Tak Ada Yang Sempurna…

“Mba…bunganya bagus-bagus dan tumbuh subur semua ya..”

“Kau memang bertangan dingin, Jeng. Tanaman yang kau rawat tumbuh bagus dan panennya banyak. Tidak sepertiku yang bertangan panas, tanam apapun mati…haha..”

“Kak, apa sih rahasianya selalu berhasil dalam berkebun?”

…

Terus terang, selama menekuni hobi berkebun beberapa tahun terakhir dan seringkali menjadikannya sebagai bahan tulisan, aku cukup sering membaca komen seperti di atas. Begitu pun di dunia nyata, tak sekali dua mendapat pujian dari teman / tetangga yang melihat hasil akhir proses berkebun kami.

Terlepas dari semua itu pujian beneran, atau sekadar basa-basi saja, reaksi pertamaku tentu adalah berterima kasih, namun sesungguhnya ada rasa malu dan rasa tak pantas menerimanya. Maka jika kondisi memungkinkan, aku akan langsung mengkoreksi pendapat tersebut.

Bukan sok merendah atau gimana, tapi semata karena hal tersebut tidaklah benar. Tentu saja tidak semua hasil rawatanku berhasil hingga panen, ada banyaaak sekali yang tidak sesuai harapan atau bahkan gagal.

Dan aku sudah lama meyakini bahwa ‘tangan dingin’ itu hanya mitos. Faktanya, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. Jadi, kalau mau hasil yang baik -dalam hal apapun- ya harus benar-benar berusaha untuk menjalani proses mendapatkan hasil tersebut. Hal ini pun berlaku pada kegiatan berkebun.

Mau tahu catatan gagalku dalam kegiatan berkebun? Nih..kutuliskan beberapa di antaranya yang kuingat:

Gagal Tumbuh

Continue reading “Tak Ada Yang Sempurna…”

2023 : Tahun Beragam Rasa Untukku

Hai Sahabat Lalang Ungu, tahun 2023 tinggal 23 hari lagi, dan tahun baru segera akan kita jelang. Sudah buat resolusi? Hehe… Kalau aku sih belum..dan kali ini aku mau flash back hari-hariku di 2023 ini dulu deh, tahun yang kurasakan nano-nano alias paduan berbagai rasa, dalam hari-hari yang kulalui dengan berbagai aktivitas.

Aktivitas Kantor

Masih berada di instansi dan posisi yang sama selama sekitar 6 tahun terakhir ini, rutinitas kegiatan kedinasan pada tahun ini masih relatif sama. Meskipun sempat sekitar 3 bulan ada tambahan tanggung-jawab yang cukup membuat pusing, tapi secara keseluruhan tak ada yang berbeda. Bosan? Hm..nggak juga sih, karena alhamdulillah lingkungan kerja kurasakan nyaman (teman-teman kerja yang baik serta lingkungan kantor yang ‘hijau‘ menenangkan) dan juga sebagian tupoksiku bertemu dengan masyarakat, jadi ada saja dinamika kegiatan yang menjadikan tugas kantor tidak membosankan.

Aktivitas kantor
Beberapa aktivitas kantor

Aktivitas Bersama Keluarga

Continue reading “2023 : Tahun Beragam Rasa Untukku”

What to Wear to Yoga – Cosmolle’s Sustainable Activewear

Hey there! If you’re heading to yoga and wondering what to wear, let me introduce you to Cosmolle’s cool activewear. It’s not just about looking good; it’s about feeling great and doing good for the planet at the same time. Let’s dive into why Cosmolle’s clothes are awesome for your yoga sessions.

The Green Threads:

Cosmolle’s commitment to sustainability is woven into the very fabric of their activewear. Picture this: garments crafted from eco-conscious materials that embrace your body like a gentle embrace. This isn’t just fashion; it’s a conscientious choice. Choosing Cosmolle means embracing yoga suits that aligns with your values, respecting the planet with every asana.

https://www.cosmolle.com/collections/activewear/products/premium-seamless-full-length-bodysuit

Second Skin Comfort:

Yoga is about fluidity, and so is Cosmolle’s approach to comfort. Their activewear isn’t just clothing; it’s a second skin that moves with you. The seamless integration of comfort into every stitch ensures that your focus remains on the connection between breath and movement, free from any constrictions. It’s a revolution in yoga apparel, where comfort becomes a silent but empowering companion in your practice. Continue reading “What to Wear to Yoga – Cosmolle’s Sustainable Activewear”

Wedang Kacang Hijau a la Bunda Mayang

Wedang Kacang Hijau

“Bundaaa, masih punya Kacang Hijau?”

Suara renyah Mayang tiba-tiba terdengar dari ruang tengah. Bundanya yang sedang di dapur mendengar, tapi sengaja tidak bereaksi. Tak berapa lama, kepala mungil melongok di pintu dapur.

“Bunda sedang sibuk ya?” tanyanya.

Perempuan paruh baya yang sedang memilah-milah sayuran dan bumbu dapur dan memasukkannya ke kotak-kotak terpisah, menggeleng sambil menatap putrinya. “Enggak, cuma menata belanjaan tadi. Ada apa sayang, kok teriak-teriak?”

“Maaf Bun, Mayang tadi lupa mengecilkan volume suara..hehe,” Mayang lalu masuk ke dapur dan menarik bangku mendekati ibunya, “apakah kita masih punya Kacang Hijau?”

“Hm..bunda lupa, masih ada atau tidak ya? Coba kamu lihat di lemari persediaan itu, Sayang..” jawab ibunya sambil menggerakkan dagu ke arah almari kayu di sudut dapur.

Mayang segera beranjak menuju almari yang dimaksud dan mencari-cari di kotak-kotak yang ada di dalamnya. Sejurus kemudian dia membalikkan badan sambil mengacungkan sebungkus kecil Kacang Hijau yang dicarinya. Continue reading “Wedang Kacang Hijau a la Bunda Mayang”

Duh Gusti, Dalem Lingsem

…

Telung puluh

Tanggal pungkasan ing wulan iki, sesuk wis methuki wulan anyar : wulan pungkasan taun iki

Ora kerasa, telung atus telung puluh papat dina wis tak lakoni ing taun iki

Njuk apa sing wis tak asilke sing migunani kanggo liyan saklawase sewelas wulan iki?

Duh Gusti Pangeran Ingkang Maha Agung…dalem lingsem…

Matur sembah nuwun kagem sedaya kanikmatan ingkang sampun kaparingaken dalem

Ugi nyuwun gunging pangaksami amargi dalem dereng saged dados tiyang sae, ingkang tansah migunani kangge tiyang sanes kados sakmestinipun

Gusti Pepunden Dalem,

Mugi-mugi benjing lan dinten-dinten saklajengipun, dalem taksih dipun paringi kesempatan saged dados tiyang ingkang langkung sae ugi langkung manfaat kangge tiyang sanes. Aamiin.

…

Jurnal Anggrek (4): Vanda Limbata

Hai Sahabat Lalang Ungu, kembali lagi berjumpa di rumah maya ini..dan kali ini aku akan cerita tentang Anggrek Vanda Limbata di Jurnal Anggrek yg ke-4 ini. Baca juga : Jurnal Anggrek (3) Dendrobium Caesar Warawan

Perkenalanku Dengan Anggrek Vanda

Sebenarnya sudah cukup lama juga aku mengenal jenis anggrek yang satu ini. Perkenalan pertama saat berkunjung ke di wisata alam di daerah Tegal sekitar tahun 2019 lalu. Nah, di antara bunga-bunga anggrek yang sedang bermekaran di sana, aku jatuh cinta dengan Anggrek Vanda Tri Color yang konon merupakan salah satu anggrek spesies Gunung Slamet.

Ini dia penampakan bunga Vanda Tricolor yang membuatku jatuh cinta waktu itu:

Vanda Tricolor di Wisata Taman Anggrek
Vanda Tricolor spesies Gn Slamet

Saking jatuh cintanya, akupun memberanikan diri mengadopsi satu baby Vanda itu. Sayangnya…umurnya di rumahku tidak bertahan lama. Hanya beberapa bulan saja… 😭 Continue reading “Jurnal Anggrek (4): Vanda Limbata”

Apa Tumon, Panen Madu Saka Tritisan Omah?

Kanca Lalang Ungu, aja kaget ya maca tulisanku sing nganggo basa Jawa iki. Ora ana angin saka lor utawa kidul, kok ndadak aku kangen nulis nganggo basa Jawa.

Pas ndelok arsip tulisan Lalang Ungu iki, jebul pungkasan aku nulis nganggo basa Jawa ki pas wulan Maret 2017, nem taun kepungkur! Lhaaa..rak yo wis suwiiii nemen to..mula iki aku arep nyoba maneh nulis nganggo basa Jawa, sukur-sukur bisa tak biasaake maneh ra ketang mung sesasi sepisan nguri-uri basa tinggalane pinisepuh 🤭

Eh kanca-kanca, isih kulina ora karo istilah ‘Apa Tumon‘?

Iku lho..istilah sing biasane disebut wong Jawa yen pas nemoni kedadeyan kang marakke nggumun. Aku dewe luwih kulina karo istilah iku amarga sering maca Panjebar Semangat -majalah basa Jawa- lan ing majalah iku ana rubrik/bagiyan sing jenenge “Apa Tumon” yaiku rubrik sing macak kiriman tulisan-tulisan cekak sing isine kedadeyan-kedadeyan lucu / konyol / aneh / ora tinemu nalar. Sakliyane tau ngirim crita cekak, aku yo nate ngirim tulisan ‘opo tumon’ sing isine cerita lucu. Seneeeng rasane yen pas tulisan kirimanku bisa kapacak ing majalah iku 😊

Rubrik Apa Tumon
Rubrik Apa Tumon ing Majalah Panjebar Semangat

Nah, apa sing arep tak critaake wektu iki, koyone uga klebu rada nggumunake, yaiku perkara panen madu saka teras/tritisan omah. Continue reading “Apa Tumon, Panen Madu Saka Tritisan Omah?”

Lauk Daun : Beragam Kisah Dari Sebuah Kampung Di Masa Pandemi

Hai Sahabat Lalang Ungu, apa kabar? Akhir pekan datang lagi nih..apa kegiatan kalian di akhir pekan kali ini?  Untuk teman-teman yang hobi baca, kali ini aku akan menuliskan tentang sebuah buku menarik yang kubaca beberapa waktu lalu. Sebuah buku karya seorang sahabat, yang mempunyai judul unik dan mengundang rasa penasaran.

Lauk Daun

Novel Lauk Daun
Lauk Daun by Hartari

Ya, itulah judul buku karya mbak Hartari seorang sahabat blogger dari Semarang. Judul yang unik, bukan? Psst, sempat terlintas tanya di benakku saat membaca judul buku itu, apakah ini buku tentang masakan atau tips kesehatan? Dan ternyata…. Continue reading “Lauk Daun : Beragam Kisah Dari Sebuah Kampung Di Masa Pandemi”

Jurnal Anggrek (3): Dendrobium Caesar Warawan

Hai Sahabat Lalang Ungu, pada jurnal anggrek kali ini aku akan kembali bercerita tentang anggrek, yaitu salah satu anggrek jenis dendrobium rawatan kami yang bernama D. Caesar Warawan.

Anggrek Dendrobium Caesar Warawan
Dendrobium Caesar Warawan

Oya, anggrek kami jenis ini adalah dua dari 12 seedling / bibit anggrek yang kami adopsi pada Desember 2021 lalu. Nah, salah satu kekurangan membeli anggrek ukuran seedling ini adalah, identitas tanaman belum tentu sesuai dengan nama/ID yang diberikan oleh penjual. Baca juga : Ceritaku 17 Bulan Merawat Seedling Dendrobium.

Nah, itu sebabnya identitas anggrek satu ini pun baru kami ketahui setelah mulai berbunga, yaitu sekitar 17 bulan sejak dalam rawatan kami. Setelah bunganya mekar, kupotret lalu foto bunganya ku unggah di FB grup pecinta anggrek dan alhamdulilah akhirnya dapat info dari teman-teman di sana bahwa ID dendrobium kami ini adalah Dendrobium Caesar Warawan  Continue reading “Jurnal Anggrek (3): Dendrobium Caesar Warawan”

Mendadak Religius Saat Mencoba Jembatan Kaca

Sahabat Lalang Ungu, pernahkah kalian berada di sebuah lokasi wisata non religi namun merasa jadi lebih religius? Kalau aku sih sering, terutama di tempat-tempat wisata yang menguji nyali!

Nah, kali ini aku akan menceritakan salah satu pengalamanku saat di lokasi wisata yang membuatku merasa begitu, yaitu di Kemuning Sky Hills. Eh, itu bukan jembatan kaca yang kemarin beritanya viral karena kecelakaan lho yaa…

Beberapa Lokawisata Ngeri-ngeri Sedap yang Pernah Kukunjungi

Sebelum bercerita tentang pengalamanku mencoba wisata Jembatan Kaca di Kemuning itu, akan kuceritakan sedikit tentang tempat wisata yang pernah kukunjungi, yang menimbulkan rasa ngeri-ngeri sedap dan otomatis membuatku semakin mengingat dan menyebut Asma Allah selama di sana untuk mendapatkan perlindungan-NYA.

1. Curug Muncar Petungkriyono

Perjalanan kami ke Curug Muncar Petungkriyono ini di tahun 2015, dan kondisi jalan utama di Lokawisata Petungkriyono di Kab Pekalongan waktu itu masih memprihatinkan. Dan yang paling bikin sport jantung adalah akses menuju lokasi Curug Muncul yang sempit, menanjak dengan kelokan-kelokan tajam. Mudah-mudahan sekarang kondisi sudah bagus, aman dan nyaman.

2. Gumuk Reco Sepakung 

Tak hanya akses jalan ke salah satu lokawisata Kab Semarang ini yang bikin sport jantung, tapi wahana-wahana yang ditawarkan di sana untuk kita coba juga memacu adrenalin, a.l : Ayunan Langit dan Ondo Langit.

Gumuk Reco Sepakung
Ayunan Langit & Ondo Langit di Gumuk Reco Sepakung Kab Semarang

3. Batu Pandang Ratapan Angin Dieng

Nah kalau di Dieng menurutku kondisi akses wisata sudah jauh lebih bagus, mungkin karena ini adalah lokawisata yang sudah lama. Yang membuatku deg-deg ser dan langsung ndremimil doa-doa adalah saat di atas Batu Pandang Ratapan Angin (waktu itu) tak ada pengaman di sekitar lokasi berdiri sehingga harus sangat hati-hati. Bila terpeleset sedikit ya.. wasallam deh ..

4. Kemuning Sky Hills

Nah..yang terakhir ini akan kuceritakan lebih detil di tulisanku kali ini. Oya, kunjungan ke Kemuning Karanganyar ini sudah beberapa bulan lalu, tepatnya di Juni 2023.

Jembatan Kaca Kemuning Sky Hills
Jembatan Kaca ikon terbaru di Kemuning Sky Hills Karanganyar

Continue reading “Mendadak Religius Saat Mencoba Jembatan Kaca”