Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Sudah pernah dengar tentang Embung Kledung? Nah, kali ini aku akan tuliskan pengalaman kami menghabiskan sepenggal sore di Embung Kledung, pada Jumat 11 Oktober 2019 yang lalu.
Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Kali ini aku akan ceritakan pengalamanku berkunjung ke Kampung Ragam Warna yang ternyata bukan kampung warna-warni biasa.
Mentari sedang sepenuh hati memancarkan sinarnya di Sabtu siang 26 Oktober yang baru lalu, ketika akhirnya kusampai di Kampung Ragam Warna, setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari rumahku di Kota Pekalongan. Alhamdulillah…
Yuk, membuat sendiri pot hidroponik dari barang bekas. Salam jumpa, Sahabat Lalang Ungu, akhir pekan kembali tiba..sudah ada kegiatan kah? Kalau belum, bisa nih diisi dengan berkarya di rumah, membuat sendiri pot hidroponik.
Sebelumnya, teman-teman sudah kenal kan dengan sistem pertanaman hidroponik?
Itu lho..cara bercocok-tanam dengan menggunakan AIR (yang ditambah nutrisi) sebagai media tanamnya. Nah, sama dengan penanaman dengan menggunakan media tanah yang memerlukan pot/wadah, demikian pula sistem hidroponik ini perlu wadah / pot sebagai tempat air yang akan menjadi media tumbuh tanaman.
Bertanam sayur sistem hidroponik dalam wadah rak dari pralon
Duuh..bertanam secara hidroponik harus pakai rak begitu ya?
Eh, jangan salah teman-teman.. Jenis-jenis wadah / pot hidroponik ini juga bermacam-macam lho.. Disesuaikan dengan jenis / sistem hidroponik yang akan kita gunakan, ketersediaan ruangan, dll. Bisa menggunakan rak dari pralon / talang air / bambu yang dapat menampung jumlah tanaman lebih banyak, tapi bisa juga menggunakan pot/wadah tunggal untuk masing-masing tanaman.
Pot hidroponik tunggal, harus beli ya?
Tidak, tentu saja pot untuk hidroponik tidak harus membeli. Kita bisa membuat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Nah, kali ini aku akan menuliskan cara membuat sendiri pot hidroponik yang sederhana dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita.
Pot-pot tunggal ini nantinya bisa kita gunakan untuk bertanam sayur secara hidroponik dengan sistem WICK yang merupakan teknik paling sederhana untuk para pemula yaitu dengan mengalirkan air yang mengandung nutrisi melalui sebuah wadah yang dilengkapi dengan sumbu. Simak yuuk cara buatnya..
Nostalgia rasa dan suasana tempo doeloe di Kampung Jawa Pawone Simbah. Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya… Sahabat, apa yang tebersit dalam benak kalian saat mendengar / membaca kata ‘PAWONE SIMBAH’?
Khususnya bagi teman-teman dari daerah Jawa (Tengah / Timur) pasti sudah tak asing dengan kata PAWON yang artinya DAPUR ini, bukan? Nah, kalau kata ini dirangkai dengan kata SIMBAH yang merupakan sebutan buat seseorang yang sudah tua / orang-tua dari ayah/ibu kita, maka dua kata itu bisa memicu nuansa nostalgia.
Nostalgia akan kehangatan suasana dapur nenek yang kita alami di masa kecil, atau kerinduan akan masakan-masakan enak hasil olahan tangan trampil dan penuh kasih dari nenek kita, yang diolah di dapur jadul yang sarat cerita kebersamaan keluarga.
Nah, mungkin hal itulah yang ingin diangkat oleh pengelola sebuah tempat makan di daerah Batang, menciptakan branding tempat makan dengan menu tradisional lengkap dengan suasana jadul yang sekarang tampaknya sedang nge-trend. Berhasilkah? Hm, sebaiknya kuceritakan dulu kesanku saat berkunjung ke sana ya..
Lalang Ungu. Terpesona performa VivoBook Ultra A412 di ASUS Blogger Gathering Semarang. Kamis sore 26 September lalu, aku sedang siap-siap pulang dari kantor, sebelum mematikan laptop sempat kubuka email dan mendapat kejutan yang membahagiakan : pemberitahuan aku terpilih sebagai salah satu peserta acara ASUS VivoBook A412 Blogger Gathering Semarang!
Ulala..senang lah yaa.. Aku memang sudah lama ingin bisa hadir di acara roadshownya ASUS. Selain karena aku pengguna lama brand satu ini, aku juga selalu tertarik untuk tahu produk-produk barunya. Jadi…kesempatan untuk hadir dalam roadshow ASUS di Semarang ini, bak mendapat durian runtuh! ☺ Dan ternyata…di sana aku terpesona performa ASUS VivoBook Ultra A412! Mau tau alasannya? Niih…akan kubeberkan di sini ya… Continue reading “Terpesona Performa VivoBook Ultra A412 di ASUS Blogger Gathering Semarang”
Museum Situs Semedo di Desa Semedo Kab Tegal Jawa Tengah
Hai, Sahabat Lalang Ungu.. Apa kabar semuanya? Semoga sehat dan bahagia selalu ya. Meneruskan cerita dari Tanah Tua Semedo, kali ini aku akan ceritakan pengalamanku saat berkesempatan sejenak menikmati (calon) Museum Situs Semedo.
Lho, kenapa masih disebut Calon Museum Situs Semedo?
Karena museum yang mulai dibangun Tahun 2015 oleh Dirjen Permuseuman dan Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan terletak di Desa Semedo Kec Kedungbanteng Kab Tegal ini memang belum resmi dibuka. Bila teman-teman dalam waktu dekat ini singgah di sana, dengan izin dari pak Satpam setempat, teman-teman boleh masuk ke area museum ini namun hanya boleh menikmati bagian luarnya saja. Continue reading “Sejenak Menikmati (Calon) Museum Situs Semedo”
Itulah pertanyaan-pertanyan yang langsung muncul di benakku ketika ada teman yang mengirim flyer itu di grup dan mengajak untuk ikut meramaikannya.
Terus terang Semedo adalah kata yang asing terdengar di telingaku. Panganan opo, kuwi? Hehe.. Rasa penasaran itu lah yang akhirnya menuntun langkahku mengikuti acara ini, dan berikut adalah catatan pengalamanku mengikuti Festival Tanah Tua Semedo 2019.
Salam, Sahabat Lalang Ungu…. Semoga tetap sehat dan bahagia ya.. Sehat memang merupakan salah satu anugerah yang tak ternilai harganya, karena dengan kondisi ini kita dapat menjalani semua aktivitas harian kita tanpa kendala yang berarti.
Saat kita sakit, atau ada anggota keluarga kita yang sakit, pasti sangat terasa perbedaannya, bukan? Ritme kehidupan keluarga kita bisa berubah karenanya, belum lagi beban pikiran akibat kondisi tersebut.
Seperti beberapa waktu lalu, Ibu kami yang sudah sepuh sempat harus opname di rumah sakit, karena jatuh. Ternyata saat pemeriksaan ditemukan juga tanda-tanda beliau terpapar cacar : ada bintik-bintik kecil yang menyebar di wajah hingga kulit kepala dan terasa panas serta sakit. Apakah ibu kami terkena Cacar Air, atau Dompo? Continue reading “Mudahnya Mencari Info Kesehatan di SehatQ.com”
Hai Sahabat Lalang Ungu..apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya.. Dalam tulisanku kali ini aku ingin bercerita pengalamanku saat mengikuti Festival Tanah Tua Semedo, antara lain berkesempatan mengenal Rumah Vernakular di Desa Semedo.
Lokasi Desa Semedo
Desa Semedo adalah salah satu desa yang terletak di Kec. Kedungbanteng Kab. Tegal Jawa Tengah. Dari Kota Tegal jaraknya sekitar 30 km dengan perkiraan waktu tempuh 56 menit menggunakan mobil dan rute terbaik adalah lewat depan pasar Surodadi terus ke arah Selatan, lalu setelah melewati bawah jalan tol Pemalang ambil arah ke kiri yaitu ke Jl Raya Sigentong terus lurus hingga ada papan penunjuk jalan arah Desa Semedo yaitu ke kanan lewat jembatan selanjutnya satu jalur itu akan mengarah ke Desa Semedo.
Rute ke Semedo dari Kota Tegal by Googlemap
Kalau dari Slawi melalui jalur menuju Pangkah lalu Jl. Raya Timur Balamoa, Jl Herjasari Selatan, Jl Raya Sigentong lalu Jl Semedo. Meski dalam Google map jarak lebih dekat (26 km) namun waktu tempuh ternyata lebih lama (1,5-2 jam), hal ini karena ruas jalan relatif sempit dan kondisi jalan kurang bagus sehingga tidak bisa memacu kendaraan.
Sahabat Lalang Ungu..post kali ini adalah bagian terakhir dari cerita serunya ikut Super Camp Famtrip Batang 2019 ini, yaitu pagi di Sikembang dan kunjungan ke perkebunan teh Pagilaran. Yuuk..mari simak cerita yang nggak kalah seru dari 2 sesi sebelumnya ya.. 🙂
Membuka hari di Sikembang Park
Setelah melalui akhir malam dalam tidur yang tak terlalu nyenyak -sama sekali bukan karena tak terbiasa tidur di tenda ataupun hawa dingin mengganggu, melainkan karena se-cup kopi yang kuminum di malam sebelumnya, padahal aku paling nggak tahan minum kopi- Alhamdulillah aku terbangun pagi itu sekitar jam 4 pagi. Continue reading “Serunya Super Camp Famtrip Batang 2019 (Bag Terakhir)”