya 😊
Hm, ada suka dukanya sih semuanya itu.. Kalau sebelumnya menjadi pemudik harus berdesakan dengan para pemudik lain menggunakan travel atau kereta api -tergantung tiket yang diperoleh- maka menjadi tim tuan rumah tak perlu repot-repot berebut tiket, hanya berkutat dengan persiapan menerima tamu..hehe.. Terutama dalam menyiapkan hidangan lebaran, maklum lah..aku kan seorang awam-dapur yang dapat dihitung jari frekwensi masak-memasaknya..haha..
Tapi Alhamdulillah..memasuki tahun kedua masak sendiri hidangan lebaran rupanya aku sudah mulai terbiasa dan bisa mengatur ritme. Meskipun masih berbekal resep hasil gugling, dengan segala kerempongannya -terutama saat mengupas dan memotong-motong buah Nangka muda untuk bahan Gudeg- akhirnya pada buka puasa terakhir kemarin, hidangan lebaran Ketupat, Gudeg, Sambal goreng dan Opor telah siap santap! 😋
Hasil nguplegnya Si awam dapur 😊
Lebaran tiba kami sambut dengan suka cita. Alhamdulillah, ibu berhasil sholat Id bersama di masjid perumahan kami, tanpa alat bantu kursi roda seperti dua tahun sebelumnya. Setelah sholat kami pun melakukan sungkeman kepada ibu dan seperti biasa air mata tertumpah selama prosesi ini..hiks.. Aktivitas selanjutnya adalah menemui tetangga kanan-kiri yang melakukan ujung-ujung yaitu datang dan bersalam-salaman secara berombongan dari rumah ke rumah..
Bersama ibu tersayang di IdulFitri 1439 H
Sedikit berbeda, tahun ini aku dapat tugas piket Posko Lebaran di Pemkot tepat pada Hari H Lebaran. Alhamdulillah, tugas dapat tertunaikan sebelum kemudian bersiap untuk perjalanan luar kota. Ya, siang itu kami sejenak meninggalkan Pekalongan, menuju Semarang dan Salatiga untuk nyekar alm Bapak dan juga alm/almh simbah-simbah kami. Puji syukur perjalanan lancar dan di sela tour de makam itu sempat bersilaturahmi dengan keluarga Pakde di Salatiga yang sedang berkumpul juga. Wah, itu pertemuan pertama kami dengan anak-cucu Pakde secara relatif lengkap, setelah bertahun-tahun tak bertemu. Indahnya silaturahmi.. ☺
Nyekar alm Bapak di SemarangBersama keluarga Salatiga di Lebaran 1439 H
Setelah beristirahat di hari kedua, pada hari ketiga kami menuju Tegal, kali ini bersilaturahmi dengan keluarga Bani Kasijo -anak-cucu-cicit dari alm Eyang Kasijo yaitu ayahanda ibu kami- yang tahun ini bertempat di rumah Oom Din, satu-satunya saudara ibu. Kemeriahan dan kehangatan silaturahmi sangat terasa karena memang hanya setahun sekali kami bisa berkumpul relatif lengkap seperti ini. Pulangnya, sempat nyasar di daerah Pemalang ketika akan mampir sebuah lokawisata tapi ternyata sudah tidak eksis. 🙁
Sungkeman Bani Kasijo pada Lebaran 1439HBani Kasijo di Lebaran 1439 H
Begitulah..acara silaturahmi dari kota ke kota memang merupakan acara inti libur lebaran di keluarga kami. Memang inilah kesempatan kami bertemu muka dan saling berkabar secara langsung, setahun sekali di musim mudik. Selain itu tentunya kami juga saling mendoakan semoga semua keluarga sehat wal afiat dan dapat berkumpul lebih lengkap lagi di lebaran yang akan datang. Aamiin..
Keluarga Soeranto mengucapkan Selamat IdulFitri 1439 H, Mohon maaf lahir dan batin..
Nah, bagaimana dengan acara libur lebaranmu, teman? Semoga berkesan dan menjadi penyemangat kerja selanjutnya ya.. Yuuk, bagi ceritanya di kolom komen..
Lalang Ungu. Hai teman…apa kabar? Tetap semangat, bukan? Ya, mesti tetap semangat lah yaa..meskipun bagi sebagian dari kita tanggal gajian masih beberapa hari lagi..hehe.. Apalagi ini di awal pekan..hasil nge-charge semangat di akhir pekan kemarin masih sangat terasa tentunya.. Oya, aku juga mau cerita tentang acara seru yang kuhadiri di akhir pekan lalu nih… Acara itu tak lain adalah perayaan Ulang Tahun ke-3 Gandjel Rel di Semarang.
Semarak Ultah ke-3 Gandjel Rel
Sejak diumumkan bahwa acara Ultah ke-3 komunitas blogger perempuan Semarang (dan sekitarnya) itu akan diselenggarakan tanggal 24 Pebruari 2018, aku sudah semangat untuk ikut. Ya, bagaimana tidak? Tanggal 24 itu kan hari Sabtu, jadi kemungkinan besar aku bisa hadir karena libur…setelah sebelum-sebelumnya ku sering sedih karena tak bisa ikut acara-acara GR yang diadakan di hari kerja. Maka aku pun semangat mendaftar dan bersiap ikut.. 😉 Continue reading “Semarak Ultah ke-3 Gandjel Rel”
Lalang Ungu. Salam jumpa, teman-teman… Tak terasa, Desember telah terlewati separuhnya ya.. Sebentar lagi akhir tahun akan kita jelang bersama. Oya, sebelum akhir tahun, ada tanggal-tanggal istimewa ya, antara lain Hari Ibu yang kita peringati tiap tanggal 22 Desember.
Nah, dalam rangka memperingati Hari Ibu ini, dua blogger keren anggota Gandjel Rel -Bu Guru Noorma dan Bu Guru Chela– melontarkan tema arisan ke-17 yaitu ‘Kenangan bersama Ibu’.
Lalang Ungu. Kali pertama melakukan sesuatu…pasti berkesan, bukan? Ada sensasi deg-degannya, ada kegugupan, ada rasa bahagia, dan rasa-rasa lain -kecuali rasa yang tak pernah ada..hehe..- bercampur-aduk, membentuk kesan yang mendalam yang akan membuat kenangan itu terpatri dalam ingatan.
Nah, tulisan kali ini, aku ingin menceritakan momen ‘kali pertama’ yang pernah kulalui, yang meninggalkan kesan mendalam hingga kini. Oya, tulisan ini untuk menjawab tema “tentang yang pertama” yang dilontarkan oleh duet asyik mba Dini dan mba Marita untuk arisan Blog Gandjel Rel putaran ke-12.
Sebenarnya, agak bingung untuk memulai tulisan ini. Seperti kalian semua, tentunya ada banyak kejadian ‘yang pertama’ dalam hidup kalian bukan? Demikian pula denganku. Continue reading “Kali Pertama Kutatap Kiblatku”
Alhamdulillah, setelah jeda beberapa lama karena sedang sok sibuk di dunia off line, akhirnya berhasil juga kumenulis lagi di sini, menyapa teman dan sahabat melalui rumah maya nan sederhana ini. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menyempatkan diri mampir dan meninggalkan komentar di tulisan sebelumnya, insya Allah setelah kelar PR ini akan segera berkunjung balik.
Oya, tema arisan blog Gandjel Rel ke-10 adalah mengenai penulis favorit. Ini adalah tema yang diajukan oleh dua blogger keren anggota Gandjel Rel yang sedang narik arisan, yaitu mbak Dani dan mbak Irfa.