Festival Balon Udara Tambat : nguri-uri tradisi tanpa melanggar regulasi
Festival Balon Udara Tambat : Nguri-uri Tradisi Tanpa Melanggar Regulasi. Salam Jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Apa kabar? Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan kali ini, semoga tetap semangat ya…
Lebaran sebentar lagi, pasti sudah banyak yang tak sabar menanti, bukan? Ya, lebaran dengan segala macam tradisinya memang selalu dinanti-nanti kehadirannya oleh kaum muslim khususnya dan juga masyarakat umum. Mudik, adalah tradisi yang erat kaitannya dengan lebaran…dan tradisi lain yang juga tak dapat dipisahkan dari suasana lebaran adalah perayaan Syawalan -sepekan setelah lebaran- dengan segala tradisi yang memeriahkannya. Continue reading “Festival Balon Udara Tambat : Nguri-uri Tradisi Tanpa Melanggar Regulasi”
Ngadem Sejenak di Taman Indonesia Kaya. Hai..apa kabar Sahabat Lalang Ungu? Tetap sehat dan ceria, bukan? Kali ini aku ingin cerita pengalamanku mampir ke Taman Indonesia Kaya pada hari Sabtu, 28/04/2019 lalu.
Apa itu Taman Indonesia Kaya?
Taman Indonesia Kaya adalah suatu ruang publik yang didedikasikan untuk segenap masyarakat dan dunia seni pertunjukan, khususnya di Kota Semarang.
Lokasinya
Taman yang telah diresmikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada tanggal 10/10/2018 yang lalu ini berlokasi di Jl Taman Menteri Supeno, Mugassari Semarang Selatan Kota Semarang. Continue reading “Ngadem Sejenak di Taman Indonesia Kaya”
Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Kali ini, aku akan bercerita tentang pengalaman kami singgah sejenak ke Top Selfie Pinusan Kragilan, yang baru saja kami lakukan kemarin pagi. Nah…masih anget alias fresh from the oven nih…hehe..
Tentang Top Selfie Pinusan Kragilan
Mungkin sebagian di antara teman-teman banyak yang sudah mendengar tentang salah satu tempat wisata kekinian ini -bahkan sudah pernah berkunjung- namun mungkin juga ada di antara teman-teman yang baru mendengar / membaca namanya dan belum sempat berkunjung. Seperti aku…hehe..
Pemanfaatan barang bekas untuk pot tanaman. Hai Sahabat Lalang Ungu, salam jumpa di akhir pekan ini ya.. Apa nih kegiatan akhir pekannya? Berwisata, santai-santai di rumah, bersih-bersih gudang atau mengerjakan hobi, misalnya berkebun?
Nah, bagi teman-teman yang hobi berkebun atau berencana memulai aktivitas berkebun di rumah, dalam tulisan kali ini aku ingin sampaikan ide pembuatan wadah tanaman dari barang bekas. Ya, wadah tanaman di rumah kita, tidak harus menggunakan pot-pot yang mahal harganya, kita bisa membuatnya sendiri lho…
Coba lihat di sekitar kita, mungkin ada barang-barang bekas yang bisa kita manfaatkan sebagai wadah tanaman di halaman. Selain mengurangi timbunan barang bekas, uang pembelian pot-pot bisa disisihkan untuk keperluan lain, kegiatan membuat pot dari barang bekas ini juga bisa menjadi kegiatan menyenangkan yang dapat dikerjakan bersama-sama keluarga di waktu libur. Nah..barang apa saja yang dapat kita pakai sebagai pot tanaman, ini beberapa jenis di antaranya. Continue reading “Pemanfaatan Barang Bekas untuk Pot Tanaman”
Vertilon : Sistem pertanian vertikultur dengan paralon. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu… Bagaimana, tetap sehat dan bahagia, bukan? Semoga begitu adanya ya.. Sahabat, dalam tulisanku kali ini, aku akan mengajak sahabat semua untuk mengenal Sistem Pertanian Vertikultur. Oya, tulisan ini merupakan catatan ‘oleh-oleh’ dari kegiatan “Kelas Berkebun #03” yang diselenggarakan oleh ‘Teman Berkebun’ yang kuikuti beberapa waktu lalu. Oya ‘Teman Berkebun’ ini adalah sebuah platform digital yang bergerak untuk mendukung Pertanian Perkotaan.
Berawal dari sebuah post di IG yang mengabarkan akan diselenggarakannya Kelas Berkebun #03 dengan tema mengenal dan membuat Vertilon, aku langsung tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Selain memang tertarik untuk bisa belajar dan kelak mempraktekkannya di rumah, dari awal sudah kuniatkan untuk mendulang konten blog melalui kegiatan ini! Hihi…makluuum..blogger ala-ala yang sering kehabisan ide / bahan tulisan 😊
Nah, Minggu 24 Pebruari 2019 yang lalu, pagi-pagi aku sudah bersiap berangkat dari rumah kakak di Tegalsari menuju lokasi ‘Kelas Berkebun’ di Kebun Pojok Space. Hayooo..di mana tepatnya lokasi Kebun Pojok Space yang menjadi tujuanku di Minggu pagi itu?
Kebun Pojok Space Semarang
Yap..yang menjawab di Jl. Menteri Supeno Semarang, anda betuuuul… 👍👍 Lokasi Kebun Pojok Space ini benar-benar di pojokan Jl Menteri Supeno, sebelah kiri persis SMA 1 Semarang (yang kebetulan almamaterku ..waaah..nostalgiaaaa..haha…) berseberangan dengan Taman Indonesia Kaya yang duluuuu…kukenal sebagai Taman KB! 🙂 Hihi..baru kutahu kalau di pojokan situ ada space yang sangat mendukung kegiatan pertanian perkotaan ini! Rumah dan kebun di pojokan yang diberi nama Kebun Pojok Space ini adalah sekretariat komunitas “Teman Berkebun” ini.
Ok, cukup prolog nya yaa…mari kembali ke laptop eh ke bahasan awal kita ya.. Mari kita mengenal Vertilon : vertikultur dengan paralon yang menjadi salah satu alternatif pemanfaatan pekarangan.
Suasana Pelatihan Pembuatan Vertilon oleh Teman Berkebun di Kebun Pojok Space Semarang, dipandu mas Edy dari Bhumi Horta
Warna-warni Curug Gondoriyo, cerminan semangat Pokdarwis pengelolanya. Hai Sahabat Lalang Ungu…apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia di awal Bulan Maret 2019 ini ya.. Oya, bagaimana acara weekend kemarin, seru tentunya ya… Nah, kali ini aku akan berbagi cerita pengalaman kami saat malam-mingguan di Curug Gondoriyo beberapa waktu yang lalu.
Lhoo..malam-malam kok ke air terjun? Memang ada Curug yang buka hingga malam hari?
Curug Gondoriyo Semarang
Weee…jangan salaaah… Ada lho, Curug / air terjun yang bisa kita kunjungi pagi, siang, sore bahkan pada malam hari… Curug Gondoriyo itulah nama -setahuku, sampai saat ini- satu-satunya lokawisata Curug yang jam operasionalnya mulai pagi hingga malam hari. Curug ini buka 2x yaitu pagi jam 09.00-17.00 dan malam jam 19.00-21.00 (hari biasa) dan sampai jam 22.00 di weekend. Continue reading “Warna warni Curug Gondoriyo Cerminan Semangat Pokdarwis Pengelolanya”
Mari mengenal Jakula Teteh, si Jamu Sehat Tanaman. Hai, Sahabat Lalang Ungu, masih tetap ceria di akhir Minggu ke-3 Bulan Pebruari ini, bukan? Semoga demikian adanya ya..
Oya, sudah cukup lama aku tidak menulis tema kegiatan berkebun ya.. Nah, pada tulisan kali ini aku akan mengajak sahabat semua untuk berkenalan dengan Jakula Teteh. Kebetulan beberapa waktu lalu aku dan teman-teman PPL mendampingi teman-teman petani saat membuatnya.
Ajarkan anak lindungi diri dari kekerasan seksual, bisa kah? Hai sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga semua sehat dan bahagia ya..
Oya, pertanyaan di awal tulisan ini, mungkin pernah juga terlintas di benak sahabat, terlebih ketika kita mendengar / membaca kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak. Bagaimana perasaan kita saat membaca / mendengar hal tersebut? Tentunya merasa kesal dan marah, bukan?
Terlepas dari kita mengenal atau tidak korban kasus-kasus tersebut, kita pasti sepakat bahwa hal tersebut sangat biadab dan harus dicegah semaksimal mungkin. Masalahnya, bisakah kita mengajarkan kepada anak-anak untuk melindungi diri mereka sendiri dari kekerasan itu?
Jawaban atas pertanyaan itu adalah : bisa dan bahkan sangat perlu!
Ya, sejak dini kita bisa dan sangat perlu mengajarkan kepada anak-anak kita -baik anak laki-laki ataupun perempuan- tentang ketrampilan keselamatan pribadi (personal safety skills) agar anak-anak ini dapat terhindar dari kekerasan seksual.
Itu adalah salah satu post di akun instagramku, yang menyebut bahwa Bunga Matahari selain merupakan tanaman semusim juga merupakan tanaman refugia. Teman-teman mungkin juga ingat beberapa post IG ku yang lain yang menyebut juga tentang tanaman refugia. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan Tanaman Refugia itu? Apakah itu nama jenis tanaman? Continue reading “Refugia : Tanaman Sahabat Petani”
Lalang Ungu. Yuuk, hijaukan lingkungan kita dengan KRPL. Ajakan untuk menghijaukan lingkungan kita tentunya telah seringkali kita dengar, namun belum tentu telah kita praktekkan.
Kita kan di perkotaan, mana mungkin bertanam dengan keterbatasan lahan kita?
Lho…siapa bilang bahwa penghijauan hanya dapat dilaksanakan di kawasan pedesaan atau daerah pinggiran di mana lahan masih relatif mudah tersedia? Justru di kawasan perkotaan, penghijauan ini sangat penting sebagai penyeimbang karena tentunya tingkat polusi di perkotaan sudah semakin tinggi, bukan?